
Incess mencoba duduk tapi tidak bisa.
" Aaahhhhhh, sakitttt...!"
" apa perlu ke dokter??"
" Tidak!!" dengan nada kesalnya.
" Baiklah, Sayang...maaf bukan maksudku mempermainkanmu, tapi siapa suruh kau mengira aku ini tua bangka, aku meminta Daddy untuk memberikan pelajaran untukmu, jangan marah lagi, kau tahu aku sudah jatuh cinta dengan calon istriku, yaitu kau...tidak ada yang kuinginkan selain dirimu, ayo jangan marah lagi!"
" Tidak lucu, kau tetap mempermainkanku!"
" maaf, aku akan melakukan apapun untukmu, jangan pernah meminta cerai padaku, aku tidak akan melepaskanmu seumur hidupku!!"
mencium punggung tangan Incess dengan lembut.
" Hoax!!!!"
" Baiklah, aku akan bersabar menunggumu memaafkanku, sekarang ayo ganti bajumu dulu, apa tidak lelah?"
Incess menepis tangan Putra, dia berjalan mendekati kopernya dan berusaha jongkok dengan perlahan sambil menahan rasa sakit di bokongnya.
" Biar aku ambilkan!" Putra segera membuka koper Incess.
" sayang jangan keras kepala, meskipun kau tidak menyukaiku, tetap saja aku suamimu kau harus patuh padaku!" sambil mengambil baju piyama Incess.
" Ini pakaianmu sayang, apa kau ingin aku membantumu berganti pakaian??"
" Mimpi saja!" merebut baju ditangan Putra dan segera menuju salah satu pintu yang Incess kira itu kamar mandi.
" Sayang, kamar mandinya di sini loh!" menunjuk arah belakangnya.
" Kau jangan menipuku...!"
" Kau tidak percaya tapi itu ruangan persejataanku sayang ..!"
Incess benar -benar tidak percaya dan membukanya,
" What??"
Betapa sangat terkejut karena di sana ada beberapa orang dengan seragam militer.
" Oh, kau ini memang keras kepala, ...!"
" Ndan, ...apa ada yang bisa ku bantu??"
" Tidak , nyonya kalian salah membuka pintu, lanjutkan saja pekerjaan kalian!"
" Baik!"
Incess menutup kembali pintu itu,
" Apa senjatamu juga berbentuk manusia??"
" Itu pasukan bayanganku, aku tidak suka terang - terangan membawa anak buah kemana pun, dia yang menjagaku secara tersembunyi!'
" Apa kau juga menempatkan mereka padaku?'
" Otomatis, karna kau adalah istriku !"
" Menyebalkan, aku tidak butuh penjagamu!'
" tapi aku butuh sayang, bagaimana jika kau kabur!" ujar Putra sambil memainkan rambut Incess.
" huh...!" Incess mendorong putra dengan kasar dia segera masuk ke kamar mandi dengan kesal.
Putra hanya menghela nafas berat karena istrinya cukup sulit dihadapi.
sementara di kamar mandi Incess mencoba untuk memahami situasinya.
" Oh Tuhan, aku sebenarnya sangat lega karena abang Putra adalah suamiku, tapi aku sangat kesal karena dipermainkan, tapi setelah di pikir-pikir aku juga salah karena tidak bertanya dengan jelas siapa calon suamiku, hahhhhhhh Incess kenapa kau sangat bodoh,!" Incess memukul-mukul kepalanya.
__ADS_1
" auuuuhhhhh..."
" sayang ada apa, apa kau terluka??"
Hiiih...dia sangat menyebalkan,
Incess tidak memperdulikan Putra Incess sibuk mengganti bajunya.
" Sayang,...sayang....!"
Brrrrraaaaaaaakkkkkk...
Putra mendobrak pintu kamar mandinya hingga rusak
Incess terkejut dengan tendangan Putra yang sekali tendang langsung menghancurkan pintu kamar mandinya.
dengan wajah panik putra menghampiri istrinya, yang belum sempat mengenakan baju gantinya sehingga terekspos bagian dada yang sangat indah dan Sexy itu.
mata Putra membulat, hidungnya langsung mimisan melihat keseksian sang istri.
" Aggggggggggggggghhhhhhhhhhh,...!"
teriakan Incess pun menggelegar memenuhi rumah .
" Kau sangat mesum!!!" teriak Incess.
" Oh astaga...maaf!" Putra langsung keluar dengan tergesa - gesa, dia belum pernah melihat tubuh wanita telanjang itu membuat kekebalan tubuhnya sedikit terkejut dan mimisan cukup banyak.
" Oh sial, aku lemah dengan tubuh telanjang wanita!" Gumam Putra.
tok tok tok...
" Putra, apa yang terjadi??, jika kau baik-baik saja jawab mommy!"
" Ya mom, kami baik...maaf mengganggu!"
" Aih, kalian ini jangan terlalu bersemangat, sebentar lagi makan malam, cepat selesaikan urusan kalian, dan cepat keluar, jangan terlalu keras, kalian bisa lanjut nanti lagi, dan tolong jangan terlalu heboh karna ada tamu !"
Putra menepuk jidatnya, bagaimana tidak membuat orang salah paham, mereka berdua memang terlalu heboh.
" Sayang, cepat pakai pakaianmu, kita makan malam, yang lain menunggu!"
