GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
159. Tidak setuju


__ADS_3

" Sayang, Gerry sudah mengirim beberapa rekaman Cctv nya ayo lihat!" ujar Nathan membangunkan istrinya.


" Ehmmm...apa aku tertidur cukup lama?"


" Hanya beberapa jam saja, istriku sekarang kau tidak muda lagi, jangan terlalu keras dalam bekerja!"


" Aih, kau slalu mengomeliku...!"


" Mana ada mengomeli, aku tidak ingin melihatmu kelelahan!"


" Ya, ya....mana videonya?"


" Sebentar....sabarlah...!"


Sambil merangkul istrinya Nathan memutar video yang di kirimkan Gery.


" Hemmm....Iyus masih sangat muda, aku takut dia di manfaatkan oleh wanita yang hanya mengejar materi saja!" Ujar Savina sambil bersandar di dada lapang sang Laksamana.


" Iya, kita akan mengarahkannya pelan-pelan nanti...!"


" Jika itu selain Yohana aku akan memberinya kesempatan Ehmmmm...Dia pergi ke toko perhiasan terbaik, siapa gadis itu sangat tidak asing!"


" apa itu Yohana?, tapi kenapa seperti ???"


berpikir keras untuk mengingat.


" Ah...itu itu...Aina sayang...lihat Iyus menggandeng tangan Aina dengan erat seperti itu!"


" Apa itu Aina??, mereka ada apa??"


" Jadi Iyus membelikan satu set perhiasan itu untuk Aina??"


" coba cek lagi itu kan dia ke restoran mewah, mungkin Aina hanya di mintai tolong Iyus memilih barang untuk seseorang!"


" Iya mungkin, lanjut saja!"


"Mereka hanya berdua sayang!"


" Kita percepat ya....!" Nathan mempercepat Video itu .


"Oh, Iyus memakaikan untuk Aina...!"


" Iyus apa suka dengan Aina??"


" Pantas saja dia mendahului kita pulang, jadi alasanya adalah Aina, Bagaimana Suamiku???"


" Mereka bersaudara, mana boleh menjalin hubungan!"


" Tapi mereka tidak ada hubungan darah juga!"


" Tetap saja aku tidak setuju, Iyus masih sangat muda mungkin dia hanya cinta monyet saja!"


" Cinta monyet???, kau yang monyet...!"


" Kenapa kau memarahiku??"


" Biarkan saja jika mereka saling menyukai, dengan begitu Aina benar -benar akan menjadi bagian dari keluarga Pratama!"


" Bagaimana bisa kita besanan dengan Vevey sayang, apa kata orang!"


" Kenapa??, orang juga tahu Aina anak angkat di keluarga Pratama!"


" Tidak aku tidak Setuju, mereka masih muda, jika ada masalah persaudaraan mereka akan berantakan!"


" Haaa...kau kolot sekali menjadi orang tua!"


" Aku tidak kolot, semua demi keutuhan keluarga Pratama!"


" Sayang, Iyus itu sama keras kepalanya denganmu, apa kau yakin bisa menghalangi keinginannya??"


" Pokoknya aku tidak akan setuju!"


" Ya sudah kita tidak bahas ini dulu, kita fokus pada Sasha dulu, kau tidak boleh menyalahkan Aina !"


" Tidak aku sangat menyayanginya mana ada aku menyalahkannya, aku hanya tidak menyetujui jika mereka menjalin hubungan!"


" Dia anak yang baik, bagaimana bisa kau tidak menginginkannya menjadi pendamping Iyus!"

__ADS_1


" Tidak...dia adalah keponakanku!"


" Kalau begitu apa yang mau kau lakukan pada putra kita?"


" Nanti aku akan berbicara empat mata dengannya!"


" Jangan terlalu keras padanya...pelan - pelan dalam bicara!"


" Iya sayang,...!"


Hemmm kau ini sangat keras kepala, lihatlah apa kau bisa membuat putra bontotmu itu menyerah dengan keinginannya dalam hati Savina.


...----------------...


setelah mereka selesai membeli hadiah pernikahan Sasha mereka pun makan bersama.


" Sudah dapat semua kan??" tanya Putra.


" Sudah abang...!" jawab semua serempak.


" Oh bagaimana dengan Natali?, kenapa tidak mengajaknya?" tanya Putra lagi.


" Dia sangat sibuk, aku sudah menghubunginya katanya dia pesan online saja!"


" Oh begitu... akhirnya kita bisa berkumpul setelah sekian lama ya..!"


" Benar, rasanya menyenangkan sekali... sayang sekali Sansan tidak ada di sini!"


" Ya... kapan kita bisa bersama lagi?"


" Ehmm...anak nakal itu... semoga baik-baik di sana!"


" Apa itu saudara kalian yang hilang?"tanya Fannan


" Kami sudah menemukannya, dia berada di


negara F, dia bersama Raja negara F!"


" oh ya??, negara F masih menganut sistem kerajaan, dalam perekonomian sangat berkembang pesat, penyuport ilmuan dan medis terbesar!"


" Kau terlalu suka menonton dongeng, kau kira kehidupan di istana itu menyenangkan, seorang raja tidak hanya memiliki seorang wanita saja, banyak apa kau mau berbagi suami?"


" Tidak mau lah...!"


" Ya sudah, begitu juga dengan Sansan!"


" Wah aku jadi penasaran dengan Sansan ini, sepertinya dia bukan anak yang biasa!" Ujar Fannan.


