GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
250. Rumitnya


__ADS_3

" Bagus Aina....!" Tegas Iyus dengan wajah murkanya.


" Iyus...!" Aina sangat Terkejut.


" Tuan...sa.....!"


" Booooooookkkk!"


Iyus langsung memukul wajah Hubert


"Kau membawa wanita orang lain sungguh besar nyalimu!"


" Iyus, tenanglah...!" Aina menghalangi Iyus hampir saja Aina terkena pukulan Iyus lagi, Iyus sekuat tenaga menghentikan tanganya.


" Bagus kau membelanya lagi...!"


" Iyus tenanglah...apa kau tidak percaya padaku??"


" Apa yang telah aku lihat apa yang perlu kau jelaskan??"


" Tidak bukan seperti itu, ....!"


" Jangan-jangan selama aku di asrama kau sering berhubungan dengan pria ini!"


Aina menunduk diam, dan menangis dia sangat kecewa pada Iyus...


bagaimana bisa dia begitu mudah mengatakan hal itu.


" Hem...oke...Tuan Hubert anda bisa pulang dan menemani ibu anda!"


" Nona maafkan aku,...!"


" Tidak, cepatlah pulang tuan!"


" Ehmmm....!" Hubert pun segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi, dia tahu jika dia tetap di sana itu akan memperkeruh suasana.


" Hem...Hana apa ini perbuatan mu??"


Tanya Aina


" Apa??, kenapa kau menyalahkan aku??"


" Iyus, sampai di sini saja...jika kau lebih percaya pada apa yang kau lihat, aku bisa apa lagi untuk meyakinkanmu, toh aku juga tidak kau beri kesempatan untuk menjelaskan!"


Aina segera masuk ke dalam toko lalu menguncinya dari dalam, dan membalik tulisan open menjadi close.


" Aina...buka pintunya...Ainaaaa!" teriak Iyus mengetok pintu kaca dengan keras.


" Iyus, sudahlah...kau tidak akan bisa membujuknya saat ini...!"


" Pergi dari hadapanku!" teriak Iyus karena sudah sangat kesal dengan Hana.


" Tidak aku tetap di sini!"


" Sudahlah aku yang pergi...!" Iyus segera menaiki motornya dan melesat sangat cepat pergi, pikirannya sangat kacau .


" Nona apa anda baik - baik saja??" tanya salah satu karyawannya.


" Apakah banyak pesanan hari ini??"


" Ya, namun kami sudah menyelesaikannya, hanya tinggal mengantar...!"


" Oke... segera antar kemudian pembukaan dan pulang!"


" Baik nona...!"


" Aku serahkan sisanya ya...bulan ini ada tambahn bonus...!"


" Ya nona...!"


" Aku pulang dulu....!"


" Hati - hati di jalan nona...!"


" Ya...! Aina pun segera memesan go car, dan dia berencana untuk menemui sahabatnya Yuna.


30 menit perjalanan sampailah Aina di kediaman Yuna.


" Ah, lama sekali aku tidak ke sini...oh?? mobil ini??" Aina sangat tidak asing dengan mobil yang terparkir di depan rumah Yuna.


" Permisi, Yuna....bibi....!" Panggil Aina, Aina pun segera masuk karena pintu terbuka.


" Yunaaaaa....spada....!"


"Eh nona....kok tidak mengabari jika berkunjung??" Ujar Ibu Yuna


" Bibi, biasanya aku juga begitu kenapa sangat terkejut...?, di mana Yuna bi??"


" Ah, ada ...dia..."


" Bibi kenapa??"


"Aku masuk kamarnya saja ya, aku sangat lelah ...!" Karna Aina sudah terbiasa keluar masuk kamar Yuna.


" Eh nona jangan, kamarnya berantakan...!"


" Ha??, tak apa bibi santai saja...!"

__ADS_1


" Aduh nona jangan itu tidak pantas sama sekali...!"


" Oh baiklah jika begitu, Aina pinjam sofanya ya ingin merebahkan tubuh sebentar, memangnya di mana Yuna bibi??"


" Oh Yuna sedang keluar nona, silahkan istirahat di sofa...!"


dengan gelagat yang tak biasa, Ibu Yuna itu membuat Aina sedikit merasa aneh, namun bagaimana lagi karena Aina seorang yang tak pandai memahami situasi, tidak cepat tanggap, jadi itu tidak membuatnya bodo amat, karena Yuna juga sahabat baiknya.


" Nona minumlah selagi hangat...!"


" Terimakasih bibi...!" Aina pun meminum sedikit dan melihat ke luar jendela.


" Bibi mobil di luar itu seperti tidak asing ya??"


" Ah??, iyakah...saya juga tidak tahu itu mobil siapa nona...heheh!"


" Oh mereka parkir tanpa ijin ya??, tidak beradab sama sekali...!"


" Heheh biar saja nona...!"


Drrrrrr drrrrrrr drrrrrr...


" Hallo, ada apa Natali?"


" Aina ayo kita keluar!"


" Aku sedang di rumah sahabatku!"


" Aku sudah membeli tiket 4 loe...di mana rumah sahabatmu aku mengajak Tiara dan om Zayn...!"


" Oh .... aku akan sharelock...!"


" Ya segera!"


" Aduh bibi maafkan Aina, sepertinya Aina harus pergi...!"


" Oh yayaya tentu tidak apa-apa hehehe...!"


" Ya tapi tunggu sahabatku menjemputku dulu!"


" oh ya...!"


" Bibi apa adikku sering ke sini??"


" Jarang nona,...!"


" Oh kasihan sekali Yuna, pasti terasa di abaikan!"


" Nona tenang saja , Nak Fahad sedang bekerja keras bukan??"


