GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
268. Menikah


__ADS_3

Dan akhirnya pernikahan Fahad pun terlaksana keluarga Yuna hanya tinggal membawa dirinya saja karena semua sudah di persiapkan oleh keluarga Pratama.


Pernikahan yang cukup mewah yang hanya di hadiri oleh keluarga inti saja itu pun berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, Fahad dan Yuna pun sudah resmi menjadi suami istri.


semua memberikan ucapan selamat pada mempelai terlihat jelas senyum kebahagian dari sorot mata keduanya.


Singkat cerita setelah acara selesai Fahad dan Yuna selama beberapa hari tinggal di kediaman Pratama.


" Ini kamarku sayang...." Fahad membawa Yuna yang sudah sah menjadi istrinya itu masuk ke dalam kamarnya.


" Wah, kamarmu seluas rumahku..." Yuna sangat mengaggumi kamar Fahad yang sangat luas itu.


" Ehmmm... sekarang istirahat lebih dulu ya..."


" Aku mau mandi sayang..." Yuna sangat penasaran dengan kamar mandi Kamar Fahad selama Yuna bersahabat dengan Aina dia tidak pernah masuk ke dalam rumah Pratama hanya di halaman depan rumah saja.


" Mau mandi???"


" Ya...."


" Biar mbak Zara yang membantumu mandi ya sayang..."


" Kenapa?? kita kan sudah sah menjadi suami istri sayang..."


Jujur saja Fahad masih malu-malu untuk hal yang lebih intim.


" Apa tidak apa-apa?"


" Tentu saja...bukankah itu terhitung ibadah??"


" Benar..." Fahad segera mengangkat Yuna dari kursi rodanya dan membawanya ke kamar mandi.


Betapa terkejutnya Yuna melihat luasnya kamar mandi Fahad seluas kamarnya.


"Kamar mandinya luas banget...ada tv nya lagi....bisa berendam sambil lihat film dong..."


" Kau suka??"


" Ya suka,..."


" Sabar ya, ini semua milik orang tuaku, nanti aku akan belikan rumah seperti yang kau inginkan, kita akan menempati perumahan kecil yang sudah ku beli, aku akan merenovasi kamar mandinya seperti ini meskipun tidak bisa seluas ini..."


" Sungguh??"


" Tentu saja, apapun itu asal kau senang aku akan memberikannya!"


" Sayang terima kasih " Yuna mengalungkan kedua tangannya ke leher Fahad dengan erat.


" Oke katanya mau mandi mau berendam??, mama paling pintar membuat aroma terapi untuk berendam, itu akan membuatmu wangi sepanjang hari... sementara pakai saja punyaku, aku akan meminta mama membuatkan khusus untukmu!"


Fahad mendudukan Yuna dikursi lalu menyiapkan air hangat dan mencampur beberapa tetes aroma terapi pada bathub.


" ayo mandi..."


" bantu aku melepaskannya" pinta Yuna


Fahad pun melepaskan gaun yang di pakai oleh Yuna perlahan, meskipun Yuna tidak bisa berjalan namun Yuna sungguh memiliki tubuh yang indah, Fahad menelan Savilahnya melihat tubuh sang istri.


" Kenapa?? , apa tubuhku jelek??" Tanya Yuna


" tidak kau sangat cantik..."


Yuna menarik dasi Fahad. sehingga Fahad membungkuk dekat di wajah Yuna.


Yuna segera meraih tengkuk suaminya,Yuna memimpin untuk mencium bibir sexy Fahad yang tipis di atas dan tebal dibawah, dengan lihainya Yuna ******* bibir suaminya tanpa rasa malu-malu, Fahad yang masih amatiran pun mulai mengimbangi ciuman bergairah itu.


Yuna mendorong Fahad yang sudah terbangunkan hasrat terpendamnya, wajah Fahad sangat merah dan matanya terlihat Sayu.

__ADS_1


" Sayang, sabar dulu ya...aku mandi dulu...tolong aku" Fahad mengendong istrinya yang masih berbalut dalaman itu ke dalam bathub.


" Aku bisa mandi sendiri sayang, kau mandi juga sana"


" Oke..." Fahad masuk ke dalam tirai dan segera melepaskan bajunya dia mandi menggunakan Shower, setelah selesai Fahad segera menggunakan handuk kimono, lalu menghampiri istrinya, namun kini istrinya sudah sangat polos tanpa penutup apapun.


" Apa sudah selesai??"


" Sudah sayang, bantu aku lagi ya, maaf karena aku adalah wanita lumpuh yang merepotkan!"


Fahad segera mengangkat Yuna dari bathub lalu memakai handuk kimono pada istrinya dan membawanya duduk di atas ranjang.


" Sayang, bolehkan aku memintamu??" tanya Fahad lembut.


" Tentu saja, sekarang aku adalah milikmu sayang" Yuna merangkul Fahad dan mencium bibir Fahad, Fahad adalah pria yang sehat dan cukup perkasa, terlebih Fahad masih sangat muda dan Prima, istrinya sangat pandai membangkitkan gairahnya.


Dengan insting kejantanannya Fahad menarik tali Kimono istrinya, tangannya merayapi tubuh indah dan Sexy ,Yuna langsung menarik tangan Fahad dan meletakkannya pada Squeshy kembar miliknya, Fahad sangat mengerti dan memainkan keduanya dengan penuh keadlian, ******* yang keluar dari bibir Yuna membuat aliran darah pria mudah itu semakin memuncak


" Ssshhhhhhh..."


