GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
148. Cemburu


__ADS_3

" Bersyukur sekali...!" ujar Cindy yang mendengar kabar Sansan .


" Kenapa Cindy??"


" keponakanku sudah ditemukan, aku sangat lega!"


" Apa hilang?"


" Ya, dia seumuran Fahad tapi perempuan, dia juga korban dalam kecelakaan itu, tapi dia menghilang selama 8 tahun, baru ketemu namun sudah hilang lagi, dan sekarang sudah ketemu lagi!"


" Apa di culik?"


" Ya panjang sekali ceritanya mas...!"


" Ya sudah tidak usah diceritakan jika panjang, yang terpenting dia sudah ketemu bukan?"


" Benar, benar...!"


" Oh ya, Martin 2 bulan lagi akan bebas... bagaimana denganmu?"


Cindy tiba-tiba terdiam, dia meremas bajunya dengan sangat erat.


" Apa dia sungguh akan bebas??"


" Ya, dia tidak terbukti bersalah... keluargamu tidak memberatkan hukumannya, jika ingin dia tetap di penjara aku bisa membantumu!"


" Biarkan saja, meskipun bebas, dia seharusnya tahu sudah tidak ada tempat untuknya dalam keluarga kami!"


" ehmm... begitu...apa kau takut?"


" Aku masih tidak siap jika dia datang mencariku mas...!"


" ada aku, kau bisa mengandalkanku nanti...tenanglah!"


" Tapi mas..."


" Tenanglah Cindy, aku sudah berjanji pada Fahad untuk melindungimu...!"


" Mas, kenapa kau sangat baik padaku?"


" Kita kan teman bukan??"


" Ya kita teman,...!"


" Jadi kau harus tahu kegunaan temanmu ini ya!, aku akan siap sedia menjadi perisai untukmu..!"


" Terimakasih Mas...!" Cindy merasa lega, karena dia benar - benar memiliki seseorang yang sangat tulus berteman dengannya.


" Sama - sama...!"


Tenanglah Cindy aku akan menjagamu sepenuh hati, jikalau pun kau tetap memilihnya, aku tak apa, yang terpenting adalah kau tidak terluka dan bahagia


...----------------...


Di Toko bunga Aina


" Nona, selamat sore...!"


" Loh, Tuan Nam...!"


" Ya, ini hadiah untuk nona Aina...!"


" Apa ini?"


" nanti saja di bukanya, apa nona mau pulang??"


" Ya, aku sedang menunggu jemputan!"


" Kalau begitu saya antar nona!"


" Itu tidak usah, takut merepotkan!"


" Anggap saja balas budi saya nona, agar saya bisa lebih tenang...karna anda ibu saya menjalani prosedur operasi!"


" Baiklah... sebelumnya terimakasih ya Tuan Nam!"


" Silahkan masuk!"


membukakan pintu mobilnya.


Aina pun masuk ke dalam mobil Nam Hubbert.


dan mereka pun melaju kearah yang di tunjukan oleh Aina.


15 menit kemudian sampailah Aina di kediaman Pratama.

__ADS_1


" Nona apa ini rumah anda??" Terkejut karena kediaman itu sangat megah.


" Bukan ini rumah orang tua saya, hehehe!"


" Aih...baiklah...sudah sampai nona... tunggu sebentar!" Segera turun dan membukakan pintu mobilnya.


saat itu Iyus pun keluar dari dalam rumah,dan sangat terkejut melihat Aina pulang dengan seorang pria.


" Nona, apa sudah melihat hadiahnya?"


" oh,...!" Aina pun membuka kotak hadiah dari Nam Hubbert.


" Wah, cantiknya kalung ini ...Aina tidak berani menerimanya, pasti sangat mahal!"


" Nona harus terima, ini tanda terima kasih saya pada anda!"


mengambil dan memakaikan pada leher Aina.


Bajiiingan ini apa yang dia lakukan pada Aina,


Iyus segera menghampiri dua insan itu.


" Hei apa yang kau lakukan??"


teriak Iyus geram.


