GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
225. Besar Hati untuk gadis nakal


__ADS_3

" Ah, maaf membuat semua menunggu lama...!" Fahad yang sudah selesai dengan pekerjaannya.


" Nak, apa yang bisa paman bantu untukmu??"


" Tidak paman, Fahad akan merapikannya sedikit - demi sedikit...!"


" Baiklah, Fahad...bolehka paman memberitahumu??"


" Ya paman, silahkan!"


"jangan menikahi Yuna dalam keadaan seperti itu...!"


" Daddy, kenapa??" Iyus yang tidak terima.


" Daddy sedang memberitahu Fahad bukan kau!"


" Oh ya, lalu bagaimana Paman??, Fahad sudah jatuh hati pada Yuna, bagaimana pun keadaanya!"


" Sansan sudah kembali pada Kenzo apa kau tahu??"


" Belum paman, aku sangat sibuk...oh syukurlah jika Sansan sudah kembali..., lalu apa hubungannya Sansan dengan Yuna Paman!"


"Kemarin saat berbincang dengan Chiko, Chiko mengatakan jika Sansan merawat Fathia dan anak angkatnya yang buta itu dengan baik, mereka sudah ada kemajuan, Paman yakin dia juga bisa menyembuhkan Yuna!"


" Benar Paman, Fahad juga sudah memikirkan itu kok, nanti Fahad akan bicarakan lagi dengan Yuna dan ibunya...!"


" Oh ya Anak pintar...paman ingin kau kembali menjadi apa yang kau cita-cita kan sejak dulu...!"


" Ah, bukannya saya tidak ingin Paman...!"


" Lalu??"


" Hmmm Fahad sudah berjanji akan membukatikan bahwa Fahad bisa mengandalkan diri Fahad tanpa bantua apapun atau sepeserpun dari orang lain...Fahad ingin membuktikan pada mama jika Fahad bisa, jika Fahad mengandalkan paman untuk kembali...sama saja Fahad gagal!"


" Oke, paman menghargai keputusan mu!"


" Bawa Yuna pada Sansan Fahad!" Sahut Savina.


" Iya bibi...ke sana juga butuh ongkoskan??, uang Fahad habis untuk membeli gubuk ini, jadi masih menabung sedikit demi sedikit!"


" ih rasanya aku gatal untuk membantu, bagaimana jika aku yang membelikan tiketnya??" ujar Iyus gemas


" Hehehe...jika ongkos ada, memangnya kami di sana tidak butuh makan minum tempat tinggal, sudah merepotkan Sansan untuk berobat masak masih menanggung hidup kami??"


" Benar juga sih, Sansan sudah merawat calon menantuku, dan merawat 7 anak hemm... meskipun kita saudara dan dia juga tidak akan mematok harga, tapi setidaknya kita juga harus memikirkan hal itu...!"


" Memang Fahad kerja di mana??"


" Hanya di restoran kecil Paman... heheh...!"


" Hah sayang sekali dengan bakatmu itu nak jika hanya bekerja di restoran kecil...!"


" Begini saja, Paman tidak membantu hanya memberimu arahan sedikit, teman paman butuh ajudan untuk anaknya...paman tidak akan mengatakan kau itu keponakan paman, coba kau melamar di sana...!"


" Di mana paman??"


" Nanti paman kirimkan alamat email karena memang secara online, nanti baru kau akan di interview jika dia cocok!"


"Boleh paman, Fahad akan coba!"


" Ya, paman kirim alamat emailnya sekarang ya!"


" Baik paman!"


" Nah itu, kau bisa melamar lewat alamat itu, semoga beruntung...semoga itu rejeki Fahad, paman mengerti kau cukup tertekan, melakukan perkerjaan yang mudah namun tidak sejalan dengan keahlianmu, bekerja itu harus nyaman Fahad, dan itu adalah pekerjaan yang kau sukai, jika kau bekerja dengan keadaan tertekan semuanya tidak akan berakhir baik!"


