
Setelah 3 jam berceramah Yukini pasti lelah dan beristirahat.
Tasya dan Dai segera keluar dari dalam lemari,
" Sudah 3 jam?"
" lebih...bibi pasti sudah tertidur!"
mereka perlahan keluar dari dalam lemari
" Aduh, kakiku mati rasa!, untung saja kita bisa menonton film di dalam lemari, jika tidak aku lebih baik tidur!" Gumam Tasya.
" Luruskan, perlahan!" Menarik kaki Tasya perlahan.
" ahhhhh...ini semua gara - garamu Dai!"
" Aku??, kau sangat menyebalkan, oh ya?, apa sungguh aku ini bukan menantu idaman?"
" Ehmmm, menjadikanmu menantu itu harus memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi!"
" Sudahlah, lalu tipe wanita yang di sukai pria itu seperti apa?"
" Aku ya?, tipenya seperti nona Aina!"
" Apa??, Dai kau benar-benar ya!, kau mencari yang seperti Aina pasti biar gampang untuk kau bohongi!"
" Mulutmu!, mana ada...dia sangat lemah lembut!"
" Apa semua pria menyukai wanita lemah lembut!"
" Tidak juga!"
" Kau ingin bertanya kan type wanita yang di sukai oleh Tuan Kenzo?"
" Tidak, itu tidak penting!, jangan bahas orang bodoh itu!"
" ha???"
" Diamlah saja kau Dai!"
" Tuan Kenzo sangat menyukai wanita yang transparan!"
" Maksud mu apa??, pakai baju yang memperlihatkan tubuh kita?"
"Cetokkk!"
" Auuujjh, Dai kau menjitakku?"
" Siapa suruh otakmu penuh dengan kotoran, katanya kau tidak mau tahu, aku tidak akan memberitahu!"
" hihhhhhh, sudah menjitakku!, masih tidak memberitahu ku!"
" Transparan dalam arti itu tidak berpura-pura, menjadi diri sendiri, tidak dibuat - buat!"
" Ohhhh....bahasamu kan yang membuat ambigu!"
" Sekarang tidur sajalah!, besok kita akan ikut seleksi!"
" Gila buruh cuci dan tukang kebun saja pakai seleksi!"
"itu kan untuk keluarga kerajaan Tasya!"
__ADS_1
" Ha baiklah kita tidur Dai!, kau tidur di sini saja, besok bangunkan aku ,dari pada mama yang bangunin!"
" Hemmm ...!" Mereka pun tidur bersama satu ranjang, karna diantara mereka memang hanya murni kasih sayang pertemanan, Dai seperti menjaga adik perempuannya yang bandel, dan Tasya seperti memiliki seorang kakak atau malah terkadang Tasya merasa mereka berdua kembar, karna slalu memiliki pemikiran yang sama ,dan kekonyolan yang sama, jadi Dai itu seperti dirinya, dan dirinya itu Dai begitulah.
Mereka pun terlelap dan matahari pun sudah di atas kepala, sirine alami berbunyi sangat keras dan menyakitkan telinga.
" Dai ,Tasya bukankah kalian harus berangkat ketempat seleksi, astaga bagaimana bisa aku menerima kalian ini dalam hidupku, aku sungguh menyesal, kalian ini slalu membuatku darah tinggi, dimana hidup damaiku, aku sudah membuang waktu indahku untuk mengurus kalian berdua!, bla bla bla....!" Sampai mulut berbusa.
" Dai, matikan alarmu, berisik sekali, bagaimana bisak kau memasang bunyi jelek seperti suara mama Dai!" Tasya masih belum sadar, setengah mengigau.
" Hmmm...!" Dai mengambil ponselnya.
" Bukan alarm ku Tasya, itu punyamu bagaimana bisak kau lupa dengan suara alarm mu yang jelek seperti itu!"
Yukini yang semakin panas, segera mengambi air dan tanpa ragu segera menyiramkan pada kedua anak durhalek itu.
" Huaaaaaaa!" Seketika Dai dan Tasya terbangun dan sadar, ternyata mereka dalam masalah.
" Bagus, bagus, kalian mengatakan suaraku Jelek, oh...apa kalian sungguh rindu untuk dipukul 200x???!!!"
" Mama, ampuni, ampuni Tasya, itu itu tidak ah, kami sudah terlambat!"
Mereka segera berhamburan dan segera bersiap - siap, dari menanggapi Yukini, sebaiknya mereka segera pergi ke tempat seleksi.
Yukini, mengelus dadanya...
