GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
12. Celah Kecil


__ADS_3

Sementara di kediaman Nathan.


Saat ini Suhail melakukan pendidikan militer bersama dengan Putra.


Jadi tinggallah Julius dan julia, yang tinggal do kediaman.


Mereka berempat berkumpul seperti biasa,


Si kembar , Fahad dan Aina.


" Aku juga ingin cepat dewasa, aku ingin menjadi seperti Paman!" Ujar Fahad


" Kenapa kau ingin seperti Daddy ku?"tanya Julius


" Paman sangat gagah dan dia benar - benar pria idaman seluruh wanita, aku juga sangat menyukai abang Suhail dan abang Putra!"


" Aku hanya menyukai abang putra saja!" Jawab Julius ketus.


" Woo oo??, kenapa hanya abang putra?" Julia terkejut.


" Ya benar, abang Suhail kan satu ibu denganmu?"sambung Aina


" Entahlah, aku tidak bisa menyukainya!"


" Kita saudara harus saling menyayangi, bagaimana bisa kita saling membenci!" ujar Aina.


" Hmm, aku dulu sangat membenci Sansan, dan saat ini justru aku merindukannya!" ujar Fahad.


" Aih, membicarakan soal sansan, aku juga menyesal, pernah mengatakan keinginan dia untuk pindah rumah, nyatanya dia adalah sebuah nyawa dari keluarga kita, tida ada dia rasanya tidak terbiasa!" Ujar Julius mengutarakan penyesalannya.


skip bentar untuk menambahkan Visual, biar lebih gimana gitu ya...


Kita mulai dari Uncle Hirosan dulu ya...



untuk Uncle Hirosan kita tahu dong, tentang dia dia orang yang sangat tulus dan penyabar.


next ya, Jadi kayak apa sih Anak - anak Manager Ma?


ini kita kenalin Martin anak tertua manager ma, dia orang yang baik,namun penuh dengan pertimbangan, dia juga penyayang terutama pada Cindy.



lalu kita lanjut Ke Juno...


dia sifatnya pendendam, dan tidak suka berpikir panjang.



ini adalah Renata anak perempuan Manager ma anak paling kecil, dia gadis periang dan slalu bertanggung jawab.



Dan satu lagi nie....


Aku Rio... ingat aku dong aku muncul di episode 5



Okey, perkenalannya cukup ya...kita lanjut pada ceritanya.


" Hmm...dia memang sangat luar biasa !" Ujar Julia.


" saat ini kita hanya harus belajar dengan baik dan menjadi apa yang kita inginkan!" Fahad sangat bersemangat.


" Aku hanya ingin membuat kue yang enak sepanjang hari, jika Sansan kembali aku akan membuatkan kue terbaik untuknya!"


" aku ingin mengabdi pada negara!" Sahut Fahad.


" kau I ng in menjadi apa Aina?"


" Aku belum tahu, tapi Aina sangat menyukai bunga, dan merangkainya!, aku juga rindu nenek!"


" Kau bisa merangkai bunga yang indah untuk kakek, nekek, om Bram dan papahmu!" Ujar Julia.


" Ya, itu ide yang bagus julia, ...eh Julius lalu kau mau jadi apa?"

__ADS_1


" Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, hidup semauku, dan tidak ada yang membanding - bandingkanku dengan orang lain!" Jawab Julius santai.


" kau kan anak laki - laki, harus menjadi orang yang mapan!" tegas julia.


" Ini aku sudah mapankan?, mapan tidur!"


" Hissss menyebalkan!"


" Hei Julia, kan sudah ada abangmu Suhail, dia bisa menjadi apa yang Daddy mau, aku hanya ingin menjadi apa yang aku mau saja!"


" Julius, santai saja kau masih banyak waktu untuk memikirkannya!"


Fahad menyemangati saudaranya.


Karna Sansan menghilang mereka pun menjadi lebih rengkat.


kemana pun mereka slalu berempat,...


...----------------...


Di rumah sakit,


Vevey memandangi Sasha yang masih terbaring, tak sadarkan diri.


" Sha, bangunlah...apakah kau tidak takut bisnismu bangkrut?"


Vevey mengusap tangan Sasha lembut.


" Jangan seperti ini terus, aku sangat merindukanmu, ini sudah satu tahun lebih, bagaimana bisa kamu tidur begitu lama, aku berjanji akan segera menemukan Sansan, jadi tolong cepat bangunlah!"


" Vey, saatnya kita berangkat ke Paris!" ujar Hiro mengingatkan.


" Sha, kau sungguh membuatku kualahan, aku menjadi sangat sibuk, karna bisnismu, dan aku kehilangan banyak waktu dengan anak - anakku, jika kau tidak segera bangun awas saja!"


" Ya , pelangganmu sangat banyak, bagaimana bisa kau mengecewakan mereka?, kalau dia tidak mau bangun kita lelang saja itu toko perhiasannya!"


" Hmm mm, kita habiskan juga semua cuannya!, baiklah aku pergi dulu!" ujar Vevey segera meninggalkan rumah sakit itu bersama Hiro menuju Bandara.


...----------------...


" Di sini kah alamatnya?"


