GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
221. Pendukung kuat


__ADS_3

" Nona apa sudah selesai mengoles obat??"


" Sudah Dai...!" Dai pun segera masuk


Julia di pukul bagian pantat sebanyak 20x sehingga dia tidak bisa tidur terlentang dan duduk, dia tidur dengan posisi tengkurap, kedua pipinya juga terlihat bengkak.


Jika ini Tasya sudah pasti akan membalasnya, tapi Tasya juga tidak mungkin bisa dihajar sampai begini, yang ada para penjaga itu yang habis dipukuli olehnya.


" Dai apa yang kau pikirkan??"


" Nona, kenapa anda tidak membalasnya??"


" membalas??"


" Ya Nona..!"


" Dai sebenarnya aku juga bukan orang yang mudah di tindas, aku hanya ingin melihat seberapa hebat kekuatan selir ketiga di Istana ini, ternyata cukup kuat...!"


" Tidak nona, meskipun ayahnya memiliki kedudukan tinggi namun Raja tetap menghukum selir ketiga !"


" Ha?? apa yang kau bicarakan Dai??"


" Raja menghukum selir ketiga sama dengan apa yang anda dapatkan!"


" Apa??, lalu??"


" Ayahnya tidak terima dan protes... sepertinya Raja juga akan mendapatkan tekanan cukup besar dari para pejabat tinggi...!"


" Aku menyebabkan kekacauan pada Raja ya??"


" Raja memintamu untuk istirahat dan tidak perlu memasak makan malam untuknya!"


" Dai, coba kau cari tahu apa yang di bicarakan Raja dengan para pejabat saat ini...!"


" Baik!" Dai pun bergegas melaksanakan tugasnya.


teng tong...


" Ha?? siapa itu yang datang?, jangan - jangan selir ketiga...!"


" Tidak mungkin, selir ketiga masuk lewat pintu utama??, dia kan tidak bisa keluar masuk istana sembarangan nona!"


" Oh benarkah?, coba kau lihat Yuzan...!"


Yuzan segera berlari ke pintu utama, dan melihat dari jendela siapa yang datang


" Nona, nona di depan ternyata putri Alena bersama orang -orangnya!"


" Ha?? ada apa?, apa dia akan mencari masalah denganku??"


" Bagaimana nona??"


" Sudah biarkan dia masuk dan layani dengan baik, katakan jika aku tidak bisa bangkit dari tempat tidur...!"


Yuzan segera membukakan pintu, dan mempersilahkan Putri Alena masuk.

__ADS_1


" Tuan putri apa anda ingin sesuatu??"


" Tidak, di mana nonamu??"


" Nona tidak bisa bangkit dari tempat tidur, maafkan nona saya Tuan putri!"


" Tak apa?, aku yang akan masuk!" Alena berjalan menuju kamar Julia, mata Alena tertuju pada bangunan Paviliun tenggara, semua di renovasi dengan sangat baik dan dengan bahan berkualitas sama dengan paviliun Raja.


Begini adikku juga tidak bisa memahami hatinya pada Julia... jika selir ketiga datang ke sini dia pasti akan sangat kesetanan melihat semua yang kai berikan pada Julia cuma-cuma.


dalam hati Alena.


" Oh tuan Putri maaf!" Julia berusaha bangkit


" jangan bergerak, tetaplah seperti itu...aku tahu rasanya itu ,jangan menyakiti dirimu!"


" Maaf Tuan putri karena tidak sopan!"


" Kau sedang terluka jadi tenang saja ya...!"


" Nona Julia...!"


" Panggil saya Julia saja Tuan putri...!"


" oh Ya Julia aku datang ke sini karena mendengar pertengkaranmu dengan selir ketiga, selama saya tinggal di Istana, baru kali ini aku mendengar adanya pertengkaran di dalam harem Yang Mulia!"


" Oh maaf karena sudah membuat masalah Tuan putri, saya akan berlaku lebih baik lagi...!"


" Oh bukan maksudku apa - apa Julia, memang selir ketiga sejak dia pertama kali masuk Istana dia sudah menaruh hati pada putra mahkota!"


" Ya, saat dia masuk istana dia slalu mengikuti kemana pun putra mahkota...namun putra mahkota yang dia ikuti saat kecil bukanlah Alfred tapi Kakakku Albert, sampai suatu hari dia harus ikut ayahnya dinas keluar kota selama bertahun-tahun, dia tidak tahu konflik dalam istana selama dia keluar kota, memang semua itu tidak akan terdengar keluar, saat dia kembali saat itu pengangkatan tahtah putra mahkota menjadi Raja, dia meminta ayahnya untuk menikahkannya dengan Raja yang baru naik tahtah itu!"


" Lalu??"


" Dia tidak tahu putra mahkota di cabut gelarnya dan di gantikan oleh adikku Alfred, karena sudah melanggar norma aturan yang sangat fatal...jadi sampai detik ini dia tidak tahu bahwa yang dia ikuti itu adalah kakakku bukan adikku, karena nama asli kami hanya anggota keluarga saya yang tahu nama sekarang saja hanya nama panggilan saja yang kalian tahu!"


" Wah, jadi dia salah menikahi orang lain??"


