GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
310. Ketakutan Yuyun


__ADS_3

" Ibu Maura, apa anda berjalan jauh??" tanya Sansan


Maura mengangguk lemah,


" Nggit, ambilkan air putih hangat dan campur ini kedalamnya!"


pinta Sansan.


Setelah Maura meminumnya dia segera kembali bertenaga.


" Bu,siapa yang menjamin anda keluar Penjara??" Fahad segera menanyakan hal itu.


" hiks hiks hiks....!" Maura malah menangis terisak-isak.


Sansan dan Fahad saling memandang, itu artinya tidak sesuai alur yang mereka bicarakan.


" Nak Fahad, nak Anggita, maafkan saya, meskipun saya tidak layak memohon maaf pada kalian berdua!"


kini Anggita dan Fahad yang saling beradu tatap,


" Bu, anda belum menjawab pertanyaan, keponakan saya loe??" ujar Sansan.


" Ah, Yuna yang menjamin saya dia menjual rumah dan perhiasan saya untuk menebus saya...hiks hiks padahal itu rumah sangat penting bagi saya, bagaimana jika saya tidak bisa menebusnya kembali?, rumah itu akan hilang...!"


Fahad masih memandang curiga pada ibu mertuanya.


" Nak, bolehkah ibu masuk kamar mengemasi barang ibu??, ibu mau kembali ke rumah ibu!" ujar Maura dengan lembut.


Fahad masih terdiam,


" Nak, Yuna kan sudah menjadi istrimu, itu artinya sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu, ibu tidak tahu masalah apa yang membuat kalian bertengkar, tapi itulah keluarga, pasti ada pertengkaran, dan nak Fahad mulai sekarang ibu tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kalian, apapun keputusan nak Fahad terhadap putri saya, itu adalah hak nak Fahad ibu juga sudah tidak mau tahu lagi tentang Yuna, ibu sudah terlanjur sakit hati dengannya!"


" Apa anda bertengkar dengan Yuna bu??" tanya Fahad.


Maura memgangguk,


" Bolehkah saya mengemasi barang saya nak??"


" Silahkan!"


Maura pun berjalan ke kamarnya, segera dia kemasi barang-barangnya masuk ke dalam kopernya. Maura mengambil kotak di bawah tempat tidurnya, dia bernafas lega karena Yuna tidak menemukannya.


setelah semua sudah beres Maura pun segera berpamitan untuk pergi dari rumah Fahad.


Fahad pun mengiyakan saja, sambil memberikan uang taksi pada Maura.


setelah kepergian Maura, Sansan meminta Noah mengikutinya dan mencaritahu kebenarannya.


" San, apa Ibu Maura sedang berakting??, sepertinya semua tidak sesuai prediksi kita!"


" Tante, ingat lah!, tak apa...kita lihat dulu Noah akan memberi kita jawabannya!"


" Ya,...!"


Setelah menunggu cukup lama Noah pun kembali.


" Nona, ibu Maura dari sini ke bank, dia mencairkan uang sebesar 500 juta kemudian, menuju pegadaian menebus sertifikatnya saja, ibu Maura langsung menuju station dan pergi dengan kereta jurusan Yogyakarta!"


" Jadi dia tidak berakting, lalu dari mana dia bisa mencairkan uang sebanyak itu??" Fahad keheranan.


" aku sudah meminta ayah untuk mencaritahunya, karna hanya ayah yang bisa tuan dan meminta ayah mengirim orang mengikuti ibu Maura!"


" Noah, kau sangat cekatan...terima kasih!"

__ADS_1


" istirahatlah Noah, terimakasih!" Sambung Sansan.


Noah pun segera istirahat


" Tan jadi semua tidak berjalan sesuai prediksimu loe!"


" Heehehehz ya kan aku bukan cenayang, Had, maklum lah...nanti kita perbaiki dan susun rencana baru...!"


" Jadi kita lihat situasi dulu kan??"


" Iyalah, aku yakin Yuna sedang mencari mangsa baru...itu akan membuat kita mendapatkan bukti!"


" Aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri!" ujar Fahad.


" Kau sungguh akan membunuh Yuna??"


" Ya, tapi aku akan menyiksanya lebih dulu!"


" Had, mati itu terlalu baik untuknya, kau cukup membuatnya hidupnya menderita sehingga dia lebih memilih mengakhiri hidupnya sendiri, jangan membunuh!"


" Tapi menyiksa??"


" Ya, aku lebih suka menyiksa musuh ketimbang membunuh!"


Anggita yang mendengar percakapan keduanya bergidik ketakutan, ternyata keduanya juga cukup mengerikan.


