GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
186. Mengikuti Alur


__ADS_3

" Ibu, apa ibu tidak takut Ayah marah??"


" Jika aku takut, aku sudah bunuh diri sejak awal nak!"


" Oh begitu, apa ibu tidak apa - apa nantinya...?"


" Ibu memiliki nyawa 9, jangan takut...!"


" Ahahahahahahah!" Anak-anak angkat Tasya tertawa terbabak- bahak mendengarnya.


Di lantai 2 Paviliun selir ke 7


" Jadi Tasya menggunakan serbuk wabah untuk mengulur waktu pernikahan??"


" Benar tuan!"


" Kau membuat serbuk itu, apa itu berbahaya??"


" Tidak, mereka hanya akan seperti orang yang di Totok saja tidak bisa bergerak!"


" Berapa lama mereka akan kembali seperti semula??"


" Jika tidak mendapatkan penawarnya maka tidak akan kembali seperti semula!"


" Tasya, benar-benar berani berbuat onar di negara orang!" Kenzo menepuk jidatnya


" Bukankah tuan tahu rencana Tasya??"


" Dia hanya bilang dia akan membantuku mengulur waktu, tapi aku tidak bertanya jelas rencananya jika segila ini, dia bermain-main dengan nyawa orang!"


" Tuan, seharusnya anda bisa menebak alurnya jika Tasya yang memiliki ide!"


" Benar, tapi Dai...ini juga tidak buruk...!"


" Maksudnya tuan??"


" Aku dapat solusi...tapi ini juga butuh bantuanmu!"


" Apa tuan...?"


" Tapi memang kita harus melihat situasinya lebih dulu!"


" Tolong katakan rencana anda Tuan!"


Kenzo segera berbisik ditelinga Dai.


" Tuan saya mengerti, itu saya bisa membuatnya, namun tetap ada efeknya !"

__ADS_1


" Apa efeknya berbahaya?"


" Harus segera memberi penawarnya paling lambat 12 jam setelah dia menelannya!"


" Jika lebih??"


" Pendengarannya akan terganggu!"


" Baiklah, nanti aku akan membicarakan ini pada Tasya terlebih dahulu...!"


" Iya tuan, jika begitu saya akan membuatkan racunnya terlebih dahulu!"


" Ya...!"


Di Paviliun Selir Ketiga.


" Ayah, ada apa gerangan, ayah datang begitu mendadak, bukankah Yang Mulia melarang seseorang untuk masuk dari luar?"


" Putriku, Sepertinya kau harus memberikan suaramu pada rakyat, yang sangat menderita!"


" Ayah, itu hanya ketidak senangan seseorang terhadap Raja, aku tidak bisa memberikan suaraku pada Rakyat!"


" Putriku, kenapa kau menjadi seperti ini??, ayah menikahkan mu pada Raja agar kau bisa memanjat ke dahan yang lebih tinggi!"


" Ayah, dahan yang lebih tinggi itu sangat lemah untuk di injak, aku tidak mau jatuh karena keserakahan!"


" Tapi putriku, bahkan Raja tidak mau menyentuhmu, sampai sekarang...lalu apa gunanya kau menjadi selirnya??"


" Tapi setidaknya lahirkanlah seorang Putra mahkota!"


" Ayah sebenarnya kau mau aku bagaimana? ,ayah tahu Raja sudah memiliki calon permaisurinya sendiri, kelak ratu itulah yang akan melahirkan putra mahkota untuk raja!, aku tidak perlu!"


" nak...kau akan diasingkan jika sampai kau tidak membuat Raja menyukaimu... Rakyat mendukungmu menjadi permaisuri selanjutnya, kami akan mendukungmu!"


" Ayah, aku sudah cukup menderita, dukungan Rakyat di mata ku itu hanya seperti Ranting kecil yang diinjak akan mudah patah, sedangkan calon permasuri memiliki pijakan akar yang dalam dan kuat yaitu hati Raja sendiri, dia memiliki penopang yang sangat kuat, aku cukup tahu diri... sebagai selir yang bijak, putrimu yang tidak berbakti ini ingin memberi nasehat ayah, tolong jangan membuat masalah di saat seperti ini, Raja saja sangat tega memenggal kakaknya sendiri...lalu bagaimana dengan ayah yang hanya pejabat dan aku hanya selir yang tidak di pandang, selagi kita masih bisa berbafas dan hidup berkecukupan bukankah itu sudah sangat cukup ayah??'


