
" Fahad, ini makanan untuk Yuna...dia sudah keluar dari rumah sakit kan??, biar kakak yang buatkan makanan yang higienis untuknya!'
" Kakak kau baik sekali!"
" Biar adikku ini tenang hatinya, karena kakak ya sangat sayang pada adik iparnya!"
" Muaaaach...maksih kakaku!" mencium pipi Cindy manja.
" Ini untuk sarapan pagi, ini makan siang, dan ini makan malam, jangan lupa dicolokkan nanti agar tetap hangat makanannya!" memberikan box makanan elektronik pada Fahad.
" Punya Aina mana??" Aina yang sudah siap berangkat ke toko.
" Ini sayang, akhir - akhir ini kau sering begadang, apa sedang merindukan Iyus??" Ujar Cindy menggoda.
Aina tersipu malu ...
" Cie ada yang rindu...!" tambah Fahad menggoda kakaknya.
" Ahh kalian, aku mau berangkat dulu...!"
Aina mengambil bekalnya dan segera pergi karena malu.
" Fahad, dia lupa sepertinya!"
" Ya, bagaimana bisa dia menyukai Iyus anak temperamen itu...dan bisa malu begitu sampai lupa, jika hari ini dia memintaku mengantarnya ke toko!"
" kita hitung sampai 5.....dia akan kembali dengan senyum bodohnya !" Cindy yang sudah bisa menebak
" 1, 2,3,4, .....Liiiiiiiii....!" Fahad mengitung perlahan.
" Aaaa...Fahad, aku lupa hari ini kan kau mengantarku! hehehehe!" dengan senyuman bodohnya.
" Aih, kakak kakak, ...kak Cindy aku berangkat ya!"
" kakak aku juga berangkat!,itu sepertinya bang Fannan sudah datang!"
" Ya, katakan aku akan segera keluar!"
" Baik!"
Aina segera mengekor Fahad,
" Abang, sebentar lagi kakak keluar katanya, kami berangkat dulu ya!" Ujar Aina berpamitan.
" Abang asuh aku duluan!" sambung Fahad yang segera menaiki motornya dan segeralah Fahad berangkat bersama kakaknya.
Setelah sampai di toko Aina, Aina meminta Fahad untuk menunggu sebentar.
" Fahad, ini bunga untuk Yuna...katakan untuk tetap semangat!" Memberikan bunga mawar pink pada Fahad.
" Okey, aku pergi ya kak!"
" Iya Fahad hati-hati!" Fahad pun segera menuju kediaman Yuna.
Ternyata Yuna sedang berjemur di halaman rumahnya ditemani oleh ibunya.
" Anakku, pagi sekali!" ujar ibu Yuna
" Ya ibu, kata kakakku mulai hari ini kakak yang akan mengurusi makanan untuk Yuna ibu...ini !" memeberikan box pada calon ibu mertuanya.
__ADS_1
" Anakku , tolong sampaikan rasa terima kasih ibu pada kakak tertuamu ya nak!, ibu bawa masuk dulu ya!"
" Iya bu, ...!"
" Tuan, apa kau sudah mau berangkat bekerja??"
" Ya, biar kita segera menikah, dan ini bunga dari sahabatmu, dia menitipkan pesan. agar kau tetap semangat !"
" Wah, cantiknya... katakan padanya aku sudah memiliki adiknya untuk menjadi sumber kekuatan ku!"
Fahad tersenyum lebar mendengar ucapan Yuna ,Fahad mengusap kepala Yuna dengan lembut.
" Makan yang teratur, kau harus bahagia selalu, aku berangkat dulu ya!"
" semangat ya tuan muda sayang...!"
" Muaaach...sampai jumpa nanti!" Fahad mengecup kening Yuna.
" Oke!" Yuna melambaikan tanganya yang memegang bunga.
Fahad pun lanjut pergi untuk bekerja.
...----------------...
Dikediaman utara Pratama.
" Mom,...sepi sekali rumah tinggal kita berdua !" Ujar Julia
" Benar, Daddymu baru pulang bulan depan abang-abang mu entah kapan??, Iyus masih 2 tahun lagi.... untung mommy punya anak gadis, jika kau mengikuti jejak mereka lalu mommy sendirian dong di rumah!"
" Hehehe...kita doakan semoga Daddy dan saudara - saudara ku selalu diberi kesehatan dan keselamatan!"
" Aamiin, anak baik....!"
" Mom, Fahad serius mau menikah muda??"
" Ya, kata tantemu begitu...!"
" Kasihan sekali, Dia mundur dari kepolisian dan tidak mendapatkan dukungan Finansial dari keluarga!"
"Tantemu itu justru sedang mendidik saudaramu itu menjadi pria yang bertanggung jawab!, dia akan mengambil anak orang, dia harus siap menanggung setiap kesulitannya sendiri, jika apa-apa dibantu dia akan menjadi lemah dan bergantung, karena kita orang tua tidak bisa slalu ada untuknya!"
" Bagaimana nanti dengan Iyus mom??"
" Ya, mommy juga tidak tahu nantinya, dia itu 11 12 dengan Daddymu, jika sudah A ya A...jika Iyus macam-macam dengan Aina, Mommy akan menghajarnya!"
