GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
400. Ketakutan


__ADS_3

setelah Anna meminum racikan dari Tasya, Anna pun tertidur pulas.


" ada apa ini?, kenapa Lister ada di sini??" tanya Tasya sambil menggendong adiknya itu.


" bundamu mendapatkan ingatannya kembali, dia menangis histeris pagi-pagi...*


"apa?? Sasha ..." Kenzo segera berlari ke kediaman Selatan.


wajah Tasya terlihat sangat muram,melihat suaminya langsung bergegas ke sana.


" Tante kecil, kau tidak ke sana??, biar Lister denganku..."


" tidak aku akan di sini..."


Tasya takut jika akan melihat sesuatu yang tidak ingin dilihatnya, mengingat bundanya adalah orang yang sangat di cintai Kenzo.


" Ada apa??" Julia yang baru bangun.


" Jul, tolong bantu jaga anak-anak Tante Sasha mendapatkan kembali ingatannya, Anna sedang sakit...aku akan membeli susu Formula untuk anak-anak dulu..."


" oh apa??"


" di sana sudah ada mama dan papa, juga om Crist dan Tante Lidya...aku minta tolong kau bantu jaga Anna!"


" tuan biar saya saja yang membelikan??" sahut Zurra.


" oh ya baiklah..."


" aku akan membantu menjaga anak-anak, Anna membutuhkanmu!"


" Oke..." Fahad pun menemani istrinya dengan setia di samping istrinya.


Julia membantu menjaga Anak-anak bersama Tasya.


" kau tampak buruk Sya, aku tahu apa yang kau pikirkan!"


Tasya diam saja, sambil menggendong Lister.


" Kau tidak akan pernah kehilangan om Kenzo...!" ujar Julia menenangkan hati Tasya.


" Terimakasih Julia, aku harap begitu..."


" Lupakan, kita fokus pada anak-anak saja yuk bawa mereka ke atas...lebih tenang..." Ajak Julia.


mereka segera membawa anak-anak ke atas,


Di kediaman Selatan.


" Apa yang terjadi??"


tanya Kenzo pada Chiko.


" semua yang akan terjadi akan terjadi Kenzo!" ujar Chiko merasa terpuruk


kemungkinan besar Sasha akan memarahinya, dan bisa saja akan menceraikannya setelah bangun nanti.


" jangan mengkhawatir, dia adalah wanita yang baik meski slalu membuat masalah, kau hanya perlu slalu di sampingnya, kalian sudah memiliki Lister...jangan sampai kau kalah dengan egonya, dia akan luluh padamu jika kau berusaha!" Kenzo memberikan semangat pada Chiko.


" bagaimana jika dia tidak mau aku dan Lister??"


" kau mengikutinya setiap saat, apa kau tidak tahu tentangnya??, kau pasti sangat tahu bukan...kau tahu dia seperti apa!"

__ADS_1


" terimakasih Ken..."


" Di mana Bunda??" Tiara yang sudah tiba,


" San...kau sudah tiba, kau bisa menjaga bundamu dengan ayahmu..."


" baik om..."


" Yaz karena sudah terkendali aku akan kembali mengurus anak-anak, jika dia bundamu sudah bangun kabari kami..."


" Baik om..."


Kenzo pun kembali, dia tahu istrinya pasti perpikir macam-macam.


" Ayah...apa bunda baik-baik saja..."


" ya, ...oh ya untuk keluargamu aku sudah membebaskan mereka, mereka aku tempatkan di kota jauh dari sini dengan jaminan hidup yang layak..."


" terimakasih ayah..."


" sama-sama..."


Tiara dan Chiko menunggu Sasha yang masih tertidur pulas.


sementara Vevey ,Hiro membicarakan keadaan sasha dengan Crist dan juga Lidya, tak lama Savina pun tiba setelah mendapatkan kabar.


" Hah, aku sangat tidak tahan masalahnya tidak pernah habis..." ujar Vevey


" semua akan baik-baik saja!" Hiro menenangkan Istrinya.


" pelan- pelan saja, kita hanya perlu menjalaninya dengan sabar Vey..."


ujar Savina.


Kenzo mencari di mana istrinya dan anak-anak.


Fahad pun memberitahu mereka ada di lantai 2.


Kenzo segera menyusul ke atas...


" Julia di mana Tasya??"


" di kamar om bersama Listher..!"


