GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
149. Ketenangan


__ADS_3

Toko perhiasan


" Aku akan pilihkan kalung yang lebih bagus dari yang tadi!" Iyus sibuk memilih kalung yang tertata sangat rapi dietalase.


" Ai...?, aku mau lihat yang ini mbak!" pinta Iyus


" Yang Ini...?"


" Ya...!"


" Aina... apa kau suka yang seperti ini...?"


" Ai??, kenapa hanya Ai?, kenapa tidak pesan sekalian yang Aina?"


" Bagus ini, aku akan memanggilmu Ai mulai sekarang! ,A - i apa kau tidak suka??"


" A- i??, bagus sih...ini sangat mahal Iyus...!"


" tenang saja, aku mampu membelinya untukmu!, kau suka tidak??"


" Ya aku suka!" Aina tersenyum senang, melihat Aina sangat senang Iyus pun merasa lega.


" Mbak, bisa di packing...aku mau ini...!"


" Tuan muda, bagaimana jika sekalian Cincin dan antingnya?, karna ini satu set...!"


" Coba lihat!"


" Wooo lucunya...!" Ujar Aina sangat senang.


" Bungkus!"tanpa berpikir panjang.


" Baik Tuan, anda bisa menunggu sebentar!"


" Iyus, itu pasti mahal... sebaiknya pilih yang lain saja!"


"Apa kau mengukur kantong uangku??"


" tidak tidak tapi, itu mahal...kau bisa membelinya untuk pacarmu nanti!"


" Kau mau mengataiku Jomblo?"


" Aihhhh bukan itu....!"


" Sudah terima saja...yang penting kau jangan sedih lagi, dan ingat jangan sampai kau menghilangkannya!"


" Kalau begitu tidak aku pakai!"


" Kau harus memakainya...!!"


" Tapi, bagaimana jika hilang?"


" Kau harus menjaganya,...!"


" Ya...baiklah!"


" Tuan, ini barangnya...totalnya 76.788.000,00!"


" Apa??" Aina terkejut.


" Ya bayar!"


untung aku masih punya sisa tabungan 100 juta, Fiuh... jika tidak aku akan malu di depan Aina, setelah ini aku benar-benar miskin, sepertinya aku yang paling miskin di keluarga ini ,menyedihkan, semenjak aku resmi menjadi polisi Daddy menghentikan uang jajanku, padahal gajiku kurang dari 5 juta perbulan .


dalam hati Iyus merasa sedih.


" Terimakasih Tuan, nona...kami tunggu kedatangannya kembali...!"


" Apa kau sudah makan??"


" Belum...!"


" Ayo makan...aku yang traktir!" ujar Iyus


" Aku saja yang traktir ya...Iyus sudah banyak keluar uang... bukanya mengukur kantong Iyus, tapi Iyuskan baru jadi polisi, pasti masih harus butuh tabungan kan?"


" Tak apa uang bisa di cari, aku sudah bekerja memiliki penghasilan tetap, kau jangan khawatir, jika kau ingin sesuatu kau harus minta padaku ingat itu!"


" Tapi, aku kan punya uangku sendiri!"


" Ya itu ditabung saja, kau harus mengandalkanku, aku akan bekerja keras lagi untuk mewujudkan keinginanmu!"


" Kenapa kau sangat baik padaku?"


" Kau ini aku menyebalkan kau tidak suka, aku baik kau keheranan, jadi kau mau aku bagaimana??"


" Aku suka iyus yang baik hati...!"


" Ehmmm bagus, mau makan apa?, di sana ada restoran terkenal, mau di sana?"


" Tidak, aku tidak suka, aku mau makan dipinggir jalan aja...!"


Kasihan Iyus pasti uangnya sudah menipis...


dalam hati Aina.


" Apa kau sedang mengkhawatirkan uangku??"

__ADS_1


" Ya, ....!"


" Tidak apa-apa habis...jika kau yang menghabiskannya... yang terpenting kau jangan merengek menangis seperti tadi lagi ya!"


" Iya baiklah!"


" Ingatlah untuk slalu mengandalkan ku, aku cukup mampu untuk memberikan apa yang kau,mau jangan mencari orang lain!!"


