AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA


__ADS_3

Andi tersenyum sambil memberikan beberapa potong daging ikan kakap fillet asam manis ke piring Viona, lalu dia berkata,


"Ini kali kedua, kali pertama aku datang beramai-ramai dengan teman-teman kost."


"Ini kamu makan juga, jangan cuma sibuk ngasih ke aku semua lauk mu.."


ucap Viona sambil menyuapi Andi dengan lauk di piringnya.


Andi mengangguk membuka mulutnya menerima suapan dari Viona.


Selagi mereka saling suap, mereka menoleh melihat kearah asal suara canda tawa beberapa gadis yang baru datang.


Mereka terdiri dari lima orang gadis cantik, yang semuanya mengenakan celana jean super pendek, yang memperlihatkan paha mulus mereka yang jenjang.


Saking pendeknya celana yang mereka kenakan, bila di lihat dari belakang sebagian pantat mereka yang montok sedikit mengintip keluar.


Mereka semua mengenakan kemeja dengan lengan baju sepanjang siku, beberapa kancing di bagian dada di biarkan terbuka.


Sehingga dada mereka yang montok sedikit mengintip keluar, ujung kemeja di bagian bawah di ikat membentuk simpul di atas pusar.


Sehingga perut mereka yang rata dan mulus di biarkan terbuka.


Viona memberi kode dengan bibirnya yang sedikit diruncingkan sambil berkata,


"Sexy tuh lihat.."


Andi cuma melihat sekilas, kemudian dia kembali melanjutkan makannya, tanpa memperdulikan kerlingan dan senyum menggoda yang dilemparkan beberapa gadis itu padanya.


Melihat gaya Andi, Viona sambil tertawa menutupi mulutnya, menendang pelan kaki Andi dan berkata,


"Mereka sedang tersenyum tuh ke kamu.."


Andi sambil menunduk dan terus makan berkata,


"Mereka hanya ingin di kagumi dan menggoda orang saja.."


"Mereka mana mungkin tertarik dengan cowok kere kaya aku, tujuan mereka justru Om Om di sebelah kanan sana itu.."


"Lihat saja sebentar lagi mereka juga bergabung kesana.."


ucap Andi santai.


Benar saja, kelima gadis itu setelah mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk.


Meski masih banyak tempat duduk yang kosong, sambil tersenyum manis mereka malah berjalan menghampiri dua orang Om Om yang duduk di pojok kanan.


Begitu duduk mereka langsung mengobrol akrab tanpa sungkan seperti teman lama.


Tak lama kemudian ke 5 gadis itu, yang tidak mengambil makan, malah sambil tertawa tawa masing-masing menggandeng tangan kiri dan kanan kedua Om Om itu dengan manja.


Lalu mereka bertujuh berjalan meninggalkan tempat makan tersebut, lewat gerbang belakang.


Lalu naik ke mobil Mersi kedua Om Om tersebut dan meninggal area parkir kantin tersebut.


Viona meski lugu, tapi dia juga tidak bodoh, sekali lihat dia juga tahu kemana tujuan 5 gadis itu berakhirnya, bersama kedua Om Om itu.

__ADS_1


"Dasar murahan.."


ucap Viona kurang senang.


Andi hanya tersenyum dan berkata,


"Vi terkadang kehidupan memang begitu, kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja.."


"Yang terlihat keren dan happy pada kenyataannya belum tentu happy.."


"Bila melihat kelakuan mereka, tentu kita berpikir mereka cewek tidak benar.."


"Tapi di balik itu siapa yang bisa tahu, mereka punya kesulitan sendiri yang tidak bisa di ungkapkan.."


Viona menatap Andi sejenak kemudian mengangguk dan berkata,


"Mungkin kamu benar di,... banyak faktor yang membuat orang terkadang terjerumus ke jalan itu.."


"Di..di sini sering ya ? jadi tempat mangkal Om Om penjaring mahasiswi muda seperti tadi. ?"


tanya Viona.


Andi mengangguk dan berkata,


"Di sini gak heran Vi, karena letak tempat ini justru terletak persis di belakang kampus Y yang terkenal sebagai sarangnya mahasiswi begituan."


"Sayang ya, padahal tempat dan makanan di sini justru sangat enak.."