Putra mengambil tisu dan menyumbatkan ke lubang hidungnya, karena darahnya tak berhenti mengalir.
Incess pun keluar dari kamar mandi,
" Abang kenapa??" terlihat cemas melihat Putra mimisan.
" Tak apa, ayo kita keluar dan makan malam!"
" Ya...!" mereka pun segera bergabung di meja makan.
" selamat malam ...!" Sapa Putra
" Malam bibi paman, dan semuanya...!"
" Panggil kami mommy dan Daddy sayang!" pinta Savina
" Ya mom, ...!"
" Putra ada apa dengan hidungmu??, jangan terlalu bersemangat, jangan terlalu keras!"ujar Nathan
" Sayang, jangan menggoda anakmu, ayo Incess Putra cepat duduk!" putra dan Incess pun duduk.
saat Incess duduk baru terasa jika pantatnya sakit.
" Aggggghhh...!" Incess memegangi bokongnya meringis kesakitan.
Semua orang yang melihat tersenyum malu-malu, melihat Incess.
" Putra, Daddy tahu kau sangat bersemangat dan memiliki stamina kuat, tapi kau juga harus memikirkan istrimu, lihat dia sangat menderita!" ujar Nathan.
__ADS_1
" Tap-"
" Ya, ... mommy ada salep penghilang nyeri nanti mommy berikan setelah makan...!"sambung Savina memotong
" terimakasih mom!" ujar Incess yang tidak tahu dengan pikiran - pikiran orang - orang di sekitarnya.
" Kasihan menantuku, apa Putra ku menindasmu??" tanya Nathan lembut.
" Pah, itu tidak seperti yang kalian pikirkan!"
" Ya paman, eh Daddy abang menindasku, aku sampai kesakitan dan sulit untuk bangun dan berdiri!"
Keluh Incess mengadu.
" Biar Daddy hukum nanti Incess!"
" Laksmana, jangan menggoda pengantin baru, mereka punya semangat yang membara!"
" Ah, Yang Mulia anda benar, ayo silahkan di makan seadanya ya Yang Mulia!"
" Ini sudah lebih dari cukup terimakasih!"
mereka pun makan bersama dengan aturan yang sama tidak berbicara sampai selesai makan.
" Wah luar biasa, ini adalah makanan yang sangat luar biasa!" Alfred benar - benar menikmati makan malam yang penuh makna itu, karena dia tidak pernah merasakan makan malam bersama keluarga.
" Saya merasa lega karena anda puas...!"
" Tentu saja, saya menyukai kehangatan keluarga anda dan berharap bisa menjadi bagian dari keluarga anda!"
" Mana pantas Yang Mulia , kami tidak sekasta dengan anda!" sahut Savina yang tahu akan maksud Kampret.
" Benar Yang Mulia, kami tidak setara!" sahut Nathan.
"Saya tidak pernah memandang masalah kasta tuan Nyonya!"
" Tapi, seorang raja biasanya akan menikah dengan keluarga yang bisa menstabilkan posisinya!"
" Oh itu benar, tapi....tidak dengan saya tuan!"
" Wah itu bagus Yang Mulia anda tidak memandang rendah siapa pun !" sahut Julia.
" Tentu saja Julia, bagaimana jika kau menjadi permaisuriku??"
Semua orang terbelalak mendengar pertanyaan Alfred pada Julia.
" Aih, Jangan bercanda Yang Mulia...!" ujar Julia gelagapan.
" Saya serius Julia!"
" Saya tidak mau di madu Yang Mulia hehehehd" mengingat selir - selir Alfred sangat menyebalkan dan dia pun belum membalas dendam.
" Oh , Selir ketiga dan seluruh keluarganya sudah aku eksekusi, lalu untuk selir ketujuh aku turunkan menjadi rakyat biasa!"
Savina, Julia dan Incess menelan ludah bersama, mendengar tutur kata Alfred dengan entengnya.
" Menakutkan sekali, adik ipar meskipun kita baru kenal, tapi aku menyarankan kau lebih baik mencari orang biasa saja , lihat bagaimana Yang Mulia memperlakukan wanitanya!" ujar Incess,Putra memegang tangan Incess dan mengisyaratkan untuk diam.
" Abang, dia adikmu...jangan sampai dia juga bernasib sama dengan selir yang lain!"
" Hahahahaha!" Alfred tertawa
" Laksamana keluarga anda sangat menakjubkan!"
" Maafkan menantu saya jika menyinggung anda Yang Mulia!"
" Tidak, santai saja...Julia, selir ketiga dan keluarganya melakukan kesalahan fatal, dan lagi aku membalaskan dendam untukmu, untuk selir ketujuh, dia diam-diam masih berhubungan dengan kekasihnya, aku menurunkannya menjadi rakyat biasa agar dia bisa bersama dengan orang yang dicintainya!"
" Ah, karena sudah malam waktunya istirahat, ayo Yang Mulia dan yang lain beristirahat pasti sangat lelah, Julia mommy ingin tidur denganmu malam ini!" Savina menggandeng putrinya masuk ke kamarnya.
Putra pun juga segera menggandeng istrinya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Yuzan dan Ami segera membereskan sisa-sisa makanan dan piring kotor, terllihat Alfred masih belum mengantuk, Nathan pun mengajak Alfred berjalan-jalan di taman.