AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MELAWAN TONI DAN YANA 2


__ADS_3

Andi maju dengan cepat menyambar cock yang jatuh dalam wilayah nya,


Cock di kembalikan oleh Andi kearah Yana secara lurus mendatar agak ke belakang.


Di posisi Yana ini menjadi Wilayah sebelah kirinya yang harus di jaga.


Yana bergerak mundur dengan cepat mengambil bola tersebut.


Tapi karena posisi tersebut agak sulit, pengembalian Yana menjadi agak tanggung.


Andi yang sudah bersiaga didepan menunggu kedatangan pengembalian dari Yana.


Begitu cock terlihat melewati net, Andi langsung menyambarnya, bola mendarat tajam dan keras kearah lantai didepan Yana.


Yana hanya bisa berdiri diam melihat cock jatuh mendarat dengan kencang di depan nya.


Yana tidak keburu menangkisnya, dengan demikian kini Cock pun pindah ke tangan Andi untuk mulai melakukan servis kearah Toni.


Andi sebelum melakukan servis bola kearah Toni, dia memperhatikan posisi berdiri Toni sejenak baru melakukan servis.


Andi yang melihat Toni berdiri menjaga posisi di depan terlihat sangat siaga.


Segera melepaskan bola kejut sedikit mendatar ke bagian kiri Toni.


Toni sangat terkejut oleh bola kejut tersebut, sehingga terlihat kelabakan mengantisipasi nya.


Bola yang di kembalikan oleh Toni pun menjadi tanggung.


Tanpa Ampun Andi langsung menyambarnya, bola kembali menukik tajam kearah Yana dengan sangat cepat dan keras.


Bola kembali mendarat didepan Yana tanpa dia sempat menangkisnya.


Dengan demikian point'' pun bertambah buat pihak Andi dan Santi.


Santi sempat terpana melihat pergerakan Andi yang begitu cepat, kini melihat pihaknya unggul satu poin dia melompat lompat kegirangan seperti anak kecil memenangkan undian.


Andi hanya tersenyum melihat reaksi temannya, saat bola di kembalikan oleh Yana ke Andi.


Andi baru berkata dengan pelan,


"San bersiaplah.."


Santi pun tersadar dari kekonyolannya, sambil tersenyum malu dia menganggukkan kepalanya kepada Andi.


Andi kini melakukan servis kearah Yana. Andi melakukan servis bola panjang kearah belakang bagian kiri Yana.


Posisi ini cukup sulit, sehingga Yana pun gagal mengembalikan bola servis dari Andi.


Point' kembali bertambah menjadi dua nol, dua untuk Andi dan Santi nol untuk Toni dan Yana.


Setelah kejadian memalukan pertama tadi, kini Santi bersikap lebih tenang.

__ADS_1


Dia hanya mengepalkan tinju kirinya yang mungil dan putih halus.


Kemudian menekuk lengannya ke bawah sambil berkata


"Yesss...!"


Dengan begini dia menjadi terlihat lebih keren di banding tadi.


Andi tidak terlalu perduli dengan sikap Santi, dia hanya menanggapinya dengan tersenyum tenang dan mengingatkan Santi untuk bersiap.


Lalu Andi melakukan servis kearah Toni, setelah kejadian tadi.


Kini Toni menjadi lebih bersiaga menutupi bagian kiri belakangnya.


Tapi kini Andi malah melakukan servis pendek disebelah kanan depan Toni dengan sangat tipis diujung garis kanan.


Toni mati-matian mengejar kearah tersebut berusaha meraih bola yang dilepaskan oleh Andi.


Tapi tetap saja terlambat dan tidak bisa menjangkau bola tersebut untuk dikembalikan.


Sehingga point' kembali bertambah buat Andi.


Dengan demikian kini points menjadi tiga nol.


Pihak panitia yang ingin menonton lelucon Andi dan Santi kini terpaksa menelan kekecewaan.


Begitu pula dengan Rio wajahnya terlihat merenggut kesal.


Andi terus memberikan servis bola-bola sulit ke lawannya sehingga point' terus bertambah.


Andi melakukan hal ini, untuk memproteksi agar lawan tidak sempat menyerang Santi.


