GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
22. Saling menjaga


__ADS_3

" Sialan, bagaimana bisa polisi datang sebanyak itu?, datang di saat kita belum selesai membuat perhitungan!"


semua yang tertangkap di periksa satu persatu, yang benar - benar hanya menonton dilepaskan yang terbukti mengikuti balapan dan taruhan di tahan sampai orang tuanya datang untuk mengambilnya, karna kebanyak mereka masih dibawah umur.


mereka di tahan dibagi menjadi 3 sel kebetulan sekali orang yang diincar Julius ada di sel yang sama dengannya.


" Hei kalian, bacingan, tidak tahu malu,berani sini satu lawan satu!" teriak Julius sangat emosi.


Mereka baku hantam dalam satu Sel dan membuat para petugas kualahan, dan memisahkan mereka.


" Berapa nomer orang tua kalian??"


" Daddy tidak akan bisa dihubungi, dan mommy juga sama!"


" lalu kau??"


" Mama sedang keluar negeri!"


" siapa yang bisa dihubungi untuk menjamin kalian???, kalian sangat mirip apa kalian bersaudara?"


" Ya pak!" jawab mereka serempak.


" kalian masih muda tapi membuat onar begini!, kalian pasti anak - anak kurang perhatian, dan hanya terfasilitasi saja!, kami harus berbicara dengan orang tua kalian!"


Fahad dan Julius sibuk berbisik,.


" Panggil bang Martin, pasti dia yang melapor kannya ke polisi!" bisik Julius.


" tidak aktiv dia pasti dengan kak Cindy!"


" telpon uncle mu itu Hiro!"


" tidakl dia sangat pro dengan mamaku, aku tidak mau membuat mama sedih!, telpon bibi saja!"


" telpon bibi kepalamu, mommy ku lebih menyeramkan jika marah! dari mamamu bego"


" Lalu?" mereka teringat seseorang.


mereka saling memandang.


" Om Kenzo...!" Serempak.


" Hei...aku sedang berbicara dengan kalian, kenapa kalian malah asyik berbincang sendiri, astaga aku miris dengan anak - anak sekarang!"


" Pak, Saya akan menelpon om saya, karna dia satu - satunya yang slalu dirumah!"


" Cepat hubungi!"


Dengan segera Fahad menghubungi Kenzo.


Selang beberapa menit Kenzo pun datang,


" Selamat sore pak, saya adalah om Fahad dan Julius, bisakah saya membawa mereka?"


" Aduh, pak mereka ini apa tidak ada perhatian dari orang tuanya?, Balap liar itu sangat berbahaya!"


" Apa balap Liar???" Kenzo terkejut.


" Ya, mereka juga berkelahi , aduh bagaimana ini perhatian orang tua, ini sangat memprihatikan mereka masih sangat muda, tolong lah jika orang tua nya tidak bisa, maka coba anda orang terdekat mereka yang mengarahkan!"


" Ya pak, saya akan mencoba berbicara pada mereka pelan - pelan nantinya!"


" Om Ken, maafkan kami tidak akan mengulangi lagi !" Ujar Fahad.


" Ya maafkan kami!" Sahut Julius.


" Karna seperti nya mereka sudah menyesal bisakah saya membawanya pulang?"


" Baik, Pak!, kalian ingat ya jangan diulangi lagi!"

__ADS_1


" iya pak!"


Saat beranjak akan pergi Ken mendengar perbincangan laporan kasus tentang perdagangan remaja.


" Kasus ini, cukup Rumit mereka sangat hati - hati !"


" ini tertuju dengan beberapa mafia di Jepang!"


Ken pun berdiri,


" ayo kita pulang !" Ajak Kenzo


Fahad dan Julius pun dibawa pulang oleh Kenzo.


" Kalian kenapa ikut balap Liar?, kalian masih memiliki seorang ibu,,, perasaan seorang ibu itu sangat mudah terluka, Fahad kau tahu bagaimana mamamu bersedih karna kehilangan Papahmu, apa kau ingin membuatnya menangis lagi?"


mendengar ucapan Kenzo, hati Fahad seperti tertusuk sebilah pisau.


" Om, jangan mengatakan hal ini pada mama, Fahad berjanji akan berubah!" ujar Fahad berkaca - kaca.


" Dan Kau Julius, kau ini kenapa menjelma menjadi Sansan?"


" Paman tolong jangan samakan aku dengan Sansan, kami berbeda, aku sangat benci di samakan dan dibanding - bandingkan!" Ujar Julius sangat kesal.


