GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
150. Bogem mentah


__ADS_3

Sampailah Iyus di depan Toko Bunga Aina.


" Sudah tutup, kemana Aina??"


" Selamat sore Tuan...!"


pegawai Aina yang baru akan pulang.


" Aina kemana?"


" Bos, mengantar bunga di rumah sakit dekat sini Tuan!"


" Oke...!" Iyus segera menuju rumah sakit yang tak jauh dari kios Aina.


" Aih...kenapa dia yang mengantar bunga itu sendiri??" Iyus pun berjalan masuk memasuki pintu utaman


" Apa ada wanita yang lewat sini membawa bunga??"


" Oh, ada tuan dia ke arah sana tadi!"


" Terimakasih!" Iyus segera berlari menuju Arah yang ditunjuk sepanjang kaki melangkah Iyus tidak menemukan Aina.


" Maaf apa anda melihat wanita membawa bunga?"


" oh, dia masuk ke kamar itu tuan!"


menunjuk ruangan paling ujung.


" Terimakasih!" Iyus segera berjalan menuju rauangan yang paling ujung...


Iyus mengintip dari celah jendela kaca.


" Apa yang di lakukan Aina, siapa ibu - ibu itu??"


Iyus melihat lebih jelas lagi.


" Itu Pria waktu itu!, apalagi maunya???" Tapi Iyus tetap menunggu di Luar meskipun hatinya sudah sangat kesal setengah mati.


Baiklah Aina, kau sungguh tidak mau mendengarkan kata-kata ku...


Iyus melangkah keluar rumah sakit dengan sangat kesal.


" Nona, maafkan sekali lagi untuk hari ini...!"


" Baiklah Tuan ini yang terakhir kali ya...!"


" Iya nona, mari saya antar pulang...!"


" Oh tidak usah tuan... "


" Siapa pria kemarin itu Nona, apa dia kekasihmu??"


" Oh Dia sepupu saya tuan, kami tumbuh bersama jadi memang kami saling menjaga!"


" Kenapa sangat protektif begitu??"


" Hehehe...maafkan jika itu membuat anda tidak nyaman tuan!"


" Tentu saja tidak, santai saja!"


Mereka pun berjalan menuju jalan depan rumah sakit.


" Nona, bagaimana jika saya antar di dekat rumah anda saja, saya ambil mobil dulu!"


Ngunnnngggggggggggggggggggg...


terdengar laju motor yang sangat kencang menuju Arah Aina dan Nam Hubbert.


" Awas tuan...!"Aina menarik mundur Nam Hubbert


ccccccccccccccccciiiiiiiiiiiiittttttttt suara rem yang dalam.


Iyus membuka helmnya,


" Bagus Aina, bagus....!" ujar Iyus sangat kesal dan turun dari motor.


" Tuan, anda salah...."


" Buooooooooookkkk!" Iyus memukul Nam Hubbert dengan keras hingga terjatuh.


" Berhenti, tidak berhenti....!"


Iyus tidak mendengarkan Aina yang memintanya berhenti saat pukulan kedua akan mendarat Aina mengahalangi Hubbert.


" Buuuuuooooook"

__ADS_1


" Aaaaah!"


pukulan itu mendarat pada Aina, seketika Aina pun jatuh pingsan.


" Aina...!"


" Nona...!"


" Jangan sentuh Dia!" Teriak Iyus , Iyus pun segera menggendong Aina masuk ke dalam rumah Sakit.


" Dokter ,dokter... cepat tolong!" teriak Iyus sangat cemas yang di ikuti Hubbert dari belakang.


" Tenangkan diri anda tuan, saya akan periksa!"


Dokter pun segera memeriksa Aina.


" Bagaimana dok?, apa dia mati?" Tanya Iyus khawatir.


" Tuan mulut anda!" sahut Nam Hubbert.


" Oh maksud saya, dia belum mati kan dok??"


" Apa yang terjadi, bagaimana bisa nona ini mendapat pukulan yang sangat keras, apa kalian ini pasangan muda??, baru menikah??"


" Ha??, tidak bukan!"


" Tuan kekerasan dalam rumah tangga itu ada undang - undangnya, apapun masalahnya tolong di bicarakan baik-baik, saya tahu kalian masih muda masih sangat labil dalam emosi, tapi ini tidak baik jika begini!"


" Dokter, aku tidak butuh ceramahmu, bagaimana keadaannya???!" tegas Iyus kesal.


" Haaaaa, baiklah Syukurlah dia hanya syok jadi pingsan, tapi pukulannya terlalu keras, itu pasti akan membuat memar pada area mata, untung saja tidak ada yang serius, dan anda siapa kenapa anda juga memar?" menanyai Hubbert yang ada di belakang Iyus.


" Sa sa....!"


" Haiii, ayo cepat kau minta perawat menangani lukamu, kau ini juga tidak jelek kenapa malah mau dengan istri orang, makanya jangan menikah muda jika belum siap!"


" Tidak bukan...!"


" Sudah obati sana, aku tidak ikut campur urusan orang aku hanya seorang dokter, ini kau tebuslah salep untuk penghilang memar dan ini juga obat pereda nyeri!" memberikan resep pada Iyus.


Iyus pun segera menebus resep dan segera kembali pada Aina yang masih belum sadar.


" Tuan, anda salah paham, ini semua karena nona membantu saya menjadi kekasih pura - pura saya...!"


" Kau sangat berani!" ujar Iyus masih kesal.


