GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
140. Kebetulan


__ADS_3

Pagi Hari...


" Iyus kenapa kau ini lama sekali, semua sudah siap dari tadi menunggumu!"


" Mom, Iyus malas pergi...!"


" Tidak bisa kau harus ikut, jika tidak Oma mu pasti akan mengomel tidak karuan!"


" Mom, ternyata kau menuruni bakat Omma dalam mengomel...!"


" Anak kurang ajar, bisa - bisanya kau mengatai mommy mu seperti itu!" tegas Nathan.


" Ya, maaf..., mom ajak Fahad, Aina, Natali dan juga Sansan lah!"


" Ha??????"


semua terkejut dengan usul Iyus, karna selama ini Iyus sangat malas jik berpegian dengan cewek - cewek feminim.


" Tidak ,tidak tidak jadi, aku di sana 2 jam saja ya?, setelah itu aku pulang!"


" Anak ini, bagaimana bisa sangat menyebalkan?, dia sepertimu sayang!" Ujar Nathan.


" Tidak ada dia sama sepertimu!"


" Mom Dad, sudah iyakan saja... Karna Iyus kan slalu bersama Fahad!"


" Kalau begitu ajak Fahad!"


" Fahad tidak mau mom, ...!"


" Sudah kita berangkat dulu saja...terserah jika dia mau pulang duluan, yang penting bertemu dengan ommanya dulu!"


" Baik, ayo cepat masuk mobil ke bandara!"


Semuanya pun segera masuk ke dalam mobil, hanya Iyus yang sangat berat hati masuk ke dalam mobil.


" Iyus, apa kau sedang tidak ingin jauh dari kekasihmu?" ujar Julia yang sangat peka.


" Aku tidak punya kekasih Julia, kau jangan meledekku!"


" Oh... lalu kenapa denganmu?"


" Tak apa ,sudah ayo berangkat!" Iyus segera masuk, dan mereka pun segera menuju bandara.


...----------------...


Malam harinya,di depan kediaman Pratama.


" Fahad, ini....!" Aina memberikan bingkisan pada adiknya itu.


" Apa ini kak?"


" Dari Yuna...katanya sebagai ucapan terimakasih padamu!"


" Oh...katakan padanya kak...jangan merepotkan diri lagi!'


" Tidak bisa...katanya bagaimana dia tidak akan bisa menebus uang sebanyak itu , saat dia senggang dia akan membuatkanmu makanan kesukaanmu!"


" Kakak yang kasih tahu pasti kan?"


" kakakmu ini sedang membantumu, apa kau tidak suka?"


" bukan tidak seperti itu...tentu saja suka...mau bagaimana tapi Fahad tidak terlalu barharap!"


" Kenapa?"


" Tak apa...Fahad mau mengikuti pendidikan lanjut bulan depan setelah tante dan. om menikah!"


" Oh...baiklah...kakak hanya bisa memberimu semangat saja!"


" itu sudah cukup kak, sementara ini aku akan bantu mencari Sansan pelan - pelan di sekitar sini!"


" Iya, kakak juga sangat ingin bertemu dengan Sansan Asli...!"


" Sudah ketemu kok...!"


" Lah, kapan??"


" Ada deh....hanya saja dia menghilang lagi...!"


" aku yang terlalu lemot jadi tidak paham situasinya!"


" Tak apa, kakak hanya perlu menjalankan hari - hari kakak seperti biasanya itu sudah cukup !"

__ADS_1


" Kakak tidak bisa membantu apa - apa untuk Sansan, dengan semua kekurangan kakak itu adalah hal baik bukan untuk tidak ikut membantu?"


" Benar, jika kau ikut membantu kau hanya akan membuat semuanya menjadi lebih rumit, takutnya kau malah akan ikut menghilang!"


" Iyus????" Aina dan Fahad serempak terkejut dengan kemunculan Iyus yang seperti hantu.


" Apa?, kenapa dengan kalian?"


" Bukankah kau ke Samarinda?"


" Benar!"


