GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
455. Double date


__ADS_3

akhirnya mereka pun berkumpul di restoran jepang


" Om, aku malu om..."


"malu kenapa??"


" aku belum cerita sama Aina soal ini, pasti nanti dia marah...!"


" Aina sama kamu itu kalau marah gimana sih?? kayak hal seperti itu tidak akan terjadi dari kalian...!"


" hehehehe iya juga ya om..."


" Nah iya, tapi kalau Julia sama Sansan om percaya...!"


" itu mereka ngomong biasa aja kayak marah-marah om hahahah"


" ehmmm kalau keturunan Nathan sama Bram aku percaya itu, tapi kalau kalian itu kayaknya harus kegigit dulu baru agak galak..."


" hihihi...."


" Uncle..."


" sini Yus...Ai..."


mereka berdua pun bergabung


" Aina apa kabar??"


" Ya baik Tiara, bagaimana denganmu??"


" pfffffffffffttttttttt...." Sandy tak bisa menahan tawa dengan keduanya padahal rumah sebelahan masih bisa bertanya kabar.


" mereka sangat lucu ya uncle...??"


" Ya benar sekali...basa - basi banget!!!"


" uncle, Tiara... selamat ya buat kalian kapan menikah??"


" secepatnya lah...aku akan segera mengurus berkasnya!"


" apa??" Julius dan Aina terkejut.


" Tiara kau benar mau menikah muda???"


" Ya Aina...Om Sandy sepertinya pilihan tepat...!"


" Ya jelas...jika dia berani menyakiti Tiara aku yang akan membela Tiara, saudara yang lain juga tidak akan diam, terutama daddy ku!"


" makasih yus... terimakasih!"


" Uncle tolong jaga Tiara ya, dia gadis manis kok...dan pintar memasak!!!"


ujar Aina


" tenang saja kalian...kalau Tiara tidak bahagia dengan Uncle, kalian bisa menghajar uncle sampai mati .."


" nggak seru uncle ...enaknya ya Duel..."


" tidak aku pasti kalah ,karna sampai saat ini aku tidak bisa mengalahkan daddy mu!"


" Kan beda sama Iyus!!"


" udah ayo pesan makan, setelah makan mau kemana kita??"


" Uncle kita ke puncak yuk!, besok Iyus libur sehari... setelah makan kita gas...ke puncak minum kopi dan pisang goreng!"


" malam-malam??"


" Iya... malam-malam " sambil mengedipkan mata pada Sandy.


" ok...!" mereka segera memesan dan makan bersama setelah selesai mereka berbincang sebentar, lalu segera berangkat menuju puncak.


kira - kira 1 jam setengah mereka baru sampai di puncak.


mereka segera turun dan menuju warung kopi yang menyediakan tempat untuk mengopi dengan pemandangan yang indah seperti bukit berbintang.


Ya itu modus keduanya agar terus bisa menempel pada kekasih mereka.

__ADS_1


Julius mendekap Aina dari belakang sementara Sandy menempel rapat sambil menggenggam tangan Tiara dengan erat.


Dalam hati Sandy menyabarkan diri untuk tidak terlalu gegabah, karena mereka baru saja jadian, harus pelan-pelan.


" uncle...pesanie rebus ya..."


" pesanlah...Tiara mau??"


" mau om..."


mereka makan lagi mie rebus panas - panas dengan hawa dingin yang sangat cocok .


" Uncle malam ini menginap ya, daddy ada Vila di sana..."


" jangan tanya aku lah, kau tanya cewek-cewek ini..."


" gimana Ai??"


" ya..."


" lalu kau Tiara??"


" Boleh..."


" Ya udah abis ini kita ke sana!"


Anak ini pacarannya udah sampai mana sih?? wah kalau nanti kejadian aneh-aneh aku bisa di habisi Nathan.


dalam hati Sandy


sebenarnya mau nolak tapi, kok boleh juga


dalam hati Sandy.


mereka segera menuju Vila milik Nathan.


" wah...hebat sekali bisa punya vila di sini..


!"


" selamat datang Aden bagus dan aden ayu..."


" iya...den, oh apa mau dibuatin makan??"


" tidak bi... kami udah jajan diluar..."


" oh baiklah Kalau begitu tolong tunggu sebentar saya siapkan kamarnya..."


" Yea...Aina akhirnya kita bisa tidur bareng lagi" Tiara sangat kegirangan begitu juga dengan Aina


" yeaaaa..kita sudah lama tidak bercerita Tiara!"


" kalian jangan senang dulu, siapa bilang kalian tidur bersama, tentu saja Aina tidur denganku, ..."


