GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
15. Hubungan yang tidak baik.


__ADS_3

Cindy masuk kamar membanting pintunya...


" Fahad kakak kenapa?" tanya Aina.


" Mana ku tahu!"


Martin pun masuk ke dalam rumah,


" abang kakak kenapa?" tanya Aini pada Martin.


" Kak Cindy sedang kesal dengan abang..kalian cepat tidur berikan waktu untuk kak Cindy ya?"


" Hmmm!" Aina pun masuk ke kamarnya Begitu juga dengan Fahad.


Martin pun juga masuk ke dalam kamarnya,


keesokan harinya, Martin biasa menanti di depan mobilnya, menunggu Cindy untuk mengantarnya berangkat.


" Tuan, anda menunggu siapa?" tanya mbak Zara.


" Cindy mbak!"


" Nona sudah berangkat pukul 5!"


" Oh benarkah?"


" iya benar...!"


"mmmm..!" Martin segera masuk ke dalam mobilnya.


Dia sungguh - sungguh marah?


dalam hati Martin merasa sedih.


Hal itu berlangsung selama 3 minggu, Cindy benar - benar marah.


"Martin, Cindy marah padamu?" tanya Vevey yang tidak biasanya melihat kerenggangan di antara mereka.


"mmmm" Martin mengangguk.


" Loe why?"


" mmm...Martin memukuli teman Cindy, ibu!"


" Oh nak, kenapa kau melakukannya?"


" Bu, Dia membawa Cindy Cek in hotel!"


" Oh God???" Vevey terkejut.


" Cindy mengira itu bioskop pribadi, Cindy sungguh sangat polos!"


" Ah, itu berbahaya untuk Cindy!" vevey memegang kedua tangan Martin.


" Martin, tolong jaga adik - adikmu!.ibu mohon nak!"


" Iya ibu, Martin akan slalu menjaga mereka!"


" Terimakasih sayangku...ibu sangat bahagia ada dirimu di kehidupan kami!"


" ini tidak sebanding dengan apa yang ibu berikan!"


" maafkan IBU karna jarang ada waktu untuk kalian!"


" tak apa, ibu...ibu melalukan semua demi kebaikan bersama!"


" Ya...ya...kalian anak - anak yang sangat pengertian, oh ya bagaimana kabar Juno dan Renata?"


" Renata masih akan lulus satu tahun lagi, aku memintanya untuk melanjukan kejenjang lanjut!"


" Ah, kau benar - benar meminta adikmu belajar terus menerus!"


" tidak hanya belajar, aku memintanya untuk mencari pekerjaan disamping kuliahnya dia sangat senang"


" Ya, ibu tak menyangka, menager ma memiliki anak yang luar biasa, tapi kalian sangat tidak mirip dengannya!"


" Maksudnya??'

__ADS_1


" eh tidak, hehehehe mungkin kalian mirip ibu kalian!"


Astaga, aku hampir mengatakan keburukan maneger Ma didepan anaknya, kami menutupinya semua demi kebaikan mereka hmm....ku harap merekaTidak akan pernah tahu kejahatan yang dilakukan ayah mereka, mereka pasti akan merasa sedih, dan suamiku menutupi kasus ini agar mereka tidak mendapat cibiran oleh orang - orang, dan mereka tetap bisa menjalani hidup mereka dengan baik, dan menjadi apa pun yang mereka mau.


orang sebaiknya Tuhan sangat menyayanginya,hingga memanggilnya terlalu cepat.


"Ibu kenapa menangis?"


"oh, ibu teringat ayah kalian Jovan...!"


" Ayah tidak akan senang melihat ibu menangis!"


" Iya iya benar!" Vevey segera menghapus air matanya dan tersenyum lagi.


" Ibu sangat Cantik saat tersenyum!, aku slalu dibuatnya jatuh hati saat ibu tersenyum!"


" Ihhhhh anak ini sudah pandai menggoda, heiii kau sudah berumur, cepat berikan menantu untuk ibu!" Vevey mencubit pipi Martin.


" Ibu, Martin sangat tidak peka pada wanita!"


"Hey, lihat...putra tertua ibu ini sangat tampan siapa yang tidak mau denganmu?"


" Oh banyak sih bu yang mengantri, tapi aku tidak tertarik!"


"oh???, Cukup percaya diri ya kau ini hahah!'


" Iyalah, Martin gitu loe....!"


" Ma, Cindy keluar!" ujarnya berlalu begitu saja.


" Eh?, aku belum menjawab dia sudah menghilang!"


Martin termenung,


" Martin, kau tidak khawatir adikmu keluar dengan buaya itu??"


" Martin sudah memukulinya habis - hanbisan bu!"


" oh ya??, apa itu sungguh membuatnya jera untuk dekat dengan Cindy?"


