
" Kakak, apa dia kekasihmu?" Tanya Aina .
" Aina, kau sudah berani menggosipkan kakakmu ya?"
" hehehe...kakak ini pertama Kalinya kakak membawa teman ke rumah, dia laki-laki pula!"
" Hanya teman saja, siapa tahu Fahad dan Iyus juga sudah sangat akrab dengannya!"
" sepertinya dia senior nya kak!"
" Iya memang Aiana, astaga....kau berdiri di sana sedari tadi kemana isi kepalamu!" mencubit gemas.
" Aih, Aina sangat lemot ya kak?, sangat menyedihkan!"
" Hahahahah, tidak apa - apa yang penting hatinya sangat baik bukan??"
" Apa Aina termasuk orang baik?"
" Tentu saja sayang, keluarga kita pasti memiliki hati yang baik!"
" Syukurlah jika begitu...!"
" Tapi Aina, bukankah kabarnya keluarga paman Ntan ke Samarinda semua?, Apa Iyus tidak ikut?, apakah ommanya tidak mengomel?"
" Aku dan Fahad juga terkejut, pagi hari berangkat malam sudah tiba di hadapan kami!'
" anak itu tidak biasanya begitu, apa dia sedang terikat dengan seseorang?, hemmm...itu bukan seperti Iyus!"
" Lalu seperti siapa kak Iyus?, apa dia orang lain yang menyamar menjadi Iyus?"
" Hahahahaha, Dia Iyus tapi dia sepertinya sedang Falling In love ya, aduh saudaraku sudah tumbuh besar!"
" Apa dia masih mengejar Hana ya??" berpikir
" Bisa jadi, tapi bukankah Hana katamu tidak baik untuknya?'
" Ya, ....aku sudah mengatakan itu pada Iyus tapi dia bilang tidak mengejar lagi!"
" Oh, mungkin ada urusan lain juga bisa sih....!"
" Ya,...!"
kedua kakak beradik itu akhirnya selesai memasak dan menata rapi di meja makan.
setelah itu Cindy memanggil mereka untuk makan.
" Aku sungguh sangat terkesan dengan Nona tertua di keluarga Pratama!" Ujar Fannan.
" Ada apa mas??"
" banyak keluarga besar yang aku kunjungi, kebanyakan putrinya tidak pernah mengijak dapur sama sekali, dan baru kali ini aku mendapat jamuan yang di siapkan oleh Nona utama dikeluarga ini!"
" Hilih mas, bisa saja kamu ini...bukankah aku 3 kali ini memasakanmu?"
" Itukan di rumah kakakku dan di restomu!'
" Apa??, dirumah kakak abang asuh??' Fahad terkejut.
__ADS_1
" Eh??" Fannan segera memukul mulutnya.
" Oh jadi kakak tidak pulang menginap di rumah calon kakak ipar, ah jadi aku harus percaya cerita yang mana ini sejak kapan kalian menjalin hubungan sedalam ini?" Fahad mengintrogasi kakaknya lagi.
" Fahad, Fahad, Cindy sudah dewasa jangan karena rasa ingin tahumu membuat keduanya tidak nyaman!"
Ah benar juga kata Iyus...ini adalah hal baik kakakku keluar dari satu manusia licik itu, dan aku sangat mengenal abang asuh dengan baik, selama ini dia sangat bersih dari wanita, dia sangat baik dan bijaksana...Mama dan papa Hiro pasti juga akan senang dengan abang asuhku ini.
" Hehehe, ya sudah...kakak pasti tahu mana yang baik dan tidak, tapi abang asuh sangat cukup baik!"
" Fahad, apa kau sering meledek kakakmu?"
" Abang asuh, aku kan hanya bercanda!"
" Hahaahaha, asyik ya punya banyak saudara, aku hanya ada kakak perempuan saja...!"
" Kak Fanniiya sangat baik...dia kakak yang sangat baik...!"
" aku tidak pernah dengar jika abang asuh ada kakak perempuan?" ujar Iyus.
" Ahz iya... kakakku terlalu membuat heboh untuk ku publikasikan karna dia berbeda dengan orang normal pada umumnya!"
" Apa maksudnya abang asuh??"
" Kak Fanniiya itu, lulusan Psikologi, tapi dia juga seperti seorang peramal!'
" Apa peramal?, ayo kita main ke sana Fahad!" ajak Iyus bersemangat.
" untuk apa?, bukannya aku tidak percaya tapi aku memang tidak tertarik!" ujar Fahad Jujur.
" Hei ...kau terlalu blak-blakan!" Cindy menegur Fahad.