" benar bang Fannan, dari kecil hingga sekarang anak ini adalah pembuat masalah !" Sahut iyus.


" Ah, anak seperti itu pasti memiliki Iq lebih di atas rata-rata, aku yakin dia bisa melakukan apa saja asal dia mau...dia bisa mempelajari sesuatu dengan cepat, banyak akal itu kelebihannya memang tidak bisa jika tidak membuat onar!"


" Jika abang penasaran datanglah kepernikahan tante kami, dia adalah ibu Sansan, mereka sangat mirip 11 12 lah...!' ujar Fahad


" Aduh saya tidak kenal dengan tante kalian masak mau datang!"


" Cindy, ajaklah abang kau itu datang!" ujar Putra.


" Iya,bang...!"


" Oh memang kapan ??"


" 2 hari lagi mas, apa mas Fannan ada waktu?"


" Ya tentu saja, jika Cindy mengajakku aku akan senang hati datang!"


" Nah bagus ... setelah ini kita juga berharap Cindy juga ada kemajuan!" Ujar Putra menggoda.


" Ih abang putra...!"


" Tapi Cindy, bang Fannan sangat baik padamu, aku sampai iri...!"


" Oh ya Aina dan Julia kenapa anteng - anteng saja?, apa kalian tidak suka pria?" Tanya Suhail bercanda.


" Aina sudah ada seseorang abang Aina masih normal, yang tidak normal adalah Julia!" Sahut Iyus


" Hahahahahahaah!" Semuanya tertawa

__ADS_1


" Kepalamu itu apa perlu ku hajar?, aku sedang fokus pada bisnisku,tidak ada waktu untuk mencari orang untuk berkencan, biarkan jodohku saja yang menjemput ku!"


" Hahahha, Julia pasti akan menemukan seseorang yang baik nantinya!" Ujar Fannan


" Ya, Julia tidak ingin menjalin hubungan yang tidak pasti bang, hehehe!"


" Bagus Julia!" Suhail mengusap kepala adik perempuannya itu.


"Eh kalian kenapa di sini??, hallo Aina halo semua lama tidak bertemu!"


semuanya terdiam hanya melihat ke arah seseorang yang menyapa denga akran itu.


" Yohana...!" Aina langsung melihat ke arah Iyus, terlihat Iyus menundukkan kepalanya.


" Iyus....!"


Iyus melihat ke arah Aina dan tersenyum, sambil meraih tangan Aina dan menggeggamnya tanpa sepengetahuan yang lain.


" oh Yohana... bagaimana kabarmu?" sapa Cindy ramah.


" baik kak, heheh apa aku boleh bergabung??"


" Boleh, duduklah....!"


Fahad, Julia, Aina dan Suhail melihat ke arah Iyus yang terlihat sangat kesal.


" Tapi tidak ada tempat duduk lagi!" Ujar Fahad.


" Ya,,,maafkan kami karena tidak ada tempat lagi!" Sambung Suhail.


" Hemmm, carilah tempat lain!" ujar Julia kesal.


Fannan memberi kode pada Cindy,


" Oh, maaf Yohana... sebenarnya kami sedang kumpul keluarga sepertinya banyak yang tidak nyaman dengan tambahan orang lain!" ujar Cindy


" Apa itu karna dia??" menunjuk ke arah Julius.


" Dia??"


" Ya, kalian membiarkan Dia duduk di sini padahal dia juga bukan keluarga kalian!"


" Apa yang kau bicarakan nona??" Tanya Putra bingung.


" Kakak...Iyus menyukaiku tapi aku menolaknya karena aku menyukai Suhail, aku tahu dia adalah sahabat Fahad, tapi dia juga orang lain kan??, kenapa dia boleh gabung aku tidak???"


" Siapa orang lain?, Cindy bukankah Iyus Saudaramu??" tanya Fannan bingung.


" Bukan ,dia hanya orang yang dekat dan dianggap seperti saudara saja!" sahut Yohana.


" Yohana, apa kau tidak bisa lihat Julia dan Julius dengan baik mereka sangat mirip bukan?" Suhail mendekatkan Julia dan Julius sejajar.


Yohana terkejut saat menyadari keduanya sangat mirip satu sama lain.


" Mereka adalah adik kembar kami nona!" Sahut Putra.


" A...a..adik kembar???"


" Yohana, Iyus adalah anak yang sederhana dia tidak suka mengekspos keluarganya,kau harus tahu, dia adalah anak kandung Jonathan Pratama dan Savina, sedang aku adalah anak tiri dari Jonathan, aku anak dari pernikahan ibuku sebelum bersama Jonathan Pratama jika kau menanyakan dia orang lain itu salah, dia bagian inti dari keluarga Pratama, dan lebih kental darahnya dari pada aku!" Jelas Suhail sangat kesal pada Yohana.


Anak ini biasanya seperti patung, sekarang malah mengomel tidak karuan dalam hati Putra .


" Apa?, Iyus kenapa kau tidak bilang dari awal??" ujar Yohana terkejut.


" Tidak penting Yohana, ...!"


" Tapi itu aku pasti bisa mempertimbangkanmu saat itu!"


" aku sudah jelas dengan jawabanmu saat itu, kau tidak akan menerima ku meskipun aku menjadi seorang yang hebat!"


" itu, itu...!"


" Iyus...!" Aina sangat mengkhatirkan Julius.


" Membuatku hilang selera saja!, abang semuanya Iyus pergi dulu!" meletakan sendoknya dan pergi.


Aina dengan sigap mengejar Iyus yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2