AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SURAT DARI PAPA MAMA VIONA


__ADS_3

"Nak,.. papa mama ingin tahu keputusan mu, bagaimana nasib kelanjutan acara pernikahan mu dan Violin..?"


ucap Mama Viona sambil menatap Andi.


Andi tersenyum sedikit di paksakan dan berkata,


"Acara itu terpaksa di batalkan Ma, aku sudah bicarakan dengan Violin, kemarin malam."


Mama Viona menghela nafas panjang dan berkata,


"Nak,.. baik Viona maupun Violin mereka sama-sama darah daging ku, tentu aku ingin melihat nya bahagia.."


"Kamu juga sudah mama anggap seperti anak sendiri, mama juga ingin melihat hidup mu bahagia.."


"Tapi dalam hal ini kamu harus tahu nak,.. korban yang paling kasihan adalah Violin, bila nak Andi ambil keputusan seperti ini.."


"Mama merasa keputusan ini sangat tidak adil dan kejam untuk nya..'


"Kamu sendiri juga harus paham, bagaimana dengan nasib kebahagiaan mu kelak bila kamu pilih Viona.."


"Padahal kamu jelas tahu Viona paling lama, hanya bisa temani kamu 3 bulan.."


"Bagaimana kehidupan mu setelah dia pergi ? mama harap kamu bisa berpikir jernih dan mempertimbangkan nya lagi.."


"Mumpung masih ada waktu 2 hari lagi.."


Andi menghela nafas sedih dan berkata,


"Semua yang mama katakan benar, dalam hal ini akulah yang paling bersalah pada mereka berdua.."


"Ma, Viona saat ini berada dalam titik terendah hidupnya, bila aku tidak mendampingi dan mencoba membuatnya bahagia.."


"Aku rasa dia tidak akan mampu bertahan lebih dari satu minggu.."


"Ma aku tidak sanggup melihat hal itu terjadi padanya,.. aku tidak sanggup Ma,.."


ucap Andi sedih.


Andi setelah menghela nafas sedih dan termenung, dia berkata,


"Viona di luar terlihat tegar, sebenarnya di dalam dia sangat rapuh.."


"Kurasa hal ini mama pasti lebih tahu dari siapa pun,.."


Mama Viona mengangguk dan menghela nafas panjang.


Andi sambil menatap kosong kearah jalan, dia berkata


"Ma, saat ini selain aku, tidak akan ada orang yang bersedia mendampinginya."


"Sebaliknya Violin, Violin dia sangat tegar ma, aku yakin dia pasti bisa melalui semua ini dengan baik.."


"Lagipula di sisinya ada Ronaldo, papa mama yang selalu siap menemani nya."


"Aku tahu ini sangat tidak adil dan kejam terhadap Violin, tapi mungkin ini adalah pilihan yang terbaik buat mereka berdua..'


"Mengenai bagaimana nasib masa depan ku kelak, terus terang saat ini aku tidak mau memikirkan terlalu banyak.."


"Yang penting saat dia pergi nanti, Aku ingin dia pergi dengan puas tanpa penyesalan dan bahagia.."

__ADS_1


Mama Viona terdiam cukup lama, akhirnya dia menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah kalau begitu keputusan mu, kami titip Viona pada mu, besok pagi pagi aku dan papa mu, akan pulang untuk membantu mu menghibur Violin.."


Andi menjatuhkan diri berlutut dengan kepala tertunduk dan mata basah berkata,


"Terimakasih Pa Ma, maafkan Andi yang telah mengecewakan kalian dan menghancurkan harapan kalian berdua, terutama harapan nya."


Papa Viona menyentuh bahu Andi dan berkata,


"Kami mengerti kesulitan mu, nak."


"Kamu tidak perlu meminta maaf, apapun keputusan mu, kami akan mendukung mu.."


"Kami yakin keputusan mu itu pasti adalah yang terbaik.."


Andi mengangguk dengan kepala tertunduk dan berkata,


"Baiklah pa ma, kalau tidak ada hal lain Andi masuk dulu kedalam, papa mama juga beristirahatlah yang cukup..besok masih harus menempuh perjalanan jauh.."