" Heheh, Nggit kau takut??" Fahad terkeke melihat Anggita dengan wajah pucat.


" Hahahah, Nggit pokoknya kalau kamu nggak berkhianat kita nggak akan menyakitimu!"


" i. iya tan!"


" Kalau begitu kosongkan rumah ini dulu Had, Anggita biar bersamaku,...kau kembalilah ke kediaman Pratama!"


" Oke!"


Sansan pun memutuskan untuk kembali pulang, dengan membawa Anggita, lagian dia juga sudah rindu dengan om Kenzonya.


Sementara Fahad duduk diruang tamu menunggu Yuna kembali, karena Fahad sudah mengiriminya pesan untuk segera kembali.


Tanpa menunggu lama terdengar suara mobil berhenti,


" Sayang, ...aku pulang...!" Yuna berlari kegirangan karena Fahad berinisiatif memintanya pulang.


Heheheh akhirnya dia tidak tahan marah lama dengan ku dalam hati Yuna.


"Berhenti !!" Fahad menatap sangat tajam padanya.


Yuna pun menghentikan langkahnya,


sambil melihat ke sekitar.


" sayang...jangan menatapku seperti itu!"


" Aku tanya padamu Yuna, apakah kau benar sedang mengandung??"


Yuna terbelalak tak percaya,


" Kau tidak percaya padaku??"


" Aku percaya, ayo kita segera periksa kedokter!"


" Tidak, tidak mau...kau sangat kejam padaku Had, kau bermain dengan wanita lain dibelakangku!"

__ADS_1


Fahad mengangguk, dia mengakui perbuatannya.


" ok, aku khilaf saat itu...kau membuatku tertekan karena pengeluaran uang yang cukup mengerikan, aku minta maaf!"


" Apa kau membalasnya dengan perselingkuhan??"


" Aku khilaf, aku tapi memang dia sangat berbeda denganmu Yuna!"


" Apa??, kau masih membandinya denganku??"


" Dia masih perawan, aku bisa membedakan rasanya karena kekhilafan ku!"


" Apa??, jadiii kau ...ka...kau sangat kejam Had, jika aku tidak kecelakaan karena menemuimu, aku juga masih perawan!"


" Hahahahahahahahahah!" Fahad tertawa begitu mengerikan.


" Yuna sayang... benarkah saat itu kau akan menemuiku???"


" Apa maksudmu??"


" Tapi aku sudah menyelidiki di mana tempat kecelakaanmu , dan itu sangat jauh dari tempat yang kita janjikan!"


Tubuh Yuna bergetar hebat, tangannya mencengkram bajunya dengan erat.


" Yun, kau memiliki masalah dengan rahimmu, apa kau yakin kau hamil??" tubuh Yuna semakin bergetar dia tak sanggup menopang beban tubuhnya hingga terduduk jatuh.


Air matanya mengalir cukup deras,


"Yuna, kau sangat hebat... renungkan semua kesalahanmu, kita pisah ranjang mulai hari ini!"


" Tutunggu had...aku menyesal, maafkan aku Had tapi kita adalah suami istri jangan seperti ini!"


"aku ingin menjernihkan pikiranku terlebih dulu...aku akan putuskan bagaimana hubungan kita setelah aku sudah yakin!"


Fahad pun segera meninggalkan Yuna yang masih terduduk lemas karena terkejut jika Fahad sudah mengetahui semua kebusukannya.


" Bagaimana Fahad bisa tahu??, tidak Bagaimana ini aku harus menghubungi Robert!"


Yuna pun segera menelepon Robert.


" Apa sayang??"


" Sayang, ini menakutkan!"


" Ada apa??, katakan padaku!"


" cepatlah kau ke sini...aku takut!" ujar Yuna.


" Hemmm...baiklah tunggu aku!"


Ya Robert juga memang mencintai Yuna, tapi Robert lebih mencintai uang.


...----------------...


" Fahad, ...!" Aina sangat senang adiknya itu ingat pulang.


Fahad yang tiba langsung memeluk kakak keduanya itu dengan erat, dengan Aina Fahad bisa menumpahkan segala rasa sakitnya.


" Ada apa Fahad??"


" Kak, rasanya sangat menyakitkan...!"


kembali mengeratkan pelukannya .

__ADS_1


Aina menepuk punggung adiknya itu perlahan, untuk memberi ketenangan, Aina membiarkan adiknya menumpahkan kesesakannya, membiarkan pundaknya menjadi tempat pengaduan segala penatnya ,sejak kecil memang begitu Fahad dengannya.


__ADS_2