
Investor kedua adalah Chen yang juga berasal dari China, yang bersedia memberikan dukungan modal US$ 50 juta
Investor terakhir adalah Mike seorang bule asal Australia, yang bersedia memberikan dukungan modal US$ 30 juta.
Total dana yang Andi berhasil kumpulkan adalah US$ 180 juta.. setara dengan 2,7 T.
Sesuai kontrak perjanjian yang mereka tanda tangani bersama Andi, dana akan di turunkan dalam 3 tahapan.
Dana tahap pertama akan turun, bila negosiasi lokasi pabrik yang akan Andi beli, sudah teken kontrak jual beli, sesuai perencanaan.
Berry terus mengikuti dan mendampingi Andi bersama Carol.
Mulai dari awal hingga akhir.
Kedua orang itu tidak berhenti mengagumi kegigihan dan kepercayaan diri, serta kecerdasan Andi dalam meyakinkan para miliarder itu.
Mereka bertiga akhirnya berhasil menyelesaikan langkah pertama yang sangat sulit itu.
Demi mendapatkan dukungan modal ini, Andi sampai 5 kali jatuh dari kursi rodanya.
Karena di halangi oleh para bodyguard dan satpam yang melarang Andi, untuk berbicara dengan bos mereka.
Tapi Andi tetap tidak berputus asa, meski kedua telapak tangan dan lengannya telah terluka dan berdarah.
Karena insiden terjatuh dari kursi roda ini juga, yang membuat Bos Wang bersimpati terhadap Andi.
Dari 5 kali jatuh bangun inilah, Andi akhirnya berhasil mendapatkan dukungan pemodal terbesar itu.
Bos Wang yang awalnya kasihan dan bersimpati dengan Andi, tapi setelah mendengarkan keseluruhan penjelasan Andi.
Dia menjadi sangat tertarik dan kagum dengan Andi, dia bahkan sampai membatalkan dua pertemuan dengan relasi bisnisnya yang sudah terjadwal.
Agar bisa mengobrol ngobrol lebih mendalam tentang rencana proyek, yang akan Andi jalankan kedepan nya.
Setelah berhasil menandatangani kontrak dengan 3 investor.
Andi Berry dan Carol memutuskan tidak langsung pulang, mereka merayakan nya dengan pergi makan makan dan minum minum di Cafe pinggir jalan.
Tepat mereka sedang makan minum dan mengobrol santai, tiba-tiba HP Andi berbunyi.
Andi saat melihat panggilan datangnya dari Mr Bronson, buru buru memberi kode agar Berry dan Carol untuk tidak bersuara.
Lalu dengan pelan Andi mengangkat telponnya dan berkata,
"Ya selamat malam Mr Bronson.."
"Selamat malam juga,..maaf Pak Andi, saya ingin menanyakan bagaimana pertimbangan Anda akan tawaran saya kemarin..?"
Andi pura pura terdiam dan sedang berpikir cukup lama.
Hingga terdengar suara Mr Bronson yang bertanya,
"Halo pak Andi,.. anda masih disana,..?"
Sambil berdehem ringan Andi baru berkata,
"Bagaimana ya,.. saya mau buka harga tapi saya tidak enak hati dengan Mr Bronson.."
__ADS_1
"Karena tawaran saya jauh sekali dari harapan Mr Bronson.. makanya hari ini saya ragu untuk menghubungi Mr Bronson."
ucap Andi pura pura tidak enak hati.
"Tidak apa-apa pak Andi, menawar adalah hak anda sebagai pembeli, sebagai penjual saya tetap akan dengarkan, dan pertimbangkan tawaran anda."
"Kalau boleh saya tahu, berapa harga yang ingin pak Andi tawar ke saya..?"
ucap Mr Bronson santai.
Andi pura pura menghela nafas dan berkata,
"Mr Bronson maaf , saya hanya berani menawar US$ 30 juta saja untuk pabrik mobil anda.."
"Apa,...!?..Pak Andi kamu tidak sedang bercanda kan ?"
"Aku sudah menunggu kabar dari mu dan melakukan cancel beberapa kali penawar lain."
"Bahkan ada yang sudah berani menawar hingga US$ 280 juta, tapi masih saya hold, karena menunggu kabar dari anda .."
