GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
251. Cemburu


__ADS_3

Setelah selesai mandi Iyus benar - benar merasa lebih baik, dia segera menuju ke kediaman Tengah.


" Mbak, Ai udah pulang??" tanya Iyus.


" Nona Aina tadi sudah pulang tapi katanya pergi sebentar dengan Nona Natali dan Sansan!"


" Kemana?"


" Kurang Tau tuan!"


" Hemmm, aku akan menunggunya di kamarnya!"


" Oh baik...!"


" oh ya Cindy belum pulang??"


" Nona sedang di luar negeri tuan...!"


" Oh lalu tante dan om??"


" ada di rusia..!"


" baiklah mbak, aku masuk kamar Aina ya!"


" Ya Tuan...!"


Iyus pun segera masuk ke kamar Aina.


" Wah, bau Aina...!" Iyus menghirup harum ruangan yang sama dengan Aina.


Iyus berjalan menuju ranjang dan melihat packbag di meja.


" Ini bukankah packbag yang di bawa Aina turun dari mobil pria breeengsek tadi??"


Iyus membuka isi packbag tersebut.


" Gelang?? ini cukup mahal...!" gumam Iyus membukanya dan terjatuhlah sebuah kertas.


" Ehmmm??" Iyus mengambil lembaran kertas yang bertuliskan kata-kata.


***Nona, Aina...


ini adalah hadiah perpisahan dari saya, terimakasih atas bantuan anda untuk menenangkan ibu saya, semoga anda menyukainya, ...


Andai saja, itu bukan sebuah kepuraan, saya pasti akan sangat bahagia, namun saya tahu siapa diri saya, hehehe...


semoga anda selalu bahagia...


Salam***,


**Hubert**.


"Sialan, kau ternyata sangat mengaggumi wanitaku, hiiiiiiiih!" meremas Carikan kertas tadi.


" Iyus...!"


" Bagus Aina, bagus...!"


" Apa yang kau lakukan di kamarku??"


" Aku sungguh meremehkanmu, ...!"


" Apa yang kau katakan??"


" Kau sangat pandai memikat pria dengan tampang polosmu itu!"


" Apa??"


" jangan pura-pura!"

__ADS_1


" Iyus, aku sangat lelah, bisakah kau keluar??, aku tidak pandai membela diriku apalagi untuk berdebat denganmu!" ujar Aina lirih.


" Bukankah sudah kukatakan, jangan pernah dekat dengan pria mana pun??, apa kau tidak mendengar nya??"


" Iyus, aku tidak dekat dengannya!"


" Siapa tahu selama aku melanjutkan pendidikan kau bersamanya sepanjang hari..!"


Aina mengangguk - angguk, menunduk


" Baiklah, jika itu yang kau pikirkan, maka begitulah apa yang bisa ku katakan untuk membuatmu percaya padaku?" air mata aina berlinang begitu deras.


" Fuuuuuckkk...!" Iyus membanting hadiah dari Hubert itu sampai hancur.


Tubuh Aina gemetaran, melihat Iyus yang begitu marahnya padanya.


" Aku benci penghianatan!, aku benci orang yang mengingkari janjinya!" teriak Iyus kesal.


" hughughughug...hughughug...!" Aina semakin takut, dan tak bisa menahan tangisnya.


melihat Aina yang ketakutan, membuat hati Iyus yang panas membara, meredup.


" Aina maafkan aku, aku aku , aku menyakitimu!" meraih tangan Aina.


Aina dengan penuh keberanian menepis tangan Iyus.


" Iyus, aku tidak menghianatimu, bagaimana bisa kau menganggapku wanita seperti itu, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan mengkhianatimu...aku, aku...sejak lahir tidak punya ibu dan ayah, ibunya sakit dan dia meminta tolong padaku, hanya untuk berpura-pura, jika aku menjadi dia aku juga akan menggunakan cara yang sama untuk membahagiakan ibuku, tapi, tapi sayangnya aku tidak pernah melihat bagaimana wujud ibuku, meski hanya dengan selembar foto ,hikhik..aku hanya menolongnya karena kita sama-sama manusia ... aku tidak menaruh hati padanya, sungguh, aku tidak menghianatimu, huhuhu...huhuhu...!"


" Aina, maafkan aku maafkan aku Aina, aku terlalu cemburu buta, maafkan aku...!" berlutut memohon dengan penuh penyesalan.


" Kenapa kau tidak tanya padaku lebih dulu, kenapa??, kau lebih percaya perkataan Hana bukan?, kenapa kau tidak kembali padanya!!!??!"


" Aina, maaf...aku salah...aku salah...kau bisa memukilku...!"


" Iyus, percaya lah padaku, aku bukan wanita yang seperti itu...!"


" Ya, ya...aku..!"


" Pfffft...!" Julius menahan tawa dengan perkataan Aina.


" Apa sekarang kau tertawa??"


" Maaf , maaf ...Aina maafkan aku, besok aku akan meminta maaf pada Hubert !"


" Dia besok sudah pulang!"


" Baik, hari ini aku akan mencarinnya...!"


" Ini sudah malam, ...!"