" Kenapa kau di sini sekarang?" tanya Aina heran.


" Kenapa ya kan aku pulang duluan apa aneh??"


" Apa kau hanya turun di bandara dan naik lagi pesawat untuk pulang?"


" Yang penting aku sudah bertemu Oma Linda, mencium tangannya mengobrol 30 menit, makan lalu aku pulang duluan!"


" Apa omma mu semudah itu mengijinkan?" ujar Fahad bertanya


" Tentu saja Sansan alasanku !"


" Kau ini sangat aneh Iyus!"


" Biar saja!!"


" Lalu kau akan tinggal di kediaman sendiri?" tanya Aina merasa kasihan.


" Ah, benar...kalau begitu selama keluarga ku di Samarinda ,Fahad aku akan tidur denganmu!"


" Ogah,...pulangkah ke kediamanmu sendiri dan tidur di kamarmu sendiri!!"


"Fahad biarlah dia tidur di kamarmu, bagaimana jika dia lapar setelah bibi Liu tiada bibi tidak ada art lagi kan, karena semuanya sangat sibuk , hanya ada tukang bersih-bersih saja itu pun di pagi hari saja!"


" Kakak rumahnya hanya 5 langkah dari rumah kita loe!"


" Iya lalu kenapa?, tinggal di rumah sendirian itu pasti sangat sepi !, lagian kalian itu kan dekat, apa salahnya berbagi kamar!"


" Tin tin..."


" Ha?? mobil siapa itu?" Aina menunjuk pada mobil yang sangat asing masuk ke dalam kediaman Pratama.


Fahad dan Iyus saling menatap, dengan otomatis tubuh keduanya berjajar rapi, dan menegakkan tubuhnya dengan sempurna.


" Ha?, Kak Cindy?" Fahad.


" Cindy?" Iyus.


" Kalian kenapa seperti sedang menyambut presiden seperti itu?"


Tak lama keluar seorang pria yang sangat gagah dan tinggi.


3 pasang mata itu saling menatap dan saling terkejut.


" Loh ndan??"


Fahad dan Iyus dengan serempak memberi hormat pada pria itu


"kalian??" Cindy kebingungan apalagi sesosok wajah polos yang melongoh di samping Fahad siapa lagi jika bukan Aina.


Aih sial...jangan bilang mereka adik Cindy, kenapa adik Cindy anak didikku??


aku tidak memeriksa jeli lagi jika adiknya anak didikku.


dalam hati Fannan.


" Oh kalian??"


" Ndan, kenapa anda bisa bersama kakak saya?"


" Oh, Cindy kakakmu??" dengan wajah terkejutnya karna memang terkejut.


" Benar ndan... bagaimana kalian bisa berteman?" Fahad sangat heran karena kakaknya tipe anti sosial kecuali urusan bisnis.


" Jadi kalian ini??"


" Cindy dia adalah senior kami...pantas saja kita otomatis pasang badan, lihat mobil yang tidak asing!" Sahut Iyus.


" Iya aku sangat terkejut saat melihat mobilmu ndan!"


" Ah, aku sangat terkejut jika kalian bersaudara!"

__ADS_1


" Ndan, ayo masuk mampir lah ke gubuk kami!" ujar Fahad sangat welcome pada komandannya itu.


" Kalian sepertinya sudah sangat akrab ya!"


" kakak, Beliau lah yang paling baik pada kami saat pendidikan!"


ujar Fahad .


" Oh, ternyata aku sudah jauh merepotkanmu mas!" Ujar Cindy tak enak hati.


" Mana ada, urusan Fahad dan Iyus adalah masalah pekerjaan, jangan di campur adukan dengan masalah pribadi!"


" Uhuk uhuk uhuk...!" Fahad dan Iyus menggoda seniornya dan untuk Fahad itu adalah kabar baik bahwa kakaknya sangat beruntung berkenalan dengan senior yang sangat dihormatinya.


" Kalian kenapa?"


" Tidak ndan!!"


" Panggil abang saja kita kan tidak memakai seragam!"