" Abang Asuh apa kakak mu bisa menyembuhkan penyakit lemot pada seseorang?"
" Iyus...kau menyebalkan!!!" teriak Aina tidak terima.
" Iyus kau ini keterlaluan!"
Fahad slalu membela kakaknya.
" Iyus...kau ini jangan mengejek nona kedualah!" Fannan menahan tawa melihat kekonyolan keluarga Pratama .
" Abang aku kasihan pada pria yang akan menikahinya nanti, katanya anak itu menuruni kecerdasan dari ibunya?"
" apa kau bilang, jadi aku akan menurunkan kebodohan untuk anakku nanti?, kakak Fahad, lihat Iyus menindasku lagi!"
" Kau bisa melaporkan pada orang di sampingnya!" ujar Cindy menahan tawa.
" Hahahaha...laporkan saja, abang asuh sangat baik padaku dia tidak akan menghukumku!"
" Siapa bilang???" Fannan menjewer telinga Iyus .
" Ah, ah, abang....kenapa kau malah membelanya?"
" Lalu kau ini juga termasuk orang yang berperan mengayomi masyarakat, jika kau berperilaku seperti ini kau sungguh menghitamkan mukaku Iyus!!!, cepat minta maaf!"
" Pfffffffffffttttttttt....!" Aina sangat puas dengan balasan Fannan untuknya.
__ADS_1
" Abang...kau jangan memaksa ku begini!"
" Cepat!!!" menjewer lebih keras lagi
" Ah ... iya lepaskan dulu!"
Fannan melepaskan telinga Iyus...
" Aina, aku hanya bercanda maafkan aku ya!"
" Yang keras, kau ini seorang pria apa meminta maaf pun tidak bertenaga!!" Fannan membentak Iyus dengan tegas.
" Aina aku janji tidak akan mengejekmu lagi sungguh aku minta maaf!"
Iyus berteriak dengan keras.
" Tidak begitu juga Iyus dia perempuan, kau harus keras tapi lembut dalam meminta maaf!"
" Abang kau sengaja!"
" Hahahahaha!" semuanya tertawa.
Cindy merasa rumahnya seperti hidup kembali rumah yang tidak ada kehangatan selama ini seperti mendapat sinar yang sedikit menghangatkan kediamannya.
" Sudah kak Fannan, Aina juga bercanda tadi, hal biasa Iyus mengganggu Aina...!"
" Oh jadi kau sering mengganggu Aina??"
" Abang, kita saudara begitu kan namanya saudara menjalin kasih sayangnya!"
" Tidak benar itu, pria baik tidak akan seperti itu!, kau mau dikatakan melambai!"
" Abang kau keterlaluan sekali!"
" Hahahahaha!" semuanya tertawa lagi.
" makanya jangan mengganggu wanita, apalagi nona kedua itu bukan seperti yang kau katakan, dia hanya seseorang yang sangat memikirkan perasaan orang lain, hatinya tidak mengijinkan isi kepalanya berpikir sembarangan, sehingga dia sangat lambat dalam menangkap sesuatu, hatinya takut berpikir buruk dengan orang lain hatinya takut dia salah berpikir dan salah paham pada orang lain, keluarga Pratama sangat unik dan spesial, aku saja orang luar bangga pada keluarga ini!"
Fannan ini bagaimana bisa berbicara begitu menenangkan hati seseorang, caranya menyampaikan tidak menyinggung pihak mana pun, pantas saja kedua anak ini sangat takut dan menghargainya.
dalam hati Cindy yang sangat terkesan dengan Fannan.
" Hemmm...dengarkan itu Iyus jangan begitu lagi dengan kakakku!"
" Iya iya...aku tidak akan mengulangi lagi, Aina aku sungguh minta maaf ya??, sungguh aku merasa selama ini salah padamu!"
" Iya IYus...Aina juga sudah lupa...heheh!"
" Nah itu baru pria sejati Iyus...ayo lanjut makan!"
mereka pun melanjutkan makannya setelah selesai mereka berbincang sebentar dan segera beristirahat.
" Mas, kamar mu di sebelah sana jika perlu sesuatu bisa mengetuk kamarku di sebelah sana!"
" Oh ya baik...maaf merepotkan mu ya!"
" Tidak sama sekali, selamat malam selamat beristirahat!" Cindy pun segera masuk ke dalam kamarnya dan Fannan masuk ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh mbak Zahra.
__ADS_1
Rumahnya sangat nyaman, membuatku ingin pindah ke sini saja
dalam hati Fannan segera merebahkan tubuhnya ke ranjang.