" Ya, yang dikatakan pamanmu benar Fahad, kami sangat menghargai keputusan Fahad, jangan anggap jika kami meremehkan Fahad, tentu tidak, kami sangat bangga pada Fahad dengan keputusannya, dan di terimanya atau tidak itu tergantung pada usaha dan kehendak Tuhan Fahad!"


" Ya paman Bibi terima kasih ,Fahad sangat senang...hehehehe...!"


" Syukurlah jika begitu...!"


" Apa kau sudah makan??"


" Belum...!"

__ADS_1


" Apa masih sibuk??"


" Tidak, paman...!"


" Kalau begitu ayo kita makan di luar bersama!"


" Dad, kita ketempat Cindy saja....lama tidak bertemu Cindy aku!"


"Oh baiklah... ponakan itu juga sangat sibuk, Dady juga harus memastikan jika dia baik-baik saja!"


Akhirnya mereka berempat menuju resto Cindy.


Saat akan masuk pintu Mereka ber papasan dengan Fanan...


" Abang asuh!" Panggil Fahad dan Julius kompak, keduanya terlihat sumringah melihat wajah Fanan.


Nathan melihat ke arah Savina meminta penjelasan.


" Suamiku, dia adalah senior anak - anak, dan teman dekat Cindy!"


" Oh Apa ini Laksmana besar??"


" Benar sekali, namun saat ini saya adalah ayah dari Julius dan paman dari Fahad, senang berkenalan dengan anda!"


" Sudah ayo masuk dulu, kita bicara di dalam!"


ujar Savina.


mereka pun segera masuk, Cindy yang berada di tempat Kasir sangat senang melihat saudaranya datang


" Eh paman bibi...iyus Fahad, mas Fannan kok bisa barengan??"


" Ya kami janjian !" Sahut Iyus.


" Hahahah Sungguh??"


" Tidaklah kami kebetulan tadi pas mau masuk bertemu!"


" ayo masuk ke ruangan Cindy!"


" Dad, setiap jumat kan Cindy ada promo jumat berkah beli satu dapat 3, makanya Iyus mengajak ke sini, tenang saja jika makan di sini Iyus yang akan bayar!"


" Hilih nie anak mode medit dari mana lagi??" ujar Savina.


" Oh Cindy kami minta VIP saja, semua makanan paling mahal keluarkan, tagihan sama Iyus!" Ujar Nathan .


" Apa?, Daddy aku kan belum banyak uang teganya dirimu padaku!"


" Makanan mahal yang kau belikan tidak akan bisa membayar jasa kedua orang tuamu Iyus!" Ujar Fannan, tersenyum.


" Aduh anda adalah senior yang baik Tuan Fanan...mari kita duduk bersama!" Nathan merangkul Fannan berjalan masuk.


Terlihat jelas wajah Fanan sangat grogi bersanding dengan Raja Lautan itu.


Gila bukan mimpi ini kan, tak ku sangka hari ini aku bisa bertemu, dan berdekatan dengan penguasa lautan yang terkenal akan kekejaman dan dinginnya saat menjaga lautan, Oh Tuhan aku keringat dingin, Dia tidak memandang rendah kastaku yang sangat jauh dibawahnya, sungguh baru kutemui orang yang berkedudukan tinggi namun hatinya membumi.


" Tuan Fannan, anda sangat dekat dengan Cindy???"


Tanya Nathan.


" Yah...Laksmana...kami teman baik!"


" Oh begitu, ...!"


" Mereka lebih dari teman Dad!" Iyus menggoda.


" Oh sungguh, baik ditunggu kabar baiknya...!"


" Paman, kenapa kau percaya omongan Iyus??" Cindy bersuara.


" Oh, kenapa??, Fannan terlihat dengan jelas dia pria yang baik...umurmu sudah tidak muda lagi, apa salahnya melangkah lebih lanjut!"


" Paman Cindy belum mau menikah!"


" Jangan jadi prawan tua Cindy!" celetus Iyus.

__ADS_1


" umur masih 22 apanya perawan tua , Kau itu malah seperti orang tua padalah umurmu masih 17 tahun !"


" Hih menyebalkan!" Iyus jadi kesal sendiri.