"Setidaknya berilah saya penawaran yang lebih serius dan masuk akal pak Andi.."
ucap Mr Bronson sedikit emosi.
Andi tersenyum mengejek, tidak terlalu menanggapi ucapan Mr Bronson.
"Mr Bronson bila ada yang bersedia menawar US$ 280 juta, aku sarankan bapak segera jual ke dia.."
"Itu sudah merupakan penawaran yang sangat baik.."
"Aku tidak punya kesanggupan sebesar itu untuk mengikuti pasaran tersebut."
ucap Andi kemudian langsung mematikan HP nya.
Berry dan Carol menatap Andi dengan heran.
Berry yang tidak tahan akhirnya bertanya,
"Di,.. kenapa ? bukan kah di kontrak dengan investor di katakan bila dalam satu bulan setelah tanda tangan kontrak.."
"Bila kita tidak bisa mendapatkan pabrik untuk beroperasi, kita bisa kena penalti hingga US$ 100 juta loh..?"
Andi mengangguk dan berkata,
"Benar tapi kamu kan tahu, dari awal Mr Bronson ini sudah berniat tidak baik terhadap kita.."
"Dia berani memainkan harga, aku pun akan membalasnya.."
"Tapi harga yang ku berikan bukanlah harga tanpa pertimbangan, itu adalah harga yang pantas.."
"Hanya saja keuntungan yang di terima nya sangat tipis.."
"Dari data yang kita kumpulkan selama 3 hari ini, aku menyimpulkan..tanah berikut mesin bekas pabrik itu adalah sekitar US$ 50 juta."
"Tapi dari keadaan kondisi keuangan semua usaha Mr Bronson, yang sedang terancam pailit dengan hutang setumpuk di bank."
"Bila dia tidak segera menjualnya, maka Minggu depan pabrik itu akan di sita pihak bank.."
__ADS_1
"Bila sampai saat itu tiba, dia belum berhasil jual pabrik ini.."
"Maka satu peser pun, dia tidak akan dapat.."
"Sekarang waktunya tinggal 4 hari, kalian percayalah, besok dia pasti akan menyetujui harga ini.."
"Cuma bulat tua itu pasti akan menghubungi Carol, agar menjadi mediasi minta tambah harga.."
"Anggap aja beri muka pada Carol, nanti aku akan tambahkan US$ 5 juta.."
ucap Andi sambil tersenyum menatap Berry dan Carol.
Berry menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,
"Lama lama aku kok jadi takut, dekat dengan mu ya di,..?"
Sedangkan Carol sambil tertawa lebar, dia mengacungkan jempolnya kearah Andi.
Mendengar ucapan Berry, Andi sambil tertawa merangkul Berry dan berkata,
"Terhadap orang lain aku aku bersikap seperti Cao Cao, tapi terhadap mu, aku akan bersikap seperti Liu Bei terhadap Guan Zhang bersaudara.."
"Bagaimana puas.."
Berry balas merangkul Andi dan berkata,
"Itu baru mirip kata kata manusia, seperti Andi yang ku kenal selama ini.."
"Ayo minum.."
"Toss.."
ucap Berry sambil mengacungkan gelas bir nya kedepan.
Andi dan Carol pun menyambutnya dengan membenturkan gelas mereka hingga terdengar bunyi ,
"Tringgg...!!"
Setelah itu sambil tertawa ketiga orang itu menghabiskan sisa minuman di gelas mereka.
Berry minum bir, Carol minum anggur merah, sedangkan Andi cuma minum juice melon.
Bila sedang gembira dan larut dalam pekerjaan, Andi tidak pernah minum minuman keras.
Andi hanya akan mabuk bila sedang sendirian di kamar,.saat terkenang wajah Violin, tunangan kecilnya itu..
Setelah menghabiskan sisa minuman Andi pun berkata,
"Ayo kita pulang, ini sudah malam.."
Berry langsung bersungut sungut dan berkata,
"Cepat banget, ini baru jam berapa ? kek di rumah ada istri aja loe.."
"Carol dirumah ada suami dan anak yang menunggunya.."
ucap Andi menanggapi keluhan Berry.
__ADS_1
"Baik,.. baik,.. baik,.. ayo pulang,.. pulang..!"
ucap Berry BT.