GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
419. penetapan


__ADS_3

" Iyus kau pasti bisa aku akan setia menunggumu!"


" terima Ai ku...kau akan tahu jika aku akan menepati janjiku..."


" aku sudah tahu kok..."


"mom, dad...maaf baru tiba..."


Suhail dan Fathia yang baru tiba dan segera bergabung duduk.


"Nah, langsung saja...kita bahas kapan kalian ini mau menikah??"


" Dad...curang sekali, giliran abang langsung di tanya kapan menikah!"


" Iyus juga mau menikah??" tanya Suhail.


" abang, Daddy masih memberiku tantangan, padahal pendidikan sudah ku tempuh jalur cepat, sekarang malah memintaku untuk membeli rumah mobil, dan tabunganku harus melebihi Aina..."


" tadi kau sudah menyanggupi, seky kau mengeluh!!" ujar Nathan kesal.


" Dad...kenapa harus begitu??"


" Suhail, anak ini masih sangat labil, Aina itu kan keponakan Daddy juga, walaupun dia putraku, tidak bisa sembarangan main nikah saja , Jika dia tahu sesuatu itu sangat sulit di dapat ,dia pasti akan menghargainya, tidak akan mudah melepaskannya...Daddy sedang mengajari putra Daddy arti tanggung jawab, kau kira menikah itu ,kau menikah lalu urusan selesai...dalam pernikahan pastilah ada gelombang,dimana kita mampu melewatinya atau tidak, ini juga untukmu Suhail...jangan pernah menyakiti pasanganmu ,apapun alasannya,..."


" Benar yang dikatakan Daddymu ...lihat bagaimana mommy lelah, mommy pasti akan cerewet dan marah-marah pada Daddymu, kalian juga lihat kan Daddy akan diam, bukan karena Daddymu itu takut...dia sangat tahu bagaimana lelahnya menjadi istri dan ibu dari 4 anak...hehehe, ...Daddymu akan bertengkar dengan mommy hanya di dalam kamar tidak dihadapan kalian, Daddymu sudah memberikan contoh yang baik bukan???, aku harap kalian bisa mencontoh Daddymu dalam memperlakukan pasangannya...contoh juga itu abang kalian Putra, dia slalu sabar bukan menghadapi Inces yang sama kekanak-kanakannya dengan Sansan..."


" Baik mom...aku akan mengingatnya!" ujar Suhail.


" Ya, tapi Daddy terlalu ribet pada anak-anaknya!" ceplos iyus.


" kamu kalau memang tidak mampu ya tidak usah sok-sok an menikah kan beres..."


" iya iya Dad..."


"Sekarang membahas abangmu dulu, bagaimana kalian berdua ini mumpung Daddy sudah longgar!"


" Tergantung Fathianya Dad, Suhail tidak bisa memaksa jika Fathia belum siap!" ujar Suhail.


" gimana Fathia??"


" Fathia sudah Siap...hanya saja Fathia kan yatim piatu, tidak memiliki siapapun untuk mempersiapkan semuanya..."


" Sejak Kamu menjadi pilihan putra kami, jangan pernah mengatakan tidak memiliki siapapun, kita ini adalah orang tuamu, tidak ada kata mertua menantu lagi kalau kamu sudah masuk dalam keluarga kami, katakan pada mommymu bagaimana semua yang kau inginkan untuk pernikahanmu, karena hal seperti itu bukan keahlian Daddy, dia juga ibumu sekarang jika kau siap katakan saja pada mommy mu itu...apa sekarang Fathia mengerti??!"


Mendengar perkataan Nathan mata Fathia berkaca-kaca, ternyata bapak mertuanya itu sangat penyayang dan meskipun cara penyampaian seperti pemimpin upacara sangat tegas,mengena dihati.


" Daddy memang bukan orang yang baik, tapi Daddy tidak ingin anak-anak Daddy merasakan apa yang daddy rasakan, daddy memutus rantai didikan keluarga pratama cukup sampai digenerasi Daddy saja, jika Daddy memiliki putra-putri biarkan mereka memilih wanita yang mereka cintai...daddy juga tidak ingin anak -anak Daddy seperti Daddy, menjadi orang tidak enakan...dan berakhir menyakiti orang lain, kalian menjadi seorang pria harus tegas...jika tidak ya tidak, jika suka ya suka..."

__ADS_1


" kami mengerti daddy..."


" lalu bagaimana kabar mantan istri Daddy??" tanya Suhail dengan polosnya.


Suhail menendang kaki Julius.


" ah, abang kau..."


Suhail memberikan kode pada Julius baru paham.


" mana ku tahu, kenapa kau ingin tahu??, aku tidak akan mencari tahu sesuatu yang akan membuat mommymu terluka, itu sama saja daddy tidak menghargai mommymu...,urusan kita sudah selesai, maka tidak ada hubungan apapun lagi dengan kita ...!"


anak ini bisa - bisanya menanyakan hal tidak penting dihadapan mommynya...


dalam hati Nathan


" bukan mantan istrinya yang seharusnya kau tanyakan kabarnya!"