" oh, benarkah tempat ini milik Bram steve?"


" Siapa kau????"


" Mmmm aku datang untuk bergabung dalam Dragon Black!"


" Kita tidak melakukan perekrutan terbuka,tidak sembarangan orang bisa bergabung!"


" Tapi, om Bram sendiri yang mengajakku!"


" Hei nak, jangan suka menipu!!!"


" Aku tidak menipu, aku bersungguh - sungguh!"


" Apa kau ingin kami hajar????"


" Ada apa ini, kenapa kalian ribut?"tanya Geri yang baru datang bersama Chiko.


" Bos, anak ini menipu, dia bilang Bos Bram yang menerimanya sendiri!"


Chiko mengamati anak itu dengan Jeli, dari ujung rambut sampai kaki.


" Bawa anak ini masuk!" perintah Chiko


mereka membawa anak itu masuk,


Chiko dan Gery membawanya ke ruang introgasi.


" Nah, apa kau tahu berbohong itu tidak akan menyelamatkan hidupmu!?"


ujar Chiko


" Ya, saya tahu!"


" Kau bisa mempertanggung jawabkan perkataanmu diluar tadi?, coba jelaskan!, apa motif dan niat mu!"

__ADS_1


" Saya, sudah lulus dan saya sangat menyukai pekerjaan menjadi detektif apakah itu tindakan kriminal jika saya.mengatakan itu tadi ?"


Rio menjawabnya dengan percaya diri.


Gery dan Chiko saling memandang,


" Di mana rumahmu?" Tanya Gery.


" Saya tinggal lumayan jauh, saya tinggal di Kota H !"


" Dari mana kau mendapat alamat ini?"


" Dari om Bram!"


" Kapan kau bertemu dengannya?"


" Kurang lebih satu tahun yang lalu!"


" Di mana kau bertemu dengannya???"


" Di makam Pahlawan!"


"Apa???" Geri dan Chiko semakin terkejut.


" Oh, ya om...bagaimana kabar Sansan?, bisakah aki bertemu denganya?"


Geri dan Chiko terdiam,


" Kenapa???, kenapa kalian diam?, aku tidak ada niat buruk apapun, aku memang bukan anak orang mampu, aku tidak ada niat macam - macam!"


Anak itu mengeluarkan kartu yang diberikan Bram saat itu.


Geri dan Chiko semakin terkejut,


" Ini kartu khusus!"


" Hei nak, tahukah kau sepulang dari pemakaman itu, mereka mengalami kecelakaan, Bos kami meninggal, istrinya masih koma dan nona kami menghilang!"


" Apa????"


" Ya...ada yang merusak rem mereka,dengan sengaja!"


" apa??, jadi orang itu merusak rem?"


" eh maksudmu apa nak?"


" jadi dulu Om, saat aku menggantikan ayahku berjaga dipemakaman, aku bertemu dengan Sansan, dan dia mengajakku mengobrol sampai keluarganya selesai ziarah, saat asyik mengobrol aku melihat seseorang Turun dari mobil mereka, lalu aku bertanya pada Sansan, katanya keluargamu masuk ke dalam semua, kenapa ada orang turun dari Mobil yang kalian tumpangi?, tapi orang itu sangat cepat menghilang, jadi aku juga merasa salah lihat karna Sansan juga tidak melihatnya!"


" Katakan, apa kau masih mengingat wajahnya?"


" itu sudah setahun berlalu, tapi aku sedikit samar om!, Om tolong terima aku, aku berjanji akan berlatih sungguh - sungguh dan akan mencari orang itu ,dan aku juga ingin menemukan Sansan!"


bersimpuh memohon Pada Geri dan Chiko.


Chiko mengangguk pada Geri pertanda menyetujui, ya Black Dragon sekarang dipegang oleh Chiko dan di pimpin oleh Geri,


Black Dragon ini dibentuk oleh Bram, dibawah naungan Santrian, Black Dragon ini tidak legal namun memiliki backing yang kuat.


" Siapa namamu?"


"Rio!"


" Jika kau mengikuti kami maka kau harus melepas ikatan keluargamu!"


Rio terdiam,


" melepas Ikatan keluarga itu, kau hanya terikat waktu dengan pekerjaan kami, kau tidak akan pulang, setiap hari kami akan memberikan cuti 1x dalam 1 bulan,jika kau masih memiliki keluarga, kami akan mencukupkan kebutuhan sehari - hari, jika masih ada saudara yang bersekolah kami akan biayai selama kau bekerja dengan kami, kau harus melepas identitasmu saat menjalankan misi, kau tidak boleh membocorkan tentang dunia kita keluar!, sampai di sini jika ada satu yang keberatan silahkan pulang!"


" tidak keberatan!"


jawab Rio yakin.


" mmmm...aku akan memberi waktu 1 x 24 jam, untuk bersama keluargamu, karna selama 1 tahun kau di didik kau tidak bisa menemui mereka!"


" Baik!"


Rio pun kembali ke rumahnya, dia mengatakan para keluarganya bahwa dia akan merantau dan tidak tahu kapan harus pulang,namun untuk saling berkabar masih bisa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2