GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
222. Perbedaan pendapat


__ADS_3

" Nona, Tuan putri sangat menyukai anda!"


" syukurlah, aku pikir dia akan berpihak pada Selir Raja...!"


" Tuan putri tidak dekat dengan selir Raja mana pun Nona, dengar dengar sih begitu...!"


" Wah begitu rupanya, aku mau tidur dulu...Yuzan kau bisa membantu Ami di toko... aku akan memberi bonus di akhir bulan!"


" Yeaaaa siap laksanakan nona!, oh ya nona...lusa ada seorang bernama Aa datang mencari anda!"


" Ha?? mau apa dia ??"


" Saya tidak tahu...!"


" biarkan saja Yuzan, jika tidak membuat masalah tetap beri pelayanan terbaik!"


" Baik nona kalau begitu saya ke toko dulu...!"


" Hmmmm!" Yuzan pun segera ke toko untuk membantu Ami.


...----------------...


" Lihat, Bibimu mengirimi banyak gaun pernikahan yang dia disign kusus untukmu...!"


Kenzo menunjukkan gambar - gambar yang di kirim Vevey.


" Om, pilihkan saja satu untukku!"


" Aku akan memilih semua untukmu!"


" Om, kau kira aku bisa memakai semuanya??"


" Ya gantian dong...!"


" Heleh...tidak mau aku mau satu saja sudah cukup, aku malas untuk berganti-ganti!"


" Ya sudahlah...aku pilihkan satu...Yang ini bagaimana??"


" Itu terlalu banyak pernak-pernik nanti dikira aku aksesoris berjalan!"


" Kalau yang ini??"


" Tidak mau, itu terlalu mencolok!"


" Hahhhh...kau minta di pilihkan tapi tidak ada yang cocok, lalu aku harus bagaimana??"


" Ya pokoknya pilihkan!"


" Oh, Gadis nakal...memang harus dihukum nanti jika sudah menikah!"


" Om kau bicara apa??"


" Tidak ada, kalau yang ini bagaimana??"


" Tidak mau, itu sepertinya berat !"


" Sudahlah kau pilih sendiri lihatlah dulu!"


Sansan pun menurut mendekat dan melihat semuanya pilihan yang tersisa.


" Oh inj saja om...!"


Kenzo melihat baju pilihan Sansan.


" Apa??, tidak boleh ini terlalu terbuka, lihat ini belahan dadaamu akan terlihat, lihat belahan paha ini, apa - apaan ini kak Vevey mendesign baju vulgar begini!"


" Om, bagaimana sih, kau suruh aku pilih, sekarang om yang tidak setuju...menyebalkan,!"


" Kau itu yang menyebalkan, aku sudaj pilih kau tidak mau!"

__ADS_1


Ketujuh anak - anaknya, hanya melihat kedua orang tua itu berdebat setiap memilih sesuatu, Fathia hanya senyum-senyum mendegarnya.


sementara Yuki dan suaminya mamoto sudah terbiasa dengan keributan mereka.


" Om, Sansan...kalian terlalu kekanakan!" ujar Martin yang mendengar kegaduhan keduanya.


" Siapa yang kekanakan, ini dia yang memang anak-anak!" Menujuk ke arah Sansan.


"Apa sih?? om itu yang seleranya buruk dan tidak tahu tren...baju itu kan sedang jadi tranding di kalangan orang-orang terpandang!"


" Katanya tidak suka mengikuti Trand, kau memang masih labil!"


" Sudah aku tidak mau menikah kalau begitu, Om semakin ke sini semakin kesana!"


" Haaaaaaaah, Bibi dan Paman saya ijin untuk kembali ke Indo, maaf bisakah saya meminta untuk menjaga Renata??"


" Oh baik hati - hati Martin...!"


" Ya bibi pamam terimakasih!"


" Hei Martin, kenapa tiba-tiba kembali??" Sahut Kenzo bertanya.


" Malas mendengarkan urusan rumah tangga orang lain aku om...!"


" Hei kau meledekku??"


" Tidak, ya sudah om aku pergi dulu!"


Martin segera pergi dengan kilat.


" Wah anak itu sangat tidak tahu memberi muka!" Ujar Kenzo kesal.


" Kalian itu kenapa sih, sudah mau menikah malah ribut terus akhir-akhir ini!" Sahut Renata gemas.


" Renata kau tidak di ajak jadi diam saja!" balas Sansan.


" hahahah, sudah biasa hal seperti ini terjadi pada calon pengantin Renata, ini masih hal kecil, godaan orang yang akan menikah itu sangat besar, jadi tergantung bagaimana masing - masing pribadinya, ini juga baru awal setelah menikah bukan berarti selesai, justru itulah awal nahkoda melajukan kapalnya mengarungi lautan yang kadang tenang, kadang sedikit bergelombang, dan bahkan badai besar pun bisa terjadi, mereka harus sudah siap dengan guncangan - guncangan yang akan mereka hadapi di depan sana!"


" Haaaaaa, baiklah biarkan aku yang mengalah sajalah!" Ujar Kenzo tak berdaya .


" Maaf, saya ikut bicara boleh??" Sahut Fathia meminta izin.


" Katakan saja Fathia...!" Kenzo memberi izin.


" Ehmm...Sansan... sebenarnya Tuan Kenzo itu sangat menghargai pilihanmu, hanya saja dia tahu kau terlalu berharga baginya, bagaimana bisa dia berbagi keindahan dengan orang lain... maksudnya begitu, Tuan Kenzo tentu sangat cemburu karena dia ingin kau menjadi seutuhnya milik Tuan...!"