" Apa harus Aina?"


" Karna di kota ini saya tidak kenal siapa pun ini kartu nama saya, saya tidak ada niat jahat , saya hanya ingin membujuk ibu saya agar mau menjalankan operasi!"


" Kau sungguh tidak ada niat apapun pada Aina??"


" Tidak Tuan....!"


" Apa ibumu percaya??"


" Ya , akhirnya setelah 3 bulan kami di sini, ibu menyetujui untuk operasi!"


" Baiklah, jika itu alasannya maka aku salah paham, tapi jangan sampai kau ada niat lain selain hal yang itu, jika tidak kau akan membayar konsekuensinya!"


" Tidak ,saya tidak berani, saya dan nona adalah orang yang berbeda...saya hanya pengusaha kecil, berbeda dengan anda dan nona!"


" Bagus jika kau tahu itu...!"


" Ssssshhhhhh sakit sekali mataku...!" Aina pun tersadar.


" Aina...!"


Aina melihat dengan jelas


" Pergi....!"


" Aina aku minta maaf padamu...sungguh aku tidak sengaja!"


" Pergi...kau jahat...!"


" Nona , bagaimana keadaan anda??" Ujar Hubbert bertanya.


" Tuan, apa anda terluka parah?"


" Tidak nona, sebaliknya, kenapa anda malah menghalangi pukulan itu untuk saya ,anda malah terluka begitu...!"


" Ini semua karena orang jahat ini, bagaimana bisa dia asal memukul orang!"


" Maaf Aina, maaf tuan Hubbert...itu karena salah pahan sekarang aku sudah tahu Aina...jadi aku tidak akan sembarangan memukul lagi!"

__ADS_1


Drrrt drrtttt...


ponsel Hubbert berbunyi


" Nona, terimakasih untuk hari ini, sepertinya dokter ada hal penting...saya pergi dulu, dan maaf kan saya nona, tuan...!" Hubbert membungkuk dan pergi.


" Aina aku minta maaf sungguh aku tidak berniat melukaimu!"


" Sssshhhh sakit sekali...!" Aina mengambil ponselnya dan melihat keadaan matanya melalui kamera depan.



" Huaaaaaaa... mataku seperti hantu... tidak bagaimana aku keluar dengan muka seperti ini??"


" Maaf...maaf...aku minta maaf !" Iyus benar - benar merasa bersalah.


" Iyus, kau ini apa menjadi polisi malah untuk memukuli orang begitu saja??"


" Maaf Aina...maaf... sekarang apa yang harus ku lakukan untuk menebus kesalahanku?"


" apa?, jangan urusi urusanku lagi, terserah aku mau dengan siapa, jangan ikut campur!"


" Tidak, tidak bisa!, seperti janji awal kita!"


" Aku sangat kesal denganmu...!"


" Boleh saja tapi jangan lama-lama ya..., apa yang kau inginkan aku belikan tapi maafkan aku, tapi kau tetap tidak boleh dekat dengan pria mana pun!"


" Kau egois sekali???"


" Percayalah ini demi kebaikanmu, jika kau tidak dekat dengan pria lain ini tidak akan terjadi lagi!"


Aina terdiam berpikir,


Iyus sebenarnya apa maumu??


aku tidak bisa mengerti sama sekali.


dalam hati Aina.


" Aina jangan diam saja, ...!"


" Aku ingin istirahat di rumah!"


" Baik, kau duduk manislah aku akan mengurus semua dan pulang...!"


setelah Iyus mengurus semua, mereka pun Segera kembali.


Sesampainya di rumah Iyus menuntun Aina perlahan.


" Hei...apa yang terjadi dengan kakak ku?" Fahad sudah pasang badan.


" Iyus, kau tahu kakak ini sangat ceroboh, ini bukan salah Iyus ...!" Ujar Aina lembut.


" Kakak, jangan membantu Iyus, katakan dengan benar apa yang terjadi?"


" Ini memang kecerobohan kakak sendiri, sudah kakak mau istirahat lelah!"


" Ayo pelan - pelan Aina...!" Iyus setiap mengantar sampai kamar Aina.


" Kakak, apa kau sungguh baik?"


" Yaya kakak baik, lanjutkan saja urusanmu kau mau keluar kan!"


" Ya ....tapi kakak?"


" Sudah cepat pergi kakak baik-baik saja!"


". baiklah Iyus kau jaga kakakku...awas sampai terluka lagi!" ancam Fahad, Fahad pun segera pergi.


" Aina kenapa kau membantuku??, biar saja Fahad memukulku!, memang aku yang salah!"


" Tidak, kita bersaudara kita tidak boleh bertengkar!"


" Apa itu artinya kau memaafkanku?"


" Hmmm, aku maafkan Iyus...tolong jangan sembarang memukul orang lagi ya, lihatlah mataku seperti hantu gentayangan, bagaimana aku menyapa pelangganku dengan mata menakutkan begini?"


" Kau harus libur beristirahat, aku akan merawatmu!"


" Apa kau bisa??, kau sangat kasar apa bisa merawat pasien??"


" Tenang saja aku akan menjagamu 24 jam di sini apa yang kau butuhkan katakan padaku!"


" Oke, kau sendiri yang bilang jangan menyesal!"

__ADS_1


Lihat saja bagaimana aku membalasmu Iyus....


aku selama ini diam, sekarang aku sudah tahu belajar dari mu...dalam hati Aina ...


__ADS_2