
Saat itu penyambutan kepulangan Sasa pun berjalan dengan sangat bahagia dan penuh keharuan.
" Kau siapa??" Tanya Sasha yang melihat Tian datang bersama putrinya.
" Bunda, ini adalah istri om Kenzo...!"
" Oh, di mana Kenzo??, kenapa di menelantarkan istrinya??, ayo duduk sini siapa namamu?"
Sasha menyambut hangat kedatangan Tian, namun tidak dengan keluarga yang lain, yang hanya diam dengan pandangan mengintimidasi.
" Loh, kalian kenapa diam saja, apa kalian sudah kenal??" Tanya Sasha.
" Tentu saja sudah, Tian kan namamu? ...!" Jawab Vevey dengan senyum acuh.
Tian hanya mengangguk
" kakak, selamat ya, karna kakak sudah bisa berkumpul dengan keluarga lagi, aku tidak membawa kado mewah hanya kado kecil saja!" Tian menyerahkan hadiahnya pada Sasha.
" Kenapa repot - repot, terimakasih ya.."
" Sama - sama kak!"
" Oh di mana Kenzo??"
Menyebalkan sekali, kenapa dari tadi dia tanya Kenzo?, apa jangan - jangan memang benar dia menyukai Kenzo.
" Sayang, kau jangan terlalu lama berdiri...bukankah kau baru saja pulang, jangan terlalu di paksa!"
" Eh suamiku, aku tidak apa - apa aku sedang menyapa istri Kenzo, kenapa Kenzo tidak datang katanya sahabatku??, kenapa menyuruh istrinya datang sendiri?"
" Su, su suuu ami??" Tian kebingungan.
bukankah selama ini orang ini di panggil Sansan Om.
" Iya lupa kenalkan ini suamiku Tian...!"
" Kami sudah pernah bertemu!" sahut Chiko singkat dengan wajah yang tidak ramah.
" Heheh jika begitu Tian harus segera kembali, masih ada urusan maafkan Tian ya kakak, pamit ya semua, Sansan antar tante keluar yuk!"
" Ya tante...!" sambil melihat ke arah Chiko.
Chiko hanya memberikan isyarat mata.
" Sansan, apa yang terjadi bukankah kau slalu memanggilnya om??"
" Nyonya, aku tidak bisa menjelaskan apapun, nyonya bisakah kau membebaskan keluarga ku, jika nyonya berbaik hati, aku tidak akan menyebut nama nyonya jika semua ini ketahuan!"
" Apa kau mengancamku??"
" Beberapa saudara Sansan sudah sangat curiga jika aku ini palsu, karna banyaknya perbedaan di antara Sansan dan aku!"
" Apa maksudmu??"
" Sansan adalah anak yang sangat genius, meskipun dia hilang ingatan dia juga tidak akan kehilangan kegeniusannya,sedangkan aku , aku tidak bisa berlama-lama menyamar menjadi Sansan, siapa pun tidak akan bisa menjadi Sansan nyonya!"
" Apa kau mengancam ku??"
" Ini semua kebohongan, tidak akan bertahan lama!"
Benar juga, keluarga ini terlihat sangat hebat jika aku terlibat aku tidak tahu ayahku bisa menolongku atau tidak, dan itu akan membuatku semakin di benci Kenzo
dalam hati Tian.
" Aku akan membebaskan keluargamu, tapi menunggu semunya berakhir, takutnya kau mengingkari janji!"
__ADS_1
" Tapi nyonya!"
" Tidak ada tapi - tapian jika kau ketahuan dan namaku bersih, katakan aku juga tertipu olehmu, maka orang tuamu bebas, jika aku terlibat maka nyawa kedua orang tuamu kau tahu sendiri!"
" Baik!"
"sudah aku pergi dulu, ingat itu baik - baik!"
Tian pergi meninggalkan kediaman Pratama, Sansan memberi kode pada Zayn
Zayn segera mengikuti Tian dengan menggunakan motor dari belakang.
Nyonya, semua orang sudah tahu jika aku Sansan Palsu, keluarga ini lebih bisa di andalkan dari pada dirimu.
dalam hati Sansan palsu.
Setelah semua sudah puas mengobrol bersama, mereka segera kembali ke kediaman masing-masing.
Putra, Julius dan Fahad segera berangkat ke bandara untuk pergi ke negara M,
saat itu juga Tasya dan Dai menginjakkan kaki di bandara yang sama., mereka berpapasan,.saat itu hanya saja, hanya Dai dan Tasya saja yang mengenali mereka.
" Dai,itu sangat mirip.dengan saudaraku!" ujar Tasya.
" aku hanya tahu,mereka Tuan muda di keluarga Pratama, kau tidak salah melihat Tasya...!"
" Itu abang putra, iyus dan Fahad apakah benar?, karena iyus dan Fahad juga mirip!"