" Benarkah begitu om??"


" Ya benar, kau boleh memakai itu jika hanya di hadapanku saja, jadi bisakah kau saat di muka umum memakai baju yang lebih tertutup!"


" Ya baiklah, maafkan aku om...aku akan menurut dengan pilihanmu saja !"


" Bagaimana jika ini??"


" Ya bolehlah...!" menurut dengan pilihan calon suaminya.


" Hihihi...kalian sangat lucu...!"


Fathia sangat senang berada di antara mereka.


" Fathia, kau itu wanita yang cukup Genius...aku tahu kau ikut denganku karena kau ingin memastikan aku adalah Sansan yang dicari oleh bang Suhail atau bukan iyakan??"


" Ah itu sudah lama, kau baru menanyakannya Sansan...!"


" oh begitu kah??, jadi hanya aku satu-satunya yang tidak tahu jika Tasya adalah Sansan??" ujar Kenzo terkejut.


" Tuan saya juga tidak tahu jika anak nakal ini adalah orang yang anda cari selama ini!" Sahut Yuki.


" Yuki itu sih wajar untukmu, karena kau tidak pernah tahu dan kenal Sansan...!"

__ADS_1


" Benar juga tuan...saya mengenalnya sebagai Tasya...!"


" Ya mama, yang tidak wajar itu adalah Tuanmu ini...aku dari masih bayi sampai umur 7 tahu slalu di gendong dan dipeluknya, bagaimana bisa dia tidak mengenaliku saat itu aku sangat kesal!"


" Maaf Sayang...aku memang sangat payah... aki juga sangat heran pada diriku,Fathia saja yang tidak kenal bisa tahu jika kau adalah yang sedang kami cari!"


" Tuan, pria seperti anda itu berarti pria yang tidak suka macam-macam!"


" Hilih Fathia kenapa kau bisa mengatakan hal itu??" ujar Sansan


" Ya berarti tuan tidak suka melihat wanita lain dengan jelas,...!"


" apa benar begitu om??, aku tidak percaya dia tidak pernah melihat wanita cantik lainnya!"


" hei itu benar sungguh...saat melihatmu di pelelangan aku merasa kau sangat mirip dengan Sasha tapi aku tidak pernah berpikir kau adalah Sansan, karena ku pikir tidak semudah itu menemukan seseorang yang sudah lama menghilang...!"


"Ajaib memang pola pikir om Kenzo ini kalau ada yang sulit kenapa harus pilih yang mudah ya om...??" ujar Sansan meledek Kenzo.


Semua pun tertawa mendengarnya.


" Lagian, kau juga sama!"


" Sama??"


" Ya, kenapa kau tidak mengatakan, om aku Sansan... begitu juga tidak sulit tapi kau malah memperumitnya, malah mau menjadi wanita simpananku pula, ahhhh aku hampir gila di buatmu!"


" Hahahahahahah....kalian ini memang pasangan unik...!" Renata tertawa.


" Aku tidak butuh pendapatmu...!" ujar Sansan sadis.


" Sansan jangan seperti itu, Renata juga sudah berusaha yang terbaik untukmu!"


" Ehm ya, ya...!"


" Sansan...maaf jika kau masih belum bisa memaafkan aku sepenuhnya! ,aku berjanji mulai sekarang akan mempertaruhkan nyawaku untuk menjagamu!"


" Apa?, yang ada aku akan repot dengan sebaliknya, kau tidak cukup kuat melindungiku, menjaga dirimu sendiri saja kau tidak becus, jangan membual...!"


" Hah, baiklah aku akan menjadi kuat membuktikan padamu!"


" Sudah Renata jangan dipaksakan, kau lanjutkan saja hidupmu dengan baik, dan tidak membuat masalah, sudah cukup...apa kau mengerti!" ujar Kenzo menasehati.


" Baik om, ...jika Renata sembuh Renata akan membantu apapun yang bisa di bantu di sini...!"


" Yaz karena sudah malam, kalian cepat istirahat, anak-anak bagaimana dengan sekolah kalian di sini??, apa ada kendala??"


" Tidak ayah, semua berjalan dengan baik...hanya saja kami masih kaku menggunakan bahasa di sini!"


" Pelan -pelan saja...nanti juga akan terbiasa,jika tidak ada tugas kalian cepat istirahat!"


" Baik Ayah, kami istirahat dulu...!"


Anak - anak pun segera pergi ke kamar mereka.


" Lily biar ayah gendong!" Kenzo mengangkat anak angkatnya yang paling kecil.


" Ayah, ....!"


" Ya Lily...??'


" aku ingin cepat - cepat sembuh agar aku bisa melihat , rupa ayah dan ibuku yang sudah sudi menjadikan ku anaknya!"


" Hahahah Gadis kecil ini sudah pandai bicara, siapa yang mengajarimu??"


" Tidak ada....!"


" Hmmmz ,baiklah sekarang Lily tidur dengan baik, slalu rajin terapi dan makanan yang sudah di siapkan ibumu, ayah yakin Lily secepatnya akan sembuh...!"


" Ayah aku sungguh tidak sabar menantikan hari itu!"

__ADS_1


" Ya, semua butuh proses dan kesabaran...ayo berdoa jangan lupa, mimpi indah putri kecilku...!" Kenzo menyelimuti Lily dan mengusap satu persatu kepala anak - anak angkatnya.


Sansan memandangi Kenzo dari pintu, betapa indahnya pemandangan di depan matanya, meskipun pria di hadapannya itu sangat payah, tapi Pria payah itu benar -benar menerima semua kelebihan dan kekurangannya.


__ADS_2