
" Bagaimana bisa aku tak sebanding dengan mbok itu?" Tian Xian keliling melihat - lihat seisi rumah.
Dia melihat Foto Kenzo dan seorang anak kecil,
dan foto - foto yang lain.
"Jadi mereka adalah orang yang penting untuk suamiku?"
" Tian, ayo makan!" teriak Kenzo yang berada di meja makan.
Tian pun segera menhampiri meja makan.
" Ini makanan apa?" Tanya Tian.
" Makanan Indolah, makanlah...cobalah rasa baru dan beradaptasilah!"
Sepanjang makan Kenzo dan mbok Yem hanya membicarakan tentang Sasha ,Sansan dan Bram, Kenzo sangat bersemangat setiap kali membicarakan mereka.
Tian benar - benar terabaikan, dia tidak bisa masuk dalam pembicaraan Kenzo.
Tian benar - benar menahan kesabarannya,
karna pernikahan itu dia yang menginginkannya, dia juga yang merencanakan semua agar dia bisa menikah dengan Kenzo.
" Hahahah, Tuan sangat menyayangi nona kecil saat itu sangat protek sekali, Tuan maaf dulu saya hampir mengira Tuan itu Pedofil!"
" Buakakakakak, mbok Yem keterlaluan sekali, tapi terakhir aku menelphone Sasha aku juga sempat bercanda ingin menikahi Sansan, hahah dan kau tahu mbok bagaimana ekspresi Sasha!"
" Tau tuan, tau...hehehehe, nyonya pasti meruncingkan bibirnya dan menaikan alisnya, setelah itu mengomel!"
" Benar, ahahahah.....tapi aku juga sempat berbincang pada Sansan, dia masih memikirkannya, dia mirip dengan Sasha dia menanyaiku tentang keutungan, jika dia mau menikah denganku!"
" Hihihi, memang nyonya sekali sifatnya!"
" Ya...jujur dia gadis kecil yang paling cantik di mataku mbok!"
" Hmm mm, mbok jadi ke ingat Novel Dia, Sang Panglima perang tuan!, hihihi"
" Novel apa itu mbok?"
" Itu juga tentang seorang Pria dewasa terikat janji dengan gadis kecil, wah...mbok sangat suka baca itu ya mungkin kisah Tuan juga bisa seperti itu heheheheh!"
" oh ya???, nanti aku baca mbok!!"
" Aku sudah kenyang!" Tian meletakan sendoknya dan pergi.
Mbok Yem dan Kenzo saling memandang dan tetap melanjutkan makannya.
" Tuan, istri anda sangat Cantik!, kenapa anda mengabaikannya?"
" Entahlah mbok, aku sudah mencoba untuk menerimanya, namun aku justru semakin membencinya, aku juga tidak tahu!"
" Berarti ada yang salah dengan istri tuan!"
" Hmmm...aku tidak tahu mbok, semakin aku ingin mencoba membuka hati Kenzo semakin membenci mbok!"
" tapi kasihan dia jika suaminya sendiri tidak menerimanya!"
" aku sudah memintanya untuk bercerai tetapi dia tidak mau!"
" Kasihan sekali Tuan, dia menunggu selama 4tahun ini, itu bukan waktu yang singkat!"
" Ya mbok...aku sudah memberinya pilihan!, dia anak orang berpengaruh di sana, dan dia putri satu - satunya, dan semua yang diinginkannya slalu dipenuhi!, dia tidak pernah mendapat Perlakuan buruk dari siapa pun!, dia benar - benar slalu dibenarkan meskipun itu salah!"
"Wah itu kesalahan orang tuanya dalam mendidik!, jadi hanya tuan yang menolak dia?"
" Awalnya aku tidak membencinya, karna yang aku tahu kita sama - dijodohkan!"
" oh lalu?"
" Mbok kenal kak Hirosan kan?, dia kan orang papahnya orang Jepang dan papahnya dekat dengan papa Tian, kata kak Hiro Tian memaksa untuk di jodohkan dengan Kenzo, jika tidak Kenzo dia mengancam untuk bunuh diri!"
" Ha???, konyol sekali!'
__ADS_1
" Benar dia konyol!, aku tidak suka sesuatu yang dipaksa!, awalnya Bibiku juga membelaku, namun papahnya mengancam pamanku!"
" wah, sampai seperti itu ya??, eh itu hampir mirip dengan kisah tuan Nathan dengan istri pertamanya dulu!, tapi itu karna tuan nathan sangat menghormati atasannya"
" Ih mbok Ghosipin kak Nathan aku bilangin loe!"
" Ih tuan. itu mbak Zara loe yang Cerita sama mbok...tapi bedannya kan tuan belum menyetuh istri tuan kan? hihihihi" Mbok yem terkikik sendiri.
" eh mbok aku bilangin Roy ya kalau mbok mesum!"
" Eh janganlah malu Sama anak menantu!, tapi benar kan tuan ini masih perjaka? hohoho"
" Bahahahahahah, masih mbok , mbok mau coba?"
" Waahhhhhh, Tuan astaga dragon...!"