" heheheh, kau sangat Lemah dengan Cindy!"


" Ya semoga Cindy mengerti maksudmu suatu saat nanti!"


" Iya bu....!"


" baiklah, ibu harus istirahat, besok pagi sekali ibu berangkat ke Korea!"


" Selamat beristirhat bu!"


Sedangkan Martin masih terjaga, dia menunggu Cindy didepan rumah,sambil memainkan Game favorite nya!"


" Sudah setengah 10, kenapa tu anak belum pulang?"


" Ah, dia sudah besar bukan bisa menjaga diri!"


Martin segera berdiri dan masuk ke dalam.


drrrtttt...


hapenya bergertar sebentar


" Cindy???" Martin segera berlari menuju garasi,


kunci mobilnya tertinggal di kamar.


" Ah tidak sempat!" Martin menaiki motor Vevey yang lama tak terpakai dan kuncinya tidak pernah dicabut.


Martin mencoba menelphone Cindy ,namun tidak aktiv untunglah Martin masih memiliki chip yang memberikan signal untuk keberadaan Cindy.


" Berengsek kenapa dia ada ditempat yang jauh dari keramaian?" Martin melajukan motornya sangat kencang.


nguuuuuuung nguuuuuung...


Sampailah Martin pada titik di mana Chip itu memberi kan Signal.


" Oh, ini apa yang dilakukan Cindy di sini?"

__ADS_1


Cindy terikat dibangunan yang terbengkalai, dia dibawa oleh Zidan ke tempat di mana teman - temannya berkumpul,


" Zidan apa tidak masalah kau membagi wanita cantik ini pada kami?" Tanya rekan Zidan.


" Hanya gadis bodoh, aku akan memberikan pada kalian setelah aku puas bermain!"


Cindy meronta - ronta dan menangis,


" Heheh, kau pikir abangmu itu bisa menemukanmu di sini?"


" Bos cepat lah, Kami sudah tidak sabar!"


" Aih kalian ini!, kamera ready?"


" Ready bos!"


" Menurut saja, sayang....mari kita buktikan kau masih perawan atau tidak!"


" Uggghhhh ugggghhhh!' Cindy meronta ronta.


Sreeeeegggggggg...


Zidan merobek baju atas Cindy hingga terlihat isi dalam baju cindy.


" Wooooooooooo....kau memiliki bagian yang menakjubkan!"


Cindy terus meronta dan menangis sekuat kuatnya.


"menurut saja, semua akan enak!"


" Uggggg uggggg...!"


" Kenapa?, kau baru menyesal jika kau tidak percaya abangmu?"


" Uggggg uggghhhh!"


" Bos cepatlah kami sudah tidak sabar!" ujar rekan Zidan.


" Ugggggggh, ugggghhhhh, uggggg"


Cindy sudah mulai lemas meronta, dia mulai pasrah.


Dia berharap ini semua hanya mimpi, jika ini bukan mimpi sebaiknya dia mati saja.


Zidan mulai meraba tubuh Cindy...


" Bajingaaaaaan matilah kalian semua!!!" Martin datang dan langsung menghajar semua orang yang ada di tempat itu, dia memberikan signal bantuan pada rekannnya.


Martin melawan 17 orang seorang diri, namun dia hanya fokus untuk menghentikan Zidan.


Martin Menarik Zidan dan segera mematahkan tangan dan kakinya, dengan segera melepas jaketnya dan melemparkan pada tubuh Cindy, Martin menghajar semua nya tanpa ampun,meski mereka memohon ampun Martin tidak peduli.


" Jika tidak mati maka cacatlah kalian" 17 orang pun kalah.


Martin segera memakaikan jaket pada Cindy yang pingsan, dan menggendongnya keluar dari bangunan terbengkalai itu, bantuan pun baru datang.


" Martin, apa yang terjadi??'


" Bereskan mereka dan jangan publikasikan masalah ini, hukum mereka dengan berat"


" Okey, naiklah mobilku dulu, biar aku yang mengendarai motormu!" membukakan pintu mobil


Martin meletakan Cindy dibangku depan, lalu memakaikan sabuk pengaman.


Cindy masih menangis terisak - isak.


" Huhuhuhu, aku tidak ingin pulang hiks hikz!" Dalam keadaan seperti itu Cindy masih memikirkan Vevey.


" Hmmm" Martin mengerti maksud Cindy ,dia tidak ingin membuat Vevey sedih dan khawatir.


Martin membawa Cindy ke rumah Dinasnya,


Cindy memasuki kamar Martin dan menangis sesenggukan.


Martin membiarkan Cindy untuk meluapkan semua nya dengan menangis, dia menunggu di ruang tamu sambil membelikan Baju via online untuk Cindy.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2