GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
271. Cinta seorang Suami


__ADS_3

Keesokan paginya Iyus menepati janjinya pada Daddy nya untuk kembali melanjutkan pendidikannya.


Iyus di antar oleh kembarannya dan juga Ai pastinya


" Apa sudah pesan tiket kereta??"


" sudahlah!"


" Jaga diri baik-baik Iyus...!" ujar kembarannya


" Pasti, tolong jaga calon iparmu ya!"


" Ya, kau tenang saja... lanjutkan pendidikanmu dan buktikan pada Daddy jika kau bisa membahagiakan. Ai"


" Pasti....!"


Ai dan Iyus pun melepas pelukan yang seakan enggan untuk dilepaskan.


" Sudahlah, kau akan ketinggalan kereta!" Ujar Julia.


" Sayang, tunggu aku...!" mengecup rata wajah Aina dan segera masuk ke gerbang kereta.


" Sudah, Ain ayo pulang, aku ada janji dengan Client, tidak usah menunggu sampai keretanya berangkat!"


" Ehmmm..." Ai menengok kebelakang sebelum dirinya melangkah kan kakinya pergi .


Sepanjang perjalanan Aina terus terisak -isak, Julia memberikan tisu pada calon kakak iparnya.


" Apa yang kau tangisi?dia sedang beejuang untuk mendapatkan restu untuk bersamamu!"


" Huhuhuhuh...iya maafkan aku....aku tak bisa menahannya , hatiku sangat sedih!"


" kalau begitu menangislah sampai kau puas!" Ya memang begitulah Aina sejak kecil sedikit -sedikit menangis hatinya mudah rapuh.


" Terimakasih Julia....!"


" Ehnmm, oya Ai... bolehkah aku bertanya??"


" Boleh...!"


" tentang istri Fahad, diakan sahabatmu, bagaimana kalian bisa menjadi sahabat??"


" Oh, itu dia menolongku saat ada Anjingg mengejarku , dan dari situlah kita berteman sangat baik sampai sekarang!"


" Oh ya, sebelum dengan Fahad dia punya pacar tidak??"


" Punya, dia dulu sangat bucin pada mantan kekasihnya...!"


" Apa yang membuat mereka putus??"


" Tidak tahu, aku tidak tahu pastinya Julia....!"


"Dan kau mengatakan kau sahabatnya?, sahabat macam apa kau tidak tahu apapun tentang Sahabat mu???"


" Sepertinya memang aku bukan sahabat yang baik, heheheh...!"


Haih sepertinya kau dan Fahad memang terlalu Naif


dalam hati Julia.


" Tapi tumben banget kamu tanya-tanya tentang Yuna!"


" Ya, aku juga ingin mengenalnya!"


" Oh benar, kita sudah menjadi satu keluarga harus lebih akrab"

__ADS_1


" Ya... benar, aku akan mencoba mengunjunginya saat senggang...!"


ujar Julia.


" bagus, aku juga jarang bertemu dengannya akhir -akhir ini...!"


" Ehm...kau sibuk dengan Iyus kan??"


" Ih, Julia..."


" Hahahahahah, Ya aku tidak tahu rasanya jatuh cinta tapi melihat kalian begitu sangat semangat seperti itu cukup menyenangkan!"


" Heheheheeh" Aina hanya terkekeh


" Sudah sampai Aina...eh saudara ipar ...!"


" Ah Julia terimakasih ya... hati-hati di jalan..."


Ai pun segera turun dan melambaikan tangannya pada Julia, setelah Julia pergi Ai segera masuk ke dalam tokonya.


...----------------...


" Fahad, apa yang kau lamunkan??"


" Heheh, nona...tidak ada kok...!"


" Ehm, kau pasti rindu pada istrimu kan??"


" Heheh iya nona, tapi kita bisa video call sih nanti...!"


" Kau bisa melihatnya jika kau rindu!"


" Tidak, libur sayakan hanya hari minggu...!"


" Tidak nona, dia akan ngembek kalau saya tidak profesional dalam bekerja!"


" Pfffffffttt, lah majikannya aku apa istrimu??, kok istrimu yang ngambek??" Tak habis pikir dengan perkataan Fahad.


"hehehehehe... begitulah istri saya, dia tidak ingin membuat masalah untuk saya dengan rengekan dia terlalu pengertian!"


" Oh, kenapa aku merasa, pengertiannya istrimu itu di luar wajar Fahad???, hehehe sepertinya kau mendapatkan spek bidadari yang luar biasa"


"Itu yang membuat saya jatuh cinta padanya!"


" Ehmmm jika itu aku, aku pasti akan merengek untuk ikut kemana pun kau pergi, istrimu sangat berbeda dari kebanyakan pengantin baru wanita yang pernah aku dengar...!"


