
" Aini, ...!"
" Oh, Yohana...apa kabar??"
" Baik, bagaimana denganmu?"
" Baik juga, wah tokomu semakin besar ya!" Ujar Yohana.
" ehmm, apa kau ingin menanyakan kabar Julius?"
" Tidak, ...!"
" Lalu?"
" Julius kan sedang menjalani pendidikan, tidak akan ada kabar sampai lulus!"
" Oh, begitu...apa kau merindukannya?"
" Tidak,...!"
" Oh, aku kira kau ada hubungan spesial dengan saudaraku itu!"
" Saudara?"
" Eh, iyakan sudah kayak saudara sendiri!"
Aku tidak berbohong ya Tuhan, kan memang kita tidak ada ikatan darah ya. dalam hati Aini
" Oh...kita tidak ada hubungan spesial, kita hanya murni teman dan lagi umur kita kan terpaut !"
" Umur bukan masalah kali...!"
" iya juga sih, oh Aini...apa Suhail sudah kembali??"
" Suhail??"
" Dia sekarang jika cuti, menyamakan jadwal Cuti kak Putra!"
" Siapa itu?"
" Kakak angkatnya, kan juga masuk TNI, Cuma beda elemen saja!"
" Beda elemen gimana sih?"
" Ya kak Putra kan Angkatan Darat, Suhail Laut apa udara ya aku lupa hehehe!"
" Astaga, emangnya Avatar beda elemen!"
" Hihihi ...!" Aina hanya meringis.
" Aini, kau harus memberitahukunya jika Suhail kembali!"
" Oh??, kenapa???"
(maklum lah Aina lemot)
" Astaga, ya kasih tahulah, aku ingin bertemu dengannya!"
" Oh, oke...nanti aku akan menghubungimu!"
" terimakasih!"
Drrrrrtttt drrrrtttttt
( cungkling, cungkling nya kita ganti drrrt aja mode getar ya, banyak yang komen alarm khas author soalanya)
" Ya ma???"
"Aina, bisakah kau menjemput Natali, di bandara??, seharusnya kakakmu Cindy tapi dia ada meeting dadakan!"
" Oh, tentu saja bisa ma!"
" oke, anak baik... tolong ya??, kau bisa menemaninya juga kan ?"
" Tentu saja bisa ma!"
" Oke... terimakasih sayang I love you!"
" I love you too!"
panggilan pun berakhir,...
" Kau mau pergi?"
" Ya, aku mau menjemput saudaraku di bandara!"
__ADS_1
" Oh, aku antar, hari ini aku bawa mobil!"
" Baiklah, merepotkan mu Yohana!"
" Tidak aku sedang Free!"
" Kau punya mobil sendiri kenapa dulu suka sekali minta di antar jemput Julius?"
" Ah, heheh...ya bagaimana ya, aku sulit menjelaskan , jadi itu agar orang - orang yang mengejarku, berhenti mengejarku karena mengira aku sudah punya pacar!"
" Wah, kau jadikan tameng Julius!"
" Tidak, tidak... tapi kita kan simbiosis mutualisme, dia dapat uang aku aman!"
Yohana, bagaimana jika nanti kau tahu, uang yang kau berikan itu hanya untuk satu hari jajan Julius ?, tapi Julius ini memang aneh sih, kenapa juga harus pura - pura jadi orang tidak punya dalam hati Aina.
" Julius, sebenarnya tidak memerlukan uangmu Yohana!"
" Lalu?"
" Kau seharusnya tahu kan, dia sangat nyaman di dekatmu, sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu!"
" Hahahahaha, Aini jangan melawak dong, aku sudah menyukai seseorang, dan aku juga tidak ada perasaan apa pun pada Julius!"
" Kau kejam sekali?, ah...jika di drama korea, Julius pasti saingan pemeran utama prianya!"
" Kau suka drakor?"
" Ya..., ah...setelah ini aku mau mengajak natali dan Sansan menonton drakor saja!"
" oh...aku tidak terlalu suka sih!"
"Ya itu terserah kau!"
Aini menjadi hilang respect pada Yohana, karna sepertinya Yohana memanfaatkan Julius, untuk kepentingan pribadinya.
Masih mendinglah Sansan palsu dari pada Yohana, aku harus jaga jarak dengan orang seperti ini katak Kak Cindy.
dalam hati Aini.
" Sudah, sampai...!"
" Terimakasih Yohana, ini uang ganti bensinnya ya!"
Aini meletakkan uang 200.000 di kursi yang habis di dudukinya.
" Kata kakakku, aku tidak boleh berhutang budi pada orang lain, terimakasih Yohana, kau bisa pulang!"
" Eh, aku akan mengantar sampai rumah!"
" Tidak, kami mau temu kangen dulu berdua!"
" Apa aku mengganggu?"
" Takutnya kau yang akan terganggu!, bye...!" Aini segera masuk ke Bandara.
Ada apa dengan Aini, kenapa dia sangat aneh?
dalam hati Yohana
sambil melajukan mobilnya.
" Natali!"
" Ah, Aini lama sekali???"
" Maafkan aku ya...!"
" Tidak apa - apa, lihat aku bawa oleh - oleh buat kau dan Sansan, ini lihat semua berbau BTS untuk kalian!"
" Ah, terimakasih, ih kau curang, kau bisa melihat konsernya langsung kan kemarin?"
" hehehe, iya wah...Jimin sangat uwoooooohhh!"
" Ah, lalu bagaimana dengan suamiku, Jungkook?"
