GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
30. Kejanggalan


__ADS_3

" Nona kecil, hiks hiks hiks!" Mbok yem menangis terisak-isak.


" Aduh, Ayo masuk dulu yuk!" Ajak Savina


mereka pun berkumpul di ruang keluarga Pratama.


" Sansan, apa kau ingat sesuatu di sini?" Tanya Kenzo.


" Sansan tidak ingat, tapi rasanya suasana ini sangat akrab untuk Sansan uncle!" ujar Sansan KW, kita yang udah tahu duluan ya guys, Sansan Asli atau KW.


" Hemmmm...tak apa, kita perkenalan lagi saja!" Ujar Nathan lembut.


" Ya, Sansan, mereka adalah saudaramu!"


Sansan memperhatikan satu persatu orang - orang sebayanya.


" Sansan, aku Aina kau harus ingat padaku !" ujar Aina dengan mata berkaca-kaca.


" Aku Julia ,kau suka mengambil kue ku secara paksa, tapi tak apa aku senang kau kembali! Dan dia Kembaranku!" Julia memperkenalkan kembarannya.


Wahhhhh keren-keren banget, saudara -saudara laki - laki di keluarga ini, aku sangat beruntung. dalam hati Sansan Kw.


" Hemm, Aku Julius!, aku akan menemanimu selama aku tidak sibuk!" ujar Julius cuek.


" Nah, ini abang putra dan Suhail, mereka abangku dan abang mu juga!" lanjut Julia memperkenalkan.


" Sansan selamat datang kembali ya, maafkan abang Putra mungkin tidak bisa tinggal lama untuk menemanimu, abang harus segera bertugas besok!" Ujar putra dengan sangat ramah.


" Tak apa abang, terimakasih!" ujar Sansan sangat senang dengan keramahan saudaranya.


" Eh, bang Suhail juga langsung balik kah?" Tanya Julia.


" Aku 1 mingguan lah...baru balik, emang Bang putra udah mau naik pangkat lagi!"


" Aduh, Suhail juga sudah mau naik pangkat, jangan membicarakan ku saja!, kau slalu merendah!" sahut Putra.


" Hemmm, kekanakan!" Gumam Julius kesal.


" Lalu???" Sansan melihat ke arah Fahad Cindy dan Martin.


" Ahhhh mereka juga saudaramu, ini kakakmu Cindy ini abangmu Martin, dan ini Fahad saudaramu!"


" Selamat datang kembali Sansan!" Martin menyambut gembira.


" Ya Sansan, kau semakin cantik ya!" puji Cindy.


" Fahad kau tidak menyapa saudaramu?, katanya kau akan mengajaknya bermain jika Sansan kembali?" Ujar Vevey pada putranya yang sejak tadi diam saja.


" Hmmmm, apa kau sungguh Sansan kami?" tanya Fahad dengan pandangan mencurigai.


Fahad sangat peka dengan gerak - gerik tubuh seseorang yang sedang berbohong atau tidak beres.


Sansan mendengar pertanyaan Fahad sangat terkejut, namun dia tidak boleh ketahuan.


" Sansan juga tidak tahu!" membuat ekspresi sedih.

__ADS_1


" Aduh Fahad kau membuat Sansan Sedih!" ujar Aina.


dari pertanyaan Fahad itu membuat Julius , juga sedikit menaruh curiga pada Sansan.


Aku tahu prasangka Fahad selalu tepat, Sansan ini memang sangat beda juga jika di bandingkan dengan Sansan dulu.


dalam hati Julius.


" Kenapa kau sangat cengeng?" tanya Julius


" Eh??, kau seharusnya tahu dia sudah menderita selama bertahun-tahun dan dia tidak mengingat siapa dirinya, wajar dia tidak sama!" ujar Cindy membela Sansan.


dari perdebatan itu, membuat Martin, Julius, Fahad semakin penasaran, dan tetua yang ada hanya menyimak saja, memang itu adalah sebagian rencana mereka.


" Heheheh, sudah - sudah, sebaiknya jangan terlalu mendesak Sansan ya, biarkan dia mengalir begitu saja untuk mengingat kembali tentang dirinya, kalian hanya butuh mensuport saja!"


" Baik, om...!" Jawab anak - anak serempak.


" Ya udah, Sansan memang selama ini sekolah sampai di mana?" tanya Savina.


" Sansan tidak ingat bibi!" jawab Sansan.