Akhirnya point' Andi kini empat belas nol , Toni dan Yana sangat kesal tapi mereka memang tidak berdaya menghadapi servis bola Andi yang sangat rumit dan berbahaya.


Kalaupun mereka berhasil mengembalikan bola posisi nya selalu nanggung, Smash Andi sangat keras dan akurat.


Yana tidak sanggup menangkisnya, sialnya lagi Smash Andi selalu terarah ke Yana.


Di point' terakhir ini Andi ingin menghibur Santi, agar tidak merasa hanya menjadi patung hiasan dalam pertandingan ini.


Andi sengaja memberikan servis biasa ke Toni, sehingga Toni dengan senang mengembalikan bola kearah Santi.


Santi yang melihat bola terarah Kediri nya, dengan sekuat tenaga dia memukul bola di atas kepalanya.


Untuk di kembalikan ke area lawan, tapi justru bola pengembalian Santi sangat nanggung, dan dikembalikan tepat kearah Toni.


Tentu Toni tidak menyia-nyiakan kesempatan baik yang datang tepat di depan matanya.


Dengan sekuat tenaga Toni melakukan Smash kearah Santi, Santi yang melihat bola yang di Smash oleh Toni datang dengan sangat cepat kearah nya.


Karena panik dia bukannya menangkis malah mengangkat raketnya menutupi kepala dan wajahnya dengan mata terpejam.

__ADS_1


Melihat hal ini Toni sangat senang, tapi tidak tahu gimana caranya, tiba-tiba Andi sudah ada di samping Santi.


Andi menggantikan Santi menangkis Smash yang di luncurkan oleh Toni.


Bola tertangkis dengan apik dan dibelokkan kearah yang berlawanan arah dengan posisi Toni.


Toni menjadi mati langkah, karena tangkisan Andi di belokan secara mendadak kearah Yana


Yana yang melihat hal itu berusaha secepatnya maju menyambutnya.


Bola berhasil disambut Yana dan dikembalikan ke area Andi dan Santi.


Tapi Andi sudah tiba di sana dengan cepat menepis bola kebelakang Yana.


Yana hanya bisa melihat dengan melongo bola di kembalikan Kearah belakangnya.


Posisi Yana Yang sedang terduduk dilantai dengan lutut lecet berdarah, tidak memungkinkan dirinya untuk berdiri mundur menyambut bola tersebut.


Toni segera mundur ke belakang menyambut bola tersebut kemudian buru-buru berlari ketengah buat berjaga-jaga arah bola menyilang dari Andi.


Tapi Andi malah mengembalikan bola tepat kearah tempat yang Toni tinggalkan.


Sehingga Toni kembali mati langkah, dan hanya bisa melihat bola itu jatuh di area yang harus di jaganya.


.


Dengan demikian berakhirlah babak pertama, Andi segera mengajak Santi pindah lapangan, bertukar tempat dengan lawannya.


Viona terlihat bertepuk tangan dengan semangat atas kemenangan kedua teman lamanya itu.


Rio mendengus kesal, melihat Andi berhasil memenangkan babak pertama dengan mulus.


Santi menoleh kearah Viona mengacungkan jempolnya kearah Viona sambil menunjuk punggung Andi.


Viona membalasnya dengan anggukan dan memberikan dua jempolnya kearah Andi dan Santi.


Di babak kedua pun kejadian kembali terulang seperti kejadian di babak pertama.


Andi terus menekan dengan cara servisnya yang aneh.


Santi ditugaskan oleh Andi untuk berjaga di bagian depan dengan posisi sedikit membungkuk.


Hanya saja di babak kedua tidak lagi semudah di babak pertama.


Toni mulai bisa menyesuaikan cara servis Andi yang aneh-aneh itu, dia mulai bisa mengembalikan bola dengan cukup baik sehingga Andi harus berlari kesana-kemari.


Untuk menutupi kekurangan dari Santi.


Santi bermain dengan santai dan sangat enjoy, Andi tidak pernah menyalahkan dirinya, apapun kesalahannya Andi akan mendukung dan memperbaikinya.


Santi semakin mengagumi karakter Andi yang sangat pengertian dan sabar.

__ADS_1


__ADS_2