" Bang, ayo masuk...!"


" Baiklah ayo...!" Fannan pun menuruti masuk ke dalam kediaman Pratama yang sangat megah itu, 3 bangunan berjejer rata, dengan bangunan yang sama, seperti perumahan yang super elite dengan halaman yang sangat luas.


Inikah yanga di namakan Adik Junior lebih Sultan dari seniornya, membuatku minder saja , dan lagi mereka tetap rendah hati, mereka anak sultan tapi tidak mendapatkan perlakuan istimewa sama sekali saat pendidikan, orang tuanya luar biasa dalam mendidik kerendahan hati mereka.


" Mas, maaf rumahnya berantakan ya!"


" Jika yang seperti ini bertentakan?, lalu kau mengatakan rumahku apa Cindy?, kapal pecah?"


" Hahahahaha, semua tertawa kecuali Aina yang masih loading lama...!"


" Cindy, kalau begitu ceritakan padaku silsilah kalian padaku!"


" Ah, Fahad adalah adik saya, sementara Iyus saudaraku anak dari pamanku!, lalu dia adikku pas kakak dari Fahad!" menujuk Aina.


" Heheh yayayya!" Aina mengangguk saja meski masih dalam keadaan tidak paham.


"Oh jadi begitu...kebetun yang tidak kebetulan ya?"


" Kakak Cindy, sekarang jelaskan kronologinya bagaimana kakak bertemu abang asuh kami?"tanya Fahad.


" ehmmmm.....ehmmm!" Cindy tidak berani mengatakan jika dia bermaksud mengunjungi Martin .


" Kalian bagaimana menjadi adik, tidak menjemput kakak kalian, dia kelelahan saat turun dari bus...saat itu kakakmu terjatuh di depan mobilku, untunglah tidak terjadi apa-apa...!"


Fannan sangat mengerti kekhawatiran Cindy.


" Oh kakak, kenapa tidak bilang tahu begitu Fahad tidak memakai mobil kakak!"


" Aku kira teman Cindy abang asuh...!"


" Oh iya katanya kakak mau bertemu dengan teman kakak, jangan - jangan kalian?, kakak juga tidak pulang kan kemarin itu kakak?????"


" Hayo Cindy?" Iyus menambahkan.


" Kalian jahat sekali dengan Cindy... jangan menggodanya...!"


" Ah baiklah itu urusan pribadi kakak, kakak Fahad senang kakak bisa berinteraksi dengan orang luar tidak menutup diri lagi tidak bergantung pada satu orang lagi, Fahad sangat senang!"


" Ya, jika itu abang Asuh kami tidak khawatir, abang kau bisa jaga saudarku kan?" ujar Iyus.


" Tentu saja...jika itu tidak membuat Cindy terganggu!"


" Abang tinggallah semalam di rumah kami, kita sudah lama tidak berbincangkan?"


" Ah, aku ke sini yang membawa kakakmu, mana boleh begitu!"


" Menginap saja mas...Kamar di sini sangat banyak...kalian bisa temu kangen juga kan?"


" Kalau begitu aku tidak enak menolak...!"


" Yeaaa abang ayo kita ke halaman belakang, Kakak buatkan makanan untuk kami ya, eh aku tidak usah aku nanti makan bekal dari temanku hangat kan saja bekal itu untuk Fahad!" pinta Fahad sangat girang.


mereka bertiga sangat asyik mengobrol.


" Kakak...apa yang Aina bisa bantu?"


" Oh, kau bantu hangatkan bekal Fahad itu, ya sepertinya itu bekal dari seseorang untuknya!"


" Benar kak, ini dari Yuna untuk Fahad....!"


" Ah, rupanya adikku sudah dewasa!"

__ADS_1


Hemm...jika Fahad dan Iyus pun sangat menghormatinya itu Berarti Mas Fannan benar-benar orang baik, aku tidak akan meragukan kebaikannya lagi, karena Fahad dan Iyus begitu sangat senang dan menghargainya.


dalam hati Cindy.


__ADS_2