" Ya...!"


" Lalu di mana kakak anda Tuan putri??"


" Sudah mati, Alfred menghukum kakaknya sendiri dengan hukuman gantung!"


" Apa??" Julia sangat Terkejut.


" Sebelum dia bertemu dengan Sansan dia hanya seperti boneka yang di suruh-suruh saja... kakakku ternyata adalah dalang dibalik pembunuhan sang Ratu...!"


" Hidup di istana sangat mengerikan, aku sepertinya harus segera pergi dari sini...!"


" Kenapa takut??"


" Saya tidak punya pendukung di sini, lagian juga hanya numpang saja saya di sini, tuan putri...!"


" Kau sudah mendapat dukungan yang paling kuat, apa yang kau takutkan??"

__ADS_1


" Maksud anda??"


" Adikku ada di pihakmu, dukungan mana lagi yang kau butuhkan??, kau mendapatkan dukungan langsung dari seorang Raja di sini!"


" Tuan putri saya kan hanya tamu, wajar Raja memperlakukan saya dengan baik, jika tidak Raja takut akan mempengaruhi nama negaranya!"


" Hahahahahahhaha...hahahahah...haduh aku tidak bisa bicara banyak lagi, kau masih terlalu muda, sepertinya adikku harus lebih keras lagi usahanya!"


" ha???"


" Sudah lupakan, aku dan Tasya juga sangat dekat, aku penasaran dengan saudaranya, ternyata memang kalian anak-anak yang menggemaskan, Julia aku membawa minuman ini untukmu, minumlah agar tubuhmu lekas membaik!"


" Tuan putri anda baik sekali....!"


" Hmmm kau juga sangat baik dengan adikku, makanya aku juga baik padamu, dia sejak kecil sangat menderita, tolong bantu dia menemukan kebahagiaannya!"


" Wah,itu saya tidak bisa Tuan putri...saya hanya orang biasa saja...!"


" Julia, jika di suruh memilih...kau lebih memilih di cintai atau mencintai??"


" Di cintai lah, aku belajar dari pengalaman orang tuaku!"


" Oh ya??, boleh aku mendengar ceritanya??"


" Boleh, jadi sebelum ibuku bertemu dengan ayahku, ibuku sudah pernah menikah, entah bagaimana awalnya, ibu sangat mencintai pria itu namun, ternyata pria itu meninggalkannya untuk kembali pada keluarganya, dan menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuanya, ibu terlunta-lunta bersama putranya hingga Tuhan mempertemukannya dengan Ayahku, ayahku juga sudah beristri namun tidak memiliki anak...saat pertemuan pertama itu ayahku jatuh hati pada ibu dari satu orang anak!"


" Wah, ini cukup rumit ya, lalu bagaimana mereka bersatu??" lalu bagaimana dengan istri ayahmu??"


" ayahku tidak pernah mencintai istrinya, karena dia menikah itu perintah dari atasanya dulu sehingga saat menikahi putrinya ayahku langsung naik pangkat tertinggi!"


" Oh ya kabarnya keluargamu hampir semua abdi negara ya??"


" Ya, semua saudaraku adalah abdi negara, dan aku mengikuti ibuku...!"


" Luar biasa, lalu bagaimana mereka bersatu??"


" Ayahku bercerai dengan istrinya dan mencari ibuku ke segala penjuru, dan yang pertama ayahku temukan adalah kakak tiriku, kakak tiriku dititipkan di panti asuhan, ayahku segera mengadopsinya, karena dia tahu hanya dengan itu ayahku bisa menemukan ibuku!"


" Apa saat itu langsung bertemu??"


" Tidak, karena ayahku tidak bisa turun langsung mencarinya, dan yang mencari ibuku adalah mendiang ayah Tasya atau Sansan, dan pada akhirnya ibuku ditemukan di kediaman suaminya, di sana ibuku slalu di siksa ibu mertuanya, ibuku juga melihat prianya dengan istri barunya, dia bertahan hanya dengan satu alasan Cinta...!"


" Cinta yang sangat sia-sia... dan sekarang ibumu mendapatkan pengganti yang lebih baik bukan??"


" Ya, katanya saat menikah dengan ayahku ibuku belum jatuh cinta, sampai akhirnya waktu yang menumbuhkan cinta diantara mereka, dan hadirlah kami berdua ...!"


" hihihi...so sweat sekali...aku sampai terharu ..!"


" Ya, begitu...aku lebih memilih dicintai saja ...!"


" Semoga Julia mendapatkan pria yang sangat mencintai Julia, sehingga Julia sangat di ratukan olehnya!"


" Aamiin, ya inginnya juga begitu Tuan putri ,tapi Julia masih belum berpikir untuk ke sana, memperbaiki diri, dan mengembangkan bisnis dulu saja!"


" Heheheh...kalian memang keluarga yang sangat energik...kalau begitu aku pamit dulu, saat senggang aku akan datang ke sini, oh ya aku adalah pelanggan setia tokomu loe, memang kue produksi di tokomu sangat berbeda, selamat istirahat Julia,lekas membaik!"

__ADS_1


Yuzan pun mengantar Alena sampai depan pintu.


__ADS_2