
" Itu...itu... kita tidak punya sayang,...!"
" Bagaimana bisa??"
Bagaimana aku menjelaskannya ini?
apa aku jujur saja padanya bahwa kita ini sebenarnya.
" Kenapa tidak menjawab?"
Chiko segera berlutut dihadapan Sasha,
" Sayang, maafkan aku yang belum memberikan status padamu, maaf....!"
Terpaksa begini dulu, aku harus melihat tanggapannya terlebih dulu, baru mengikuti alur, ini adalah perbuatan yang tidak ku senangi, tapi mau bagaimana lagi?
" Sampai Sansan Sebesar ini??"
" Ya maafkan aku!"
Aku tidak berbohong karena memang aku tidak terikat pernikahan dengan Nyonya.
" Kau hanya menjadikanku simpanan saja??, kau pasti sudah memiliki istri, dan aku hanya simpananmu?'
" Tidak kau salah paham, aku tidak ada istri!"
"Lalu aku ini apa?, anak kita sudah sebesar itu kau tidak mau memberikan status?, kau pasti sudah beristri!"
" Lihat ktpku masih belum kawin!" Membuka dompet dan menunjukkan pada Sasha.
Melihat KTP Chiko kaki Sasha langsung lemas, terduduk di lantai.
" Kau mempermainkanku ?, aku sudah buta selama ini!"
" Kau pergilah aku tidak ingin melihatmu lagi, bagaimana bisa kau tidak memberiku status?? padahal anak kita sudah dewasa!"
Chiko segera memeluk Sasha yang terduduk lemas,
" Maafkan aku, tapi aku sungguh mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu, dan kau adalah satu-satunya wanita yang ku cintai sepenuh hati, aku setuju dengan mu mari mulai semua dari awal, mari belajar memahami satu sama lain, setelah kita saling memahami, mari menikah!"
Maafkan aku Kenzo, aku juga menginginkannya, dulu aku hanya berani menyukainya diam - diam, karna tidak mungkin aku mengambilnya dari bos Bram, begini aku juga membantu Sansan untuk mendapatkan mu aku harus membuatnya luluh padaku agar kau tidak ada kesempatan lagi dan menyerah padanya .
dalam hati Chiko.
" apa kau masih tidak tahu aku sangat tulus mencintaimu sampai Sansan Sebesar itu, kau tidak menikahiku?, aku dulu pasti sangat buta, sampai mau kau perlakukan seperti itu!"
" Semua karna aku terlalu, mengejar cita-cita ku, bukankah kau ingin aku menjadi hebat?'
" Ya siapa yang tidak ingin memiliki pria hebat!'
" Sekarang aku sudah menjadi panglima, apa sudah cukup hebat untukmu?"
" Sangat hebat, ....!"
" Maka lunasi hutangmu membuatkan ku bebek panggang kesukaanku!"
" Oh ya, tentu...tapi bagaimana status kita?"
" Ya sudah kita mulai dari awal sayang!" ujar Chiko, yang kini hanyut dalam perannya,
namun memang diam - diam Chiko menaruh hati pada istri bosnya itu.
( Bram itu karma dulu sebelum kenal Sasha kau menyukai Vevey, secara diam-diam)
__ADS_1
" Seharusnya kau mengatakan itu dari awal, jadi aku tidak berpikir buruk padamu ...!"
" Maafkan aku!"
Cup 💋💋💋
Chiko mencium kening Sasha dengan lembut,
" Aku memaafkanmu, semenjak aku bangun dari tidur panjangku, aku lupa tentang masalalu yang sudah ku lewati bersama mu, tapi kau memberikan ku kehangatan yang tidak asing bagiku, aku sangat terkesan denganmu yang bersabar selama 8 tahun ini tidak meninggalkan ku dengan yang lain!"
Sasha memeluk Chiko dengan sangat erat,
" Apa kau sungguh - sungguh padaku??" Sasha bertanya lagi
" Sungguh - sungguh!"
Chiko menjawab dengan menatap mata Sasha penuh keyakinan.
Tatapan mata mereka membawa magnet yang menarik Bibir mereka untuk menyatu, Chiko tersadar, segera menghentikan nya,
" Apa bibirku tidak enak?" Tanya Sasha dengan wajah kecewa .
mendengar perkataan Sasha, gairah terpedam sang bujang puluhan tahun itu terbangunkan,
tanpa ragu Chiko mencium bibir mungil dan indah itu, Sasha sampai hampir mati kehabisan nafas mengimbangi ciuman yang begitu membara.
( Ciuman Jomblo berpuluhan tahun )
" Ambil nafas sayang!"
ujar Chiko
Sasha baru menarik sedikit udara, Chiko sudah menyambar bibir Sasha lagi,
Sasha segera mengalungkan tanganya pada Chiko dan membalas ciuman Chiko dengan lembut,
" Bisakah lembut seperti ini?" ujar Sasha mencontohkan pada Chiko, Chiko mengimbangi ciuman Sasha itu dengan kelembutan, namun tangan Chiko sangat aktiv, berjelajah di sebuah tanjakan kembar.