" Ya yang namanya jodoh itu tidak bisa mematok umur, karena itu rahasia Tuhan...!"


" Abang, kau sangat bijak!" Fahad dan Iyus serempak lagi.


" Hilih mentang-mentang mau menikah muda!" ujar Cindy.


" kau tidak boleh iri Cindy...kan abang asuh juga pria pilihan terbaik, kau seharusnya langsung cap cus lah...!"


" Aku belum berpikir ke sana Iyus...!"


" Sudah - sudah apa yang kalian perdebatkan??, mana ini makanannya??"


" Tunggu paman, pelanggan VIP memang agak lama persiapannya karena benar - benar harus pas dengan takaran, dan kualitas bahanya berbeda dengan yang reguler!"


" Luar biasa, okelah...!"


mereka menunggu sambil berbincang-bincang banyak hal, karena memang waktu berkumpul mereka itu sangat bisa dihitung dengan jari itu pun pasti tidak lengkap.


...----------------...


Kediaman Tanaka...


" Oh Sayang...bisakah kau memperhatikanku juga??, kenapa sekarang kau tidak perduli padaku??"


Kenzo protes pada Sansan.


"Sekarang bagiku mencetak anak-anak hebat lebih penting anak-anak ini aku ingin mereka menjadi luar biasa..." jawab Sansan datar.


" apa yang salah denganmu??,padahal dulu kau slalu merengek manja padaku, sekarang kenapa malah sangat cuek??"


" Mana ada cuek, jika cuek aku juga akan mengabaikanmu sekarang!"


" Maaf tuan boleh saya menyela?" Mamoto yang tiba-tiba datang .


" Ya...!"


" Saat ini ada hal cukup serius di Jepang, anda harus turun tangan Tuan!"


" Siapkan tiket!" Kenzo segera mengambil jaket dan dompet dia pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Sansan.


Sansan melepas sendalnya dan melempar ke arah Kenzo.


" Duuuuuuuooooghhh...!" mendarat tepat di kepala Kezo.


Semua yang melihat terkejut, tapi mau heran tapi itu adalah Sansan.


" Hei kau orang tua!, kau bilang aku cuek tapi nyatanya kau yang tidak punya etika baik, aku ini calon istrimu kau pergi pun tidak mengatakan apapun padaku!" Teriak Sansan sangat kesal.


" Anak nakal ,kau tidak sopan... bagaimana bisa kau melempar sendal pada Tuan, mama tidak mengajarimu kurang ajar!" Yuki memarahi Sansan.


" Yuki, dia calon istriku...jangan kau bentak begitu ...!" Kenzo mengambil sendal jepit Sansan dan berjalan menghampiri Sansan.


" Hem... lantainya sangat dingin, lain kali jangan memakai sendal untuk melemparku, jika kau sakit aku akan sedih!" Kenzo memakaikan sendal pada kaki Sansan dengan tersenyum, sebenarnya Kenzo ingin marah padanya, namun tidak bisa.


" Maaf...!" Sansan memainkan kedua telunjuknya dia baru merasa bersalah pada Kenzo.


" Tidak apa-apa...aku juga minta maaf karna mengabaikanmu, karena aku hanya ingin segera menyelesaikan urusan itu lalu kembali padamu lagi!"


" Bolehkah aku ikut??"


" Bukankah kau ingin mencetak anak - anak hebat??"


" Hmmm, ikut ya??, mama bisa mengajari mereka sementara aku pergi...!"


" Ya sudah ayo!, sudah begini saja kita tidak banyak waktu!"


" Anak - anak ingat pesan ibu, ibu dan ayah pergi dulu, Fathia mama , Rere titip anak-anak!"


" Ya tenang saja!"


Sansan pun bergandengan tangan dengan Kenzo keluar dari Kediaman Tanaka dengan terburu-buru, Sansan yang masih memakai sendal jepit, celana kolor pendek dan kaos mereka segera menuju bandara.

__ADS_1


" Outfit dia keluar negeri sangat santuiiii...!" Ujar Rere tertawa.


__ADS_2