GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
216. Iri


__ADS_3

" Tuan dan Nyonya, tidak perlu terlalu sungkan, Justru sayalah yang banyak merepotkan Julia, mari silahkan masuk... karena perjalannya cukup jauh pasti cukup melelahkan kami akan mengantar sampai kediaman untuk beristirahat!"


" Maaf merepotkan Yang Mulia!" ujar Julia


" Tidak ada kata repot tenanglah julia!"


Mereka pun segera kembali menuju Istana , Alfred membawa keluarga Julia ke Istana tengah,


" wah, Yang Mulia apa ini sambutan untuk keluarga Saya??" tanya Julia sangat terkejut.


" Maaf Julia, aku menyiapkan semua ini mendadak...jadi jika ada yang tidak sesuai tolong di maklumi...!"


" Ini berlebihan yang mulia!"


Tunggu?? dari mana Raja tahu jika keluarga ku datang?


dalam hati Julia bertanya -tanya.


" Yang Mulia, sepanjang perjalanan ke sini saya sangat terkesan dengan bangunan-bangunan di negara anda, sederhana, rapi, berjarak dan hanya ada beberapa bangunan tinggi yang bisa dihitung dengan jari...!" Ujar Jonathan


" Benar, penataan di negara anda sangat luar biasa, sehingga udara di sini cukup segar untuk bernafas...!"


" Jika mereka ingin meningkat rumah, itu ada pajaknya...!"


" Oh ya??, sungguh ada pajaknya??"


" Ya, di istana saya hanya ada 2 bangunan tinggi ...satu Paviliun selir ke 7 dan yang kedua adalah tempat untuk saya menyapa para rakyat di luar sana...!"


" sepertinya selir ke 7 sangat berarti untuk anda...!"


" Itu hanya sebuah kesepakatan saja Tuan, ...!"


" Heheh maaf sudah membahas masalah pribadi, lalu berapa pajak untuk meningkat rumah di sini Yang Mulia??"


" Cukup mahal Tuan, makanya tidak ada rumah tingkat pribadi di sini, ...!"


" oh luar biasa!"


" Tapi saya membangun menara wisata cukup besar dan tinggi untuk mereka yang suka menikmati pemandangan dari atas ,untuk berlibur sangat cocok di sana juga menyediakan kamar untuk menginap...!"


" Wah, menakjubkan Yang Mulia!"


" Nanti kami akan mengantar Tuan dan Nyonya berkeliling di negara kami, sekarang ayo makan lalu istirahat!"


Setelah selesai di Jamu Nathan dan Savina di antarkan ke tempat yang sudah di siapkan dengan sangat baik oleh Raja.


Hal itu terdengar sampai di telinga Selir ke 3,


Di Taman utama,


" Apa??, ada apa dengan Raja...bisa - bisanya seperti itu??, keluarga ku bahkan tidak pernah di jamu di Istana!, aku sangat kesal mendengarnya!"


" Tapi Nyonya, kabarnya Keluarga Nona Julia memang bukan dari kalangan biasa di negaranya, keluarga mereka cukup berpengaruh!"

__ADS_1


" Apa yang kalian tahu??"


" Ayah dari Nona adalah Laksamana besar, dan ibunya seorang pebisnis, keluarga mereka cukup di segani di negaranya!"


" Itu kan di negaranya, ini negara siapa??"


Saat Raja ingin menikahi Tasya aku tidak sekesal ini, tapi kenapa saat Raja, sangat perhatian dengan Julia aku sangat marah, bahkan aku lebih cantik darinya, aku lebih patuh, aku tidak pernah membantahnya...


apa kurangnya aku??


dalam hati Selir ketiga.


" Sudah biarkan saja dia menikmati apa yang dia dapatkan sementara ini...!"


" Oh Selir ketiga sebaiknya anda tidak macam-macam...!" Sahut Putri Alena yang kebetulan lewat.


" Hormat pada Tuan Putri...!" semua memberikan hormat.


" Maksud Kakak ipar apa ya??" Selir ke 3 pura-pura tidak tahu.


" Jangan mengusik kesayangan Kaisar, jika Yang Mulia memperlakukan seseorang dengan baik, sebagai seorang selir, harus berbesar hati mendukung, pastikan posisimu aman agar tidak disingkirkan!"


" Tapi Tuan Putri, kenapa harus wanita dari negara lain??, bukankah di negara kita sendiri banyak wanita cantik dan terhormat??"


" Itu terserah adikku dia menyukai siapa??, kenapa harus di atur olehmu??, sejak dulu tidak ada aturan yang mengharuskan menikah dengan wanita di negara sendiri, seharusnya kau tau mendiang ibu mertuamu dulu seorang tawanan...!"


" Saya mengerti kakak ipar...!"


Alena pun segera kembali ke kediamannya.


" Tuan Putri, apa anda tidak masalah dengan Raja sangat perhatian dengan. wanita luar??"


" Adikku sudah dewasa, dia seorang Raja bisa memiliki apa saja yang dia inginkan...!"


" Tapi nona ini lebih elegan, dan sangat pandai beradaptasi dari nona Tasya, memang mereka sedikit ada kemiripan!"