( Naluri seorang lelaki ya bund...)
" Ahhh...!"
desaaahan Sasha benar - benar membangkitkan sesuatu di sana, Chiko segera mengangkat Sasha ke atas ranjang.
kini Chiko sudah berada di atas Sasha, memandangi wajah sasha dengan lekat.
" Kau sangat cantik, ... kau sungguh membuatku gila dan tersiksa selama ini, kehangatanmu dulu dan sekarang membuatku tidak bisa berpaling darimu!"
" Kau bisa membalas menyiksaku sekarang!" Sasha menarik baju Chiko dan mencium Chiko.
Aku tidak bisa menahan diriku lagi, nyonyaku sangat menggairahkan ku, oh astaga...
Chiko tersadar dengan perbuatannya,
" Ada apa?"
Chiko memeluk Sasha dengan erat,
" Tunggu, ... biar aku mengajukan pernikahan untuk kita , jangan salah paham lagi, ini bukti kesungguhan ku padamu, mari memperjelas hubungan di antara kita, setelah itu kita mulai semuanya dari awal!"
" Ya, terimakasih karena sudah mau menikahiku!, apa kau baik-baik saja?"
" aku masih bisa menahannya sayang, ...!"
__ADS_1
mengeratkan pelukannya pada Sasha.
" Aku lelah,....!"
" Besok aku cari asisten rumah tangga untukmu agar tidak kelelahan!"
" bukan ,bukan itu....justru karena aku mengerjakan pekerjaan rumah itu membuatku tidak bosan di rumah!"
" Apa kau bermaksud meminta izin padaku untuk keluar?"
" Bukan...!"
" Itu tak masalah, ajaklah kakak - kakakmu atau keponakanmu yang senggang!"
" Bukan, aku sangat nyaman di rumah, aku masih takut keluar karna aku tidak mengingat siapapun itu pasti berbahaya!"
" kau sangat pintar, selagi aku masih libur katakan saja jika kau ingin keluar jalan - jalan!'
"Ya itu pasti, tapi aku kelelahan karena pikiran ku!"
" Pikiran??"
" Ya, tapi sekarang sudah tenang!'
" Apa yang kau pikirkan hingga kelelahan?"
" Aku memikirkan mu, kenapa kau sangat jauh dariku, meski perlakuanmu sangat baik, tapi kau tidak pernah menginginkanku!"
" Sudah jangan di pikirkan lagi, setelah kita menikah nanti kau akan tahu bahwa aku lebih dari kata menginginkanmu!"
" Tidak tahu malu...Sansan sudah sebesar itu, kau tidak menikahiku!'
" hmmm, itu sulit di jelaskan, tapi percayalah kau wanita pertamaku, dan tidak ada wanita lain yang terlihat di mataku!'
" Siapa yang lebih kau sayangi aku atau Sansan??"
" Kalian sangat berarti di dalam hatiku, jangan bertanya seperti itu!"
" Pokoknya jawab!'
" Tentu saja Kau yang paling ku cintai, tetapi Sansan juga ku sayangi!"
" Kau harus slalu berpihak kepadaku, kau harus lebih mencintaiku,lebih menyayangiku, pokonya aku yang harus kau pedulikan!"
Nyonya mulai lagi, dia tidak pernah berubah, bagaimana bisa dia cemburu dengan putrinya sendiri.
" Tentu saja, semua berkat kau...jika kau tidak ada, maka Sansan juga tidak ada, kalian berdua sangat berarti di dalam hatiku, karena tidak ada yang lebih dekat selain kalian berdua!"
" Kau harus bertanggung jawab dengan ucapanmu, aku tidur ya!"
Sasha segera memejamkan matanya
Aku menikmati kebahagiaan ini, meski aku harus siap untuk kau tampar dan benci suatu saat ini, tapi semua ini tidak ada yang palsu, kalian berdua adalah orang yang penting di hatiku, Kau adalah wanita yang slalu bisa menggetarkan duniaku saat tersenyum, dan Sansan adalah obat di saat aku merindukan Bos Bram, dia sangat mirip dengan bos Bram, karena kalian orang terpenting di hati Bram Steve, mak juga kalian sangat penting untukku.
dalam hati Chiko.
Chiko tersenyum sendiri, teringat mendiang adiknya, yang juga rela mati untuk melindungi Bram Steve , karena sangat besar rasa cinta adiknya untuk Bram, sampai mengorbankan dirinya
Maafkan kami Bos Bram, kami adalah kakak adik yang tidak tahu malu, adikku menyukaimu dan aku menyukai istrimu.
Chiko memeluk Sasha dengan gemas, Chiko pun memejamkan matanya karna kelelahan mencari alibi untuk membuat Sasa tenang.
Ayo likenya bund....
__ADS_1
🥰🙏