"Kalau gak sama kamu datangnya, gak berani deh gue ajak Santi kesini, sial-sial malah jadi korban salah sasaran.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Ayo kalau sudah selesai, kita tinggalkan tempat ini, karena makin siang, makin banyak yang begituan nongkrong di sini.."


Viona mengangguk dan berkata,


"Yuk di.. kita pulang, aku udahan kok makannya."


Mereka berdua kemudian bergandengan tangan berjalan kearah pintu depan, di mana mereka datang tadi.


Sambil mengobrol santai akhirnya Viona dan Andi tiba di kost-kostan.


Viona langsung menjatuhkan diri berbaring di kasur Andi, begitu mereka berdua masuk kedalam kamar Andi.


Andi hanya tersenyum menanggapi sikap Viona, Andi memilih duduk di dekat meja belajarnya, lalu mengeluarkan beberapa catatan perkuliahan dan mulai sibuk menyalinnya.


Melihat sikap Andi yang begitu cuek, membiarkan dia berbaring seorang diri.


Dengan bibir sedikit cemberut, Viona mengambil setoples permen yang ditaruh dekat tempat tidur Andi.


Viona menggunakan permen kecil itu untuk menimpuk kepala Andi.


Dia mengukur-ngukur dulu sebelum menimpuk ke kepala Andi.


"Tuk..!"

__ADS_1


Andi terkejut dia menoleh menatap Viona dengan heran.


"Kamu kenapa Vi ? kok cemberut..?"


tanya Andi bingung.


"Dasar otak batu, ada cewek cantik menunggumu di sini, kamu malah sibuk sendiri di sana.."


"Sebal..!"


ucap Viona kemudian membalikkan badannya menutup wajahnya dengan guling.


Andi menghela nafas panjang, menghentikan kegiatan nya menyalin catatan.


Lalu berjalan menghampiri Viona duduk di sampingnya menyentuh lembut pundak Viona dan berkata,


"Maaf sayang, ku kira kamu capek ingin istirahat, makanya aku mengisi waktu dengan menyelesaikan catatan perkuliahan.."


Viona tidak menjawab dia malah terisak dengan bahu berguncang-guncang.


Andi terkejut melihat reaksi Viona, dia buru-buru ikut berbaring di sebelah Viona sambil memeluknya berkata,


"Maafkan sikap ku yang kurang peka, sayang..maaf ya.."


"Kamu...jahat di...kamu kan tahu..waktu kebersamaan kita tidak banyak lagi.."


"Tapi kamu malah sibuk sendiri...kamu sebenarnya sayang dan perduli tidak sih dengan hubungan kita ?"


ucap Viona terisak.


Andi tahu mood Viona sedang jelek, karena permasalahan perjanjiannya dengan Rio semakin dekat.


Lewat lusa secara resmi, mereka tidak bisa bersama lagi.


Viona akan menjadi kekasih Rio sesuai kontrak.


Sambil menghela nafas panjang, Andi dengan lembut menarik Viona kedalam pelukannya, tapi Viona meronta dan menepis menjauhkan tangan Andi.


Andi tidak menyerah, dia kini sedikit memaksa menarik Viona kedalam pelukannya, dia membiarkan Viona meronta dalam pelukannya dan berkata dengan lembut,


"Maafkan aku Vi.. maafkan aku.."


"Aku tidak seharusnya meninggalkan mu berbaring sendiri, aku seharusnya memanfaatkan setiap detik setiap waktu kebersamaan kita dengan sebaik-baiknya.."


"Katakan lah, kamu ingin menghukum ku seperti apa,? katakan saja.."


"Aku akan menerima hukuman dari mu tanpa perlawanan.."


Viona tidak meronta lagi, dia kini menyusupkan kepalanya dengan manja dalam pelukan Andi dan berkata,


"Aku tidak menginginkan apapun, selain pelukan hangat dari mu.."


Andi menganggukkan kepalanya, kemudian dia mencium kepala Viona dengan lembut dan berkata,


"Baiklah aku akan memelukmu di sini sambil berbaring, kalau kamu mengantuk tidurlah.."

__ADS_1


"Aku akan terus memeluk dan menjaga mu seperti ini.."


__ADS_2