" Oke besok pagi buta aku akan mencarinya, sekarang apa kau memaaafkanku??"


Aina menjatuhkan dirinya terduduk dihadapan Iyus yang berlutut padanya,


" Iyus, aku juga salah karena tidak meminta izin padamu lebih dulu...!" Aina memeluk tubuh Iyus sambil terisak-isak.


" Maaf, membuatmu takut... Aina aku tidak bisa mengontrol emosiku saat melihatmu satu mobil dengan pria lain...aku tidak rela Aina...!"


" Maaf, ini yang terakhir kalinya, aku tidak akan mengulanginya lagi sungguh...!" mengeratkan pelukannya, Aina sudah sangat mencintai Iyus, dan sebenarnya juga tidak ingin membuatnya marah.


Iyus membelai kepala Aina dengan lembut,


" Baik, aku akan belajar untuk bertanya lebih dulu, dan menahan amarahku sampai kau menjelaskan semuanya!"


" Aku juga akan tidak akan berdekatan dengan pria lain...!"


" hemmm, Aina aku sangat mencintaimu...!"


Aina menegakkan tubuhnya dan meraih tengkuk Iyus, dan mencium bibir Iyus dengan lembut.

__ADS_1


" Aku juga Iyus, tolong jangan membentakku lagi, aku sangat takut..."


Iyus segera menarik balik tengkuk Aina dan menciumnya lebih inten.


keduanya berciuman cukup lama, sampai berpindah tempat tanpa di sadari mereka sudah berada di atas ranjang.


" Hari ini aku mau tidur di sini, aku tidak mau berpisah denganmu...!"


ujar Iyus yang berada di atas tubuh Aina.


" Aku juga, tetaplah di sini bersamaku...!" Aina mengalungkan kedua tangannya pada leher Iyus.


" Aina, kenapa kau sangat cantik, kedua matamu sangat indah...!"


" Iyus itu membuatku malu...!"wajahnya memerah.


" Muach muach muach muach...!" Iyus mengecup ringan bibir Aina.


" Iyus, bisakah kau percaya padaku??, jangan menuduhku yang tidak-tidak, aku sungguh akan setia padamu seorang!"


" Hah, kau sangat cantik bagaimana aku bisa percaya Aina, pasti banyak orang yang menyukai diam-diam, aku harus segera menyelesaikan pendidikan dan segera menikahimu...!"


" Iyus jika kau tidak percaya, aku bisa memberikannya padamu saat ini juga...!"


" Apa yang akan kau berikan??"


Aina membuka kancing bajunya


" Bukankah yang berharga bagis seorang wanita adalah kesuciannya, aku sangat mencintaimu, aku akan memberikannya untukmu agar kau percaya, dan kau tenang jika aku sepenuhnya adalah milikmu!"


Dan terbukalah baju Aina ,terlihatlah sepasang gundukan yang indah berbalut bra berwarna hitam.


Iyus menelan ludahnya, Aina menarik kepala Iyus dan menempelkan pada lehernya


" Kau bisa memilikiku malam ini sayang...!"


kata-kata Aina itu sungguh membangunkan gairah terpendam, tangan Iyus mulai meraba ke gundukan Aina, kulit Aina sangat putih dan mulus.


" Tidak,...!" Iyus segera menarik kembali tangannya lalu mendudukkan Aina dengan benar.


" Tidak, aku tidak akan mengambilnya , sebelum kita menikah!" Mengancingkan kembali baju Aina.


" Iyus ...!" Aina merasa Iyus sangat keren


" Hemm, aku sangat ingin melakukannya padamu, tapi tidak sekarang tunggu kita menikah...apa kau , jangan - jangan kau sudah sanggggggg' e padaku...!" Iyus menggoda Aina


" Tidak tahu maluuuuuuuuu!" Aina mendorong Iyus menjauh darinya wajah Aina sangat merah.


" Hahahahah, lihat wajahmu sangat merah...!"


" Kau jahat!" Aina memukuli Iyus dengan gulingnya.


" Hei... hei ini kekerasan dalam rumah tangga!" Iyus menghalangi dengan tangannya.


" Kau jahat ..!"


" Hahahahahha!, tapi jika kau tidak tahan aku akan membantumu sayang...hahahah...!"


" Hissss diamlah...!" Aina mulai merajuk.


Iyus segera menarik pinggang Aina yang ramping dan menjatuhkannya di sampingnya Iyus segera memeluk Aina seperti guling.


" Aina , bertengkar denganmu lebih melelahkan dari pada lari 200x putaran...!"


" Makanya jangan suka marah-marah...!"


" Hemmm...aku akan belajar lebih bersabar lagi, ayo kita tidur...kau jangan banyak bergerak, jika tidak aku tidak menjamin apa yang akan terjadi malam ini..!"


" Kau, sangat menyebalkan...!" Aina membalikkan tubuhnya mengadap Iyus, dan mengecup hidup Iyus yang sangat tajam dan segera menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Iyus yang sangat hangat.

__ADS_1


mereka berdua pun terlelap setelah pertengkaran yang cukup menguras tenaga.


__ADS_2