
" Oh kau mau makan??"
" Ya, aku meminta kau yang memasak, tapi kata pegawai mu kau tidak terjun ke dapur lagi!"
" Ya, tapi karna itu kau, aku bisa minta seseorang terbaik memasak untuk kalian!"
" Siapa??"
" Dia orang kepercayaan Martin , tapi bekerja padaku, dia luar biasa dalam memasak, jadi sekarang ayo masuk dulu!"
mereka berdua mengikuti langkah Fahad masuk ke dalam ruangan VVIP.
" Padahal aku ingin bertemu dengan Cindy, kenapa sulit sekali!"
" Kakakku sedang butuh istirahat Jul...!'
" Oh ya???, apa sakit,??"
" Ya pokoknya perlu istirahat, ayo sekarang pilih menunya...!"
memberikan buku menu pada Alfred dan Julia.
"Semua yang paling recommended saja Had!" pinta Julia.
" Baiklah tunggu ya, kami siapkan bahanya!"
" Oh ya, ...!"
" Juli, siapa anak muda tampan tadi??'
" Sepupu Julia bang...dia duda bang ...!"
" Duda??, semuda itu????"
" Ya umurnya tua dia setahun bang dari Julia ...!"
" Oh benarkah??, dia terburu -buru menikah ya??"
" Ya, langsung gass saja dia itu heheheh...oh ya ,abang juga udah duda juga ya??"
" Ya, hehehe, apa kau mementingkan status duda dan Singgel??"
" Tidak, karena Daddy pernah jadi duda, dan mommy juga pernah jadi janda, mereka hidup bahagia!"
" Sangat cerdas...bagus deh kalau begitu bolehkah aku mengejarmu??"
" mengejar bagaimana abang??"
" pertimbangkan aku menjadi calon suamimu!"
" Hahahahah, tidak usah bercanda berlebihan abang, tidak lucu!"
" Aku bersungguh - sungguh!"
Julia menjadi salah tingkah, ya untuk pertama kalinya ada orang mengatakan hal begitu.
" Katakan padaku, jika kau sudah memikirkannya Julia, tidak harus kau jawab sekarang!"
" abang aku belum memikirkan untuk menikah umurku masih sangat kecil!"
" jadi tunangan dulu, bagaimana??, aku tidak akan menghalangi keinginanmu dalam berkarir, tetaplah menjadi dirimu sendiri!"
" Abang....aku tidak bisa berbagi priaku dengan wanita lain!"
" Tidak akan ada wanita lain di haremku, kecuali dirimu...!"
__ADS_1
" tidak, aku tidak bisa....!"
" Jangan buru-buru menjawab, bukankah kau sudah berjalan di altar utama menyapa rakyatku bersamaku??, kau adalah permaisurinya!"
" Tapi yang mereka maksud adalah Sansan bukan?, aku tidak memiliki ahli pengobatan...itu penipuan!"
" Tapi yang berdiri di atas altar bersamaku dan disaksikan oleh rakyat ku adalah kau!, bukan Sansan!"
" Yang Mulia...!"
" Status itu masih milikmu...!"
" Ehmmm...Yang Mulia...!"
" Panggil Abang....!"
" Ohyah Abang...., nanti jika Julia sudah bertambah usia, karena lintasan memiliki suami di benakku belum tergambar!"
" Iya tidak apa-apa...aku bisa menunggumu...!"
" Ya terimakasih abang...!"
" Iya sama-sama..." Meskipun masih abu-abu setidaknya Alfred tidak mendapatkan penolakan langsung dari Julia itu berarti masih ada kesempatan.
Yuda pun masuk dengan beberapa bahan di kereta dorong yang sudah di siapkan.
" Selamat siang nona dan tuan, terimakasih karena sudah berkenan berkunjung di restoran kami"
tokkkk
" Ahhhhggggg"
spatula kayu yang di pukul ringan di kepala Yuda .
" kelamaan, dia sepupuku dan temannya cepat masak !" ujar Fahad.
" Ayo koki terbaik cepat masak aku juga lapar!"
Julia dan Alfred hanya terkikik melihat tingkah Fahad dan Yuda.
" Cari koki lain, aku tidak akan memasak untukmu!"
" hais tak apa aku makan bersama mereka!"
Fahad mengambil kursi dekat Julia dan duduk.
" Oh Yang Mulia, bisakah saya berbicara perihal bisnis??"
" oh tentu saja, ...tapi kita akan bicara setelah makan bagaimana??"
