GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
427. Kodratnya


__ADS_3

Setelah sarapan Sandy segera berganti pakaian rapi dan siap-siap untuk mengantar Tiara kuliah.


" kemana San??"


" mengantar calon istri kuliah, sepertinya aku berganti haluan Than, aku tidak jadi menjadi menantumu..."


" sialan bocah tengik, memangnya aku sudi punya mantu seperti kau!"


" hahah, bye semua aku berangkat dulu..."


" Dad... bagaimana bisa kau berteman dengan orang seperti itu ??" tanya Julia merasa aneh.


" hahahaha, ya itu karma dia sampai sekarang tidak dapat jodoh dia dulu suka sekali bermain wanita, siapa yang dia minati sekarang??"


Nathan segera keluar mengikuti Sandy karena penasaran, siapa lagi target Sandy ini.


" Pagii Cinta...eh salah Tiara , astaga...sudah siap??"


" sudah om..."


Sandy segera membukakan pintu mobilnya dan Tiara pun segera masuk.


" cantiknya..." ujar Sandy Lirih


tidak masalah jadi sopir dulu ...


dalam hati Sandy.


Sandy pun segera membawa Tiara pergi.


Nathan menepuk jidatnya,


" parah si Sandy ini... langsung dia beli mobil baru dong...ini tua-tua keladi memang tidak main-main kalau urusannya dengan Harem...!"


Nathan pun segera kembali masuk,


" Dad kenapa??"


tanya Julia heran.


" iya kau ini kenapa sih ??" sahut Savina


" target si Sandy, ganti Tiara..."


" Apa??" semua terkejut


" Dad, jika temanmu itu main-main sebaiknya jangan, Tiara kan juga sudah masuk dalam keluarga kita...kasihan loe kalau cuma buat mainan sama paman San..."


" Benar itu kata Julia, bagaimana pun dia masih kecil masak mau sama seumuranmu!"


" Dad, memang Uncle San itu play boy benerankah???"


" Dulu dia memang suka bermain-main, sekarang sepertinya sudah tobat...!"


" jangan sepertinya loe ...itu anak orang jangan di kasih-kasih sama buaya!" tegas Savina


" sebenarnya dia ini juga bukan buaya, dia hanya punya mantan kekasih satu, mantan tunangan satu, dia akan mencari-cari wanita saat dia tidak punya pasangan...dia memang agak bebas, tapi dia tidak pernah selingkuh kok, lagian sekarang juga sudah berumur apa dia tidak ingin berubah...??"

__ADS_1


" kalau Tiara tidak mau jangan dipaksa, kasihan tahu itu anak orang loe sayang...kita juga punya anak perempuan...!"


" nanti aku bicara dengan Sandy deh..."


" oeeeeekkkk....oeeeeekkk..."


Incess segera berlari ke kamar mandi, dengan sigap Putra mengikuti istrinya memijat-mijat bagian belakang istrinya.


" keluar lagi, apa obat mualnya tidak kau minum Ay???"


" huhuhuhuhu...sudah tapi kenapa tidak berefek??"


" Tidak apa-apa, setelah ini kamu makan sedikit apa yang ingin kamu makan menantuku... sedikit - sedikit saja, jangan sampai merasa lapar ya sayang..."


" iya mom....hiks hiks ..."


" jangan menangis, bukankah anak ini yang kau inginkan??, memang begini sayang pengorbanan seorang ibu..."


" Iya mom, katakan pada mommy kau ingin makan apa??, apa sudah minum susu??"


" Dia alergi susu sapi mom, langsung diare saat minum, kalau gitu diganti susu soya kalau susu sapi dia tidak cocok...!"


" Iya mom..."


" jika sudah mendingan bawa istrimu istirahat sayang...katakan pada mommy dia ingin makan atau cemilan apa katakan pada mommy...mommy beresin dapur dulu ..."


" ya mom..."


" sayang, bagaimana?, apa perlu kedokter??"


Putra langsung menggendong istrinya kembali ke ranjang.


" hiks hiks kepalaku pusing sekali...huaaaaaa...ini bagaimana buat tidur juga masih tidak nyaman..."


Inces membolak-balikan tubuhnya mencari posisi yang enak tapi masih tidak enak.


Putra juga ikut pusing, dia bingung harus bagaimana agar istrinya tidak menangis terus dan merasa nyaman.


