
"Butuh berapa lama mbak,? gaun pengantin ini bisa siap.."
tanya Violin was was.
"Paling lama dua Minggu non, tapi itu tergantung jadwal kepadatan kerja, desainer gaun ini.."
jawab pelayan toko itu memberi penjelasan.
"Non nanti tinggalkan nomor telpon non, bila siap nanti kami akan segera hubungi non.."
Violin mengangguk pasrah, mau gimana lagi, bentuk tubuhnya yang ideal malah jadi merepotkan.
Tidak dirubah pun gak mungkin, daripada tidak nyaman saat di kenakan di hari H,.
Lebih baik adalah mengundur sedikit jadwal pernikahannya dengan Andi, yang untungnya tanggalnya belum ditentukan.
Setelah menyelesaikan tes gaun yang paling cocok menurut pilihannya, Violin pun menyusul Andi yang berada di ruangan sebelah.
Andi terlihat sedang duduk santai dengan 3 jas yang sudah dia siapkan di meja di hadapannya,.hitam putih dan biru.
Saat Violin datang Andi pun berkata,
"Ini ada 3 pilihan, hitam putih dan biru ?"
"Menurut Lin kakak cocoknya pakai yang mana..?"
"Coba kakak pakai dulu, biar Lin lihat sebentar.."
ucap Violin sambil tersenyum dan ikut duduk di samping Andi dengan sepasang kaki putih mulus di silangkan.
Andi menuruti permintaan Violin, dia mencoba satu persatu di hadapan Violin.
"Bagaimana sayang ?"
tanya Andi sambil menatap Violin.
Violin mengamati satu persatu dan menyuruh Andi berputar di hadapannya.
Beberapa saat kemudian sambil memegang dagunya sendiri yang runcing, Violin berkata,
"Menurut Lin sih yang putih paling pas dan cocok, tapi gak tahu selera kak Andi..?"
Andi tersenyum lalu dua menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya kearah pelayan toko yang melayaninya ngepas jas tadi.
Begitu pelayan itu tiba Andi pun berkata,
"Tolong bungkus kan yang rapi, yang putih ini aja yang lain gak usah."
Violin langsung tersenyum lebar, dia gak heran dengan sikap Andi.
Beginilah Andi yang paling penting adalah orang yang di cintai nya suka.
Asalkan orang yang di cintai nya suka apapun dia pasti akan menurutinya.
Saat mereka berdua sedang berjalan menuju counter kasir, Violin sambil merangkul lengan Andi berkata,
"Kak gaun ku tadi ada yang perlu dirombak di beberapa tempat."
__ADS_1
"Selain selesainya mungkin 2 Minggu lagi, gaun ku juga ada biaya tambahan nya, gak papa ?"
Andi menatap Violin dan berkata,
"Yang paling penting suruh mereka bikin yang nyaman, harga bukan masalah."
",Mengenai jadwal, itu bisa di atur.."
"Kita kan tanggal belum di atur, rencana besok malam aku baru mau ajak kedua orang tua ku mengunjungi rumah mu.."
"Lagi pula tempat tinggal kita juga belum ada, masa habis nikah aku malah numpang di rumah mu kan lucu.."
ucap Andi sambil tersenyum.
"Ya gak papa lah, kakak lupa rumah ku yang kini kami tinggalin itu punya kakak.."
"Hampir 6 tahun lebih kalau di hitung sewa seperti rumah bery, kakak sudah dapat berapa duit.?"
ucap Violin sambil menatap Andi dengan mesra.
Andi tersenyum dan berkata,
"Itu bukan masalah, aku tidak mau berhitung dengan papa mama,.lagipula tanpa aku berhitung.."
"Aku malah sudah mendapatkan bonus yang paling berharga di dunia ini.."
ucap Andi sambil menatap Violin dan mengeratkan rangkulan nya.
Violin tersenyum bahagia, bila tidak ingat mereka sedang ada ditempat ramai, ingin rasanya Violin memberikan ciuman mesra buat Andi.
Andi menyelesaikan semua transaksi pembayaran di kasir, untuk gaun Violin Andi hanya di kenakan biaya DP saja.
