GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
440. Orang yang dihindari


__ADS_3

" Boy kau kenapa??"


" tidak uncle...."


" kalau begitu aku ambil 3 jam dulu apakah bisa tambah , jika aku butuh tambahan mendadak??"


Julius semakin terkejut, maklum masih sangat bau kencur soal seperti itu, bukannya tidak paham hanya saja tidak sampai.


" tidak bisa tuan..."


" kalau begitu ambil 5 jam...!"


" Mau uang muka dulu atau sekalian ??"


"saya bayar... sekarang full"


" Uncle, satu jam saja apa tidak cukup??" tanya Julius.


"oh tuan itu terserah kami kan mau membawa berapa orang??"


" ya tentu!"


" Baiklah...saya pergi dulu besok kembali lagi..."


mereka pun segera kembali ke mobil.


" Uncle, kau baru masuk sudah meng habiska. uang 51M??"


" Tidak masalah unclemu ini tidak kalah kaya dari daddymu...selama ini Uncle hanya memenuhi kebutuhan uncle sendiri jadi ini juga pertama' dalam hidup mengeluarkan uang begitu besar, nak kau tidak boleh melupakan Jasa uncle ini karena jika sampai ini berhasil, jalanmu akan terbuka lebar di masa depan...!"


" Aku akan mengingatnya Uncle, terimakasih!"


" tidak aku melakukannya juga untukku sendiri boy..."


" Aku bantu uncle deh buat dapatin Tiara..."


" Bagus, itu baru keponakanku..."


Julius mengajak Sandy ke Basecampnya,


terlihat Yuna sedang membersihkan tempat itu.


" Siapa dia??, bekas lukanya, dia disiksa berkali-kali dalam waktu yang cukup lama..." Ujar Sandy.


" mantan istri Fahad!"


" oh astaga...jadi dia...sayang sekali bodynya sangat bagus, dia kelihatan hyper mungkin tidak puas dengan Fahad"


" Uncle bisakah tidak membicarakan hal seperti itu di depanku??"


" oh kau apa masih perjaka??"


" tentu saja...!"


" hahahahah... keluargamu memang keluarga bersih..."


" Mommy berpesan padaku untuk tidak macam-macam pada seorang wanita..."


" Savina memang ibu yang baik, kenapa kau masih merawatnya di sini??"


" Dia baru saja membantuku menyelesaikan misi dengan baik soal perdagangan manusia...!"


" oh lalu??"


" masih ada satu tugas untuknya, setelah itu aku akan membantunya balas dendam..."


" lalu??"


" Aku akan mengembalikannya pada keputusan Fahad..."

__ADS_1


" Anak yang bijak, ... aku seperti melihat Nathan versi muda pada dirimu...!"


" Uncle!!, sudah ku bilang jangan menyamakan aku dengan orang tua itu, jelas berbeda!"


" Hah, baiklah.... tidak lagi...."


mereka segera duduk di sofa memperhatikan Yuna yang masih sibuk beres-beres.


" Dia ini tidak bodoh, hanya saja dia salah bergaul..." Gumam Sandy memperlihatkan Yuna


" Dia dulu gadis yang manis, tapi sangat palsu..."


" hahahahahaha ya begitulah...dunia ini memang penuh dengan kepalsuan..."


"oh tuan...anda datang...apa ada tugas untuk saya??"


Julius menggeleng,


" Apa kau sudah makan??"


" belum tuan..."


" kalau begitu kita makan keluar saja bertiga!" Sahut Sandy.


" Baik..."


mereka bertiga pun segera pergi ke restoran dekat dari basecamp.


" Pesan saja yang kau suka tanpa melihat harganya..."


ujar Sandy.


Yuna memesan makanan kesukaannya ya itu kakap bakar dan juga sambal matah.


setelah makanan datang Yuna langsung melahapnya dengan brutal, Yuna sudah sangat lama tidak makan makanan yang lezat seperti itu, air matanya pun keluar menetes.


" hiks hiks...tuan, ini bisa saja makanan lezat terakhir yang akan saya makan ..."


" sudah makan saja jangan menangis, membuat orang tidak selera makan..." tangan kiri Julius mengambil tisu dan mengusap air mata Yuna.