" Iyus...ada apa??"


" ada apa??, siapa dia Aina?, jangan sembarangan membawa pria asing pulang!"


menarik Aina ke belakang tubuhnya.


" Maaf anda siapa?" Tanya Nam Hubbert


" Siapa aku tidak penting bagimu, cepat pulanglah!, kau tidak di terima di sini!"


" Iyus apa hakmu melarangnya datang??, dia temanku... jangan ikut campur!!"


" Kau ini baru di kasih kalung begini saja sudah terbuai, kalung seperti ini saja aku bisa membelinya 100 untukmu!" mengambil kalung dari leher Aina dan mengembalikannya pada Nam Hubbert.


" Iyus kau jangan keterlaluan, aku tidak butuh kalung darimu!"


" Jangan sembarangan menerima hadiah dari orang asing Aina, aku sedang menjagamu!"


" Tuan Nam, sepertinya saya tidak bisa menerima hadiah anda, dan maafkan sikap saudaraku... terimakasih sudah mengantar saya pulang semoga operasi ibu anda lancar!"


" Nona, Aina...besok kita bicarakan lagi saja ya, saya permisi!" Nam Hubert menyimpan kembali hadiahnya kemudian dia pergi meninggalkan kediaman Pratama.


" Kau sudah puas Iyus!" Aina segera masuk ke dalam dengan hati yang sedih karena tak enak hati dengan Nam Hubbert.


Iyus mengikuti Aina sampai masuk ke dalam kamar.


" Apa yang kau lakukan di kamarku??"


" Kau jangan membawa pria lain pulang Aina...!"


" Iyus aku tidak pernah ikut campur dengan urusan pribadimu kenapa kau sangat ikut campur dengan urusanku???" untuk pertama kalinya Aina sangat marah.


Bagaimana bisa dia marah padaku seperti itu??


tapi kenapa aku juga sangat kesal sekali melihatnya dengan pria lain?


dalam hati Iyus .


" Keluar...aku tidak mau melihatmu!!"


" Lihat saja jika aku melihatmu bersama pria lain, aku akan mematahkan kakinya!" tegas Iyus


" Kenapa??, kenapa kau jahat padaku?, padahal aku tidak pernah jahat padamu?"


" Kau harus ingat apa yang ku katakan Aina!, aku tidak jahat aku hanya ingin melindungimu!"


" Aku tidak butuh, aku tidak butuh perlindunganmu, pergi kau jangan pernah muncul di hadapanku lagi, huhuhu...kau jahat...huhuhu...!"


"Jangan menangis!!!" Iyus membentak Aina


" aaaaaaahhhh huhuhuhu, kenapa aku slalu ditindas aku tidak pernah jahat pada siapa pun, kenapa huhuhu, apa hanya karena aku anak angkat di keluarga ini ,lalu kau bisa menindasku sesukamu huhuhuhu....aku juga tidak mau jadi yatim piatu, huhuhu bagaimana kau bisa jahat padaku Iyus...bahkan aku tidak pernah mengambil hati dengan ucapanmu yang slalu menyebalkan itu, apa kau tidak suka aku menjadi bagian keluarga ini?,.lalu kemana aku harus pulang Iyus...sejak aku bisa melihat, dan berbicara aku hanya tahu keluarga Pratama adalah rumahku, aku harus pergi kemana lagi untuk mendapatkan keluarga yang bisa menerimaku apa adanya?"


Iyus pun merasa sedih mendengar rengekan Aina, hatinya juga merasa pilu.


Iyus menarik Aina ke dalam pelukannya,


" Maafkan aku karena sudah keterlaluan padamu...jika kau menyukai kalung itu aku akan membelikannya untukmu, kau tidak boleh menerima hadiah apapun dari orang lain!"


" Kenapa?"

__ADS_1


kenapa ya?? Iyus juga bingung...kenapa?


dalam hatinya.


" Aih...kita bukan orang yang tidak mampu membeli barang seperti itu bukan?, jangan membuat malu keluarga Pratama!"


" apa aku membuat malu??"


