
" Ayah, bagaimana ini?? apa aku akan ketahuan??"
Dengan Sigap Sansan melompat turun dari gendongan Chiko.
" Sudah kau hanya perlu berakting seperti Santan Kara saja, dia tidak akan menyadarimu jika kau tidak banyak bicara!"
" Ya....ayah ayo masuk!"
mereka pun masuk ke dalam,
" Ibu kenalkan ini putriku!"
ujar Chiko memperkenalkan.
" Ah, cantik sekali....sama seperti ibunya...!"
" Heheh terimakasih bibi...!"
jawab Tasya
" Eh, panggil aku omma!"
" Omma??" Tasya terkejut.
Chiko menahan tawanya....
" Iyalah, dia adalah ibu dan ayahku, kau anakku kau harus memanggilnya omma dan oppa!"
" What?????" Tasya semaki terkejut.
" Bibi, paman...apakah ada tamu??"
" Kenzo kebetulan sekaki, Panglima juga ke sini bersama dengan keluarganya!" ujar Yin suan.
sepertinya keponakanku bertepuk sebelah tangan, dalam hati paman Kenzo yang sudah tahu situasi sebenarnya.
Sementara Tasya hanya menunduk karna takut ketahuan.
" Sansan ada apa denganmu tiba - tiba diam??"
tanya Sasha yang menyadari gelagat aneh pada putrinya.
" Sansan sedikit tidak enak badan bunda!" jawab Sansan keringat dingin.
" Eh, tadi perasaan baik - baik aja!" Sasha mendekat dan memeriksa tubuh putrinya.
"Kau benar-benar sakit??"
Chiko pun mendekati dan memeriksa Sansan.
" Tubuhmu kenapa mengeluarkan keringat dingin?"
" Ah, Sansan istirahatlah di kamar omma sayang, omma akan buatkan Minuman hangat untukmu!"
" Sansan apa kau baik-baik saja?" tanya Kenzo.
" i ...i..yaaa om!" Jawab Sansan terbata-bata
" Omaaa kau antar dia ke kamar dulu!" pinta Kenzo.
Yi suan segera membawa Sansan ke kamarnya,
" Kau sepertinya sangat syok , apa yang membuatmu terkejut?"
" Tidak ada omma, hanya kecapekan saja!"
"Ya sudah istirahatlah...aku kira kau takut dengan keponakanku!"
" Oh tidak omma ..bukan...!"
" Keponakanku itu semenjak dia menikah dia memang tidak pernah tersenyum lagi, dia slalu memasang wajah garangnya, ini semua salah orang tua ini!"
" Kenapa omma menyalahkan diri sendiri?"
" Ya, omma sangat khawatir dia tidak normal omma slalu menjodohkanya dengan wanita pilihan omma, dan slalu menolak, dan terakhir dia akhirnya mau, namun setelah menikah dia menjadi jauh dari omma dan tidak pernah tersenyum lagi!"
" seperti itu ya omma, tapi om Kenzo adalah pria yang hangat, dan baik!"
" Benarkah?, dia tidak menyentuh istrinya sehelai pun Sansan, omma takut dia tidak lurus!"
" Pfffffffffffffttttt hihihihi ihahahaha, Omma kau berlebihan, om Ken normal kok hanya saja dia mencintai seseorang yang tidak bisa dia dapatkan!"
"Sansan jangan menghibur ommalah, kau tahu kan istri Kenzo, dia sangat cantik banyak sekaki laki-laki yang menginginkannya, jika Kenzo lurus pasti juga mau dengan istrinya walaupun tidak cinta!"
" Wah, Omma tidak semua laki-laki seperti yang omma pikirkan!"
" hehehe kau umur berapa Sansan?"
" Baru 16 tahu bibi, hehehe...!"
" Baru 16 tahun gaya bicaramu sudah sangat dewasa ya!"
" Heheheheheh...!'
" Sebenarnya siapa sih wanita yang bisa meluluhkan hati anak itu, omma sangat sedih sekali omma tidak memiliki anak dan dia sudah seperti anakku sendiri, aku juga ingin segera menimang cucu!"
Omma, wanita itu ada dihadapanmu sekarang hehehehe ,bukankah aku kepedean? hihihi dalam hati Tasya terkikik.