" Wkwkekwkk Canda mbok!, tapi mbok...kenapa mbok tidak ke tempat Jihan aja, kan Bisa ketemu cucu!"
" Tidak tuan, Nyonya masih hidup mbok pernah berjanji tidak akan mengangkat kaki tanpa perintah tuan rumah ini, hik hiks!" mbok Yem tiba - tiba menangis.
" Mbok...!"
" Huhuhu...mbok sangat berharap nyonya segera bangun, dan nonaku cepat ditemukan dalam keadaan hidup dan baik - baik!"
" Mbok, Sasha pasti akan bangun, dan Sansan pasti akan segera ditemukan!"
" Aamiin, Mbok.sungguh berharap itu!"
...----------------...
Pukul 19.00 Wib.
ting tong ting tong...
Mbak Zara berlari bergegas membuka pintu,
" Nyonya di luar ada teman nona Cindy!"
" Oh suruh masuk aja mbak!"
" Malam....ayo.duduk sini! mbak panggil Cindy ya!" Dengan ramah Vevey menyambut tamunya.
" Siapa namamu?" tanya Vevey
" Saya Zidan tante...!"
" Oh okey Zidan...mau.mengajak Cindy nonton?"
" Iya tante, bolehkah Zidan mengajak Cindy keluar ?"
" Yayayay boleh jangan pulang malam - malam"
" Baik Tante!" tak lama Cindy pun keluar dan mereka pun pergi.
selang beberap menit, Martin pulang...
" Ibu, martin pulang!"
" Aihhh perjaka ibu tidak ada acara kah dimalam minggu?"
" Heheh, abis ini mai ajak Cindy keluar bu...!'
" Eh Cindy baru saja keluar!"
" Kemana bu??"
" Nonton dengan Zidan!"
" Ibu mengizinkannya?"
" Iyalah. Adikmu sangat bahagia!"
" Ibu!!!" Martin segera berlari keluar dia pun masih menggunakan seragam dinasnya.
__ADS_1
Vevey kebingungan...
" Dia benar - benar abang yang baik, tapi jika terlalu baik itu juga tidak baik!, aihhhhh"
Zidan segera menelphone Cindy, namun tidak di angkat.
" Aihhh kau kira abang tidak bisa menemukanmu, jika kau tidak mengangkat telphonenya?" Martin segera melacak keberadaan Cindy.
" Sial...dia mau membawa kemana?" Martin mengikuti.
" Untung aku memasang chip saat membelikannya handphone baru!" gumam Martin.
Setelah 30menit, mengikuti sampailah Martin didepan hotel .
" Bajingan itu...!" Martin segera turun dan masuk ke dalam hotel dan membuat semua karyawan terkejut.
" Wanita ini dikamar berapa???" tanya Martin dengan garang sambil menunjukan Foto Cindy.
" Iiittuuuu, di 714"
" berikan Card lock cadangan!"
dengan gemetaran pegawai itu memberikan Cardlock cadangan.
dengan wajah yang memerah karna sudaj sangat ingin marah, Martin menuju lantai 13 dan mencari kamar 714, setelah menemukannya Martin segera menempelkan Cardlock .
" Ceklek..!" pintu pun terbuka.
terlihat wajah Zidan sangat dekat dengan Cindy.
" Abang?' Cindy terkejut
Martin langsung memberikan bogeman bertubi- tubi karna sangat kesalnya.
" Tidakkkkkkk ,jangan...abang hentikan!"
" Jangan pernah muncul dihadapan adikku lagi!!" tegas Martin.
" Cindy ayo pulang bersama a bang!"
" Tidak, abang jahat!"
" Cindy!!!" Martin segera membopong Cindy di pundaknya dan membawanya paksa, Cindy meronta - ronta dan menangis, semua memperhatikan keributan itu.
" Hiks hiks hiks!"
Martin mendudukan Cindy di mobil dan memakaikan sabuk pengaman.
" Apa yang kau tangisi?, abang menyelamatkanmu dari pria hidung belang itu!'
" Aku benci abang, dia pria yang baik!"
" Baik apanya???.baru kenal sudah mengajak main ke hotel!"
" Kita kan hanya menonton!"
" mana ada menonton didalam kamar hotel!"
" itu kan bioskop pribadi!"
maklumlah meski sangat cerdas dalam hal berbisnis dia tetap katrok untuk hal- hal diluar itu, karna dia pikir itu seperti dirumahnya ada bioskop pribadi.
" Abang beberapa kali bertemu temanmu itu, dia bukan orang yang baik!"
mereka sampai di depan rumah.
" Mulai sekarang jangan ikut campur urusan Cindy lagi, Cindy sudah besar abang urus saja urusan abang sendiri hiks hik!"
" Cindy,....!"
" Mulai besok dan seterusnya Cindy tidak perlu abang antar jemput!!" Cindy segera keluar dari mobil dan berlari masuk sambil menangis.
Martin sudah kehabisan kata - kata, dia sangat kesal karna Cindy tidak mempercayainya.
__ADS_1
Bersambung...