" Eh, Sansan juga menyukai Jungkook kan?"
" Tidak masalah, istri 2 cukup kok!"ujar Aina santai.
mereka akan gila ketika membahas idolanya jadi ceritanya mereka bertiga ini Army ya guys, termasuk author wkwkwkwk.
mereka dekat karna satu frekuensi, apalagi Natali sejak kecil tinggal di korea, yang membuat Sansan palsu dan Aini, semakin mudah mendapatkan barang - barang BTS, dan mereka menjadi sangat kompak.
"hahahah, oh ya ...aku juga membawa oleh - oleh untuk yang lain, cuma aku paketkan lebih dulu, mungkin sudah di terima nenek paketnya!"
__ADS_1
" Oh ya?, kau repot sekali?"
"tidaklah tidak repot sama sekali, karna aku tidak tahu kesukaan. Kak Cindy dan Julia, aku hanya membawa beberapa aksesoris untuk mereka !"
" dan beberapa parfum untuk bibi dan paman, mamaku sih yang menyiapkan!"
" Mereka pasti akan suka, karna Natali yang memberikannya!"
"Syukurlah jika begitu!"
Mereka pun sampai di kediaman Pratama,
" Aini, terimakasih sudah menjemputku!, aku harus menemui nenek dulu!"
"Okey, ...selamat melepas rindu , aku akan membongkar oleh - oleh mu dulu ya!" Aini buru - buru membawa oleh-olehnya masuk.
Dan Natali, pun mencari Neneknya....
" Nenek, nenek....!"
Mbok Yem yang mendengar suara Cucunya itu langsung keluar dari kamarnya.
" Cucukuuuuuuuuuu!" Mbok Yem memeluk Cucu semata wayangnya dengan erat karena sangat rindu.
"Nenek, Natali kangen!"
" Nenek Juga, ayo sini masuk...karna tuan Kenzo tahu Natali akan tinggal di sini, dia mengdesignkan kamar untuk Natali lihatlah, kamarnya bersebelahan dengan kamar nona Sansan!"
" Wah, mereka baik sekali nek?"
" Maka dari itu Nenek sangat senang bersama mereka!"
" Nenekz Sansan di mana?"
" Nona, di rumah sakit, sekarang jarang pulang, nona sering menginap di rumah sakit!"
" Oh begitu,...dia menemani Bundanya pasti!"
" Iya, sekarang Natali istirahat saja dulu, nenek akan buatkan makanan untuk Natali!"
" Ya nenek terimakasih!"
Natali pun masuk ke dalam kamar yang sudah didisign oleh Kenzo, sesuai dengan selera Natalie.
Pantas saja nenek bersikeras tetap tinggal di sini, mereka benar-benar orang yang baik, aku penasaran seperti apa Bunda Sansan, kata mama sih, sama cantiknya seperti Sansan, mereka dulu pasti memperlakukan nenek dengan baik sampai nenek lebih memilih di sini dari pada dengan kami keluarganya.
Ceklek....
" Nataliiiiiiii.....!"
" Oh, Sansan....kau sudah pulang?, aku baru saja tiba!"
" Kau ini kenapa datang tidak berkabar, jika tidak melihat status Aina yang pamer oleh - oleh darimu mana aku tahu kau sudah di Indonesia!"
" Maaf, maaf, aku hanya ingin memberi kalian kejutan, oh ya kata nenek kau sering tinggal di rumah sakit, bagaimana keadaan bundamu?"
" Baik, nanti kita ke sana ya, mana oleh-oleh untukku, apa hanya Aina yang dapat?"
"tentu saja tidak, ini untukmu!" Natali memebrikan bingkisan pada Sansan.
Sansan segera menerimanya, dan membukanya.
" Uwaaaaaaaaaa, Nataliiiiiiii kau baik sekaliiii aku terharu....!" Memeluk barang - barangnya?'
" Apa kau senang?"
" Ya, Happy Kiyowo...!" Sansan memeluk Natali dengan sangat girang.
" Eh, nona sudah pulang!"
" Mbok, lihat cucumu membawakan barang - barang BTS ,ahhhhh Aku akan menatanya dengan rapi di kamarku dulu, eh Natali, apa kau suka kamarmu?"
" Sangat suka, terimakasih karna memberi tempat tinggal Sansan!"
" ini milik bundaku, aku juga hanya menumpang, hehehe!"
" Ih kau ini,....!"
" Nona, mbok sudah masak ,ayo nona makan bersama kami!"
" Oke mbok, aku bawa ini ke kamarku dulu, nanti aku makan!"
" Baik, nona!"
Sansan segera meletakkan barang-barangnya dengan rapi dan hati - hati,
__ADS_1
Sansan, aku tidak tahu kau menyukai BTS atau tidak, sementara ini kamarmu penuh dengan BTS dulu ya,dulu untuk membeli poster - posternya saja aku harus menahan lapar 2 minggu, sekarang aku mendapatkan semuanya cuma - cuma, padahal ini bukan barang murah, tapi kau memiliki saudara - saudara yang sangat baik, keluarga yang hangat, terkadang aku berpikir sangat jahat, karna tidak ingin kau kembali, tapi itu tidak mungkin karna aku tidak akan pernah bisa memiliki apa yang tidak aku miliki, bisakah kau datang sedikit lebih terlambat, karena aku baru menikmati kebahagiaan di keluargamu dalam hati Sansan Palsu.
setelah menata barang - barangnya ,Sansan segera menyusul ke ruang makan.