
Tanxia memasuki kamar Kenzo, untuk mencari sesuatu, barangkali ada yang bisa membuat Kenzo tidak akan meninggalkan nya.
Tanxia membongkar semua isi lemari...
dan menemukan selembar foto, Kenzo
bersama Sansan, Tanxia memandangi foto mereka berdua.
"Apakah suamiku jatuh cinta pada gadis kecil ini atau ibu nya???, 7 tahun lebih aku menyandang nama nyonya Kenzo, namun satu belaian pun suamiku tidak pernah ku dapatkan!, apa suamiku ini kelainan?" Tanxia melihat dengan jelas wajah Sansan.
" Aku juga tidak memungkiri, anak ini memang sangat cantik, bola matanya sangat indah ,hidung, bibir sangat sempurna!, tapi ibunya juga sangat cantik, sebenarnya suamiku menyukai siapa?"
" Tunggu, aku punya cara! , tapi juga pasti akan cepat ketahuan , tapi ini satu-satunya cara , untuk mengetahui siapa yang disukai suamiku!, dan aku harus menyingkirkan nya!, dia suamiku,jika aku tidak bisa memiliki nya, tidak akan ada yang bisa memilikinya!"
...----------------...
Fahad pun diterima masuk dalam kepolisian,dia mengikuti pendidikan kepolisian.
Dan saat ini Julius hanya sendiri di rumah, Julius sangat kesepian, Julius pun keluar untuk mencari-cari sesuatu yang menarik baginya.
Julius memasuki tempat perjudian, dia menarukan motornya untuk berjudi, beruntung nya Julius memenangkan setiap ronde, dan itu memicu pihak lawan tidak terima.
" Kau pasti curang!!"
" Apaan sih??, kenapa bermain jika tidak mau kalah!"
" Cepat pegangi anak ini, jangan biarkan dia pergi membawa uang kita!"
" lepaskan!, jangan memaksakku menghancurkan Kasino ini!!" tegas Julius.
" Anak bau kencur saja sok hebat!, paling - paling nanti juga nangis!!"
" Cuiiiih!" Julius meludahi orang yang meremehkannya.
" Bajjjingan, hajar dia patahkan tangan dan kakinya!!"
" Heh..!" Julius menyiku kedua orang yang memegangi nya dan segera mematahkan tangan keduanya dengan cepat.
Dan segera memukul orang dihadapannya, tanpa ampun.
" Hey apa yang kalian lakukan di Tempatku!!"
" Tuan dia main Curang ,bukankah di sini ada peraturan nya jika berbuat curang!"
" Kau masih kecil dan orang baru sudah menyinggung pelanggan terbaikku!, benar - benar tidak takut mati!"
" Apa buktinya aku curang?"
" Tuan Go...berikan keadilan pada pelangganmu ini!"
" Bawa anak ini dan beri pelajaran!"
Julius pun dibawa oleh 3 orang berbadan besar - besar, di situ Julius di hajar habis - habisan tanpa belas kasih dan pembelaan.
" Cukup, jangan Hajar lagi!"
" Nona, kenapa anda di sini?, nanti Tuan akan marah!"
" Dia tidak bersalah, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!"
" Kami hanya menjalankan perintah nona!"
" Sudah, katakan pada Ayahku jika anak ini sudah tak berdaya!"
" Baik ,nona!" 3 orang itu pun pergi.
" Kau seharusnya mengalah, kau ini bukan limbad kenapa sangat keras kepala, lebih baik kehilangan uang dari pada nyawa kan!"
" Terimakasih!"
" apa kau bisa berdiri??"
" Aku akan Coba!" Julius berusaha untuk berdiri namun terjatuh lagi.
" Aku bantu saja, kita ke rumah sakit!"
" No...!, apa kau ada kotak obat, dan air mineral??"
" Tapi ,...!"
" Jika ada tolong!"
" Hmmm okelah!" wanita itu segera pergi mengambil kotak obat dan air mineral.
" Ini, aku bawa 3 botol, dan ini kotak obatnya!" memberikan pada Julius.
Julius meraih botol mineral itu, dan mengguyurkan keseluruh tubuhnya.
" Hei apa kau gila?, kau sedang terluka!" merebut botol minum dari Julius.
" ini aku sedang membersihkan lukaku kakak!"
__ADS_1
" Mana ada seperti itu, kau basah kuyup kau akan terkena flue!"
" Jangan pedulikan aku, aku tidak terbiasa!"
" Kau ini orang aneh, diamlah biarku obati lukamu!"
Julius pun diam dan menurut, ini pertama kalinya ada seseorang yang sangat perhatian padanya.
" Kakak umur berapa?"
" 20 tahun!"
" Siapa nama kakak?"
" Hana...!"
" Kakak juga mengurus tempat ini?"
" Tidak, kebetulan saja aku datang mengunjungi ayahku!"
" Ini bisnis ilegal kan?, aaaaahghhhh!"
" Kau diamlah, jangan melakukan sesuatu yang bodoh lagi!"
" Kakak kerja di mana?"
" Apa sih mau mu???"
" Tak ada, hanya suka mengobrol dengan Kakak!"
" Kau seharusnya masih sekolah bukan?"