" Benar, aku juga ingin melihat sahabat dan adikku bahagia, semoga semuanya di mudahkan...!"


" Bibi ? apa bibi baik-baik saja??"


" eh baik kok baik nona...!"


Kenapa aku merasa aneh dengan bibi ya...


dalam hati Aina.


" tin tin...!"


" Ah bibi Aina pergi dulu, terimakasih tehnya...sampai jumpa, salam untuk Yuna...!"


" Baik...!"


Akhirnya Aina pun pergi dari kediaman Yuna,


...----------------...


Kediaman Pratama Utara.


Putra sedang berbincang dengan Julia dan 2 temannya itu, Putra memang orang yang sangat ramah ,namun dia sangat di siplin dan tegas.


" Wah kalian sedang asyik??" Nathan yang baru tiba.


" Dad, bisakah kita bicara??"


" Ehmmm ayo ke ruangan Daddy...!"


Putra pun mengekor dibelakang Nathan.


" Apa yang ingin kau bicarakan nak??"


" Dad, Putra setuju dengan perjodohan ini!" ujar Putra dengan tegas.


" apa??" terkejut


" Tunggu, tunggu Putraku, ini jangan katakan kau terpaksa demi menyelamatkan wajah Daddymu...!"


" Tentu saja tidak, Daddy paling mengenal putra bukan??"


Ehmmm benar juga Putra tidak pernah main-main dalam mengambil keputusan, dia bahkan tidak akan memberi muka pada siapapun jika menurutnya itu tidak membuatnya nyaman atau baik.


dalam hati Nathan.


" Putra anakaku, apa kau tidak buru-buru membuat keputusan?, kau belum bertemu apalagi mengenalnya kau tidak perlu buru-buru!"

__ADS_1


" Daddy aku sudah bertemu dengannya, dia cukup menarik, pemberani, dan sangat terus terang, bukankah kata daddy mempunyai wanita seperti ini tidak membosankan??"


" Oh kapan??"


" Tadi pagi...dia mengatakan dia tidak mau menikahi pria paruhbaya, dia takut jika dia akan menjadi janda muda karena menikahiku, seperti aku harus mewujudkannya!"


" Pfffffffttt....hahahahahaha apa dia mengatakannya langsung padamu??"


" Tidak Dad...dia bergosip dengan pemilik warung depan sekolahnya...!"


" Hahahahahaha... hahahaha...iya jika kau siap menanggung beban berat selain beban negara, kenapa tidak...jadi katakan pada Daddy sekali lagi!"


" Daddy aku setuju dengan perjodohan ini...!" tegas Putra sungguh-sungguh.


" Baik, baik putraku memang luar biasa...aku akan menemuinya dan menyampaikan kabar baik pada teman Daddy...!"


" Baik Dad...!"


Putra tersenyum puas.


Hehehe, anak nakal itu harus tahu dengan siapa dia sudah berurusan, mari kita lihat seberapa keras kau bisa kabur dariku.


dalam hati Putra.


" Abang, apa yang kau bicarakan dengan Daddy, sampai Daddy tergesa-gesa keluar lagi??"


" Heheh anak kecil tidak boleh ikut campur!"


" Ihhhh menyebalkan....!"


Brrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk...


Iyus datang dengan membanting pintu dan membuat semua terkejut Yuzan dan Ami sampai ketakutan.


Dan daun pintu itu pun rusak.


" Haiiiii kau bagaimana bisa seperti itu??!!!" teriak Julia.


" Julia, biarkan dulu...!" Putra mengingatkan Julia, karena Julius benar - benar terlihat marah.


" Tapi bang...!"


" ssssstttttt...ajak kedua temanmu ke depan, mereka sangat ketakutan!"


Julia memandang ke arah Yuzan dan Ami yang gemetaran.


" Maaf, membuat kalian ketakutan, ayo kita keluar dulu...!" Ajak Julia.


Putra segera menyusul ke kamar Iyus,


" Bro...ada apa?"


tanya Putra lembut kepada adiknya yang sangat keras itu.


" Bang, kenapa semua wanita sangat menyebalkan?"


" Ha??"


" Hahhhh!!" Iyus masih sangat kesal.


" Apa kau bertengkar dengan Aina??"


" Aku marah padanya, karena dia pergi dengan pria lain!"


" Apa kau tidak tanya dulu sebelum marah??, siapa dia?, ada urusan apa??"


" Itu Iyus tidak sempat, mulut Iyus kalah cepat berbicara dari tangan Iyus...!'


" haaaaahhhh, sebagai pria sejati bukankah kita harus slalu memakai logika lebih dulu sebelum bertindak??"


" Iyus sangat sulit mengendalikan amarah apalagi masalah Aina...!"


" Adikku, kau sangat mencintainya??"


" Ya...!"


" Tekan rasa amarahmu lebih rendah dari Cintamu...kau harus mempercayainya...!"


" Tapi bang, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri!"


" Iyus, mata memang tidak bisa berbohong, tapi mainkan logikamu juga, mata tanpa pikiran juga tidak berguna,...jadi dengan pikiran positifmu itu akan menyalur ke hati dan kau bisa menjaga tindakanmu agar tidak menyesal...!"


" Lalu??"


" Coba kau mandi, siram kepalamu yang panas itu, tidak usah memikirkan apapun rileks saja...!"


" Setelah rileks??"


" temui kekasih jika kau masih ingin mempertahankan hubungan!"


" Tentu saja aku tidak mau putus meskipun dia yang minta!"


" Ya, bagus...bukankah ingin menunjukan pada Daddy?, baru hal sepele saja sudah seperti ini!"


" Oke, abang terimakasih aku mandi dulu!"


" Bagus...!"

__ADS_1


Hahhhh memang wanita sangat rumit


dalam hati Putra.


__ADS_2