GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
176. Berjuang


__ADS_3

Kediaman Fannan,


" Jadi adikmu tidak melanjutkan pendidikannya?, untuk menikahi wanita yang di cintainya??" Ujar Faniya


" Iya kak, ....!"


" Sayang sekali, Fahad adalah anak yang berbakat, negara ini rugi besar tidak bisa menariknya untuk mengabdi!" Ujar Fannan menyayangkan.


" Kau ini tahu apa, Cindy bolehkah aku melihat rupa adik dan juga calon istrinya??"


" boleh....aku cari dulu gambar calon adik iparku dimedsos!"


mencari-cari


" Nah ini dia namanya Yuna kak, dan ini adik laki-laki kesayangan kami!"


" Wah adikmu tampan sekali seperti oppa oppa...!"


" Oppa oppa apa sih??" Tanya Fanan


" Sudah diam saja kau jika tidak tahu!"


" Aih...baik!"


" Aku coba lihat wanita pilihan dedek tampan!" mengambil ponsel Cindy.


Fannan pun penasaran dengan wanita yang membuat Fahad menyerah akan cita-citanya.


" Kenapa biasa saja!" Ujar Fanan.


" Matamu memang buruk!" ujar Fanniiya kesal pada adiknya.


" Oh gadis ini pasti baru terkena musibah malang sekali!"


" Ya benar, dia mengalami kecelakaan ka, dan sampai lumpuh!"


" Apa Fahad menikahi gadis lumpuh?" Fanan sangat terkejut .


" Blokkkkk!"


" Kau tidak boleh berkata begitu, kau ini jahat rupanya!" ujar Fanniiya memukul tubuh Fanan


" Bukan. itu maksud Fannan kakak, Fannan hanya terkejut oleh Fahad, anak muda yang telihat dingin diluar itu ternyata memiliki hati yang hangat, dia tidak melihat seseorang dari Fisiknya!"


" Ini baru pria sejati, sayang sekali adikku tidak seperti dia!"


" Kakak tidak boleh membandingkan seperti itu....!" ujar Cindy merasa kasihan pada Fannan.


" Wah kau membela anak udik ini??"


" Yang dikatakan Cindy benar, berhentilah membandingkan ku dengan orang lain, apalagi soal menikah!" Ujar Fanan kesal.


" Aih baiklah, tidak akan kakak urusi lagi kau terserah padamu!"


" kakak aku juga 11 12 dengan Fahad, aku juga akan menerima kekurangan orang yang aku cintai nantinya!"


" Hahahahah, apa kau pikir aku percaya??"


" Terserah kakak juga ,jika tidak percaya!"


" Hehehe, sudah ,sudah kalian jangan ribut lagi, aku jadi ingin tepuk tangan !" Ujar Cindy menahan tawa .


" Kau memang penonton setia kami Cindy!"


" Hihihihi...!"


" Aku mendukung jika adikmu menikahi gadis ini, dia adalah anak yang baik, pria akan menjadi sangat kuat dan hebat di tangan wanita yang tepat!"


" Sungguh kak??"


" Ya ...dukung saja!"


" jika begitu aku tenang...!"


" Ehmmm...Cindy, aku justru mengkhawatirkanmu, ....!"


" Kenapa dengan Cindy???" Fannan


" Sudahlah jalani saja Cindy, Fannan akan selalu menjagamu!" Ujar Fanniiya yang tak sampai hati menyampaikan sesuatu pada Cindy.


" Kakak jangan bercanda!" tegas Fannan.


" Kenapa bercanda, karena Cindy anak yang kuat, Tuhan memilihnya untuk menanggungnya, yang terpenting jika kau itu harus mengingat ucapanmu yang tadi!"


" 11 12 tadi?"

__ADS_1


" Oh tentu saja....!"


" Kalian bicara apa aku tidak mengerti!"


