GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
275. Menjadi orang tua


__ADS_3

" kenapa sayang??"


" abang, Cindy merasa sangat mual rasanya pusing sekali...!"


" kita ke dokter yuk...!"


" Ehmmm..." Martin pun segera membawa Cindy ke dokter.


setelah melalui pemeriksaan


" Nyonya, sepertinya anda sedang mengandung ...!"


" Apa??"


Cindy dan Martin sangat terkejut.


" jika anda ingin lebih pasti bisa lanjut pada dokter kandungan, biar sekalian di berikan vitamin untuk istri anda!" sambil memberikan surat rujukan pada sepasang sejoli yang kebingungan itu.


Cindy sangat syok, sementara Martin sangat bahagia.


mereka pun segera memeriksa ke dokter kandungan, dan benar saja, Cindy sudah hamil 2 minggu.


setelah menebus vitamin mereka pun kembali ke apartemen Martin.


" Sayang, ...apa kau tidak suka mengandung anakku??" tanya Martin yang melihat Cindy terlihat murung.


" Tentu aku bahagia, tapi abang ... bagaimana jika mama papa tahu??"


" aku kan sudah berjanji aku akan bertanggung jawab!"


" Tapi,..."


" ssssssttttt...kau harus ingat dengan apa yang dikatakan dokter,kau tidak boleh stres harus happy terus agar bayi kita sehat!"


mengusap perut Cindy yang masih datar.


"abang ....!"


" Hei, jangan menangis kita akan menjadi orang tua sayang, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita sekarang!"Martin memeluk Cindy penuh dengan kehangatan, betapa bahagianya Martin sekarang.


" Cindy bahagia tapi juga takut abang...!"


" Memang kita harus egois untuk mencapai sebuah kebahagiaan!" tegas Martin masih memeluk Cindy dengan senyum bangga, dia akan menjadi seorang ayah, dengan begini Martin semakin yakin, untuk bertemu Vevey dan keluarga yang lainnya untuk meminta merestui mereka.


Tentu saja Martin siap menerima resiko apapun asalkan dia tidak berpisah lagi dengan Cindy, dia ingin melindungi Cindy dengan sepenuh hati.


" Sayang, ayo...kita nikmati semuanya, kita tidak salah karena saling mencintai, mungkin Keluargamu akan sedikit kecewa, tapi mereka tidak akan membiarkan anakmu tidak memiliki ayahkan??"


Martin mencoba untuk meyakinkan Cindy


Cindy pun mengangguk


" Tapi abang, tunggu sampai Cindy benar - benar siap dulu ya...mama dan. papa sepertinya sedang kecewa dengan Fahad , sekarang malah Cindy lebih parah lagi...!"


" Iya tidak apa-apa...santai saja sayang, kita jalani senyaman kita saja, kau juga harus banyak istirahat sayang....jangan gila kerja lagi!"


" Padahal aku sudah membuat aturan buka restoran 24 jam Abang, bagaimana dong??"


" Kau kan juga tidak harus 24 jam bekerja, biarkan karyawanmu saja...!"


" itu masih ada 2 cabang baru abang, Cindy memang tidak 24 jam bekerja cuma kan harus ke cabang baru sesekali, melihat kinerja mereka...!"


" Ya sudah nanti kita pikirkan lagi, aku mau hari ini kau istirahat, aku beli makan dan minum vitaminnya, lalu tidurlah...!"


" Abang, tapi Cindy mual kalau lihat nasi...!"


" Ha??, padahal beberapa waktu kemarin kau sangat rakus makan loe!"


heran dengan keluhan Cindy.

__ADS_1


" Ya tapi, tadi Cindy bau aroma nasi langsung enek banget!"


" Terus makan apa sayang??"


" Apa ya, kayaknya nggak makan dulu abang...!"


" Sayang, sekarang kau sedang mengandung,anak kita juga butuh asupan, paksa dong ...!" Bujuk Martin.


" Abang, Cindy tidak selera makan ..."


Drrrrttt drrrrtttttt


Cindy dan Martin menoleh ke layar ponsel milik Cindy yang bergetar.


" Fahad??" Cindy segera mengangkatnya


" Fahad, apa kau merindukan masakan kakak??"


" Bukan kak, bisakah kita bertemu??" tanya Fahad.


" Baiklah, di mana??"


" Diresto kakak saja, Fahad ke sana sekarang!"


" Oke!" Panggilan pun berakhir


" Ada apa dengan Fahad??"


" Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, abang aku kembali dulu ke resto...!"


" Tapi kau sedang tidak baik!"


" Tidak apa, kan hanya di samping saja!"


" Aku antar!"


" Abang, Fahad akan menghajarmu jika melihatmu, Cindy tidak ingin ada keributan!"


Cindy sekuat tenaga berjalan menapaki lorong apartemen dan Segera masuk ke Lift dan segera menekan tombol ke lantai dasar.


Cindy sudah sampai di ruangannya, dia menyandarkan tubuhnya yang lemas pada sandaran Sofa, tak lama Fahad pun datang dan duduk memeluk kakaknya karena rindu.