" Ya...!"


mereka berdua pun makan di resto terkenal itu,


" Coba, sini biar aku pakaikan itu perhiasannya!"


Aina mengeluarkan set perhiasan yang dibelikan Iyus tadi.


Iyus melepaskan anting lama yang di pakai Aina, dan memasang anting barunya, kemudian memakai kan kalung dan Cincin pada jari manis Aina.


" Kenapa ukurannya sangat pas di jarimu...?"


" Ya, bagus sekali ...!" Aina terlihat sangat puas,aina menyelipkan rambutnya di telinga.


Deg


deg


dag


dig.dug...


jantung Iyus berdegup sangat kencang


**Cantik sekali....


dalam hati Iyus terpesona dengan kecantikan natural Aina.


Aina tidak pernah berdandan, bagaimana bisa dia sangat cantik, dan ini benar-benar alami**.


" Iyus...heiii...!" Aina menyadarkan Iyus yang terbuai dengan kecantikannya.


" Oh...maaf maaf...tadi kita sampai dimana ya??"


" ayo makan, makanannya sudah siap kenapa melamun?"


" Oh yayaya makan!"


setelah makan mereka pun segera pulang,


Sejak saat itu hubungan mereka menjadi baik,


Fahad sedang sibuk dengan motornya, karena masih dalam masa cuti, dan Sansan yang asli pun sudah ada kabar, maka dia tidak ada kesibukan lagi selain mengotak-atik motornya.


" Tuan muda selamat sore!"


" Nona Yun, ada apa datang ke rumah?


" Tuan, saya membawakan kue buatan saya!"


" Kenaoa masih sangat repot nona Yun?, bukankah sudah aku katakan sebaiknya jangan merepotkan diri?"


" Ehmm...tapi saya tidak bisa jika tidak repot untuk anda!"


" Ya sudah, kalau begitu saya terima...tapi tangan saya kotor, bisa letakan saja di teras itu??"


" Kruyuuuuuk kruyuuuuuk...!"


" Ehnm??, maaf apa anda lapar tuan??"


" Ah, tidak itu kau salah dengar nona!"


kruyuuuuuk kruyuuuuuk...


Sialan perut ini sungguh mempermalukanku


dalam hati Fahad menahan malunya.


" Hihihihihi, Tuan muda itu terdengar jelas dari perut anda, apa anda mau mengganjalnya dengan kue buatan saya?"


" Ah, nanti saja...ini sangat tanggung aku akan menyelesaikan ini baru makan, letakkan saja di sana, terimakasih ya!"


Yuna berjongkok di sebelah Fahad, kemudian membuka kue yang di bawanya.


" Tuan jangan sampai sakit, menunda makan itu akan melukai lambung anda, jangan sepelekan masalah perut, ayo buka mulut anda!"


Fahad terdiam dengan perlakuan Yuna yang sangat manis, memang Fahad orang yang paling tenang, dalam menghadapi sesuatu apalagi sesuatu yang dia sukai, Fahad tidak suka terburu-buru menunjukkan sikap .


" Hmmmm" Fahad tersenyum dan membuka mulutnya, dia memakan kue yang di suapi oleh Yuna.


" Nona apa yang anda niatkan pada saya??"


tanya Fahad dengan santai sambil melanjutkan aktivitasnya.


" Tidak ada tuan,...!"


" Apa nona punya kekasih??"


" Oh?? kenapa anda bertanya seperti itu?"

__ADS_1


" Karena nona sangat perhatian dengan saya, takutnya tiba-tiba ada yang datang menghajar saya!"


" Tidak ada tuan, hehehe... tapi saya memang punya masalalu!"


" apa anda baru putus??"


" Itu sudah cukup lama tuan...hehehe...!"


" Sudah berdamai dengan masalalu anda?"


" Tentu saja sudah, bagaimana dengan anda tuan?"


" Aku tidak ingin memiliki masalalu nona...!"


" Maksudnya??"


" Hmm... aku tidak ingin membuang waktu dengan terburu-buru hanya karena rasa suka dan nyaman saja lalu aku terburu-buru untuk mendapatkannya tanpa tujuan yang pasti dan komitmen yang jelas antara aku dan seseorang nanti...!"