" Ya, memang begitu niat saya...!"
" Cekkk....memang otak dia luar biasa, tahu sekali ada peluang besar!" Gumam Yuda sambil memulai memasak.
setelah memasak selama 30 menit semua makanan paling terfavorit sudah siap di santap, selain masakan Yuda top markotop, dalam kecepatan memasak Yuda tidak ada duanya.
" Selamat menikmati Yang Mulia dan nona...!"
" Terimakasih abang Yuda...!" ujar Julia
" ya terimakasih!" sambung Alfred
" Silahkan di coba Yang Mulia...!" Fahad mempersilahkan Alfred untuk memulai menyantap makanannya.
" Yud, duduklah....!" pinta Fahad ,Yuda pun duduk di samping Fahad.
__ADS_1
Alfred menyantap makanan tanpa berbicara karena terbawa suasana di kediaman Nathan.
Fahad dan Yuda pun agak was-was karena Alfred tidak berekspresi sama sekali dan tidak ada kata yang terlontar tentang makanan yang di masak oleh Yuda.
setelah selesai menyantap semua makanan yang ingin di makannya barulah Alfred berbicara.
" Wah, ini luar biasa sekali, makanan ini sangat berbeda dengan yang ada di negara saya, tuan Fahad anda sungguh menakjubkan dan tuan Koki ini sangat hebat, ini sangat mantap!"
Akhirnya Fahad dan Yuda bernafas lega.
" Hahahahah..." Julia tiba-tiba tertawa.
" abang.... dari tadi dua orang ini menunggu komentarmu, tapi kau tidak berbicara sedikit pun, lihat sampai merek berkeringat!"
" Hah... benarkah itu, tapi bukannya di keluarga kalian saat makan tidak boleh berbicara??"
" hahahah, benar itu di rumah ku abang, saat tidak di rumahku bebas... karena daddy sangat disiplin!"
" Jadi begitu, bilang dong dari tadi Jul, menahan berkomentar itu juga sangat melelahkan!"
" Hahahahahahhah" Semua tertawa bersama.
" Oke tuan Fahad, bisakah kita mulai pembicaraan kita??"
" Tentu....Saya ingin mencari tempat untuk membuka cabang di negara anda apakah itu bisa Yang Mulia!'
" tentu saja, target pasaran anda bagaimana Tuan muda??" tanya Alfred.
" Targetnya tentu saja dari kalangan bawah sampai atas...semua masakan produk, kami jual dengan harga ekonomis, hanya pelayanan dan tempat saja yang membedakan, jadi semua kalangan bisa makan di resto kami!"
" Oh berarti yang diluar tadi???'
" Ya di ruangan depan itu pelanggan reguler, dan pelanggan khusus seperti ini pelayananya, rasanya sama Yang Mulia hanya saja tempat dan pelayanan"
" Wah keren sekali, padahal di area depan tadi juga sudah sangat mewah, ...!"
" Ya begitulah... jika ada tempat yang pas, maka saya akan meminta ijin Yang Mulia untuk mengenalkan makanan negara kami, nah jikalau di sana ada makanan khas saya akan bantu memperkenalkan di negara kami, bagaimana Yang Mulia !"
" Oh saya mendapat banyak kejutan dari keluarga Pratama...!, tidak sia-sia saya meninggalkan negara saya datang ke sini!''
" Saya sangat tersanjung Yang Mulia!"
" Oh Ya Julia aku juga ingin membicarakan hal bisnis denganmu dan bibi tapi nanti saja saat kalian senggang!"
" oke Had...nanti kabari lagi biar aku dan mommy mengatur waktu!"
" Oke..., oh ya kapan Yang Mulia kembali??"
" Lusa...apa ada hal lain tuan??"
" Saya akan mengantar anda jika begitu, bolehkah saya mengenal negara anda lebih??"
" tentu saja, saya senang...!"
"itu sangat bagus!"
" Tapi saya tidak bisa menyambut kedatangan anda dengan baik, karena saya datang ke sini diam-diam, saya kembali juga harus diam-diam!"
" Saya mengerti Yang Mulia...itu tidak perlu repot, !"
" Baik jika tidak keberatan!"
" Wah, aku ikut dong abang ...aku merindukan suasana di sana, dan lagi Julia ingin bertemu tuan putri!"
"Boleh sangat boleh!" Betapa Alfred seperti terkena durian runtuh.
__ADS_1
Aduh aduh malah dia menawarkan diri,
hehehehe dalam hati Alfred berbunga - bunga.