Kenzo pun masuk ke dalam,


" Sayang,..."


" Om..." Tasya meletakkan Lister dan segera memeluk Kenzo.


" Kau terlalu berpikir buruk tentangku bukan sayang??"


" hiks hiks, Tasya takut om akan mengejar bunda lagi...hiks hiks..."


" apa-apaan?, aku sudah memiliki kau apa aku masih tidak bisa bersyukur??"


" huhuhu, aku takut..."


" kenapa??, kau tidak percaya padaku??, aku sudah mentok pada anak nakal ini, aku hanya khawatir karena di adalah ibumu, dan juga temanku..."


" sungguh??"

__ADS_1


" Iya, aku tidak akan melihat wanita cantik lainnya, istri kecilku ini tidak ada tandingannya...aku adalah orang yang bodoh jika menyia-nyiakanmu... berhenti menangis...padahal kau sudah memiliki hidup matiku secara tertulis kenapa masih berpikir aneh-aneh??!"


" Benar aku memilikinya, tapi hati orang kita tidak bisa mengendalikannya..."


" hemmm, gadis kecilku ... kau harus percaya, hatiku tidak akan mudah berubah, kita sudah melewati banyak bal bersama, aku akan gila jika aku kehilanganmu...semua sangat penuh tentangmu, ingatanku, mataku, hatiku, tubuhku semua hanya bisa mengingat tentangmu...!"


" Aku juga begitu om, aku tidak akan berubah aku hanya akan mencintaimu..."


" Bagus.... sekarang jangan bersedih lagi, kau sangat jelek saat sedih...!"


" sebenarnya aku ini jelek atau cantik???"


" hahahah, sangat cantik saat kau ceria dan bahagia, saat kau sedih...kau sangat buruk rupa..."


" menyebalkan!"


" Maaf mengganggu, bisakah kalian menjaga Nora dan Dhiren sebentar??, aku gebelet mau setor dulu..." Julia memegangi perutnya.


" sana pergi, kau akan mencemari udara di sini!" ujar Tasya.


Julia segera berlari turun kembali ke kamar Cindy dan menggunakan toilet di sana.


" Apakah bunda baik-baik saja??"


" nanti kita gantian lihat ya, jika Anna sudah bangun kita akan melihat keadaan Sasha, lagian Tiara sudah di sana!"


" ehmmm" Tasya merasa sedih karena bukan dia yang di sana tapi justru orang lain, meskipun ingatan. Sasha kembali pasti juga akan tetap mengira Tiara itu adalah putrinya.


" Apa kau sangat sedih karena kau tidak ada di sana??"


" Tidak om, aku baik-baik saja...aku hanya ingin bunda juga segera membaik!"


" Kita harus membantu Chiko , karena Mereka sudah ada Lister, bagaimana pun mereka harus tetap bersama demi Lister...kita sama-sama tahu bukan sayang rasanya tumbuh tanpa kasih sayang orang tua lengkap???"


" iyaz semoga Bunda bangun tidak emosi, dan membuat masalah!"


" Jika tidak membuat masalah, dia bukan bundamu namanya!"


" benar juga ya om.... hahahaha, tidak apa-apa lah tidak jadi anaknya , aku masih bisa jadi sahabatnya..."


" hahahaha, apapun itu yang terpenting kalian slalu bahagia...dalam menjalani kehidupan ini, yang penuh tantangan!"


" ehmmm, benar...aku sudah tidak bersedih lagi..."


" iya hanya saja, kita akan lambat menangani 2 kecubung itu..."


" Mereka masih dalam pantauan, mereka belum berani bergerak..."


" Jangan sampai aku menemukan mereka lebih cepat, atau mereka akan menjalani hidup melebihi Yuna..."


" biarkan mereka menikmati hidup tenang mereka, sebelum menderita di sisa hidup mereka!"


" Benar...."


" Haduh, perutku tidak nyaman, padahal aku belum makan apa-apa " Julia mengeluh memegangi perutnya.


" Julia kau minta resep pada Dai, ada di rak no.10..."


" aku tidak suka obat pahit..."


" tidak minta Dai buatkan yang tidak pahit..."

__ADS_1


" oh bisa, aku akan segera mencari Dai..."


Julia kembali turun mencari Dai untuk membuatkan ramuan yang bisa membuat perutnya tidak mulas lagi.


__ADS_2