
Sementara Fahad sangat ingin mengikuti jejak Pamanya dan kakak - kakanya, namun Fahad belum memutuskan untuk memasuki pendidikan, dia malah sibuk membantu Aina di toko bunga .
Dan Si kembar, juga mulai sibuk dengan kegiatan masing - masing, Julia menjadi koki utama di toko kue ibunya lalu Julius sangat tidak jelas, dia sangat sibuk bermain hingga lupa waktu.
...----------------...
Vevey berhasil membawa kemajuan pada Bisnis Sasha, menjadi produk yang sangat di minati penjuru dunia.
Sekarang waktunya sudah sedikit senggang, sehingga dia bisa meluangkan waktu bersama anak - anaknya.
Di meja makan,
" Mama toko bungaku hari ini sangat ramai, Aina sangat senang!" Ujar Aina
" Eah, Hebat...semoga semakin ramai dan berkembang!"
" Aina ,adakah bunga yang sangat cocok untuk mamamu?" Tanya Hirosan.
" Tentu saja ada uncle, apa uncle ingin memesan bundan untuk mamaku?"
" Ya, berikan yang terbaik ditokomu!"
" Apa uncle mau melamar ibu?" ujar Fahad tanpa berpikir.
" melamar???" Cindy yang baru datang bersama dengan Martin.
" Hiiisss kalian ini ngomong apa sih???" sahut Vevey.
" Ya, mama kenapa mama tidak mau tahu perasaan uncle Hiro?" Cindy langsung bergabung untuk makan begitu juga Martin.
" Cindy apa yang kau katakan?" Hirosan salah tingkah.
Anak - anak Vevey memandangi Hirosan dengan pandangan mengintrogasi.
" hei...kalian kenapa melihatku begitu?" tanya Hirosan.
" Nyali anda sangat ciut....!" tegas cindy sambil melahap makanannya.
" Iya uncle, kau pantas sekali sudah berumur dan masih sendiri!" Tambah Fahad.
" Anda sangat tidak tahu diri uncle, kami sudah sejauh ini membantu anda masih tidak bisa memenangkan hati ibu!" sahut Martin
Aina, menggaruk kepala, karna dia adalah anak terlemot di keluaga Pratama, dia tidak paham dengan apa yang di bicarakan saudaranya itu.
" kalian kenapa???"Aina masih Loading...
" Kalian ini suka sekali menggoda uncle kalian..., dahlah mama sudah selesai makan!" Vevey pun bergegas pergi.
" Eh kok marah???" ujar Fahad.
" Hmmm, anak - anak kalian jangan membuat mama kalian marah dong!"
" Uncle, mau berapa lama lagi uncle menunggu mama??" tanya Cindy.
" Takutnya ditikung orang lain loe uncle, mama sangat banyak yang mendekatinya, dan mereka mencoba mengambil hati kami!" sambung Fahad.
__ADS_1
" Aduh, tikungan tajam ya?" tambah Martin.
" oh ya aku ingat, ada mantan kekasih mama tuh yang kemarin membeli bunga di toko, dia setiap hari membeli bunga dan menitip salam pada mama!" Aina teringat dengan sesosok paman yang mengaku pernah menjalin hubungan dengan Vevey.
Cindy, Martin dan Fahad beralih memandang Aina.
" Kenapa??"
" Kau percaya???" tanya Cindy.
" Iya, jadi aku memberikan diskon setiap dia membeli bunga"
" Oh kakak, jika nanti ada orang yang mengaku pernah menjalin hubungan dengan papa, dan mengatakan papa punya hutang padanya, apa akan kau bayar hutangnya?"
" Tentu saja!"
Mereka berempat menepuk jidatnya serempak.
" Itulah kenapa aku sangat khawatir meninggalkan kakak membuka tok sendiri!" ujar Fahad.
" Aina, kau tidak bisa mencampur adukam bisnis dengan persoalan pribadi nak!" Hirosan menasehati Aina yang kelewat polos dan lemot itu.
" Benar dek, kau jangan membuat peluang untuk orang lain memanfaatkamu, kita ada waktunya baik dan berbagi kok, tapi bisnis tetap bisnis, untuk masalah kasih itu ada waktunya sendiri, jika kau mencampur adukkan semuanya maka kau akan cepat bangkrut!!" ujar Cindy.
" Kakak, mengertikan??" tanya Fahad.
" Lalu aku harus bagaimana?"
