GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
60. Sweet...


__ADS_3

keesokan harinya,


" Natali, apa mau ku antar ke kampusmu?"


" Tidak Sansan, bukankah kau harus sekolah?"


" Aku tidak ingin pergi ke sekolah!"


" Kenapa ?, tidak apa - apa...!, aku sudah ijin pada wali kelasku hari ini!"


" Oh, kenapa begitu apa kau sakit?"


" Tidak, heheh bagaimana jika aku menemanimu hari ini?"


" Baik, aku merepotkanmu jika begitu!"


" Tidak, ayo aku tahu kampus ini di mana!, kita naik Bus saja ya, kau terbiasakan?"


" Ya, di sana aku biasa menggunakan transportasi umum!"


" Baguslah, ayo...!"


mereka pun pergi dengan menaiki Bus.


" Hemmm, kau dan aku padahal tua aku setahun loe, tapi kau sudah kuliah!"


" jika di korea umur kita lebih tua' satu tahun loe!"


" Oh iya kah?"


" Ya jika tahun ini aku di sini umur 15 tahun di korea aku 17 tahun!"


" Bukankah, itu masih umur anak SMA?"


" Oh, aku sekolah lebih awal dari seharusnya!"


"kalian sangat Genius Asupan gizi kalian terjamin sih, beda denganku!"


" Aku tahu kesulitanmu, tak apa, umur 16 tahun itu kan memang masih SMA , itu bukan berarti kau tidak pintar, kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing Sansan, jangan berkecil hati!"


" Terimakasih sudah menyemangati ku Natali!, eh kita sudah sampai ayo turun!"


" Oh, lumayan juga ya dari kediaman Pratama!"


" Nanti bisa minta di antar Supir, ada supir kok, tapi kadang-kadang Ayah Chiko yang jemput kalau aku!"


"Aku terbiasa dengan transportasi umum Sansan!"


" Ya, baguslah...kalian orang kaya kenapa sangat sederhana!"


" Kau mengatakan seperti itu seperti kau ini bukan dari kalangan berada saja !"


" Oh, ah??? hehehe... bercanda!"


" Hmmm, kampusnya bagus ...sesuai ekspektasi!"


" Kau suka?"


" Ya, sangat suka, oh ya... kenapa kau ingin kuliah di sini?"


" Suasana yang baru itu sangat menyenangkan, di korea terlalu serius, aku tidak merasa bahagia lepas di sana!"


" Oh, benarkah?"

__ADS_1


" Ya, di sini semua orang menyapa kenal tidak kenal, di sana kita slalu waspada dengan orang asing!"


" Wah, begitu ya rupanya!, ya sudah nikmati harimu di sini!"


" Tentu saja, ayo kita coba makanan kantin di sini!"


" Yuk!"


mereka menikmati waktu bersama mengelilingi kampus.


...----------------...


Di Hongkong.


" Oh, ya sayang...Natali sudah sampai di Indonesia loe!"


" Oh ya??, cepat sekali??"


" Ehm...anak itu sangat ingin tinggal di sini!"


" Ya sudah kita rawat dengan baik!"


" Tentu saja, jika begitu kita besok pulang ya!"


" iya ..., tapi anak - anak tidak lengkap rasanya kurang!"


" Ah, benar sekali...4 bulan lagi Fahad dan Julius akan luluskan, mereka hanya mengambil Bintara, untuk sementara!"


" Ah???, apa mereka bisa mengambil pangkat lebih tinggi setelahnya?"


" Ya tergantung mereka mau tidak, setahuku, sih bisa...pendidikan Bintara hanya memakan waktu 7 bulan saja, kemudian akan menjadi seorang BRIPDA (Brigadir Polisi Dua). Dalam 4 tahun, akan menjadi seorang BRIPTU (Brigadir Polisi Satu), dan kemudian menjadi seorang BRIGADIR dalam 4 tahun berikutnya. Jenjang kepangkatan berikutnya adalah BRIPKA (Brigadir Polisi Kepala) dalam 4 tahun, kemudian AIPDA (Ajun Inspektur Dua) dalam 5 tahun, dan AIPTU (Ajun Inspektur Satu) dalam 2 tahun!"


" Wah, istriku memang luar biasa, pantas saja anak - anaknya genius!"


" apa sih!" Vevey malu - malu.


" ah apa??"


" Bukanya aku tidak bersyukur dengan anak - anak kita ini yang darimu dan mendiang kak Jovan, hmmm jika boleh aku juga ingin memiliki anak kita sendiri!"


