GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
127. Meminta penjelasan


__ADS_3

" Yang Mulia ini kenapa ada di sini?"


" Siapa dia?"


" Dia adalah Raja dari negara F...!"


" Raja negara F?? kenapa menemui Kenzo dan Sansan!"


" Ha... mereka terlibat cinta segitiga!"


" Wah ... Sansan itu hebat sekali, bagaimana bisa dia menggait 2 orang luar biasa??"


Iyus sangat terkesan dengan saudaranya itu.


" Aku juga tak habis pikir, tapi aku yakin walaupun dia diculik, dia juga tidak akan mudah di tindas!" sambung Fahad


" Jadi om Kenzo dan Sansan bertengkar karna Raja dari negara F??" ujar Suhail.


" Wah, anak itu memang pembuat masalah...!"


" Bus itu berhenti di daerah ini tapi Tasya tidak turun!"


" Lah???, dipemberhentian selanjutnya?"


" Tidak ada rekaman Cctv nya!"


" Lacak plat busnya lah!"


" Tidak bisa!"


"Ya sudah kita cari di titik pemberhentian terakhir !"


" Raja itu bukan yang menculiknya kan??" ujar Iyus


" Coba aku telpon Dans dulu!"


Dai segera menelpon orang kepercayaan Alfred itu.


namun ternyata mereka juga sedang mencari Sansan.


"Bagaimana?"


" Mereka juga sedang mencari Sansan!"


" apa kau percaya dengan kata-kata nya?"


" Benar, bisa saja Raja itu menculik Sansan dan memaksanya menjadikan istri!"


" Kau terlalu kebanyakan baca komik Iyus!" tegas Suhail.


" Tidak Raja itu tidak seperti itu...dia sangat menghargai Sansan!"


" Jadi kemungkinan besarnya adalah keluarga istri om Kenzo!"


" Ya, jadi aku dan Abang Putra mencari di titik ini!"


" Aku dan Fahad ke sini!"


" Aku akan mencoba melacak rekaman- rekaman sekitar daerah ini!' ujar Dai.


" Ya sudah kami berangkat dulu!" Fahad dan Iyus pun bergegas pergi.


" Ayo Suhail!" Ajak putra.


" Abang tunggu sebentar aku ingin melihat Fathia!"


" Ok,...!"


Suhail berjalan ke ruang belakang,


" Tuan apa kau mencari Toilet?" tanya Yuki yang berada di halaman belakang.


" Di mana kamar Fathia bibi?"


" Itu tuan, tapi sepertinya dia kelelahan dia tertidur!' Suhail membuka pintu kamar Fathia? dan melihat Fathia yang tertidur sangat pulas.


" Bibi, Apa Tasya bisa menyembuhkan nya?"


" Anak itu belajar sangat giat pengobatan tradisional, entah untuk siapa, saya akan merawat nona ini dengan terapi - terapi ringan, semoga saja Tasya segera ditemukan!"


" Bibi jika kau bisa mengibatinya, tolong obati dia!"


" Saya akan berusaha, ...!"


" Terimakasih, kalau begitu aku akan pergi mencari Tasya!"


" Hati - hati Tuan!"


Suhail pun bergegas pergi bersama Putra.


Dai masih berjibaku dengan Laptopnya,


" Jadi di mana kau ini Tasya?"

__ADS_1


Gumam Dai sangat kesal bercampur khawatir, karena tidak biasanya begini merepotkan.


...----------------...


Kediaman Sasha.


" Suamiku, kenapa kau sedari tadi mondar - mandir terus apa yang kau pikirkan?"


" hanya masalah pekerjaan saja istriku...!'


" Apa itu??"


" Tidak apa-apa... sebaiknya kau lanjutkan aktivitas mu sayang!"


" Jika kau merasa sulit ceritakan padaku!"


" Iya terimakasih sayang, semuanya akan baik-baik saja!"


" Hmmm....!"


Apa yang dipikirkan Suamiku??, kenapa dia enggan berbagi kesulitan denganku, sebenarnya dia menganggapku istri atau bukan sih?


Sasha merasa kesal dengan Chiko.


" Tante, kenapa cemberut??"


" Aku kesal dengan suamiku Nathalie...!"


" Kenapa dengan om chiko?'


" Dia sedari tadi seperti orang bingung gelisah, saat ku tanya dia tidak jujur!"


"mungkin Om Chiko tidak ingin membebani tante, karena tante masih dalam proses pemulihan kan!"


" Ah, benar aku terlalu berpikir negatif...oh Natali kau rajin sekali membuat sarapan dan makan malam?"


" Iya Tante....Natali membuatkan makanan untuk om Zayn karena sudah sangat baik mengantar jemput Natali setiap hari!"


" Wah, Natali sangat baik...itu baru anaknya kakak Roy!"


" Tante aku ke sana dulu ya, tante jangan sedih lagi!"


" Okey....!"


Natalie pun segera menuju ke tempat di mana Zayn beristirahat.


Di taman tengah.


Zayn sangat suka merebahkan tubuhnya di bangku bawa pohon mangga atau terkadang di dekat kolam ikan.


" Oh Natali...apa kau repot membawakan aku makan malam lagi?"


" tidak repot om, lebih repot om Zayn setiap hari mengantar jemput Natali...!'


" Sudah perkejaan ku!"


" Makanlah om selagi masih hangat!"


" Ya, terimakasih, apa kau sudah makan?!" Zayn menerima makanan buatan Natali.


" aku tidak makan malam om,...!"


" Takut gemuk?"


" Hehehe bukan ,tidak terbiasa saja!"