" Kau ini anak seorang Laksmana, kaluarga Pratama itu sangat berpengaruh, semua orang tahu jika keturunan keluarga Pratama itu anak - anak yang Genius, jaga nama baik keluarga mu!"


" Julius berterimakasih karna om sudah menjamin kami, tapi jangan menceramahiku!'


" Julius, kau tidak boleh berbicara seperti itu pada om Ken!"


" Tak apa Fahad, aku mengerti apa yang dirasakan Julius, tapi Julius apa yang kau tidak sukai itu terkadang adalah sebuah kebaikan untukmu di masa depan, aku berharap kau tidak mengulangi keselahan yang om lakukan saat di usia mu!"


" Ya..!" Jawab Julius singkat.


" kita makan dulu lah yuk!" Ajak Kenzo


mereka pun di ajak Kenzo makan dan berbincang, dangan pendekatan seperti rekan sebaya, Kenzo menasehati mereka secara perlahan.


" Rindu, aku juga rindu tante dan Sansan!" Sahut Julius.


" Ya, meski dulu aku dan Julius tidak begitu menyukai Sansan, sekarang kami tahu rasanya menjadi Sansan!" sambung Fahad


" Oh ya??"


" Ya, setelah kami lulus kami sendiri di rumah, kami kehilangan waktu bersama saudara kami, Sansan anak tunggal aku merasakan kesepianya, karna om dan tante sibuk kan!" ujar Julius.


" Oh kalian meski sangat nakal, kalian juga sangat peka ya!"


" hmmm kapan Tante bangun dan Sansan ketemu!" Ujar Fahad merasa sedih.


" memang apa yang akan kalian lakukan pada mereka jika Tante kalian bangundan Sansan kembali"


" kalau Fahad, Fahad akan meminta maaf pada Sansan, dan mencoba menjaganya!"


" Julius akan mengajaknya bermain, aku tidak salah jadi tidak akan minta maaf!"


" Hmmmm, om akan tetap mencarinya meskipun itu memakan waktu sangat lama!"


" Om, mungkinkah dia menjadi korban perdagangan manusia?" Tanya Julius


" semoga saja tidak Julius!, Fahad berharap Sansan baik - baik saja!"


" Om akan kembali ke Jepang!, jadi jadilah anak baik ya!"


" Ya om...!"


jawab mereka serempak.


" hmmm...kalian bukankah masih sekolah?"

__ADS_1


" Kami sudah lulus om!"


"Ha???"


" Kami lompat kelas!"


" ah, aku lupa padahal baru saja mengatakan kalian anak genius!"


" Kalian cepat menentukan jalan kalian, sebagai seorang laki - laki profesi adalah harga mati!"


" Hmmmm... oke om !" Jawab Fahad.


mereka pun sampai di kediaman Pratama.


" Om kapan balik ke jepang?"


tanya Julius


" Minggu depan!"


" oh baik!" mereka pun turun dari mobil


saat turun, tibalah mobil Martin .


Cindy segera turun dari mobil menghampiri Julius dan Fahad.


" Kalian, sini" Cindy menjewer telinga kedua adiknya menyeret masuk ke dalam rumah


" awwww Cindy sakit!" teriak Julius.


" Bagus kalian masih hidup, bisa - bisanya kalian ikut balap liar, apa kalian sudah bosan hidup?"


" Bang kenapa kau mengatakannya pada Cindy sih!" Ujar Julius


" aku terlambat menjeputnya karna kalian!" jawab Martin santai.


" parah sih, abang kenapa pakai acara lapor polisi?, kami ikut tertangkap!" Julius sangat kesal.


" Ha??? kok bisa?" Martin kebingungan


" Ya bisalah!"


" apa kalian kembali ke sana?"


" iyalah kami membuat perhitungan pada mereka tiba-tiba banyak polisi mengepung kami!"


" Lah????, lalu?"


" Kami ditangkap lah!"


" terus???"


" terus terus, ya kami buat rusuh lah di sel!"


" kalian!!!" Cindy menjewer telinga mereka lagi.


"lalu kenapa tidak menelpon abang?"


" Nomer kakak tidak aktiv,ya itu di jam abang jemput kakak! pasti juga ribet nanti bawa kakak!" ujar Fahad.


" Lah terus??"


" untung ada on Kenzo!"


" Hal ini sampai di sini, jangan sampai terulang lagi okey!"


" Baik!"


" kami akan menutupi semua dari paman , bibi dan ibu!"

__ADS_1


Kejadian itu di tutup rapat oleh Martin dan Cindy, juga Kenzo...mereka yang mengetahui kejadian itu menutup rapat dan tidak membahasnya lagi.


__ADS_2