
Pukul, enam pagi...
Tasya sudah bersiap berangkat ke bandara dengan motor yang ada di kediaman itu.
Tasya sudah berdiri sigap di pintu bandara, menunggu kedatangan sang om - om yang dia rindukan.
2 jam Tasya menunggu berdiri tanpa bergerak sedikit pun, namun Kenzo tidak terlihat batang hidungnya, karena dia sudah diluar istana dia bisa menggunakan ponselnya.
Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kenzo, namun tidak dapat dihubungi.
" Sebenarnya, kau jadi datang tidak hari ini?" Gumam Tasya yang sudah merasa lelah karena menunggu lama.
Drrrrrr drrrrrrtt
" Oh?? papa? ada apa??"
" Tasya, tuan Kenzo menunggu di caffe sebelah utara bandara!"
" Apa bagaimana bisa tidak menelponeku lebih dulu!"
" Beliau lupa!"
" untuk apa aku, capek - capek menunggu di sini seperti orang bodoh!" berbalik sambil bergumam, namun Tasya terkejut dengan sesosok yang dilihatnya.
sesosok pria bertubuh tinggi dengan pakaian casualnya dan kaca mata hitam yang slalu di pakai saat di luar ruangan, siapa lagi kalau bukan,
" Ommmmmmmmmmmm...Kenzoooooooooo!"
dengan kilat Tasya sudah berada digendongan om - om tanpa tidak ada ampun itu.
" Wah, kau semakin berat! , apa di istana makanmu sangat terjamin?"
" Ya, untuk makan aku sangat terjamin!" Tasya memeluk erat orang yang sudah dirindukannya.
" syukurlah, orang ku makan dan hidup dengan terjamin, tapi bisakah kau turun?, semua orang melihat kita!"
" Tidak mau ayo Jalan!!"
" Kau ke sini naik apa?"
" Motor lah, ...kami kan hanya babu di sini masak mau pakai mobil?, lagian di Jepang kita terbiasa hidup primitif!"
" Bagus, jangan terbiasa dengan kemewahan!"
" Mana ada aku terbiasa, aku dari kecil sangat kesulitan om!"
" Oh yah, maafkan aku... karena kau terlihat selalu ceria, maka aku melupakan masa kelammu!"
" Yang terpenting jangan melupakan tentangku okey??!"
" Mana mungkin, anak nakal yang bergelantungan seperti monyet ini mana mungkin bisa ku lupakan!"
" hehehe,...hmmm...jika ada monyet seekor yang cantik seperti aku , seharusnya sudah memecahkan rekor dunialah!, bagaimana bisa om menyamakanku dengan monyet!" kesal.
" Yang mana motormu?"
" Itu!" Tasya menunjuk ke arah motor yang di bawanya.
Kenzo mendudukkan Tasya di jok belakang, dan kemudian dia duduk di kemudi.
dengan Sigap, Tasya langsung memeluk Kenzo ,dengan erat.
" Om, kau mengerjaiku dengan totalitas, kenapa harus papa yang memberitahuku!, itu terlihat sangat kejam, kau menyepelekan aku!"
" Hahahah, membuatmu kesal itu membuatku sangat bahagia, aku melihat tingkahmu yang kesal itu sangat menyenangkan!"
__ADS_1
" wahz parah sekali, kesenangan mu adalah kekesalan orang lain!, ah sudahlah aku tidak akan perhitungan padamu!"
" Perhitungan juga tidak apa - apa!, ini ke arah mana?"
" Lurus saja terus kau akan menemui perempatan kecil lalu belok kanan, terus sampai ketemu dengan gan buntu, di sana kita tinggal!'
setelah perjalanan yang lumayan jauh sampailah mereka di kediaman yang mereka tempati.
" tidak buruk!" Ujar Kenzo melihat tempat tinggal yang ditinggali boleh keluarga Tanaka.
" Tuan selamat datang, ...!" Yukini yang biasa dengan nada galak dan tinggi itu, tiba - tiba berubah menjadi ibu kucing.
" Tuan, ....!" Mimoto membungkukan tubuhnya.
" Oh ya terimakasih...apa kalian hidup nyaman di sini?"
" Ah, begitulah seperti yang anda lihat Tuan!"
" Baguslah, aku ingin beristirahat dulu!"
" Aku tunjukkan kamarmu om!" dengan penuh semangat.
" beristirahatlah tuan, kami akan menghangatkan makanan, untuk anda makan siang nanti!"
" Ya!"
Tasya segera menarik kenzo menuju kamar yang akan di tempati kenzo yang berdekatan dengan kamar Tasya tentunya .
" om, mau tinggal satu kamar denganku atau didekatku?"
" Adakah yang sedikit berjarak denganmu?"
" tidak!!!" tegas Tasya.
" Oh, kalau begitu yang dekat denganmu saja!"
" Tapi aku keberatan!!"