Putra mengusap perut Incess yang masih rata itu dengan lembut.


Tak lama Incess pun langsung tertidur,


Putra segera menyelimuti istrinya dan menghampiri mommynya yang masih di dapur.


" mom,..."


" iya nak??, Incess mau apa??"


" Dia tidur mom, sudah menangis lama, dan tertidur..."


" ya namanya juga hamil Put, ya itu wajar pasti badannya nggak enak banget, karena perubahan hormon, tapi juga ada sih yang nggak mual-mual , biasa aja, bawaannya masing-masing..."


" Putra kok nggak tega ya mom, lihat Incess kayak tersiksa banget, bisa nggak sih mom itu biar Putra aja yang rasain, kasihan liatnya !" ujar Putra merasa sedih.


Savina segera menyelesaikan pekerjaan, mencuci tangan lalu mengelap tangannya agar kering dan menghampiri Putra, membelai rambut kepala Putra dengan penuh kasih sayang.


" Putra mommy ini memang pria luar biasa, kau tidak bisa menggantikan keluhan istrimu, itu sudah kodratnya nak, dia sedang menuai pahala karena mengandung anakmu, yang harus kau lakukan adalah mensupport istrimu, berikan perhatian extra, dukungan suami adalah kekuatannya, mommy juga akan membantumu menjaganya daddy juga ... yang dia rasakan itu hanya sebentar nak, semua akan terbayar saat kalian melihat anak kalian lahir dengan sehat dan selamat..."

__ADS_1


" baik mom, kalau begitu Putra beli susu Soya dulu untuk Incess..."


" Ya, hati-hati..."


Savina tersenyum melihat, Putra tumbuh menjadi Pria luar biasa, dia sekarang menjadi Suami dan Calon ayah yang begitu tangguh dan hebat.


Ibumu pasti bangga nak, Mommy saja sangat bangga, kau benar - benar memperlakukan istrimu seperti ratu, semoga kalian slalu bahagia menjalani kehidupan, dan bisa melewati ujian yang ada.


dalam.hati Savina.


Di tempat lain...


" Pak, lihat itu...kita ini sedang quality time apa sedang membawa anak paud ke pantai??"


Suhail tersenyum melihat para ajudannya terlihat sangat happy bermain-main di pinggir pantai.


" Bagus kalau mereka senang...tapi kita ke pantai apa hanya ingin menggelapkan kulit saja Bu??"


" Aku tidak pernah melihat pantai, setelah kecelakaan itu, hehehe...aku takut...!"


" Kalau takut jangan di paksa, aku tidak ingin kau mengingat masa-masa sedihmu, ..."


" Yah, begini saja aku ingin kulitku agak eksotis... apa kau suka kulit eksotis??"


" ehmm, apapun itu asal ibuk aku suka..."


" hahahahah, Eh...pak bapak...itu itu itu... kok gelombangnya makin tinggi tiba-tiba..." ujar Fathia terkejut.


dan terdengar suara peluit Lifeguard, meminta semua pengunjung menjauhi bibir pantai.


semua Ajudan Suhail segera menjauh dari bibir pantai karena gelombang cukup agresif.


" kalian, sudah puas?, sepertinya kita harus pindah tempat pantai tidak aman, bawa Ibu kalian ke tempat aman dulu,..."


mereka dengan sigap membawa Fathia dan beberapa barang-barang Fathia .


saat mereka hendak meninggalkan tempat itu


" aggggggggggggghhhhh tolong itu anakku... tolong....aggggggggggggg anakku..."


seorang ibu muda berteriak dan berlari mengejar anaknya yang terseret ombak, para penjaga pantai segera mengahalangi ibu muda itu agar tidak ke bibir pantai.


" oh tidak...anak itu??"teriak Fathia .


" Bawa ibu kalian kembali ke penginapan...!" perintah Suhail.


Suhail segera melepas bajunya dan berlari menuju bibir pantai.


" tidak jangan ..." Fathia semakin histeris melihat Suhail terjun menyelamatkan anak itu


" itu bapak, jangan biarkan bapak..."


" buk kembali dengan mereka, saya akan menjaga bapak...!"


kaki Fathia sudah sangat lemas, dia sangat khawatir dengan calon suaminya.


2 ajudan itu menggendong Fathia kembali ke penginapan 2 ajudan lain segera menyusul Suhail.

__ADS_1


__ADS_2