" Putriku, tolong dengarkanlah keluhan Rakyat yang menderita, mereka berharap besar padamu, setidaknya memohonlah pada Raja untuk tidak menikahi gadis itu!'


" Ayah, jika Raja memberiku 3 permintaan, tidak 1 saja sudah cukup, aku ingin Raja memulangkanku, dan mencabut gelarku sebagai Selir, aku juga ingin berkeluarga, memiliki seorang suami yang mencintai ku tak harus bergelimang harta asalkan cintanya slalu untukku seorang!"


" Anakku bagaimana bisa kau berbicara seperti itu??, ayah mati-matian menjadikanmu begini...!"


" Ayah, maafkan anakmu yang tidak berbakti ini....ayah cepatlah pulang sebelum ketahuan oleh pengawal Raja!"


Ayah Selir ketiga pun pulang dengan harapan yang pupus, wajahnya terlihat sangat kecewa.


Maafkan aku ayah, dulu aku masih sangat muda , sehingga tergiur akan hidup bergelimang harta, namun kini aku menyesal karena tak selamanya harta ini membuat kita bahagia, jika bisa memutar waktu, saat itu aku akan menolak untuk menjadi selir, jangankan untuk di sayangi raja, Raja bahkan tidak mengenali wajahku sebagai selirnya

__ADS_1


dalam hati selir ketiga.


sudah lebih 2 minggu,Negara F hampir seluruh penduduknya terserang wabah misterius itu, semua upaya untuk mengatasi masalah itu pun sudah dikerahkan alhasil, tidak membuahkan hasil.


Semua dokter dan para ilmuwan dikumpulkan untuk mengatasi masalah ini namun mereka masih belum menemukan solusi menangani masalah ini.


" Yang Mulia bukankan calon permasuri terkenal akan pengobatannya, kenapa tidak membiarkan calon permaisuri mengatasi hal ini?'


" Baiklah kita akan panggil, permaisuri keluarlah...!"


Tasya pun segera keluar,


" Hormat pada Yang Mulia...!"


" Ayo sini duduk lah !" menepuk bangku sebelah Alfred.


Tasya pun duduk berdampingan dengan sang Raja.


" Para petinggi yang terhormat, apakah ada yang bisa menjelaskan padaku tentang masalah ini??"


"Calon Ratu kami, rakyat kita sedang terserang wabah misterius, mereka tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya, mereka seperti kayu mati, jika begini terus maka negara kita akan musnah!"


" Untuk sementara aku mencari tahu tentang wabah ini, aku menjual obat ini dengan harga murah saja,ini untuk orang -orang yang belum tertular!"


" Calon Ratu, apakah rakyat harus membayarnya??'


" Tentu saja tidak, kalian para petinggi bergelimang harta, tentu saja raja dan para petinggi akan memberikan bantuan gratis pada rakyat dengan uang pribadi mereka!"


" Apa??"


" Pftttttt!" Alfred menahan tawanya


Anak ini apa - apa tidak akan luput untuk dijadikan ladang uangnya , benar -Benar anak nakal yang susah diatur.dalam hati Alfred.


" Kalian adalah wakil masyarakat, kalian harus menujukan cinta kalian pada rakyat, buka. begitu Yang Mulia??" Tasya ingin meminta dukungan dari Alfred.


" Benar juga, dengan begitu kita bisa mengambil hati Rakyat juga, baiklah Istana akan mengeluarkan Dana sebesar 20% untuk para rakyat, petinggi silahkan mengeluarkan 5% dana untuk rakyat, ikuti semua saran yang diberikan calon ratu!"


Semua saling menatap dan berbincang -bincang lirih tentang keputusan Raja.


" Apa ada yang keberatan??"


" Tidak Yang Mulia....!" jawab serempak para petinggi.


" Bagus...Ratuku...silahkan beri arahan pada para petinggi untuk penanganan sementara !"


Ratuku, ratuku? menggelikan sekali, tapi aku harus tahan yang terpenting adalah keuntungan besar ku hehehe dalam hati Tasya kegirangan.

__ADS_1


Tasya dan Anak-anaknya memberikan arahan pada petinggi yang nantinya mereka juga yang akan mewakili untuk menjelaskan pada Rakyat.


setelah selesai memberikan arahan dan vitamin yang dijualnya Tasya pun segera kembali untuk beristirahat.


__ADS_2