" Itu, bolehkah aku memikirkannya?"


" Boleh, sangat boleh!, jika tidak pun juga aku tidak apa - apa!" Hiro memeluk istrinya dari belakang dan mencium pundak istrinya dengan lembut.


" Kenapa kau slalu mengatakan tidak apa - apa padaku?"


" Aku tidak bisa membuatmu kesulitan dan terluka, asal aku bisa slalu bersamamu dan melihatmu bahagia itu sangat cukup bagiku, bahkan memilikimu saja aku tidak pernah berani membayangkannya, karna kak Jovan sudah melebihi dari kata sempurna untuk seorang suami!"


" Sayang, maaf sudah membuatmu menunggu sangat lama, itu pasti tidak mudah untukmu, dan terimakasih karena tidak pernah meninggalkanku dalam keadaan apapun!" Vevey meneteskan air matanya.


" Kenapa menangis?"


Hiro membalikan tubuh vevey kehadapan nya.


" Aku sangat egois!"


" Menjadi dirimu sangat tidak mudah, aku sangat mengerti... sudah jangan menangis!" Hiro mencium bibir istrinya yang bergetar karena menahan tangisnya, Vevey pun membalas ciuman Hiro dengan lembut, mereka pun menumpahkan hasratnya dan...( Skip , ada anak - anak )


" kau sudah lelah?"


" Ya,...!"


" Baiklah, 3 ronde saja deh!" Ujar Hiro memeluk tubuh istrinya yang hanya berbalut selimut.

__ADS_1


" Untuk anak, bisakah kita menunggu Sasha,sampai bisa mengurus bisnisnya lagi?"


" Sepakat!" Hiro mencium kening istrinya.


" Terimakasih!"


" Untuk apa??, sudah jangan di pikirkan ,tidurlah dan besok kita akan pulang!"


" Hmmm!" Vevey pun terlelap di pelukan Hiro.


Dan sampai saat ini dibenak Hiro, masih tidak percaya jika dirinya bisa memiliki ibu dari 3 anak ini, karena Hiro sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat itu pada Vevey.


( Oke, cukup belum ini part Vevey dan Hirosan, request an dari Sri Rahayu, udah macam kayak martabak telur aja minta yang Special hohohihi)


Next ke anaknya...


" Abang, kenapa belum menjemputku?"


Cindy sudah hampir kesal menunggu Martin yang sangat terlambat menjemputnya.


" Iya iya maaf!" Jawab Martin yang terdengar datar.


" Abang, ada apa denganmu?" tanya Cindy khawatir.


" Tidak ada, aku akan segera menjemputmu!"


meletakan dokumen pada tempatnya kembali.


panggilan pun berakhir....


Martin segera meluncur menjemput adik kesayangannya yang melebihi adik kandungnya sendiri.


dalam waktu 25 menit, sampailah Martin di resto Cindy, rupanya restonya sudah tutup.


" Abang, kau ini ...kenapa terlambat??"


" Maaf, ...!" Ujar Martin dengan nada lemah.


" Abang, apa kau sakit?, tidak biasanya kau seperti ini?"


" Tidak, masuklah...!" membukakan pintu mobil untuk Cindy.


" Aku tak enak dengan Natali, aku belum bertemu dengannya sama sekali, abang jika kau sakit, ayo ke dokter!"


" Tidak aku tidak sakit!"


Cindy menarik baju Martin dan segera menempelkan tanganya pada kening Martin.


" Tidak demam!"


"Ada apa abang, apa sedang ada masalah??"


" Tidak tenang, saja ayo kita pulang!"


" Ya, baiklah!"


mereka selama dalam perjalanan pulang tidak berbicara sepatah kata pun, Cindy sangat bingung kenapa dengan abangnya itu, namun Cindy tidak akan memaksa Martin jika memang tidak ingin mengatakannya.


" Cindy, cepatlah istirahat!" Ujar Martin sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.


setelah menutup pintunya Martin terjatuh terduduk, air matanya berlinang sangat deras, seluruh tubuhnya gemetar.


Apa lagi ini??, bagaimana bisa begini??, apa yang harus aku lakukan??.

__ADS_1


Martin, menarik - narik rambutnya dengan kedua tanganya, seakan dia tak bisa menerima apa yang sebenarnya terjadi, Martin menagis terisak - isak dan hatinya sangat sesak.


" Kenapa, harus seperti ini??"


__ADS_2