" eheheheh, nona apa yang ingin kau makan??"


" Apa saja kau tahu selera ku kan??"


" Siap nona!" Fahad pun segera menuju dapur selain menjadi bodyguard Fahad merangkap menjadi seorang koki khusus Diana.


Semenjak Diana mengandalkan masakannya, Fahad sudah tidak bergantung makanan pada kakaknya, dia memasak untuknya sendiri dan juga Diana, dia slalu belajar masakan - masakan baru, tak menyiakan ilmu kakaknya Fahad terkadang meminta kakaknya membuat beberapa tutorial masakan untuk pelajari dan kembangkan sendiri, sepertinya tanpa harus bersekolah Fahad juga mewarisi bakat Jovan.


Diana slalu di puaskan dengan masakan Fahad.


melihat putrinya yang luar biasa membuat onar itu menjadi putri yang tenang, Arnold merasa sangat puas dengan pekerjaan Fahad yang sangat tulus dan tidak mengecewakan.


Arnold slalu memberikan bonus satu kali gaji pada Fahad, Jadi Fahad perbulan masih bisa menabung, saat gaji pokoknya di berikan pada sang istri, dia ingin membelikan rumah seperti yang di impikan oleh istrinya.


Dan jam kerja Fahad pun telah usai, Diana tidak akan mengganggu Fahad diluar Jam kerja, dan Malam ini Fahad janjian untuk menemui Sansan.


Fahad mendatangi kediaman Sansan.


Terlihat saudaranya yang nakal itu sedang bergelantung bagai koala, di tubuh Kenzo yang sedang fokus membaca buku, sambil berjalan ke sana kemari seperti sedang menidurkan anak bayinya.

__ADS_1


" ehem..."


" Oh Fahad...duduklah...!" ujar Kenzo ramah


Fahad pun segera duduk di Sofa, matanya tak lepas dari Kenzo dan Sansan yang terlihat sangat manis.


Andai saja Yuna bisa berjalan apakah dia juga akan melakukan hal yang sama seperti itu?


tapi sepertinya itu bukan Yuna, dia terlalu tidak ingin membebaniku.


dalam hati Fahad.


" Sayang, lihat Fahad sudah datang...!"


" Aku tahu...." masih di posisi sama.


" Turun dan bicaralah aku tidak akan mengganggu!"


" No, om...ayo bawa aku duduk dekat Fahad aku tidak ingin lepas darimu!"


" Astaga anak ini...Fahad maaf membuatmu melihat hal seperti ini, beginilah sepupumu!"


" Tak masalah, itu artinya om sangat memanjakannya!"


" Dia yang terlalu manja, dan aku tidak bisa menolaknya!" Kenzo pun duduk di sebelah Fahad, sekarang Sansan duduk dipangkuan Kenzo menyamping menghadap Fahad.


" Sansan apa kau tidak takut om Kenzo sakit pinggang.???"


" Aku akan memijitnya, dia juga sudah berumur penyakit pinggang itu adalah hal biasa!"


" Anak nakal, bicara apa kau ini, aku masih sangat prima, lihat saja nanti jika kita sudah menikah, siapa yang akan sakit pinggang!" mencubit gemas kedua pipi Sansan.


" Aaagggggg...om, sakit !"


" Hahahah" Fahad tak dapat menahan tawanya melihat tingkah dua sejoli itu.


" Fahad, apa yang ingin kau bicarakan??"


" Kau pasti sudah tahu kan ??"


" Aku mencoba untuk tidak tahu...!"


" Ayolah Sansan, tolong...kumohon!"


" Kau sungguh ingin menyembuhkan kakinya???"


" Ya, aku ingin menyembuhkan kakinya!"


" Fahad, orang seperti Yuna memang sebaiknya dia tetap di kursi roda!"


" Sansan, aku tidak akan memperhitungkan perkataanmu yang sebenarnya itu membuatku tersinggung, aku sunggug meminta bantuanmu...!"


" Aku bisa menyembuhkannya dengan 3x terapi dan dia harus mengkonsumsi beberapa obat herbal, tapi aku mengambil tarif tidak murah tapi karena kau saudaraku, aku tidak akan mengambil terlalu banyak!"


" Katakan berapa ya harus aku bayar untuk sekali terapi!"


" 300juta saja...jika itu orang lain aku akan meminta sebanyak milyaran!"


" Aku akan mencari uang terapinya , aku setuju...!"


" Kau yakin...??"


" Tentu saja aku sangat Yakin!"


meskipun dalam hati Fahad tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu kemana, jika dia masih bergantung pada orang tuanya itu hal sepele 300juta, tapi saat ini dia harus mandiri untuk semua tanggung jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2