" Sssss sayang panggil namaku..." pinta Yuna tersendat-sendat.


" Oh honey...Yuna....kau sangat sexy...cium aku" Fahad meraih tengkuk Yuna dan meluumat bibir Yuna penuh dengan kerakusan.


Fahad, terlihat sangat buas, dia mencuubui tubuh istrinya dengan bringas, dia tidak melewatkan seinci pun.


" Fahad, mana senjatamu aku ingin melihatnya..."


pinta Yuna sambil menarik tali Kimono Suaminya.


Betapa terkejutnya Yuna melihat, senjata milik Fahad yang menantang dan itu membuat Yuna menelan ludahnya dalam.


" Why honey..."


" Itu sangat besar dan perkasa suamiku..."


" Biarkan aku memberimu servis lebih dulu sayang..." Yuna memegang senjata besar itu dan memberikan servis dengan mulutnya.


keahlian Yuna membuat Fahad menjadi merem melek, Fahad sangat tak menyangka jika Istrinya yang sangat kalem itu begitu piawai di atas ranjang, dia sangat pandai membuat Fahad di mabuk kepayang, pikiran Fahad tiba-tiba tersentak karena kepiawaian Yuna, namun mulut Yuna sangat pandai membuat akal sehat Fahad hilang


" Sekarang bisakah aku menembus lorongmu sayang??" pinta Fahad dengan suara seraknya


" Ehmmm" Yuna menidurkan tubuhnya


Fahad segera membuka kaki Yuna dan memulai pertempuran yang sebenarnya beberapa kali di coba meleset akhirnya goal juga.


Kenapa sangat mudah?


dalam hati


Fahad sangat terkejut, memasuki lorong Yuna seperti tidak ada dinding penghalang sama sekali.


melihat mimik Fahad seperti kecewa, Yuna langsung menangis


" Huhuhu hikhikhik..."


" Eh kenapa sayang??" tanya Fahad bingung kok tiba-tiba istrinya menangis.


" Huhuhu semua karena kecelakaan itu, yang membuat selaput ku robek, aku tidak perawan lagi, pasti kau sangat kecewa padaku, huhuhuhu..." Yuna menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


mendengar keluh sang istri Fahad segera mengecup pucuk kepala Yuna, untuk menenangkan


" Aku menerima mu apa adanya, tenanglah, bisakah kita lanjut??"


" Ya..." Yuna tersenyum kembali dan segera mengalungkan tangannya pada sang suami, mereka melanjutkan percintaan mereka dengan penuh gairah satu sama lain.


...----------------...

__ADS_1


Setelah beberapa hari tinggal di kediaman Pratama Fahad pun segera mengajak sang istri menempati perumahan yang sudah dibelinya.


" Apa kau sudah nyaman di sini??" tanya Fahad


" Ya..."


" Tapi kita kan sudah punya rumah sendiri, saatnya kita menempatinya..."


" Ya.." Jawab Yuna datar


Fahad dan Yuna pun segera pindah ke perumahan kecilnya tidak ada yang mengantar kepindahannya semua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


" Apa keluargamu membenciku??"


" Tidak, memang seperti ini keluarga ku, mereka sangat mengutamakan pekerjaannya"


" Okelah..."


" Sayang apa saja yang kau inginkan katakan padaku, aku akan mentransfer uangku pada rekeningmu..."


" Sayang bisakah kita memiliki mobil , yang second juga tidak apa kok..."


" Abang Suhail memberikan hadiah mobil kok sebagai ucapan maafnya karena tidak bisa hadir, memang tidak mahal tapi itu cukup nyaman untukmu hanya saja, aku belum bisa mencari sopir untukmu"


" Tak apa, aku akan mencari sendiri..."


" Oh baiklah....aku akan memindahkan uangku ke rekmu semua..."


" Terimakasih sayang,..."


" Itu pakai saja membeli apapun yang kau inginkan, untuk keperluan sehari-hari dan rumah itu tanggunganku..."


" Uh aku makin cinta padamu,.aku mau dipeluk"


Fahad memeluk istrinya yang terlihat sangat bahagia itu.


" Aku juga sangat mencintaimu..."


"Oh ya, seminggu lagi cutiku habis aku harus kembali bekerja, aku akan pulang 2 minggu sekali di akhir pekan apa kau tak masalah??, sebaiknya kau ikut aku sih..."


" Tidak aku akan sungkan jika dirumah majikanmu"


" Benar juga...aku akan mencari perawat untukmu"


" tidak ibu akan merawatku, untuk menghemat pengeluaran kita"


" Tapi ibu...."


" Ayolah sayang, ibu yang meminta sendiri kok.."


" Ya sudah tak apa, biar ibu menemanimu di sini...."


" Makasih sayang..."


" Oh ya jika sudah ada sopir biar aku yang gaji..."


" Tidak aku saja kan uangmu di aku semua"


" benar juga, aku juga masih ada kok Sayang kalau untuk menggaji...."


" Tidak, biar aku saja..."


" Ehmmm oke..."


Fahad merasa sangat senang karena sang istri sangat pengertian, dia merasa beruntung mendapatkan Yuna, kini saatnya Fahad membujuk Sansan untuk mengobati Istrinya.


Like dan komen jangan lupa lah

__ADS_1


__ADS_2