" Ya, Iyus itu kalau setia pasti setia mom, hanya saja dia mudah emosian, Aina itu sangat lembut apa bisa menghadapi Iyus yang sangat temperamental itu!"
" Justru wanita lembut itu yang cocok untuk Jonathan Junior ini, Mommy kan juga sangat lembut kan sayang???"
" Ha?? oh??, mom...memang mommy dulu lembut ya??"
" Ih tidak percaya banget sih??, ya sebenarnya sih lebih ke takut aja sama Daddymu !"
" Mommy memang daddy galak??"
" Tidak sih kalau ke mommy...!"
" Ya makanya karena yang Julia lihat, mommy lebih galak dari Daddy hehehe!"
__ADS_1
" Hahahahah, iya juga ...tapi dulu mommy sangat takut dengan daddymu karena dulu teman Mommy slalu bilang jika tentara itu kasar-kasar, tapi tidak juga...daddy sangat baik dan lembut pada mommy hehehe... karena Daddy sangat lembut mommy jadi ngelunjak hehehe tapi mommy kan tetap patuh pada perintah Daddy, mommy galak pun juga membela anak-anak mommy juga kan?"
" Iya sih...jadi ingin kembali kecil lagi!"
" Mana bisa, Julia sudah besar kan sekarang?, sudah mau genap 17 tahun!"
" Ya mom!"
" Rasanya cepat sekali, perasaan baru kemarin di dalam perut,eh ini udah mau di ambil orang saja!"
" Siapa yang mau di ambil orang?, Julia tidak ada kepikiran dekat dengan siapa pun, Julia kan anak perempuan satu-satunya di sini, masih mau berlama-lama jadi anak mommy dan Daddy!"
" Benar juga, jangan terlalu cepat deh,...mommy berharap kau menikah dengan seorang pria yang baik hati, penyanyang seperti Daddymu ,dan kau akan diratukan di dalam istananya nanti...!"
"Kita kan Ratu di kediaman kita mom...!"
" hehehe iya juga sih...apa kau ini tidak ada satu pria yang kau taksir??"
" Belum ada yang masuk mom...!"
" Wah kriteria putriku sangat tinggi rupanya!"
" Hehehe nggak juga tinggi yang penting seperti abang Suhail, kenapa dia itu abangku ya mom?? hahahah ..!"
" Hahahahha, mommy khawatir jika dia seperti ayahnya, tapi tidak ku sangka dia sangat jauh, dan semoga tidak berubah!"
" Aamiin, tapi Kak Fathia memang sangat cantik dan pintar, dan lagi dia juga tidak matre seperti seseorang, selera abang luar biasa!"
"Ya, benar mommy jadi ingin tahu kabar gadis itu sekarang!"
" Dia tinggal bersama keluarga Tanaka, yang merawat Sansan kan mom??, pasti aamanlah!"
" Ya, kita hanya bisa menunggu kabar, semua sudah di urus Cindy dengan baik, dan minuman itu juga sudah tembus pasaran, jika nanti dia sembuh dia memiliki kepercayaan diri bersanding dengan abangmu!"
" Padahal abang menerima apa adanya kan??"
" Benar, Daddy juga begitu...tapi mommy tidak percaya diri, mommy belajar dari om Jovan, dan jadilah mommy yang sekarang!"
" eh tapi mommy lebih kaya dari Daddy kan??"
" Siapa bilang, Daddymu mana mau dikalahkan, saat tantemu Sasha memulai bisnis perhiasan dia langsung berinvestasi setengah dari tabungannya, Setiap bulan Daddymu akan mendapatkan bagian 25% dari laba bersih bisnis tantemu yang sekarang dipegang oleh tantemu Vevey!"
" Woh, sang komandan Nathan ternyata memiliki saham cukup menguntungkan!"
" Ya, Daddymu dan Om bram tidak pandai di bidang bisnis namun mereka tidak melewatkan keuntungan besar !"
" Tapi tetaplah, yang paling kaya om Jovan kan mom...!"
" Benar...hahahah Raja bisnis adalah mendiang om mu itu...aku pikir dulu Fahad yang akan mengikuti jejak Jovan karena dia anak laki-laki satu -satunya di sana!, ternyata Cindy yang mewarisi!, tapi kita juga tidak tahu ke depeannya!"
" Ya benar mom, aku malah kepikiran Sansan, dia mau jadi apa mom??, sekolah juga tidak, sekarang dia ditahan di negara F...kasihan dia mom!"
" Benar dia yang paling malang, bertahan hidup sendiri di luar sana, tapi Chiko dia memang sementara aman di sana karena buka. hanya mantan istri Kenzo, tapi Juno dan Renata juga belum kita temukan batang hidung mereka!"
" Oh mom...ini sudah satu tahun lebih, Abang Martin sudah bebas dong??"
" Eh iya dong ... tapi Martin itu sebenarnya tidak jahat jadi dia tidak akan berbuat buruk pada keluarga kita!"
" Hmmm semoga saja...!"
__ADS_1
" Aduh ngobrol sampai malam ternyata kita ya, ayo kita istirahat...Tidur dengan monmy ya!"
" Oke...!" mereka berdua pun segera istirahat ke dalam kamar Savina.