" hmmm, seharusnya!"
" kenapa kau putus sekolah?"
" Aku tidak putus sekolah!"
" Lalu apa?"
" aku lompat kelas, aku sudah mendapat ijazah SMA!"
" Aih, kenapa tidak lanjut kuliah?"
" tidaklah!, untuk apa?"
" apa kau mengalami ekonomi yang sulit?"
" apa kau sangat butuh uang??"
" hmmmm, maybe!"
" bekerjalah denganku, aku bisa membantu kesulitan mu sedikit!"
" Kenapa kakak baik sekali padaku?"
" Bukan kah sesama makhluk kita harus saling mengasihani?"
" Oh...apa pekerjaan yang kau tawarkan kakak?"
" antar jemput aku kuliah!"
" ha???"
" Aku akan membayar 3 juta perbulan, tidak banyak sih tapi hanya itu yang bisa ku bantu!"
"Okey, catat nomer kakak, besok aku akan menjemputmu!"
" Oh, kau masih terluka!"
" Bukan, masalah besar!"
" Wah kau benar-benar membutuhkan uang kah??"
" heheheheh...demi bertahan hidup kakak!"
" Baiklah,lukanya sudah ku obati, kau segera pulang dan istirahatlah!, eh siapa namamu?"
" Julius!"
" Owh okelah, aku harus segera kembali , sampai jumpa besok!"
Hana meninggalkan Julius, Julius tersenyum puas .
Julius segera keluar dari kasino, motornya sudah lenyap, dia segera menghubungi kembarannya.
" Apa yus....!"
" Jemput aku Lia, di dekat SPBU tirta!"
" Aku masih sibuk Yus!"
__ADS_1
" Aih, kau ini!" terpaksa Julius pun jalan Kaki sampai kediaman Pratama.
Selama perjalanan pulang, pikirannya terisi oleh wajah Hana, yang membuatnya senyum - senyum sendiri.
" Heh, bagaimana bisa dia anak dari seorang pemilik Kasino!" Gumam Julius.
sampailah Julius di Kediamannya, saat akan melangkah masuk.
" Kenapa dengan seluruh wajahmu?"
" Apa urusanmu!, urusi saja urusanmu!" Sahut Julius sinis.
" apa kau masih menyalahkan kakak??"
" Kakak?, aku tidak punya kakak!"
" Julius, kita itu satu ibu!,kita adalah saudara!"
" Berbeda, kau anak seorang penjahat!"
" Apa??"
" Kau juga tidak akan beda dengan ayahmu, jangan berlagak, sudahlah aku mau istirahat!" Julius segera masuk ke dalam kamarnya.
" Kenapa dia tidak bisa menerima ku?"
Suhail merasa sedih dengan hal itu.
" Ada apa abang?" tanya Julia yang baru datang.
" Tak apa - apa, coba kau lihat Julius, apakah dia baik - baik saja atau tidak!" Ujar Suhail pada Julia.
" Hmmm, baiklah!" Julia pun segera mengetuk pintu kamar Julius.
" Yus, aku masuk ya!"
" Hmmm!" Julia pun masuk ke kamar Julius
" Lah, yus.... kenapa?, kok Bonyok??"
" Hemmm biasa berantem!, udah slow ajalah jangan heboh!"
" Udah makan belum?, nih tadi aku kelebihan buat kuenya, makanlah, cepat istirahat, aku akan pura - pura tidak tahu!" Julia meletakkan kue di meja Julius, ya namanya juga kembaran juga pasti sangat sudah mengerti sifat satu sama lain.
Julia pun keluar dari kamar Julius,
" Gimana?, dia baik - baik kan?" tanya Suhail.
" Biasa bang, Julius pasti abis berantem, oh ya abang ambil cuti kah?"
" Ya, aku sangat rindu mommy, dan kalian!"
" Lalu bang Putra gak libur juga?"
" Nggak, belum bisa katanya!"
" Abang udah makan belum?, mommy masih ditoko katanya mau meeting gitu!"
" Abang belum makan, keluar yuk cari makan!"
" Okey...abang yang traktirkan??"
" Hmmm, apa aja yang kamu mau abang belikan!"
" Ya udah gas aja yuk!" mereka berdua pun pergi keluar
ya gimana sih seorang abang nyenengin adeknya jadi nurutin semua permintaan si julia ini.
" Julius suka apa?, sekalian dibelikan!"
" Abang, Julius pasti akan menolak pemberian abang!"
" Hmmmm, ya udah kamu bilang aja dari kamu!"
dari kata - kata suhail itu membuat Julia ,benar - benar sedih.
" lah kenapa nangis?" Suhail malah kebingungan.
" Hukhuk, abang Julia ingin kita kembali seperti dulu, kita tidak seperti ini, hiks hiks"
Suhail memeluk Julia dan menenangkan Sang adik yang berhati lembut itu.
" mungkin saat ini belum bisa, tapi abang tidak akan menyerah untuk membuat kita kembali seperti dulu!"
" iya , ...hiks hiks ...!"
" Ya udah kita pulang ya...!, mommy pasti sudah kembali.
mereka berdua pun pulang,...
Like nya dulu hayooo....
__ADS_1
biar crazy up....tiap tanggal ini