__ADS_1
" Omma, apa kau akan menerima wanita yang di cintai om kenzo bagaimana pun keadaanya?"
" Tentu saja, bagaimana pun keadaanya asalkan Kenzo mencintainya dan bisa memberikan kami cucu !"
" puffffffffft...omma tenanglah nanti om Kenzo akan memperkenalkan seorang menantu padamu!"
" Ya aku menanti kan itu, sekarang dia berniat bercerai aku akan mendukung sepenuhnya niatnya asal dia kembali seperti dulu murah senyum dan sangat menyayangi ku dan suamiku!"
" Dukung saja omma, omma aku pernah tidak sengaja lewat depan rumah tante Tian, dan dia membawa pria masuk ke dalam rumahnya, dan tetangga-tetangga disitu sangat jelas membicarakan tentang tante Tian yang bergonta-ganti pria!"
" Oh sungguh??"
" Yaz Sansan tidak bohong!"
" Kasihan sekali Kenzo, jika begitu baguslah kalau bercerai, aku sungguh menyesal!"
" Jangan katakan itu omma...ini semua sudah perjalanan dari takdir !"
" Oh manisnya Sansan...andaikan saja kau sudah dewasa dan Kenzo bisa melihat betapa manisnya kamu!"
" Hihihi...!" Tasya hanya terkikik tersipu malu.
" Oh ya omma mau buatkan minuman hangat untukmu, kau tiduran saja dulu!"
" Ya omma!"
Huffftttt syukurlah...aku selamat...
dalam Hati Tasya.
Di ruang tamu,
" Kenzo kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku?, katanya kau adalah teman dekat ku?"
" Oh maafkan aku Sasha...aku sangat banyak pekerjaan, bukan apa-apa tapi aku sungguh sibuk!"
" Sibukmu kau sengaja bukan?"
" Kau masih saja begitu ...tentu saja benar - benar sibuk,...!"
" Suamiku lihatlah dia...dia bukan temanku!"
mengadu pada Chiko
" Sayang, dia memang pria yang sangat sibuk, biarkan dia menyelesaikan urusannya , bukankah kau tahu dia masih dalam masalah?"
" Hmmm baiklah, Ya Kenzo aku doakan semoga apa yang kau upayakan segera terwujud!"
" Hmmm terima kasih!"
" Iya ,iya...!"
" Sayang, kau jangan memaksa Kenzo... biarkan semau dan selonggarnya!" sambil mengusap lembut kepala Sasha.
" Kalian, apa suka pamer kemesraan di Depan umum?"
" kemesraan?, lah kita kan suami istri Kenapa tidak boleh?" ujar Sasha.
" Aih baiklah...aku akan melihat Sansan dulu, kalian lanjut saja!" Kenzo segera menuju kamar bibinya menghampiri Sansan .
Toktok...
" Ya...om???" Sansan sangat terkejut dan segera bersembunyi dalam selimut.
" Hei kenapa kau seperti melihat hantu?"
" Hehehe....tidak om hehehe ..!" masih bersembunyi di dalam selimut.
Kenzo menarik selimut Sansan,
" Eh...kau......!" Kenzo menatap tajam Sansan
Matilah ,matilah ketahuan...aku harus bagaimana jika ketahuan sekarang?
dalam hati Sansan .
Sansan segera menarik Selimutnya,lagi dan menutup dirinya dan hanya terlihat 2 matanya saja.
Kenapa aku seperti melihat Tasya pada Sansan, Sorot matanya sangat mirip,
ah pasti aku sudah gila...baru saja anak itu pergi aku sudah terbayang - bayang wajahnya,
" Om ada apa?" tanya Tasya lirih
" Tidak ada, hanya saja wajahmu mirip dengan seseorang!"
Ya Tuhan, kali ini aku terselamatkan karn kebodohan yang kau berikan padanya
dalam hati Tasya merasa lega.
"Seseorang?siapa itu? apa dia sangat penting bagimu?"
" Hmmm...Dia sangat penting bagiku, sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya!"
" Kenapa tidak kau kejar??"