" Aku tidak hafal semua nama saudaramu Tasya, mereka kan masih ada hubungan darah jadi mirip juga wajar!, yang tidak wajar itu kau bukankah kau tidak ada hubungan darah?, kenapa kau sangat mirip dengan nona tertua di kediaman Pratama?"
" Oh, maksud mu kak Cindy??"
" Ya, ...dia sangat cantik tapi dia dan abang Martin sepertinya saling menyukai!"
" sepertinya, loe....!"
" Oh ya Abang Martin sangat baik pada kami sejak kecil, jika dengan Juno aku slalu berkelahi, Renata juga baik, bagaimana kabar mereka juga?"
" Tidak tahu, selama ini aku hidup bersamamu!"
" Oh ya mereka mau kemana?'
"mereka kan seorang andi negara, mungkin akan pergi dinas atau kemana!"
" wah mereka sungguh sudah dewasa,eh Jadi kita tinggal di mana??"
" Kau tidak bisa menemui tuan Kenzo di sini dengan identitas mu sekarang!"
" Lalu??"
" Nanti kau juga akan tahu!, kita mencari informasi dulu tentang keluargamu baru aku bisa membantumu bertemu dengan keluarga mu!"
...----------------...
"Sementara kita tinggal di sini dulu, aku akan kembali ke bascamp Black Dragon untuk
mencari tahu keadaan keluarga Pratama!"
" Bagaimana jika om Kenzo tahu jika kau di sini?, dia juga akan tahu keberadaan ku!"
" Aku akan katakan jika kau sedang liburan!"
" Ah, dia akan sangat percaya itu, jika aku akan menghamburkan hasil pertama ku!"
" hmmm, ayo kita ke makam ayahmu!"
__ADS_1
" Ya, ayooo..... kau jangan terlalu mengekspos wajahmu tutupi dengan masker dan pakailah jakert hudi!"
" aku tahu!"
setelah meyamarkan wajahnya mereka segera menuju ke makam Bram dan Jovan.
" OMG, itu Bibi...!" Tasya terkejut melihat Vevey yang sedang menangis sesegukan di dekat makam Jovan dan ditemani orang yang tidak asing di mata Tasya
" Dai, siapa laki-laki yang memegang pundak bibiku itu, dia tidak takutkah, jika pamanku bangkit dari kubur?? melihat ketidak sopanan pria itu!" Tasya berbisik di telinga Dai.
Dai menahan tawanya,
" Dia bukankah suami baru bibimu?"
" What,?? aku tidak tahu itu!"
" aku kira kau sudah tahu!, memang menikahnya sangat sederhana, hanya Keluarga terdekat!"
" oh tunggu siapa nama suami baru bibiku itu?"
" Hmmmm, aku agak lupa, aku tidak akrab dengan keluarga mu soalnya, tapi Sansan palsu pernah memanggilnya siapa ya??"
" Siapa??"
" Hmmm biar aku ingat, horo,heroo, haaaalupa!"
Tasya mengamati dengan jelas pria yang setia menemani Vevey itu
" Ah, dia om Hirosan...wah, sekarang aku harus manggilnya paman, aku ingat bunda bekerja sama dengannya!"
" Ya Hiro...!"
" mereka akhirnya menikah?, kenapa rumit sekali ya!"
" mereka sudah pergi, ayo kita ke sana!"
" Ya, ayo....!"
Tasya dan Dai segera menuju makam Jovan dan Bram yang berdampingan.
" Ayah, paman, maaf karena sangat lama tidak datang lagi melihat kalian, Ayah...aku sekarang sudah tahu bagaimana sulitnya pekerjaanmu,suatu saat nanti aku akan menggantikanmu menjadi ketua Black Dragon boleh?, aku sangat menyukai pekerjaan ini!"
" Apa jika begitu aku jadi bawahanmu dong??" ujar Dai.
" Heheheh, ya ketuanya aku tapi aku akan serahkan tanggung jawab padamu !"
" apa - apaan, sebaiknya kau membantu bundamu saja dengan bisnisnya!"
" aku tidak suka hal seperti itu, suka - suka akulah!"
" Ah, baiklah ...!"
" Paman Jovan, paman jangan cemburu ya dengan bibi Vevey, bukankah paman juga bertemu dengan bibi pertama?, jadi tidak apa - apa ya, kasihan sekali bibi Vevey , om eh paman Hiro juga baik kok!"
" Siapa bibi pertama??"
" Jadi sebelum menikah dengan bibi Vevey paman juga punya istri, dan itu mama kandungnya kakak Cindy, tapi bibi pertama meninggal karena melahirkan kakak Cindy!'
" Oh begitu, yayaya...garis jodoh memang rumit ya!"
" Benar Dai, itu kenapa jodohmu juga tidak terlihat sampai sekarang, kan??"
Menyebalkan sekali anak ini...sudah aku diam saja dari pada aku kena terus, jika tidak didepan makam ayahmu sudah ku jambak kau.
Dai yang menahan amarah
__ADS_1