" Anda memiliki prinsip yang baik tuan, sungguh beruntung seseorang yang akan anda miliki itu!"


sambil tetap menyuapi Fahad dengan perlahan.


" Hmmm... begitukah?, lalu bagaimana dengan anda nona Yun?"


" heheh...saya tidak tahu Tuan, tapi sepertinya saya juga akan mengikuti prinsip anda tuan, itu tidak buruk, jika terburu-buru pasti tidak akan ada hasil baiknya!"


" Begitukah??, bagaimana jika saya jujur pada anda nona?, tapi kembali lagi pada prinsip saya!"


" Silahkan tuan katakan!"


" Sebenarnya saya sudah menyukai nona Yun, satu tahun yang lalu, ...!" dengan sangat tenang


" Apa?" Yuna terkejut


Bagaimana bisa dia menyatakan perasaannya tanpa mengedipkan mata, dan sangat begitu tenang.dalam hati Yuna.


" Tuan suka bercanda!"


" Nona Yun, jika anda memiliki perasaan yang sama dengan saya...tunggu saya 2tahun lagi!"


" Apa??"


" Hmm...jika anda memiliki perasaan yang sama, jika tidak....tidak usah dipikirkan!"


" Tuan,jika pun saya memiliki rasa yang sama pun saya tidak pantas untuk anda, saya sangat mengerti garis perbedaan diantara kita!"


Fahad hanya tersenyum dengan sangat tenang.


" Nona tahu hitam dan putih kan??"


" Tahu tuan...!"


" Dalam blok piano mereka juga bisa berjajar rapi berdampingan, mereka mengisi slotnya masing-masing dengan ciri khas nadanya masing-masing di tangan orang yang tepat perbedaan itu bisa menjadi sebuah keindahan untuk di dengarkan bukan?"


" Tuan....!"


" Jangan terburu - buru nona, anda harus bisa memahami perasaan anda, sebelum saya berangkat untuk melanjutkan pendidikan bulan depan, silahkan anda memberi jawabannya pada saya,mau menunggu atau tidak, hanya itu saya tidak butuh alasan dari kedua jawaban, hanya mau atau tidak itu saja!"


" kapan tepatnya anda berangkat?"


" 3 minggu lagi....!"


" Baiklah... saya akan memberikan jawabannya di Minggu ke 3 itu...!" Ujar Yuna menunduk entah kenapa dia merasa sangat sedih.


" Oke... terimakasih nona untuk kuenya!"


" Sama - sama, tuan jika begitu Yuna permisi!"


" Hati - hati di jalan....!"


Yana pun segera kembali.


" Hihihihi...ada apa dengan anak - anak kita sih?" Tanya Hirosan pada Vevey yang ternyata ada di balkon.


" Cindy, Aina, lalu Fahad...tapi keren juga sih Fahad dia sama sepertimu tidaj buru-buru!"


" Ya, tapi dia terlalu, bagaimana bisa membiarkan perempuan yang di sukai pulang sendiri begitu!"


" Sudahlah dia sudah dewasa ,dia berbuat begitu pasti juga ada alasannya!"


" Ya benar, sudah pertujukan selesai kita penonton bubar!" Hiro dan Vevey pun masuk ke dalam.


" Iyus,, sudah selesai kau bisa keluar!" Ujar Fahad yang sudah tahu keberadaan Iyus yang menguping di balik pintu garasi.


" Hehehehe ... penciumanmu seperti annnjing, oke...mudahnya kau dalam menyepakati hubungan dengan wanita, aku yang tidak sabar ,jawaban apa yang akan dia berikan!"


" Sudah, pergilah Jemput Aina...om Zayn sedang ada urusan!"


" Laksanakan!, aku pakai apa??"


"pinjam motor mamaku....!"


" Oke!" dengan bersemangat Iyus segera pergi menjemput Aina.


brrrrrrrrrmmmmmm brrrmmmmmmmm


Hah?? kau pikir aku tidak tahu kau menyukai kakakku dalam hati Fahad, karena Fahad paling dekat dengan Iyus.

__ADS_1


__ADS_2