" bagaimana jika kalian membuat masalah di sana?, aku sangat khawatir!" Gumam Yukini Lirih, meskipun di luar Yukini ini sangat tegas dan tidak ada toleransi, tapi Yukini adalah orang yang penuh kasih sayang meskipun tidak pernah terlihat di mata Tasya dan Dai, karna adanya mereka berdua, Yukini tidak merasa sepi, dan menemukan kebahagiaan yang sudah lama hilang.
" Mama kami berangkat!"
" Bibi bye!". Kedua anak itu berjalan keluar menuju tempat di mana seleksi itu di adakan di antar oleh Mimoto.
" Kalian, kenapa setiap hari membuat masalah?"
" Aku sudah sangat kenyang dengan kata maafmu!"
" Pfttttttt ..!" Tasya menahan tawanya karena setiap mendengar perkataan Mimoto dia akan teringat oleh Bram yang slalu mengeluh karna terlalu banyak menerima ucapan maaf darinya dan bundanya.
" Sudahlah, jika tidak membuat masalah, maka bukanlah Dai dan Tasya!, ehmmm ku harap kalian bisa menjaga diri kalian jika kalian nanti di terima bekerja di istana!"
" Baik Ayah!"
" Baik Paman!"
" Semoga berhasil!, masuklah! tunjukan identitas peserta kalian!"
Tasya Dan Dai membungkuk dan segera masuk ke dalam tempat seleksi.
" Woooh, apa mereka saingan kita?, gila kenapa mereka sangat terlihat berpendidikan tinggi?"
" Namanya juga kerajaan, masak iya mau pilih yang biasa - biasa!"
" Ah, benar juga!" mereka berdua pun melakukan tes di tempat masing-masing sesuai pekerjaan yang mereka ambil.
Setelah lolos tes tertulis, mereka pun lanjut untuk wawancara.
" Apa ini buruh go internasional?, bukan main pakai wawancara segala, bukankah kita hanya akan menghadap cucian kotor?"
" Natasya Tanaka!"
Tasya segera masuk dan melakukan sesi wawancara dengan kepala pelayan, yang melayani Raja.
__ADS_1
" Kau adalah orang yang di kirim oleh Mimoto?"
" Ya!"
" Baiklah, anggap saja kau sudah lolos, aku akan membacakan aturan tentang kerjaan kita, yang pertama tidak bisa sembarangan keluar masuk kerajaan tanpa ijin, dan harus kembali sebelum pukul 9 malam, Raja sangat menyukai kesunyian, kau tidak boleh mengeluarkan suara saat mencuci!"
"Apa Raja akan ada di samping saya saat mencuci?"
" Lancang!, memangnya siapa kau berharap raja berada di samping mu saat mencuci!"
" ahz maaf bukan begitu, lalu jika begitu bagaimana bisa raja mendengar suara mencuci!"
" Raja memiliki pendengaran yang dangat tajam, karna ruang membaca raja, ada di dekat tempat mencuci pakaian!"
" Kenapa harus di dekat tempat mencuci jika tidak ingin mendengarnya!"
" Lancang!!!"
" Maaf maaf!"
" Kau terlalu berani jangan sampai mulutmu membunuh dirimu sendiri!"
" Ah, baik maaf!"
Bagaimana bisa seperti ini, aku sudah salah menerima misi, mama bisakah aku mengatakan menyesal dalam hati Tasya.
" kau harus benar-benar bersih ya saat mencuci!, jika tidak hukum gantung!!"
" Baik!, apa ada lagi?"
" tidak boleh, bergosip...,tidak boleh terlambat, pakaian harus slalu sudah tersedia dengan sangat rapi jika raja ingin memakainya!"
" ah, baik!"
Dimana rumah sakit jiwa ya?, aku mungkin akan gila di sini dalam hati Tasya.
" Kau tidak boleh berisik dengan langkah kakimu saat mengantar pakaian raja, mulut rapat, baju rapi, rambut rapi, wajah bersih, dan menunduk!"
" Baik!"
" Sudah itu dulu! kau akan di antar ke kamarmu!"
" Ah, maaf kepala pelayan, bagaimana dengan rekan saya?"
" Dia sudah beristirahat di kamarnya satu jam yang lalu!"
" Apa????"
Sialan enak sekali Dai, sudah lolos dan istirahat lebih dulu.
" Dia kan hanya merapikan taman di halaman tempat tinggal Raja!"
" Apa???"
" Pekerjaan sia tidak banyak, jadi dia tidak perlu banyaj aturan, karena dia akan jarang bertemu dengan Raja!"
" What???"
" Selamat istirahat nona, jangan menyiapkan waktu istirahat anda!, karna pekerjaan ini cukup membuang tenaga!"
" Baik, ...baik... terimakasih!"
__ADS_1
Tasya pun di antar ke kamarnya untuk beristirahat.