Selesai melakukan pembayaran saat keluar dari butik, Violin pun bertanya,
"Sekarang kita kemana dulu kak ?"
"Toko sepatu kurasa, kita kan gak mungkin nikah telanjang kaki ?"
ucap Andi sambil tersenyum.
Violin tersenyum lebar dan berkata,
"Boleh, tapi sepatu kak Andi biar aku yang pilih dan bayar ya,.."
"Habis itu kita ke toko jam, aku mau belikan kakak jam tangan.."
"Lah sepatu mu ?"
tanya Andi heran.
"Aku sudah pilih tadi di butik, dia juga menyediakan peminjaman sepatu pengantin, dan pernak pernik hiasan rambut."
Andi mengangguk, jam tangan sebenarnya Andi banyak, tapi dia tidak mau menolaknya.
Di dalam hati Andi mengerti, mengapa Violin ingin membelikan jam tangan untuk nya.
Tanpa banyak membantah Andi membiarkan Violin memilihkan sepatu dan jam tangan untuk nya.
__ADS_1
Sepatu dan jam tangan yang di belikan oleh Violin, semuanya adalah barang branded, yang berharga mahal.
Andi tidak banyak komen, ataupun menolaknya, dia hanya mengikuti saja apa mau Violin.
"Kita kemana sekarang kak,..?"
tanya Violin begitu mereka selesai berbelanja sepatu dan jam tangan.
"Bagaimana kalau kita pergi lihat lihat apartemen dan cari lokasi tanah dekat dekat rumah mu..?"
"Karena menurut ku, percuma kita cari perabot sedangkan rumah tempat tinggal gak punya, benar gak ?'
Violin mengangguk cepat, lalu mempererat pelukannya pada lengan Andi dan berkata dengan penuh semangat.
"Yuk tunggu apalagi..?"
Sambil tertawa riang kedua pasangan itu berjalan menuju lift.
Violin menjadi penunjuk jalan,.dia membawa Andi menuju gedung expo, yang sedang di adakan pameran properti besar besaran di tempat tersebut.
Tempat itu sangat ramai pengunjungnya, berbagai apartemen mulai dari yang mewah hingga sangat sangat sederhana semua di tawarkan di sana.
Begitupula dengan perumahan mulai dari RSS, hingga vila vila super mewah semua juga di tawarkan di sana.
Andi pertama tama mencari apartemen dulu, dia fokus mencari apartemen yang tidak jauh dari RS M, Andi juga mencari yang ready stok.
Setelah melihat kesana kemari mendapatkan kartu nama, brosur,.daftar harga, hampir di semua counter.
Akhirnya Andi bertemu dengan 5 orang marketing properti, yang siap membantunya menemukan, apartemen dan properti yang.cocok dengan seleranya.
Hari ini yang akan menemani Andi dan Violin mencari apartemen adalah Lola.
Seorang marketing apartemen mewah yang masih muda modis dan sangat cantik.
Lola sangat bersemangat menemani Andi menemukan apartemen yang Andi inginkan.
Meski sangat tertarik dengan Andi, tapi di depan Violin,.Lola menyembunyikan keinginannya rapat rapat.
Tapi hal ini tidak bisa lepas dari insting penciuman wanita yang Violin miliki.
Makanya Violin memaksa harus hari ini jadwal Lola mengantar Andi mencari apartemen, selagi dia ada waktu ikut menemani.
Besok besok waktunya di sisakan buat marketing yang lainnya.
Karena 4 marketing lainnya adalah pria.
Andi menyadari kekhawatiran Violin, jadi dia mendukung keputusan violin.
Awalnya Lola sempat beralasan, hari ini dia tidak bisa karena ada janji dengan klien lain.
Besok bila ada waktu kosong dia yang akan hubungi Andi.
Tapi karena Andi juga berkeras, hari ini atau batal.
Akhirnya Lola menyerah,.dia berpura-pura menelpon kliennya menggeser jadwal.
Kemudian menemani Andi dan Violin melihat lihat apartemen ready stok di sekitar kawasan RS M
__ADS_1