" Hah???" Tiara dan Sandy terkejut.


" lalu bagaimana dengan Tiara ???" ujar Tiara


" sama uncle dong...kan kita lagi diluar takutnya ada bahaya, aku mau melindungi Ai ku, biar uncle yang melindungi mu!"


" Tiara,...tenang saja aku jinak kok...!"


sahut Sandy.


" iya om ..."


" Aden sudah siap kamarnya!"


" ok bibi terimakasih!"


mereka pun segera bergegas ke lantai 2 ,


" Uncle aku masuk dulu!" Julius langsung menarik Aina masuk ke kamar


Sandy dan Tiara saling memandang.


" Kau masuklah dulu, kau mau mandi atau tiduran dulu silahkan aku mau merokok dulu Tiara!"

__ADS_1


" ya Om..." Tiara pun segera masuk


Tiara sudah keringat dingin baru pertama kali pacaran sudah di ajak ngamar saja sama Iyus , Tiara bingung dia harus apa nanti kalau Sandy masuk, itu sangat canggung.


Tiara duduk di tepi ranjang , berpikir terlalu keras, sampai tidak sadar jika Sandy sudah masuk dan menutup pintu kamar.


" Ra..."


" oooh astaga...kapan om masuk???" Tiara sangat terkejut.


" kau melamun kan apa??"


" tidak om...." sangat terlihat tubuh Tiara menegang.


Sandy langsung jongkok di hadapan Tiara, memegang tangan Tiara.


" Kita sudah berdua, apa boleh aku memelui Tiara??"


Tiara hanya mengangguk saja, Sandy segera mencium tangan Tiara lalu berdiri dan manarik Tiara berdiri langsung memeluk Tiara.


" Katakan apapun permintaanmu padaku sebelum kita menikah, atau berikan aku syarat!"


" Tidak ada om..."


" ayo mintalah apapun padaku Tiara..."


Sandy melepaskan pelukannya dan kini mereka saling berpandangan.


" Ayo katakan apapun , keinginanmu yang belum terwujud, atau kau ingin aku menjadi bagaimana, ayo katakan manisku...!"


" Om...tolong sayangi Tiara, tolong bahagiakan adik-adik Tiara hanya itu om..."


" kau tidak mau rumah??"


" tidak om, tapi Tiara minta, tolong lah om jadilah rumah untuk Tiara berteduh , Tiara bersandar,Tiara berlindung..."


" Dikabulkan Yang Mulia semua keinginanmu akan kucatat, dan akan ku tandatangani dengan Materai lalu ku berikan pada Nathan, dia baru akan mau merestui pernikahan kita!"


" Apa paman sampai segitunya?"


" Ya...yang terlihat sangat dingin itu sangat memperdulikanmu kan Tiara..."


" Iya...Tiara tak menyangka mereka benar - benar tulus pada Tiara..." Air mata Tiara mengalir begitu deras.


Sandy mengusap air mata itu dengan jemarinya,


"kau jelek sekali saat menangis..."


" hihikhiks biar...."


Sangking gemasnya dengan Tiara Sandy langsung mencium bibir Tiara ,tak di sangka Tiara malah merespon ciuman Sandy.


" Hahah....apa ini ciuman pertamamu??!"


" iya..."


" Bagus....mulai sekarang aku pemiliknya!" Sandy langsung menyambar bibir Tiara lagi penuh dengan gairahnya.


maklum sudah tidak ada lawannya. bertahun-tahun.


Di sebelah keduanya ternyata sedang menguping menempel telinga mereka di dinding.


" pfffffffffffttttttttt.... sepertinya mereka sudah mendalami peran masing masing Ai..."


" apa?? aku tidak dengar apa - apa??"


" Hahaha, bodo amat, sekarang giliran kita bermesraan, aku sudah lama tidak memelukmu begitu lama Ai..."


Julius segera menggendong Aina ke ranjang dan segera memeluknya dengan erat.


" ihhh kapan kita akan menikah Ai..."


" Sabarlah kau selesaikan misimu dulu, lalu kau tuntaskan urusanmu dengan paman sesuai kesepakatan, setelah itu baru menikah..."


" Ai.... rasanya aku ingin menempel seperti ini setiap hari, sering-seringlah datang mengunjungiku Ai, aku biar lebih semangat lagi ..."


" Iya ..sayang mulai besok makan siang aku berkunjung ke kantor mu bawa makanan!"

__ADS_1


" baguslah... Ai aku tidur sebentar ya, aku sangat lelah, kau juga tidur jika lelah tapi harus tetap seperti ini..."


Julius mengeratkan pelukannya, begitu juga dengan Aina.


__ADS_2