Julius ini justru berhati lembut meskipun wajahnya segarang serigala hutan... berbeda dengan fahad wajahnya teduh tapi hatinya sangat kejam tanpa ampun pada musuh,tapi semua keluarga Pratama slalu memasang wajah tak bersahabat, jika orang lain mungkin mengira mereka orang yang sulit di dekati, tapi sebenarnya mereka adalah orang-orang berhati baik.


dalam hati Sandy.


" Paman..."


" Loh Tuan Rama..." ujar Julius terkejut melihat Rama sudah berdiri di sampingnya.


" Rama ...kau nak...!"


" paman, sedang makan siang??" tanya Rama basa basi.


" Sudah selesai..."


" Rama, cepat cari tempat duduk..."


" ibu paman San di sini..." ujar Rama


Sandy menunduk, tidak ingin melihat ke arah Rumana.


" oh San, kau apa kabar??"


" seperti yang kau lihat aku baik-baik saja..."


" oh baguslah, San...apa kau sudah menikah??"


" Doakan saja, dalam dekat ini aku akan menikah Rum...!"


" Oh sungguh, itu melegakan... jangan lupa undangannya ya ..."

__ADS_1


" ah, aku rasa aku tidak undang-undang Rum, aku sudah berumur malu yang terpenting dapat surat nikah saja..."


" oh begitu, baik aku doakan semoga lancar ya...!"


" terimakasih..."


" Ibu kita bergabung saja di sini, Rama sudah lama tidak bertemu dengan paman...!" ujar Rama.


" oh di sini ada tuan muda Julius...baiklah kita bergabung saja di sini apa boleh??" tanya Rumana.


" Uncle bagaimana??"


tanya Iyus.


" Kalian duduklah, kami sudah mau selesai juga kok..."


" paman, siapa calon istrimu, bolehkan aku mengenalnya paman??" tanya Rama penasaran.


" Dia, masih sangat kecil heheh...lebih tua Rama deh..."


" Wah, paman kau mendapatkan daun muda, boleh dikenalkan pada Rama??"


" Rama, jangan seperti itu...!"


" ibu, ...aku sangat penasaran, wanita mana yang seberuntung itu di nikahi Paman,ibu kan tidak beruntung!" ujar Rama sedikit kecew karena dia sangat mengidam-idamkan Sandy sebagai ayahnya.


" Rama...jangan seperti itu...ibumu mengambil keputusan yang tepat..."


" Ya ku harap ibu tidak menyesal, eh Siapa wanita ini??" tanya Rama


" Dia orang ku tuan Rama..." Sahut Julius.


" Oh halo nona..." sapa Rama Dengan Ramah.


Yuna hanya mengangguk.


" Di mana tempat usahamu Rama, besok paman akan membawanya menemuimu..." ujar Sandy.


" Ada di dekat Cafe nona Fathia, perusahaan Rama ada di sana paman, perusahaan RM..."


" oke, saat makan siang kita akan makan bersama ya..."


" baik paman aku akan menunggu paman, tidak boleh ingkar janji ya!"


" beres...!"


Rumana hanya terdiam, seolah tidak bisa masuk dalam perbincangan mereka, tapi dia berusaha keras mengajak Julius berbincang.


" uncle kita sudah selesai, ayo kembali!" Ajak Iyus yang agak risih dengan Rumana karena banyak bertanya tentang dirinya dan ayahnya .


" Oke...ayo...!" Sandy segera berdiri


" Rama paman duluan, kami akan membayar makan kalian selamat makan...!" ujar Sandy lalu berlalu pergi.


Julius dan Yuna segera mengikuti Sandy meninggalkan meja itu.


" paman apa kau kesal??"


" Mimpi apa kau, bertemu dengan orang yang tidak ingin aku temui lagi...".


" itu takdir paman , hehehheheh" Goda Julius.


" Ayo segera pulang, beberapa hari lagi kita akan segera selesaikan misimu nak, tapi untuk besok berikan waktu untuk uncle ya nak!"


" beres...!"


mereka pun segera pulang, kembali ke kediaman Pratama sebelum itu tentu saja mengembalikan Yuna ke Basecamp terlebih dahulu.


Bertemu dengan Rumana membuat mood Sandy menjadi begitu buruk, masih kesal rasanya pada Rumana, dia yang menganjak bertunangan dia juga yang meminta perpisahan, benar tak di masuk akal, dan sekarang mereka bertemu lagi dan berada di sekitar Nathan lagi.

__ADS_1


__ADS_2