AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
CERITA VIONA 2


__ADS_3

"Saat aku melihat jam sudah jam 9, aku sempat mengusulkan untuk pulang, tapi tidak ada satupun yang setuju."


"Aku sempat berpikir ingin menghubungi mu, memberi kabar tapi tempat itu sangat berisik.."


"Akhirnya aku memutuskan pergi ke toilet buat pipis sekalian menghubungi mu.."


"Tapi saat di toilet aku ingin menghubungi mu, ternyata di sana tidak ada sinyal.."


Viona menatap kearah Andi dengan tatapan mata penuh rasa bersalah.


Andi membalasnya dengan tersenyum lembut dan memberi kode agar Viona tetap melanjutkan ceritanya.


Setelah menghela nafas panjang, Viona kembali melanjutkan ceritanya.


"Aku kemudian terpaksa kembali keruangan karaoke, saat kembali keruangan karaoke mereka memaksa ku untuk bernyanyi."


"Aku pun terpaksa menuruti permintaan mereka menyanyikan lagu kesukaan ku, You are my Sunshine."


ucap Viona sambil menatap Andi dengan lembut, tapi disana ada tersimpan kesedihan mendalam.


Andi tentu melihatnya, tapi dia pura-pura tidak melihat agar Viona bisa kembali melanjutkan ceritanya.


"Selesai menyanyi karena haus aku pun menerima dan meminum es jeruk yang di tawarkan oleh si bangsat Calvin pada ku tanpa curiga.."


"Setelah minum es jeruk yang sudah di masukkan obat bius itu aku mulai pusing."


"Dan jatuh tidak sadarkan diri, saat aku kembali terbangun semua sudah terjadi.."


ucap Viona sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis tanpa suara..


Hanya kedua bahunya yang bergetar menahan sedu sedan nya.


Andi yang merasa kasihan langsung maju merangkul bahu Viona ingin membantu menenangkannya.


Tapi Viona tiba-tiba meronta menjauhi Andi dan menggelengkan kepalanya kuat kuat dan berkata,


"Tidak jangan di...tidak boleh.. maafkan aku..aku bukan lagi Viona mu yang dulu.."


Andi mengangguk mencoba mengerti, kemudian menggeser tubuhnya menjauh dan berkata,


"Apapun yang terjadi, ini bukan salah mu."


"Ini adalah salah ku, tidak bisa melindungi mu dengan baik.."


"Jadi ku mohon berilah aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.."


Viona menatap Andi dengan sedih sambil menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bagaimana memperbaiki nya, sebuah gelas yang sudah pecah, bagaimana di rekatkan kembali tetap selalu akan ada bekasnya.."


"Di.. aku sudah menjadi milik Rio.. pertama ku sudah di rengutnya, saat aku tidak sadarkan diri.."

__ADS_1


"Awalnya aku sangat membenci dan marah dengan nya, meski dia meminta maaf berulangkali aku tidak Sudi memaafkannya."


"Dan aku benar-benar membencinya, hingga dia memaksa Calvin untuk membawa ku menemuinya."


"Akhirnya didepan kami berdua Calvin bercerita pada ku, mengakui semua nya, bahwa sebenarnya malam itu, dia lah yang bermaksud jahat dengan ku.."


"Tapi usaha nya di gagalkan oleh Rio yang kebetulan menemukan Calvin sedang membawa ku ke kamar hotel."


"Setelah menolong ku, Rio membawa ku kembali ke apartemen nya..di sana lah aku.."


ucap Viona terhenti ditengah jalan karena tidak sanggup melanjutkannya.


Dia memalingkan wajahnya agar Andi tidak melihat airmata nya yang bercucuran.


Andi memejamkan matanya, menahan gelora perasaan marahnya ke Rio.


Sesaat kemudian Viona kembali berkata,


"Dan saat kamu menelpon ku paginya, maaf aku tidak berani bercerita pada mu, saat itu aku masih bingung dan stress.."


Andi tersenyum lembut lalu meraih tangan Viona dan berkata,


"Vi.. itu semua terjadi di luar kehendak mu, aku tidak menyalahkan mu."