Cindy sebenarnya mengerti, hanya saja dia tidak mau memikirkannya, karna kembali lagi, Semua adalah takdir, meskipun Cindy juga tidak mengerti apa yang akan terjadi padanya ,tapi Cindy bisa mengambil kesimpulan yang dimaksud itu tentang Martin.


" Tenang saja Cindy selama aku ada, tidak akan ada yang bisa menyakitimu!"


" aku tenang karena ada mas Fanan!" Ujar Cindy tersenyum.


" Harus lah.... Tapi kak, katanya tidak boleh adik melangkahi kakaknya, itu berarti Fahad melangkahi Cindy dan Aina!"


" Jodoh,rejeki, takdir, ajal, sudah di tulis jauh sebelum kita ini diciptakan...kalau jodohnya lebih dulu datang pada adiknya, memangnya kenapa?"


" Iya mas...Cindy malah bahagia jika adik Cindy sudah menemukan kebahagiaannya!"


" Nah itu baru benar,. jangan takut Cindy, beratnya kehidupanmu nanti, kau akan slalu memiliki malaikat yang akan selalu menjagamu!"


" Apa itu mas Fannan Malaikatnya??"


" Fannan malaikat??, aku takut kau mencoreng image baik malaikat selama ini!"


" kakak kau kejam sekali pada adikmu!"


" Hihihi, iya kak Fanniiya ini kenapa begitu kejam pada mas Fannan...!"


" biarlah, sepertinya kita di rumah sakit dulu memang tertukar!" ujar Fannan yang terbiasa dengan mulut kakaknya.


" Oh ya?, memang kau punya adik berapa sih Cin?? tanya Fanniiya.


" 2 kak, satu perempuan kakak Fahad, oh ya mas...si Iyus malah mau menikahi Aina loe!"


" Ya kan mereka tidak sedarah!"


" Iya sih...!"


" Eh apa?? Iyus mau menikahi Aina??" terlambat terkejut.


" heeee. kenapa heboh???" Fanniiya ikut terkejut


" Ya tidak tahu, Aina juga setuju dengan Iyus!"


" Padahal mereka seperti kucing dan tikus setiap hari!"


" Ya kak benar, kakak mau lihat tidak??"


" Boleh, mana yang namanya Aina??'


Cindy menunjukkan foto Aina pada Faniya.


" Kok beda??"


" Iya dia anak angkat di keluarga kami kak!"


" Oh begitu , anaknya polos sekali ini ya, dia gampang di tipu ini, lalu iyus itu siapa??"


"heheh, Iyus itu anak dari pamanku kak!"


" Mana yang namanya Iyus?"


" Ini Iyus!"


" Wah dikeluargamu kok bisa rupawan semua ya!"


"Heheheheh,...!" Cindy hanya meringis.


" Wah, kalau Iyus anaknya agak brutal ya, pasti suka main fisik, tapi tenang saja dia tidak akan kasar pada Aina, Dia sudah kepentok dihati adikmu meskipun usianya sangat labil, aku juga heran keluargamu itu terbuat dari apa kenapa bisa memiliki generasi yang tangguh dan tidak macam- macam!"


" Kakak berlebihan!"


" Benar kok , aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kak, mereka keluarga yang luar biasa!" sambung Fannan.


" Andai saja aku masih muda aku akan berjuang masuk di keluarga mu wkwkwkwwkkwkw!"


" Hahahahahahahah!" Fannan dan Cindy tertawa keras.


" oh ya kak, kok setiap kali aku ke sini, aku tidak melihat banyak orang mengantri??'


" aku sudah lelah, aku hanya ingin bersantai dan menikmati hidupku!"


" Bilang saja, kakak sudah kebanyakan uang kan!" Ujar Cindy bercanda.


" Hahahaha, kebanyakan uang?, aku juga tidak tahu punya uang berapa sekarang Cindy, aku tidak pernah menarik biaya pada orang - orang yang datang!"