" Ya sudah, masukin aja sesuai umur kamu sekarang 16 kan SMA!"


" Lah Bibi, kan Sansan hilang umur 9tahun, itu masih SD loe Bibi!"


" Ya kalau mau ngulang dari SD ya repot Cindy, nanti biar pamanmulah yang urus!"


" Hmmm, Benar lagian Sansan ini di atas Genius mama yakin dia pasti bisa mengikuti pelajaran SMA!" tegas Vevey.


" Astaga kita melupakan itu!" Kenzo baru ingat.


" Oh Ya Sansan, ini memang kenyataannya, bahwa kau kehilangan ayah dan pamanmu dalam kecelakaan itu, dan bundamu mengalami koma selama 7 tahun lebih!"


" Apa???" Raut wajah Sansan bukannya sedih malah kebingungan.


itu membuat Nathan, Chiko, semua tetuanyalah itu terkejut.


Astaga, malang sekali nasib orang ini?


Sebaiknya kau tidak ditemukan ,dari pada kau tahu hal menyakitkan ini.


dalam hati Si Sansan Kw.


" Sansan, apa yang kau lamunkan?"tanya Kenzo.


" Nona, apa anda syok?" tanya Chiko.


Astaga , seharusnya aku harus akting menangis kan.


" huhuhuhuhu, Sansan sungguh tak bisa mengingat apapun, lalu di mana aku bisa melihat ibuku?"


" Kau biasa memanggilnya Bunda!" ujar Savina.


" oh ya?, Bundaku dimana bundaku?"

__ADS_1


" Kenzo, kau antar Sansan bertemu dengan bundanya dulu saja!" pinta Nathan pada Kenzo.


" Iya Kak, kami ke rumah sakit dulu!"


Kenzo pun segera membawa Sansan ke rumah sakit .


" Anak - anak, kalian bisa pergi dulu, kami ingin berbicara hal penting sebentar!" Pinta Nathan.


Anak - anak pun segera pergi keluar,


" Aku tidak yakin jika dia Sansan Asli!" Tegas Nathan.


" Saya juga sama tuan!" sambung Chiko.


" Kenapa kau masih memanggilku Tuan?, kita sudah satu marga Chiko!" Nathan sangat gemas pada kakak ponakan angkatnya yang jauh lebih muda itu.


" Baik saudara!" Chiko mengganti panggilannya.


" Ya, tidak bisa kita langsung cut dia kan kakak ipar?" tanya Hirosan.


" Yalah, sudah aku yakin ini setingan istri Kenzo!"


" Wah main - main ini sama keluarga kita!" sahut Savina.


" Ya tapi Saudara, anak ini juga pasti di tekan kan?"


" hmmm??? maksudnya di ancam gitu?" tanya Hirosan.


" Jelas , itu jelas!, hanya saja motif istri Kenzo ini apa??"


" Itu juga aku pikirkan saudara!"


" Panggil Nathan saja, kenapa sih???" Nathan sangat kesal pada Chiko, bebel banget dibilangin.


" Kalian ini ribut apaan sih?" Savina juga ikut gemes.


"iya masalah panggilan aja ribet, udah senyamanya!"sahut Vevey.


" yayayaya, kembali pada masalah ini, sementara pantau aja dulu gerak - gerik si anak ini, lihatlah jika ini benar setingan istri Kenzo, dia akan segera menyusul ke sini!"


" Ya udah di tunggu aja dululah!"


" hmmm, aku hanya bisa libur 2 hari saja besok malam kembali lagi ke surabaya!" ujar Nathan.


" Ya aku juga , akan berangkat ke Makassar!" sambung Chiko.


" Nggak papa, aku dan Vevey ,masih di sini 3 mingguan biar kami saja yang urus!" sahut Hiro.


" Ya sudah gitu aja deh, selama nanti istri Kenzo datang harus mengawasi ekstra ya, dan jaga dengan lebih ketat lagi Sasha!" Tegas Nathan


" Hmmmm, baiklah karna kita sudah mengobrol begitu lama jadi kita istirahat dulu saja yuk !"


Akhirnya paratetua Pratama istirahat, dikediaman masing - masing.


Sementara anak - anak berkumpul di halaman belakang rumah, mereka sudah sangat lama tidak bertemu ,jadi mereka memutuskan untuk,menjadikan moment ini untuk mengobati rindu mereka, mereka berbagi cerita sepanjang mereka tidak bertemu.

__ADS_1


hayo like.....


__ADS_2