" Ya, jangan kau ulangi lagi...kau baru kenal bukan dengan orang itu?"


" Ya baru 3 hari...!"


" Tanya saja pada Cindy dan Fahad jika kau tidak percaya dengan ucapanku, kau tidak boleh menerima hadiah dari orang yang baru kau kenal!"


" Yayayaya aku percaya!"


Iyus menahan tawanya melihat muka polos Aina yang percaya pada ucapannya.


" Anak pintar, kau juga pernah dengar kan Cindy pernah hampir dilecehkan oleh orang yang baru dikenalnya untung ada Martin saat itu!"


" Iya iya iya...aku jadi takut...!"


" Makanya kau harus menjaga jarak pada pria mana pun!"


" Lalu bagaimana aku berurusan dengan pelangganku??"


" Ya kalau hanya urusan bisnis tak apa antara pembeli dan penjual, jika sudah keluar dari itu Kau harus menghindari mereka, dari pada aku mematahkan kaki mereka!"


" mereka kan belum tentu jahat, bagaimana bisa kau sembarangan mematahkan kaki orang!"


" Ya maka dari itu, hindari pria - pria asing itu, jika butuh sesuatu jangan sungkan padaku!"


" Kau jahat aku tidak mau!"


" Maaf untuk yang tadi, jangan menangis lagi, aku tidak tahan melihatnya!" mengusap air mata Aina.


" Kau menyebalkan!" memukul Iyus dengan pelan.


" Iya tapi aku tidak pernah ada maksud tersembunyi padamu, orang lain kan berbeda, bagaimana jika kau diculik, dijual lalu di ambil paksa organ dalammu??"


" Ahhhh tidak mau takut!"


" Makanya, mulai sekarang ingatlah perkataanku... Sebagai permintaan maafku ayo ikut aku!" Iyus menarik tangan Aina keluar.


" Iyus Aina??" Vevey memergoki mereka keluar dari kamar yang sama.


" kalian??" sambung Hiro penuh dengan tanda tanya.


keduanya memasang wajah yang polos, seakan tidak ada yang salah pada mereka.


" Mama papa, kalian sudah di rumah??"


" Hai om tante...!" sapa Iyus santai.


" Kalian apa yang kalian lakukan di kamar?" tanya Hiro.


" Ya aku sedang membicarakan sesuatu tadi dengan Aina om... sekarang kita mau keluar sebentar, dada om dan tante!" tetap menggandeng tangan Aina dengan percaya diri.


Vevey dan Hiro saling memandang,


" Sayang apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan?"


tanya Hiro.


" Ya...mereka ada hubungan apa?? mereka tidak sedekat ini sebelumnya!"


" hmmm... sepertinya keponakanmu menyukai putrimu itu...!"


" Hai... sepertinya karma benci jadi Cinta itu nyata bukan??"


" Hahahah ya sudah kita lihat perkembangannya sajalah...mereka masih muda sepertinya mereka tidak menyadari perasaan mereka seperti Cindy dan Martin saat itu!"


" Jika saat itu kan Cindy terlalu bergantung pada Martin jadi aku pikir itu bukan Cinta hanya karena sudah bergantung saja!, tapi yang ini sepertinya berbeda...pantas saja ini anak pulang lebih cepat dari yang lainnya dari Samarinda!"


" hahahaha... astaga ... lalu bagaimana rasanya punya menantu Keponakanmu sendiri nanti sayang??"


"Oh astaga...!" Vevey memegangi kepalanya.


" Hahaha...ya mereka masih muda, tidak tahu bagaimana ke depannya, yang terpenting tetap dalam pengawasan yang baik saja!"


" Ya benar... rupanya aku sudah tidak muda lagi !"


" biar usia menua tapi dihatiku kau tidak akan pernah menua sayang!"


" Heleh ... Gombal terus...!"

__ADS_1


" Hahahaha... ayo ke kamar kita harus mencetak penerus Hirosan!"


Hirosan segera menarik Vevey masuk kedalam kamar.


__ADS_2