" anak-anak didiknya, dan juniornyalah yang harus kau tanyakan, apa kau mengerti??, Daddymu semakin berumur, semakin bertambah peminatnya...!"


" Tapi aku mana pernah perhatian dengan mereka, kau cemburu lagi, bahkan kini aku sudah memiliki cucu loe..."


" kalian tahu, jika Daddymu pulang, pasti junior-juniornya akan mengirimi pesan, pagi Laksmana, jangan lupa sarapan, siang dan sedang apa?, malam ndan selamat istirahat, mereka kira Daddy mu itu masih remaja??, harus ditanya dan di ingatkan setiap waktu, dia juga bukan bayi, tahu waktu makan dan istirahat dengan baik, tidak jelas!!!"


" Lihatlah bagaimana mommy kalian ini cemburu..., hahaha tapi tidak ada yang aku balas Juga , malah kau yang membalasnya bukan??!"


" aku hanya ingin tahu, seberapa gatal mereka!"


" Daddymu juga suka cemburu, jika ada client pria bekerjasama dengan mommy, haih ...lalu mommy tidak boleh??!"


" Hadeh kalian ini sudah di usia berapa masih saling cemburu??"


" kau tahu mommymu masih sangat muda, tentu saja Daddy takut dia nyangkut sama brondong meresahkan!"


" Hahahahaah" Anak-anak mereka tertawa mendengar sang Raja laut Cemburu.


" ayo sekarang kembali ke topik awal...mau kalian kapan??"


" Suhail bolehkah mengadakan pesta pernikahan yang mewah dad??, mom??"


" tidak jangan, jangan buang uangmu untuk hal yang mubazir, hidup kita tidak selesai hanya dipernikahan itu sajakan??"


" terserah kalian, yang penting keduanya sepakat!" ujar Nathan.


" tapi aku ingin memberi yang terbaik untukmu!"


" Tidak mau, aku mau sederhana saja..."

__ADS_1


" Calon suamimu adalah Jendral, pernikahan militer paling tidak juga ada upacara pedang pora juga !" ujar Savina.


" Jika Fathia tidak ingin juga tidak masalah mom..."


" oh kalau itu tidak masalah, yang penting jangan berlebihan saja gitu mom..."


" baik..."


"apa kalian sudan putuskan kapan kalian akan menikah??"tanya Nathan.


" Mereka sudah menyerahkan tanggal pernikahannya padaku, jadi kita akan membicarakan ini pada om dan tante mereka, mereka meminta di bulan ke empat, itu berari 2 bulan lagi..." ujar Savina


" Baiklah...ok...nanti kami akan mencarikan tanggal yang baik,..."


ujar Nathan.


" Baik, terimakasih mom, Dad..


oh ya kenapa abang dan kakak ipar tidak datang??" tanya Suhail.


" Abangmu kan sudah ambil cuti, sekarang dia sibuk, kakak iparmu membantu menjaga keponakan kalian ...dia sangat ingin segera punya anak, hahaha...doakan untuk mereka semoga segera diberikan momongan secepatnya, karena mommy lihat Incess sangat sedih karena tak kunjung hamil..."


" mereka baru saja menikah, kenapa sangat terburu-buru!" Ujar Fathia


" hahahah, mereka sangat lucu berdua itu... karena kalian sudah menemukan pasangan masing-masing, mommy dan Daddy akan fokus pada adik perempuan kalian..."


ujar Savina


" Apa daddy dan mommy mau mencari kan calon suami untuk Julia??" tanya iyus.


" sudah daddy bilang, tidak ada perjodohan kalian bebas dengan pilihan kalian daddy menjodohkan inces dan putra saja juga tidak memaksanya, mereka juga mau meski awalnya sedikit kacau..."


" hahah, itu abang aja yang suka berbohong pada kakak ipar!" ujar Julius.


" iya loe dad...abang pandai sekali memanipulasi hahaaha!" tambah Suhail


" Itu dia belajar dari Daddy, dulu mommy juga di manipulasi oleh daddymu, huh... memang mereka sama !"


" Hahahahahah" Nathan tertawa mengingat masalalu bersama istrinya.


" kalian tahu tidak, foto mommy kalian yang nampak seperti siluman babiii??"


" Hahahahahahahahha, iya kan di jadikan wallpaper Daddy di hp..."


" hih kalian ini sangat bersemangat membicarakan Aib orang sudah kalian lanjutkan sana...mommy mau lanjut kerja!" Savina segera pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


" wah kalian sih, mommy kalian marahkan??"

__ADS_1


" lah Daddy yang mulai kita yang salah!"


" sudah kalian lanjutkan saja... Daddy mau merayu mommy kalian lagi, repot kalau merajuk terlalu lama!" Nathan pun menyusul Savina ke ruangannya.


__ADS_2