GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
397. Memberi Cinta


__ADS_3

"Zayn, aku ingin tahu bagaimana kau mendapatkan wanitamu??"


"Dia yang menyukaiku lebih dulu, dia menembakku 10x , dan 10x aku tolak...lalu aku tersadar aku juga menyukainya, aku mencarinya dan mengajaknya menikah"


" oh begitu...oh ya apa kau tahu tentangku??"


" tahu, kau juga sedang melakukan IVF kan??, Julia tahu tentang hal itu juga..."


" apa bagaimana dia bisa tahu??"


" Aku pernah melihat putri Alena datang menemui Tasya, dan membahas tentang hal itu..."


" jadi kakakku minta bantuan pada Tasya juga??"


" Ya, jika Tasya tahu otomatis Julia tahu..."


" Oh jadi Julia sudah tahu??"


" Ya, kenapa jika tahu??, Hei Raja ... Julia sangat suka anak-anak, dia menghabiskan waktunya membantu saudaranya merawat bayi-bayi itu setiap hari ...kau tidak mau ibu dari anakmu itu juga agak kejam kedengarannya, tapi anakmu juga membutuhkan seorang ibu bukan??, kau bisa melibatkan Julia untuk membantu mengurus anakmu nanti..."


Alfred tersenyum, ternyata Zayn bukanlah orang yang tidak perduli sama sekali, dia masih tahu bagaimana memberi solusi.


" kenapa kau membantuku??"


" siapa yang membantu, aku hanya memberitahu, semua tergantung usahamu bukan???"


" ya, Zayn kau mau rumah seperti apa ?, aku akan membelikanmu sekarang, mau atas nama siapa??"


" Natalie, aku tidak butuh apa-apa , aku hanya tidak ingin kesepian di hari tua, jika kau ingin memberikan sesuatu, berikan semua atas nama Natalie..."


" ini pertanda cinta atau apa Zayan??"


" hemmm, aku tidak tahu itu cinta, pokoknya aku hanya ingin yang terbaik untuknya..."


" aku akan membelikan mobil juga..."


.


" Ya...tapi dia tidak bisa mengemudi"


" sekalian sopirnya??"


" Boleh??, apa itu rumah juga sekalian isinya??"


" Ya haruslah, paket lengkap...katakan pada Kenzo yang terbaik...dia akan memberikan yang terbaik...dan kediaman itu tidak boleh jauh dari kediaman Pratama "


"kenapa kau makin nglunjak??"


" Jika tidak mau memberikan juga tak masalah..."


" Bagaimana jika kau membawa istrimu tinggal di sini??"


" tidak!!"


" kenapa??"


" hidup matiku sudah ku serahkan pada keluarga Pratama...jika kau suka dengan cara kerjaku, kau bisa bicara pada Kenzo, tapi aku tidak suka menetap dan terikat"


" baiklah, aku mengerti...oh ya pamanku baru saja memberikan sebuah vas ,kau lihat apa itu asli atau palsu!"


" nanti saja, aku mau pergi dulu"

__ADS_1


Zayan pun segera pergi.


" Astaga dia sangat tidak punya rasa takut dan sopan" ujar Dans.


" Dia sangat menarik..."


" Yang Mulia, apa kau ingin merekrut Zayn?"


" Dans, kau temui Kenzo, minta carikan sebuah rumah yang terbaik yang tidak jauh dari kediaman Pratama, rumah dan seisinya, dengan atas nama Natalie"


" siapa Natalie??'


" Calon istri Zayn..."


" oh....baik..."


" dan katakan. pada Kenzo aku sangat menyukai kinerja Zayn, tapi sayang dia tidak ingin menetap..."


" Baik Yang Mulia saya pergi sekarang "


" Tunggu, Danz...maafkan aku karena tidak memperhatikan mu selama ini, jika kau menyukai seseorang kau bisa katakan padaku, aku akan menikahkanmu "


" Yang Mulia saya tidak dekat dengan siapa pun dari kalangan wanita, dan saya tidak menyukai siapa-siapa "


"jika nanti kau menyukai, langsung katakan padaku!"


" baik Yang Mulia, terimakasih atas kebaikan dan Perhatian anda" Dans pun segera pergi untuk menemui Kenzo.


...----------------...


Di Swiss


Cindy masih suka menangis, dan marah mengamuk tidak karuan, Julius sampai tidak tega melihat saudaranya seperti itu , apalagi Aina juga ikut menangis setiap Cindy kumat.


padahal hampir setiap hari Fannan di cakar di jambak, di pukul dengan benda-benda yang di pegangnya, tapi tetap sangat lembut terhadap Cindy.


Aina manangis di pelukan Iyus, karena tak sanggup melihat kakaknya seperti itu setiap hari.


" Yus tenangkan Aina di kamarnya, biar aku mengurus Cindy sendirian..."