"Mari kita lupakan saja, ikutlah denganku kita pindah ke kota J, kamu bisa melanjutkan kuliah mu hingga selesai di sana ."


"Kamu tidak perlu kost lagi, bisa tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adik mu."


ucap Andi menatap Viona penuh harap.


"Di sebaiknya kamu lupakan saja aku, aku dan Rio sudah terlanjur jauh, kini bahkan aku sedang mengandung anaknya."


"Rencananya selepas kontrak ku dari pabrik, aku dan dia akan menikah ."


ucap Viona sambil menatap kearah Andi, dengan dengan tatapan mata bersalah.


Andi terduduk lemas tidak tahu mau berkata apa lagi.


Andi terdiam dengan kepala tertunduk, sedangkan Viona hanya bisa menatap Andi dengan airmata bercucuran membasahi pipinya.


beberapa saat mereka berdua berlalu dalam keheningan, Andi tiba tiba mengangkat kepalanya dan berkata,


"Vi.. biarlah aku menjadi ayah anak yang kamu kandung itu gimana ?"


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Di.. kamu tahu kenapa saat aku di bawa kemari oleh James, aku memintanya mengampuni Rio...?"


Andi menatap Viona dengan sedih dan berkata "kenapa ?"


"Di.. dia ayah kandung anak ku, kelak bila dia dewasa tahu ayahnya dibunuh oleh kalian..aku tidak mau akan ada tragedi di masa depan..kamu mengertikan maksud ku.."

__ADS_1


"Bila aku saat ini menuruti permintaan mu, menikah dengan mu, saat anak ku lahir Rio pasti akan menuntut haknya.."


"Kami selama nya akan selalu terikat karena masalah anak ini.."


"Masalah akan terus berdatangan, tidak akan ada habisnya, di..demi kebaikan mu relakan lah aku untuk hidup bersama Rio.."


Andi menatap Viona dengan wajah sedih dan tak percaya, dia juga tidak tahu mau berkata apa.


Andi menghapus dua butir air mata nya yang mengembang di sudut matanya.


dan bergumam kecil,


"Aku telah kalah..aku telah kalah..aku benar-benar telah kalah total padanya.."


"Ahh Andi kamu sungguh tak berguna.."


ucap Andi sambil memukul kepalanya sendiri yang terluka hingga kembali berdarah.


Viona buru buru maju memeluk Andi dan berkata,


"Andi tolong..jangan..Andi..jangan membuat ku semakin merasa bersalah.."


"Andi dengarkan aku,.. dengarkan aku..relakan lah lepaskanlah dan lupakan lah aku di.."


"Aku tidak pantas menerima semua pengorbanan cinta mu.. aku tidak pantas di.."


"Vi kecuali aku lupa ingatan, bila tidak bagaimana bisa aku melupakan mu..kamu adalah segalanya bagi ku.."


"Kehilangan mu adalah kehilangan segalanya bagi diri ku.."


"Vi..ku mohon jangan pernah tinggalkan aku, tetaplah memeluk ku seperti ini.."


ucap Andi sambil memeluk Viona dengan erat dan air mata bercucuran.


"Tidak di..sudah tidak bisa..semua sudah terlambat,..kamu harus belajar untuk mengerti dan memahami nya.."


"Jodoh diantara kita sudah selesai jadi hubungan kita pun tidak bisa di lanjutkan lagi.."


"Kita pernah saling mencintai jadi biarlah kita menjadikan itu sebagai kenangan terindah saja,"


"Aku tidak pantas untuk mu, aku telah menghianati cinta kita, jadi relakan saja aku pergi.."


Viona perlahan-lahan melepaskan pelukan Andi, lalu dia mundur menjauhi Andi.


Kemudian berkata,


"Di.. mungkin ini adalah terakhir kalinya kita berjumpa, maaf di...aku harus pergi sekarang.."


Selesai berucap sambil menutupi mulutnya sendiri menahan tangis, Viona berlari keluar dari kamar dan terus berlari meninggalkan apartemen James.


Tidak ada yang mencegah kepergiannya, tanpa ada tanda larangan dari James, tidak ada satupun anggota pasukan James yang mencegah kepergiannya.

__ADS_1


__ADS_2