" Tasya itu juga bisa elegan jika dia mau, memang dia tidak mau dan tidak ingin beradaptasi di Istana ini, Aku sudah tahu jika adikku tidak akan bisa memenangkan hatinya, anak itu terlalu kuat di takhlukkan!"


" Lalu bagaimana dengan nona ini?? bukankah masih saudara dengan nona Tasya??'


" Anak ini jika di amati juga tidak kalah menakjubkan dari Tasya, baru sebentar tinggal di sini sudah mendapatkan perhatian adikku, pantas saja Selir ke 3 iri...!"


" Tapi Selir ke 7 masih sangat aman dia sepertinya dekat dengan nona Tasya, malah dengan selir ke 3 tidak akur!"


" Selir ke 7 menikah dengan Raja karena paksaan orang tuanya hanya kepentingan politik saja, aku tahu dia memiliki seseorang dihatinya dan itu bukan adikku, makanya dia tidak pernah cemburu atau sedih saat Raja memperhatikan wanita lain atau mengabaikannya!"


". Selir ke 7 sangat hebat, jika aku jadi dirinya aku mungkin memilih kawin lari dengan kekasihku, dari pada mendapatkan status tinggi namun hanya sebagai hiasan rumah saja!"


" Itu dia, adikku sangat kejam... seharusnya dia sudah berpikir untuk memiliki seorang putra mahkota,... memiliki seorang anak juga tidak harus dengan cinta kan??, atau jangan-jangan adikku itu sebenarnya masih perjaka??"


" Hihihi, Tuan Putri...bisa saja sih... karena Yang Mulia setelah kematian Ratu juga tidak pernah menginjakkan kaki di kediaman Selir - selirnya, bukankah seorang pria itu paling Sulit menahan nafsunya??"


" Hahahahaha, jangan-jangan adikku itu belum sempat berhubungan dengan mendiang Ratu...hahahah astaga, adikku ini sangat payah... lah iya masak dia jadi duda kembang ??"

__ADS_1


" Hihihihihihi!" Alena dan pelayanannya sangat kompak menertawakan Alfred.


" Baiklah, akan ku cari tahu nanti...hihihi...!"


" Bagaimana anda mencari tahu nona??"


" Heheheh... Dans , heheheh Dans adalah kunci jawaban dari segala pertanyaan kita!"


" Hihihihi....!"


Keduanya masih menertawakan Alfred.


Sementara di Paviliun Tenggara.


" Apa Kediaman ini khusus untukmu??" Tanya Nathan pada putrinya seakan tidak percaya.


" Ya Dad...heheh...!"


" Putriku Raja tidak berbuat macam-macam padamu kan??"


" Tidak ayah... dia sangat baik dan menghargai Julia...!"


" Dia tidak pernah berdekatan dengan mu sedikit pun kan??"


" Ehmm pernah sekali, saat Julia di minta untuk menggantikan Tasya menyapa Rakyatnya!"


" Haaaa??? appaaaa??" Savina dan Nathan terkejut.


" Bukan kami tidak menikah loe...hanya menyapa saja, agar semua Rakyat yang datang tidak kecewa dan sia-sia!"


" Itu juga sama saja menipu Rakyatnya... bagaimana sih Raja itu?, kenapa tidak jujur saja jika pernikahan itu di batalkan!, tidak gentle sama sekali!" ujar Savina kesal


" Sayang, itu sangat lucu jika Raja mengatakan calon istrinya kabur...atau di culik, bagaimana bisa istana begitu besar dengan keamanan yang cukup tinggi bisa di masuki orang asing dengan mudah, Raja akan di tertawakan Rakyatnya...dan juga negara lain...itu akan memicu negara lain untuk mencoba hal yang sama...maka negaranya akan terancam...!"


Nathan yang mengerti tentang keamanan negara.


" Masuk akal juga...tapi hebat sekali Raja bisa membukam semua mulut orang - orang yang tahu saat itu...!"


" Mom, Semua orang di dalam istana harus menjadi buta , tuli dan bisu saat keluar istana, mereka tidak boleh menyampaikan apa yang mereka lihat dengar di dalam istana keluar, jangankan keluar mereka menceritakan pada keluarga kandungannya saja tidak boleh, sudah ada hal seperti itu dan semuanya di bantai habis satu keluarga oleh Raja...!"


" Wooo dia lebih kejam dari Daddy...!" Nathan sangat takjub pada ketegasan sang Raja.


" Menakutkan, jangan terlalu dekat dengan Raja Julia, tinggalkan saja tempat ini dan cari tempat lain, atau tidak usah buka cabang di sini ayo pulang bersama kami sekarang!" Seorang ibu yang over thinking karena Julia adalah anak perempuan satu-satunya.


" Sayang, ada Dai kau tenang saja...kau ini jangan banyak berpikir itu bukan hal yang perlu di takuti dia cukup bijaksana, jika Julia tidak melanggar aturan juga tidak akan terjadi masalah!'


" Ya Julia sangat hati-hati kok hehehe!"


Dai yang tahu kelakuan Julia sebelas dua belas dengan Tantan hanya tertawa dalam hati.


Laksamana jika kau tahu kelakuan putrimu, kau akan segera mengajaknya pulang sekarang.


dalam hati Dai.

__ADS_1


__ADS_2