" Ah, ayolah om...jangan seperti itu, berapa kali pun kau melarangku maka itu seperti kau menuyuruhku!"
" Ahz sudahlah terserah aku hanya ingin merebahkan tubuhku, karena sangat lelah!" Ujar Kenzo yang menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, Tasya segera menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Kenzo.
" apa yang kau lakukan?" tanya Kenzo
" Aku juga lelah, heeeee"
" Kau ini menyebalkan sekali!, aku bagaimana bisa beristirahat?"
"Ssssstttt sudah om pejamkan matamu, aku juga sangat lelah karena saat di istana aku tidak tidur teratur!"
Kenzo merangkul pinggang Tasya dan memejamkan matanya, dia memang tidak pernah bisa menolak permintaan gadis nakal ini terlebih, Kenzo memang sangat merasa nyaman setiap kali bersama Tasya, saat merasa kehabisan tenaga, Tasya memberikannya energi yang membuat semua lelahnya menghilang.
Kenzo merasa tidurnya sangat nyenyak, tak terasa mereka sudah tertidur 4 jam lamanya.
namun Tasya masih terlelap dengan mulut ternganganya.
Kenzo menutup mulut kecil yang mengaga itu sambil tersenyum.
" Apa kau sangat kelelahan?" Kenzo memeluk Tasya seperti guling , karena sangking gemasnya.
" Om, aku hampir mati kehabisan napas!" Bisik Tasya perlahan.
" Oh ya??, kukira nyawamu melebihi kucing!"
" kalau begitu rasakan ini!" Tasya membalas pelukan kenzo dengan sangat erat.
__ADS_1
" uhuk uhuk uhuk...!"
" nah, enak kan om?"
Kenzo melepas pelukannya
" Kau ini sebenarnya perempuan atau laki-laki ?, tenagamu besar sekali!"
" apa aku harus menunjukannya padamu om, agar kau tidak ragu padaku!"
" Sembarangan, bagaimana bisa kau semabarangan bicara seperti itu!"
" om kan yang lebih dulu memulainya!"
" Dasar anak nakal!!!, aku tidak mau berdebat denganmu!" segera berdiri
" mau kemana om?"
" Makanlah, aku lapar!"
" Tunggu om....!" Tasya melompat ke punggung Kenzo.
" Astaga, wanita macam apa kau ini Tasya??"
" Macam satu saja tidak ada duanya. dimula bumi ini om!"
" Ah,,,sudahlah ...!" Kenzo pun tetap menggendong Tasya di punggungnya.
" Tuan sudah bangun, apa sudah lapar?"
" Ya, aku ingin pangsit ayam,kuah apa ada?"
" Saya akan buatkan, apa yang ingin anda minum?"
" Tapi aku ingin minum susu hangat dulu!"
" Baik Tuan!"
Yukini segera membuatkan makanan sesuai permintaan Kenzo.
" Om, kenapa mama denganmu sangat halus dan lembut ya?"
" Dia sangat menyayangiku sejak kecil, selain Bibi dan pamanku, keluarga Tanaka ini adalah rumah kedua untukku!"
" Ah, ya...mereka juga menerima ku dan Dai dengan sangat baik!"
" Mereka memang sangat baik, hanya kalian saja yang slalu membuat keributan...!"
" Hehehe, apa papa dan mama mengadu pada om?"
" Tentu saja, kau dan Dai, yang tidak pernah bisa terpisah dan kompak membuat kegaduhan, pasti di istana kalian juga membuat kegaduhan kan??"
" Hahah, belum om, belum waktunya....aku masih memikirkan caranya hohoho!"
" memang apa permasalahan dalam istana itu?"
" Panjang sih om, jadi intinya saja ya!"
" Ya....!"
" Raja terdahulu memiliki 2 orang putra dan 1 putri, yang pertama bernama Albert yang kedua putri Aleina,dan yang ke tiga adalah Alfred, namun entah apa yang di lakukan putra mahkota ,yang membuat gelarnya di cabut dan diberikan kepada adik bontotnya si Alfred!"
" Lalu??"
" Alfred kemudian menjadi raja dan menikah, setelah kematian istrinya dia sangat tidak baik-baik saja, dan kakaknya yang laki - laki mulai masuk memperdaya adiknya yang sedang rapuh ini, dia seperti saudara yang sangat baik namun, dia membuat image adiknya buruk di mata rakyatnya sehingga dia dibenci rakyatnya sendiri, dan kakaknya yang kedua sebenarnya baik, hanya dia pura-pura tifak peduli, karena pasti ada beberapa orang yang harus dilindungi keberadaannya, namun dalam ketidak peduliannya , kakak perempuan raja ini diam-diam membantu!"
__ADS_1
" Wah,,, itu sudah jelas kematian ratu pasti tidak beres!"
" Iya, aku juga berpikir seperti itu om!"