" Baik bang..." Iyus pun menenangkan Aina di kamar, mata , hidung Aina sudah merah semua karena terus menangis.


" Ai ...kau harus kuat...jangan seperti ini ,jika kau seperti ini kita tidak bisa membuat Cindy kembali seperti dulu"


" hiks hiks, Yus...kakak sangat menyedihkan..."


" Ya, makanya kita jangan ikut menyedihkan...."


" Iya... kau istirahatlah kau belum makan kan, aku akan membuatkan cemilan untukmu..."


" hmmm"


Iyus pun segera ke dapur untuk menggoreng beberapa orang makanan Frozen yang ada di dalam kulkas.


sementara Fannan masih dengan sabar menenangkan Cindy yang terus menyerangnya.


" Cindy, tenanglah...tidak ada yang bisa menyakitimu, aku bersamamu sekarang..."


" aggggggggggggghhhhh...pergi...pergiiii, pergiiiii....kau pembohong"


Cindy melemparkan semua benda yang bisa di raihnya .

__ADS_1


saat Cindy lengah Fannan, langsung menangkap tubuh Cindy dan memeluknya sekuat tenaga , agar Cindy tidak lepas kendali lagi.


" Cindy, kenapa kau tidak bisa mengikhlaskan??, semua hal tidak akan pernah bisa berjalan seperti keinginan kita..."


" hiks hiks hiks..."


" Jika kau masih terbelenggu dalam kesedihanmu kau tidak akan bisa bangkit...aku tidak ingin kau seperti ini Cindy...kau harus bisa melawan keterpurukanmu...kau adalah Cindy yang hebat..."


" huhuhuhuhu...huhuhuhuhu...Mas..."


" iya ini aku Cindy...."


" Mas, apa papa dan Martin sangat membenci Cindy??"


" Mereka sangat mencintaimu...."


" tapi kenapa mereka meninggalkanku hiks hiks hiks..."


" mereka tidak meninggalkanmu mereka slalu ada dalam hatimu... mereka tidak ingin kau seperti ini...kau harus bahagia..."


" Mas...Cindy takut Cindy takut..."


" tidak perlu takut, kau bisa melawan ketakutanmu..."


" hiks hiks hiks... aku benci kehidupan ini, aku benci, aku tidak siap kehilangan papah tapi aku harus kuat untuk semua, aku tidak siap kehilangan Martin karena aku sangat mencintainya, aku tidak bisa melihat anakku karena aku akan mengingat Martin, aku manusia yang sangat buruk, aku tidak siap jika aku mencintai anakku, aku takut kehilangan anakku juga...aku takut , aku takut sekali..."


" tidak masalah, jangan mencintai siapapun, biar aku yang akan mencintaimu Cindy... biar saudara-saudaramu yang mencintaimu, biar anakmu yang akan mencintaimu, biarkan orang - orang terdekatmu yang mencintaimu, jangan mencintai siapapun, kau hanya perlu mencintai dirimu sendiri,apa kau mengerti??!"


" hiks hiks hiks...." Cindy menangis begitu lama sampai tertidur di pelukan Fanan.


Fannan pun menidurkan Cindy dengan perlahan, namun Cindy tak melepaskan genggaman tangannya dari baju Fannan, Fannan melepaskan bajunya agar tidak membuat Cindy terbangun karena melepas genggamannya.


Fannan mengobati luka pada wajah Cindy, lalu membersihkan semua kamar Cindy, Fannan mengeluarkan semua benda-benda yang berbahaya , hanya tersisa ranjang dan lemari saja.


setidaknya Fannan merasa sangat lega, karena akhirnya Cindy sedikit bisa di ajak berbicara.


" abang, apa Cindy sudah tenang??"


" sudah, bagaimana dengan Aina?"


" setelah makan dia tertidur, astaga abang, keningmu berdarah apa kau tidak merasakannya??"


" oh iyakah??, aku tidak sadar..."


" Abang, maafkan Cindy"


" Dia tidak pernah dalah di mataku"


" ..abang aku bantu kau mengobati lukamu, itu harus segera di hentikan..."


" Oh ya...maafkan aku karena merepotkan!"


" aku Justru merepotkan abang karena Cindy..."


" aku tidak merasa repot... karena aku mencintainya...hanya itu yang bisa ku berikan padanya "


" oh ... baiklah aku senang mendengarnya, setelah ini abang makan, dan istirahat aku akan menjaga Cindy..."


" tidak, kau jaga saja Aina, biarkan aku yang menjaga Cindy seterusnya "


" baik..."

__ADS_1


setelah makan Fannan kembali ke kamar Cindy, sementara Julius masih duduk di ruang tamu, entah apa yang dipikirkan Julius dia duduk di ruang tamu sepanjang malam.


__ADS_2