Papa mama Viona mengangguk dan berusaha tersenyum, mereka menepuk pundak Andi dengan lembut, sebagai bentuk dukungan mereka.


Andi setelah menciumi tangan kedua orang tua Viona, dia pun mengundurkan diri kembali ke kamar Viona.


Saat tiba di dalam kamar, melihat Viona sedang tertidur pulas.


Andi membawa cincin biru lamanya, lalu diam diam dia memasangkan nya di jari manis Viona.


Setelah itu dia baru ikut berbaring di samping Viona.


Menjelang pagi, Viona sempat terbangun histeris dan kembali kumat.


Setelah berhasil di yakinkan, Viona akhirnya menangis dalam pelukan Andi hingga tertidur kembali.


Andi sengaja menemani Viona tidur hingga sinar matahari masuk kedalam kamar mereka, lewat sela sela gorden.


Sehingga Viona terbangun sendiri,


Saat bangun Viona yang melihat Andi ada di sampingnya, dia pun tersenyum bahagia.


Saat dia mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Andi yang sedang tersenyum menatap nya.


Dia baru sadar, di jari manis nya kini ada melingkar cincin berlian biru berkilauan indah.


"Di,.. ini,..?"


ucap Viona kurang percaya.


Andi tersenyum dan berkata,


"Ini adalah cincin yang sama dengan 6 tahun lalu, saat aku ingin melamar mu di kediaman James."


"Aku sungguh menyesal waktu itu tidak memaksa mu memakainya.."


"Jadi sekali ini, aku tidak mau bertanya lagi , aku langsung memakaikannya."


"Setuju tidak setuju urusan belakangan.."


ucap Andi serius.

__ADS_1


Viona tersenyum bahagia, dia terus memperhatikan cincin yang melingkar di tangan nya dengan gembira.


Viona merangkul dan menciumi Andi kemudian berkata,


"Maafkan kebodohan ku waktu itu ya sayang,..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak perlu,.. karena kini kebahagiaan ku sudah kembali lagi.."


Viona menatap Andi dengan penuh rasa haru dan berterimakasih.


Andi tersenyum dan berkata,


"Jangan menatap ku dengan cara seperti itu, nanti aku bisa malas bangun."


"Ayo kamu pergi mandi bersiap siap, aku mau buatkan kamu sarapan.."


"Selesai sarapan nanti aku akan membawa mu ke suatu tempat.."


ucap Andi tersenyum penuh misteri.


"Kemana di,..?"


tanya Viona manja.


"Aku tidak akan memberitahu mu sekarang, nanti tiba saatnya, kamu akan ngerti sendiri.."


ucap Andi sambil tertawa menggoda Viona.


"Andi,..!"


jerit Viona cemberut, sambil menahan senyum tapi akhirnya dia pun tertawa.


Andi sudah berlari meninggalkan kamar pergi kedapur, untuk menyiapkan sarapan.


Tapi saat sampai di dapur, Andi menemukan sarapan sudah siap, dan ada secarik kertas di sana.


"Nak Andi papa mama berangkat duluan, jaga diri kalian baik baik, salam buat Viona.."


"Kami selalu menyayangi kalian..'


Setelah membacanya, Andi melipat surat itu kembali,.dia lalu membawa nampan berisi sarapan untuk Viona kembali ke kamar.


Saat Viona selesai dari kamar mandi, melihat penampilan Viona yang pucat dan sangat kurus.


Di bibir Andi tersenyum lembut, padahal di hatinya, dia sangat terenyuh dan ingin menangis rasanya.


Viona yang tidak menyadari apa yang Andi pikirkan, dia duduk riang di hadapan Andi, mereka sarapan bersama saling suap.


Setelah Viona menyelesaikan sarapannya, Andi baru berkata,


"Vi,.. papa mama sudah pulang duluan, mereka meninggalkan ini, untuk kita.."


Andi memberikan sepucuk surat yang terlipat rapi ke Viona.


Viona membuka dan membaca isi surat tersebut, setelah itu sambil tersenyum sedih dia memeluk surat itu di dadanya dan berkata,


"Terimakasih Pa Ma, Viona juga menyayangi kalian semua.."

__ADS_1


__ADS_2