" Baiklah....oh ya tumben sekali kau tidak menonton?"


" Ya, akhir - akhir ini Sansan agak berbeda...!"


" Maksudnya??"


" Ya, kadang seru, kadang menyebalkan!"


" Mungkin sedang ada masalah!"


" Mungkin, Aina juga sangat sibuk dengan kerjaannya!"


"Jadi kau tidak ada teman menonton?"


" Benar!"


" kalau butuh teman katakan padaku, aku akan menemani, meskipun aku tidak menikmati pertunjukan nya!"


" Oh sungguh om??"


" Ya, ...dari pada cuma rebahan ,aku akan menikmati masa mudaku yang hilang!"


" Kalau begitu besok kita Nonton ya om!"


" Ya, kau tentukan saja aku akan mengikuti!"


" Yeaaaaa.... akhirnya...!"

__ADS_1


" Kau girang sekali?'


" Ya, Natali senang... bagaimana masakan Natali kali ini om?"


" Natali sangat hebat, kau adalah wanita idaman karena pandai memasak!"


" Ihhhh om berlebihan..."


" anak jaman sekarang mana mengerti dapur, Natali mau bergelut di dapur itu sangat keren, nah...lihat...aku memakannya sampai habiskan?"


menunjukan wadah makan pada Natali.


" Wah, bersih... terimakasih om sudah mau menghabiskan makanan buatan Natali!"


" akulah yang harus berterima kasih, aku kembalikan wadahnya kau cepat lah tidur besok masuk pagi kan?"


" ah benar, kalau begitu selamat malam om!" Natalie pun kembali dengan hati yang gembira,


" Cucuku,apa yang membuatmu gembira?"


" Oh, Astaga.... nenek mengagetkan saja!"


" hehehehe... nenek dari tadi berdiri menyapa, tapi kau terlalu asyik dengan kegembiraan mu, sampai tidak menyadari ada nenek!"


" Heheheh nenek...maaf ya....!"


" Tak apa, Sekarang masuk kamar dan istirahat !"


" Baik nek!"


" Cucu ku sudah dewasa rupanya, semoga kau Menemukan kebahagiaanmu nak!" Mbok Yem sangat bahagia melihat Cucunya lebih aktiv dan menjadi lebih periang.


Sementara Di kamar utama,


Sasha melihat dirinya di kaca, sambil menyisir dan memperhatikan wajahnya.


" Apa aku sudah tidak cantik lagi?" ujarnya sambil memandang dirinya di kaca dengan wajah yang sedih.


" Bukankah kita suami istri??, semenjak aku pulang dari rumah sakit suamiku tidak tertarik padaku, tidak menyentuhku sama sekali, sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku?"


Tok tok tok...


" Sayang, apa kau sudah tidur??"


mendengar Suara Chiko Sasha segera bangkit dan berlari membukakan pintu dengan segera.


" Kau masih terjaga?, ada apa?, bukankah aku sudah mengatakannya berkali-kali untuk tidak tidur terlalu malam??"


" Jangan menyalahkan aku, kau yang mengetuk pintu sehingga aku terbangun!" Sasha berbohong.


" Berbohong lagi?"


" Aku tidak bohong, kau yang pembohong!!"


" Aku??" Chiko Terkejut.


" Ya, kau bilang kau sayang padaku, kau itu suamiku, tapi aku tidak merasakan ketulusanmu sebagaimana kau menjadi suamiku!"


Chiko hanya bisa diam tak sanggup menjelaskan atau membuat Sasha tenang.


"Kenapa kau diam saja??, katakan padaku apa aku ini sangat jelek??" tegas Sasha.


" Kau sangat cantik sayang!"


" Kau bohong, seharusnya jika aku cantik aku ini istrimu kau tidak pernah memintaku melayani kewajibanku sebagai seorang istri??"


Ahhhh, aku harus bagaimana Tuhan?


Chiko sangat kebingungan.


" Bukannya aku tidak berminat padamu sayang, semua aku lakukan demi kebaikanmu!'


" Bilang saja kau memiliki wanita lain, dan sudah tidak mau denganku!"


" Tidak ada wanita lain, tidak akan pernah ada, aku tidak pernah menyukai wanita mana pun dalam hidupku selain dirimu!"


" Kenapa kau selalu menghindari ku setiap malam, menunggu ku tidur kau baru masuk ke kamar, sebenarnya kau masih sayang padaku tidak?"


" Kau sudah mengalami penderitaan yang luar biasa, dan kau baru masa pemulihan, terlebih lagi kau juga kehilangan ingatanmu, aku takut suatu hari nanti kau akan mengira aku memanfaatkan keadaanmu"


" Sayang, aku merasa kau hanya mengasihiku saja kau tidak menyayangku, Suami istri lebih intim itu kan wajar, tapi kau slalu menghindariku, apa aku semenjijikan itu?"


" Jangan mengatakan kata-kata itu lagi ku mohon, aku tidak tahu harus memulai dari mana, menunjukkan kasih sayangku!"


Aku berusaha keras menahan diri, karena aku tahu diri nyonya...dalan hati Chiko.


" Kalau begitu kita mulai dari awal, karna aku sungguh tidak ingat apa-apa... meskipun kita sudah memiliki Sansan, Kita mulai mengenal lagi satu sama lain bagaimana?"


" Hmmmm boleh, ....!" Chiko merasa sangat lega.


" Sayang di mana foto pernikahan kita?"


Jengjreng.......

__ADS_1


pertanyaan Sasha benar - benar memukul hati Chiko.


Like nya jangan pelit ya...


__ADS_2