" Kakak apa kau sakit??"


" Ya ,kakak sedang tidak enak badan!"


" Ayo ke dokter!"


" Sudah kakak baru pulang periksa, kakak hanya kelelahan!"


" Kakak, jangan terlalu lelah...jaga kesehatan kakak!"


" Iya Fahad... sekarang katakan apa yang ingin kamu bicarakan..."


" kakak Fahad butuh pekerjaan malam...!"


ujarnya malu-malu.


" Apa Fahad???"


" Ya, Fahad memiliki hutang hampir satu M pada bos Fahad, Fahad ingin segera melunasi!"


Tentu saja 1 M itu hal kecil untuk Cindy tapi tidak untuk adiknya merasa terbebani dengan hutang 1 M itu.


" Biar kakak yang bayar hutang kamu, untuk apa hutang itu??"


" Untuk pengobatan terapi Yuna kak!"


Cindy menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Sansan sangat baik, memintamu membayar hanya kurang dari 1 M, uang itu tidak ada artinya untuk Sansan!"


" Ya untuk Fahad itu uang yang cukup fantastic kakak, kakak carikan Fahad kerja malam ya???"


" Kakak akan membayar hutangmu!"


" Tidak kak...Fahad merasa kehilangan harga diri jika seperti itu...!"


Cindy memijit pelipisnya,dia tidak ingin pusing tapi adiknya membuatnya pusing.


" Begini saja, Fahad bantu kakak di 2 cabang baru, meski kamu belum ada besic seharusnya kamu tahu sedikit karena sejak kecil mama slalu membawamu bekerja!"


" Tapi Fahad hanya bisa ambil jam malam...!"


" Tak masalah, justru jam 7 sampai 12 malam itu yang perlu kau awasi...!"


" Baik kakak, setuju...jadi kapan Fahad bekerja??'


" Besok, pendapatan 2 cabang baru itu akan ku arahkan ke rek mu tiap bulan, secara otomatis!"


" Mama akan marah jika tahu kak!"


" Tidak, mama tidak akan tahu, mama sangat sibuk dengan toko perhiasan tante Sasha!"


Fahad mengangguk mengerti,


" Tapi Fahad, kau harus bisa menaikan omset jam malam, karyawan yang bekerja di malam hari akan mendapatkan bonus!"


" Fahad akan berusaha kak!"


" bagus, oh ya... bagaimana kabar istrimu??"


" Baik kak, sudah ada kemajuan di kakinya!"


" Syukurlah jika begitu...!"


" Ya, Fahad senang Fahad berjanji akan mengajaknya ke paris saat dia sudah sembuh.


Cindy tersenyum kecut, ternyata adik iparnya tidak sesederhana yang dia pikirkan, dia sangat sibuk hingga tidak ada waktu dekat dengan adik iparnya.


" Kakak akan bayar tiketnya!"


" Nanti Fahad akan beli sendiri, oh ya kakak Fahad ingin membeli mobil yang agak besar!"


" Fahad, gajimu berapa??, kakak tidak bermaksud merendahkanmu, kakak hanya ingin kau tetap pada batasanmu...!"


" Fahad mengerti kak tapi, kasihan Yuna mobilnya kekecilan!"


" Yuna lagi, Yuna lagi...!"


" Kakak, ...Fahad hanya memberikan yang terbaik untuknya!"


" Mobil seperti apa yang kau inginkan Fahad??,bukankah hadiah dari abang, sudah cukup bagus...??"


" Iya tapi kekecilan!"


" Memang tubuh istrimu seberapa besar??"


" Kakak agar dia lebih rileks saja saat di perjalanan!"


" mobil apa yang ingin kau belikan untuk istrimu??"


" Mercedes V-Class facelift , itu kan tidak terlalu mahal hanya 500 jutaan lebih sedikit mungkin kak, Fahad bisa beli dengan cicilan!"


" Memalukan, jangan hidup seperti itu Fahad, jika tidak mampu jangan biasakan untuk mengambil cicilan, kenapa kau menjadi begitu buruk dalam berpikir sekarang hanya untuk kesenangan istrimu!" Benar kata mamanya lama kelamaan Fahad akan kehilangan akal sehatnya karena istrinya.


" Kakak, Fahad mengerti semua orang tidak menyukai Yuna...maafkan Fahad, Fahad hanya tidak punya tempat untuk bercerita, aku kira kakak yang paling netral, selain kak Aina, sepertinya Fahad yang terlalu kepedean, maaf Fahad akan mencoba cari pekerjaan lain saja, maaf sudah menyusahkan!"


" Fahad tunggu, maafkan kakak....kakak sangat tidak sehat, kakak akan belikan mobil itu untuk istrimu sebagai permintaan maaf kakak ,jangan di tolak... tetap datang besok jam Setengah 8 kakak akan mendampingimu selama 3 hari!"

__ADS_1


Fahad mengangguk pergi, hatinya senang karena kakaknya masih sangat peduli padanya, meskipun itu memalukan merengek pada kakaknya, akan di tekan malunya selama istrinya bahagia .


__ADS_2