" Ya ,tapi orang - orang itu slalu mengirimkan uang ke rekening kakak kan!,sama saja" Sahut Fanan

__ADS_1


" Ya rejeki masak di tolak!"


" Lah kakak gak tahu rekening kakak, memang kakak gak pernah lihat gitu cek atm atau bank??"


" Tidak!"


" lalu...kalau beli - beli belanja.... kebutuhan sehari-hari??"


" Itu setiap hari pasti ada yang antar ke sini sayur, sepaket dengan isian dapur, kakak tidak pernah meninggalkan rumah Cindy!"


" Apa sungguh??"


Cindy tak percaya.


" Hemmm...itu kakakku benar Cindy, kakak tidak pernah meninggalkan rumah selama puluhan tahun ,paling juga ke ujung gerbang doang!"


" Wah, kakak di rumah saja , tetap bisa makan ya??"


" Ya iyalah apalagi jaman sekarang sudah canggih kan??, mau apa saja dengan hp sudah bisa!"


" Wah, ini definisi orang kaya sesungguhnya!"


" Hahaha, kaya apa ya??, kaya monyet kali ya? heheheh!"


" Ya kayak monyet memang kakak!" Sahut Fannan.


" Baiklah, karna kita sedarah maka kau juga monyet!"


" Buahahahahah....hahahaha...hahahah...!"


Cindy sangat puas tertawa


...----------------...


Beberapa hari kemudian, ruang keluarga Kediaman Tengah.


" Fahad, bagaimana apa sudah dapat pekerjaan??"tanya Cindy


" Belum kak,...kemarin di panggil aku kan ,aku kira mau di terima bekerja !"


" Lah terus?"


" Sialan, bosnya sangat genit, dia meminta ku jadi berondong simpanan nya, sehari dibayar 5 juta...!"


" Buaahahhahahahahahahaahahha....!" Semua yang mendengar tertawa sampai jungkir balik.


" Hahahah, anakku yang malang, hahahah!" Vevey masih terbahak-bahak.


" Hahahah, kau terlalu glowing untuk di jadikan karyawan Fahad!" sambung Hiro.


" Fahad, kenapa tidak kau terima, sehari 5 juta itu sangat bagus kali 30 hari berapa itu ya???"


" 150. juta wkwkwkw!" Sahut Cindy


" Kakak apa kau tahu, berondong simpanan??"


" Apa itu ya??, apa itu artinya?" Aina memang tidak tahu yang dia tahu adalah gigolo .


" Gigolo kakak tahu??"


" Oh tahu, itu kekasih sewaan!"


" Ya itulah yang di tawarkan!"


" Pfffffffffffttttttttt...apa??, maaf maaf maaf kan aku Fahad...kakak tidak tahu!"


" Huft, iya tidak apa-apa...!" menyeder dan menghela nafas karena tak ada satu pun panggilan untuknya bekerja.


" Memang mencari pekerjaan itu sangat sulit, apalagi kau masih sangat muda Fahad, jangan putus asa ya!" Hiro menyemangati putra tirinya itu.


" Ehmmm iya pah terima kasih!, Fahad mau ke rumah sakit dulu...!"


" Ya, kau jangan lupa jaga kesehatan sayang!" Ujar Vevey mengingatkan.


" Okey, ma...aku pergi dulu semua!"


" Sayang, aku tidak tega dengan Fahad...!"


" Iya ma, kasihan Fahad!"


" Ya, ma...biarkan dia bekerja dengan Aina bagaimana??"


" Tidak, jangan ada yang membantunya, kalian jangan coba-coba membantunya di belakangku!, Dia belum mengeluarkan semua kemampuannya, tunggu dia benar-benar terdesak seberapa tangguh anak itu, aku ingin tahu!" tegas Vevey .


" Ah...ya sudah jika begitu....kita hanya bisa mendoakan saja!" ujar Hiro tak bisa berbuat jauh, begitu juga dengan Cindy dan Aina.

__ADS_1


__ADS_2