" Boleh kok memberi diskon namun itu kau harus hitung dulu semua hasil penjualan bersihnya, jika pendapatan mu melebihi omset yang kau tergetkan, kau bisa menulis diskon 5 % / 10 % di depan toko, misal setiap hari jumat diskon 5% untuk jenis bunga ini atau All!"
"Betul banget, jadi itu adil untuk pelangganmu, bukan hanya untuk orang tertentu saja!"tambah Cindy.
" hmmmm baiklah, jadi uncle aku tidak bisa memberimu diskon jika membeli!" ujar Aina.
" Haaaa?"
" Hahahahahahahah" semuanya tertawa.
" uncle, jadi kapan uncle menyatakan perasaan uncle?" Cindy kembali membahasnya.
" Eh kok kesitu lagi?"
" Uncle, apakah rela mama dengan pria lain?" tanya Fahad.
" hmmmm, jika mamamu bahagia kenapa tidak!"
" Uncle, kau pengecut!!!" ujar Martin.
" Tidak begitu nak, Uncle sangat bahagia bisa di dekat mama kalian setiap saat, hubungan kami sudah baik begini, aku yakin mama kalian juga tahu tentang perasaanku padanya, itu sejak mendiang papa kalian masih ada, Ibu mu sangat mencintai papah kalian, siapa uncle bisa menggantikan papah kalian, Uncle sangat sadar diri, bisa setiap hari melihat mama kalian tersenyum pun Uncle sudah bahagia!"
" Uncle,...sungguh tidak ingin menjadi papah kami?" Fahad merasa kecewa, karna selama ini Hirosanlah yang slalu menjaganya, sampai urusan orang tua di sekolah saja Hiro yang mewakili dari dia kecil.
Hiro sangat mengerti perasaan anak - anak Jovan, tanpa di minta oleh Vevey dia datang sendiri ke sekolah, Hirosan slalu meluangkan waktunya setiap minggu untuk bermain bersama mereka, sehingga mereka tidak kehilangan figur seorang ayah, meskipun saat kecil mereka hanya mengerti bahwa papahnya kerja tidak pulang - pulang, dan sampai umur mereka cukup untuk diberitahu bahwa papah mereka sudah tiada.
" Bukan Fahad, Uncle sangat menyayangi kalian sungguh!"
__ADS_1
" Tapi, Uncle tidak mau terikat dengan mama!"
" Uncle jangan seperti itu !"
anak - anak mencoba mendesak Hirosan untuk memberanikan dirinya menyatakan perasaannya pada Vevey.
" Aku harus merayu ibu dulu lah, kalian selesaikan urusan uncle !" Martin segera menyusul Vevey, sedangkan mereka bertiga masih mendesak Hirosan.
Di kamar Vevey.
tok tok tok...
" Ibu... Martin masuk ya!"
" Ya...!"
Martin pun segera membuka pintu dan masuk, terlihat Vevey sedang memeluk foto Jovan dan matanya memerah.
" Ada apa Martin?"
" Ibu menangis??, ibu Rindu ayah?"
Duduk di samping Vevey....
" Kalian sungguh menginginkan ibu menikah lagi?"
" Kami sangat menyukai Uncle Hiro bu!"
" Dia slalu ada untuk kita bukan?, apa lagi yang kalian inginkan?"
" tentu saja alangkah baiknya dia menjadi ayah kami!"
" Martin, ..."
" Bu, ayah Jovan juga pasti akan bahagia melihat ibu bahagia, dan Lagi Adik - adik tidak ingin Uncle menjadi ayah orang lain, jika itu terjadi kasih sayangnya pada kita akan menghilang!"
" Ibu, masih belum yakin Martin, Ibu bisa menerimanya, namun Hati ibu pasti tidak bisa menerima sepenuhnya!"
" Ibu, jika tiba - tiba uncle Hiro menghilang apa yang akan ibu lakukan?"
" Dia tidak akan meninggalkan ibu!"
" Ibu, tidakkah ibu terlalu egois?"
" Egois???"
" Ibu meminta orang lain slalu ada untuk ibu, namun ibu tidak menempatkan dirinya dihati ibu,padahal uncle meninggalkan semuanya demi ibu dan adik - adik!"
Vevey terdiam, dia merasa perkataan Martin itu benar, namun Vevey masih belum bisa membuka hatinya.
" Ibu ingin sendiri Martin!"
" Baik ibu, jangan terlalu di pikirkan bu...jika memang ibu nyaman seperti ini ya sudah jalani saja!"
Martin pun keluar dan kembali bergabung dengan adik - adiknya .
__ADS_1