" Tidak, kami terpaut sangat jauh...dan aku telah berjanji akan membahagiakan Sasha terlebih dulu ... "
__ADS_1
" Om, Bunda Sasa sudah memiliki Ayah Chiko!"
" Kita hanya bisa menunggu waktu , kenapa kau hari ini sangat cerewet?"
" Uhuk uhuk....aku pusing sekali aku mau tidur dulu ya om!"
" Ya sudah istirahatlah...dan terimakasih karena sudah berada di pihak kami!"
" Ya om...sama - sama!"
" Kenzo...apa kau sangat luang hari ini?" Yi Suan datang membawa minuman yang sudah dibuatnya.
" Hari ini aku menemui Tian, tapi dia belum menandatangani surat cerai nya!"
"Kau bisa menggunakan cara yang keras untuk mrmbuatnya menyerah!, Sansan minumlah selagi hangat!" Sambil memberikan minuman pada Tasya.
" Bibi apa kau benar-benar Setuju dengan apa yang aku lakukan?"
" Hmmm...bibi sudah salah mengira tentang Tian, maafkan atas keegoisan bibi!"
" semua sudah terjadi bibi...jangan menyalahkan diri sendiri terus!"
" Maaf Kenzo...tapi memang itu bukan salahku sepenuhnya, umur mu sudah berapa?, apa kau tidak ingin memberi kan ku cucu?"
" Sabarlah, aku pasti akan memberikan mu Cucu!"
" Serius??"
" Iya Bibi...tapi setelah aku selesai urusan dengan Tian!"
" Apa kau sudah memiliki seseorang dihatimu?"
" Sepertinya, aku sudah jatuh cinta pada gadis nakal , yang umurnya jauh lebih muda dariku!"
" Bbrrrrrrrrrrrrrrr uhuk uhkkkkkm..." Tasya yang sedang meminum itu pun menyembur sampai tersedak.
" Uhukkkk uhuuukkkkk!"
" Eh Sansan....pelan - pelan nak!" Yinsuan menepuk perlahan punggung Tasya.
" Kau ini kenapa?, minum saja sampai tersedak?' ujar kenzo keheranan.
" Omma maaf selimutnya kotor...!" ujar Sansan merasa bersalah.
" tidaj apa - apa itu bisa di cuci...ayo habiskan lagi ,pelan - pelan ya?"
" Ya omma...!"
menurut.
" Siapa nama gadis itu Kenzo?, berapa umurnya?"
" Namanya Tasya ...!"
" uhuuuuuk uhuuuuuuhhk uhuuuuuuk!" batuk Tasya semakin menjadi-jadi.
" Hei....kau ini kenapa?"tegas Kenzo.
" Oh sudah Sansan jangan di minum lagi, sekarang tidurlah...!"
" Uhuk ,,iya oma uhukkkk...!"
Tasya segera berbaring dan berselimut sampai menutup kepala.
" Umur berapa Tasya itu?" tanya YinSuan yang penasaran.
" Heheh masih 16 tahu bibi...!"
" Apa??, kau gila...dia terlalu muda untuk memberikan ku Cucu...apa tidak ada wanita lain yang sudah matang?, kenapa harus anak bau Kencur?"
" Boleh tidak?, jika tidak aku juga tidak menikah dengan siapapun!"
" Ya sudah karena kau mencintainya bibi bisa apa?"
" Jadi bibi setuju aku dengan anak itu?"
" Ya asal dia juga mau segera memberikan ku Cucu!"
" Uhukkk uhukkkk...!"
" Sansan kau sepertinya perlu ke dokter.." ujar Kenzo merasa kasihan.
" Iya, Sansan jangan biarkan sakitnya merajalela!"
" Uhuk uhuk...tidak oma aku tidak apa, aku cukup tidur sebentar saja nanti akan baik!"
" Ya sudah bibi, biarkan dia istirahat dulu jika tidak membaik baru panggil dokter!"
" Iya...!"
kenzo dan Yisuan pun keluar kamar.
Tasya masih berada di dalam selimut, dia antara percaya dan tidak percaya dengan ucapan Kenzo.
Dia itu hanya menjadikan ku alibi untuk bibinya agar tenang atau dia sungguh serius dengan ucapannya dalam hati Tasya.
Like nya ya bestieeeeee....
__ADS_1