
Jadi dia tidak mungkin melakukan hal itu.
Mendengar lagu sedih dan sendu tersebut, Sarah sampai terbawa perasaannya sendiri, tanpa sadar dua butir airmata jatuh bergulir di pipinya.
"Sedih ya non lagunya..biar pak Larjo ganti lagu yang lain saja ya non ?"
tanya pak Larjo hati-hati sambil melihat lewat spion.
"Gak usah pak.. biarkan saja.. lagunya enak kok..sangat menyentuh perasaan.."
Pak Larjo mengangguk dan tersenyum penuh pengertian, lalu berkata,
"Lagu cinta lawas,.. memang selalu terdengar lebih enak non.."
"Makanya ada judul lagu, namanya lagu cinta lama (Lau Ching Ke ) Non pernah denger ?"
"Gak tuh.. emangnya ada..?"
Ada non sebentar, pak Larjo membongkar laci mengeluarkan sebuah tempat CD miliknya, dia mencari-cari kemudian dengan gembira dia berkata,
"Nah ini ketemu..bentar ya non pak Larjo putarkan.."
Lalu dengan sigap pak Larjo memasukkan CD tersebut kedalam tape mobil.
Kembali sebuah lagu yang lebih sendu dan slow mengalun indah, membawa perasaan Sarah terhanyut oleh lagu tersebut.
Dia duduk termenung dengan wajah sendu dan terus menatap kearah awan, yang berarak di atasnya terbawa angin.
Pak Larjo hanya tersenyum menatap anak majikan nya, sebagai orang tua yang sudah pernah melewati masa-masa seperti itu.
Dia sangat mengerti apa, yang sedang di pikirkan oleh nona majikannya ini.
Pak Larjo memilih diam dalam keheningan, membiarkan nona majikannya menikmati lamunannya sendiri, sambil menikmati lagu yang sedang di putarnya.
Sarah terlalu asyik hingga tidak menyadari Andi sudah siap dan berdiri di luar mobilnya.
Saat Andi membuka pintu mobil nya, Sarah baru tersadar dari lamunannya, dan buru-buru menghapus dua butir airmata di pipi dan disudut matanya.
Sambil tersenyum malu dia berkata,
"Sudah siap di..gak da yang tertinggal.? kita jalan sekarang ?"
"Sudah..yuk jalan.."
ucap Andi.
Andi lalu menatap Sarah dengan heran dan berkata,
"Kamu kenapa tadi Sar ? Kok terlihat melamun dan sedih..?"
"Gak papa cuma terlalu menghayati lagu yang di putar pak Larjo, sehingga sedikit terbawa perasaan.."
ucap Sarah sambil berusaha tersenyum.
"Lagu yang mana pak ? boleh saya juga ikut mendengarkan nya pak..?"
tanya Andi sopan.
__ADS_1
"Boleh..boleh..tentu saja boleh bentar ya.."
ucap Pak Larjo sambil memelankan mobilnya mencari judul lagu Cinta yang datang nya terlambat ( Ce Lai Te Ai ).
"Nah ini dia ketemu.."
ucap pak Larjo gembira lalu memutar CD lama yang juga ada dia koleksi.
Sehabis mendengar lagu tersebut, Andi diam-diam melirik kearah Sarah, yang terlihat tertunduk sedih.
Kalau menuruti perasaan, ingin rasanya Andi merangkul gadis baik tersebut dan menghiburnya agar jangan bersedih.
Tapi Andi sadar itu tidak boleh dia lakukan, bila dia melakukannya, bukan nya menghibur.
Dia malah akan membuka bendungan perasaan Sarah, yang bakal membanjir keluar tak terkendali.
Dia bukannya menghibur, tapi dia malah akan melukai perasaan Sarah, dengan lebih dalam.
Dan Sarah akan semakin sulit untuk melupakan dirinya dan move on dari perasaan nya.
Andi menyentuh pundak Sarah dengan pelan setelah lagu tersebut habis.
"Sar sudah sampai kita.."
"Terkadang hidup memang seperti ini, yang namanya cinta selalu membawa kebahagiaan dan kesedihan."
"kedua hal itu, bagai dua sisi cermin yang sangat tipis jaraknya.."
"Tapi percayalah hari esok pasti akan jauh lebih indah.."
ucap Andi pelan.
"Makasih di..ayo kita turun.."
Mereka berdua turun dari mobil Sarah berjalan menuju gerbang pagar kost Viona yang tinggi.
Begitu mereka berdua membuka pintu pagar, terlihat Viona dan Santi sambil tersenyum manis berjalan menghampiri mereka.
"Hai lama gak ngumpul akhirnya kita bareng lagi.."
ucap Santi dengan gembira.
"Kita mau kemana nih ?"
tanya Viona penuh semangat.
Sarah tersenyum misterius dan berkata,
"Ada deh pokoknya tempat nya di jamin menyenangkan.."
"Yuk berangkat.."
Santi Viona dan Andi mengangguk setuju, Santi berjalan didepan bersama Sarah.
Meninggalkan Andi yang berjalan di belakang mereka, bersama Viona.
Viona tanpa sadar mengulurkan tangannya hendak merangkul lengan Andi.
__ADS_1
Tapi ditengah jalan, dia menarik tangan nya kembali sambil menghela nafas.
Andi seakan-akan bisa merasakan perasaan kecewa di hati Viona, dia pun berkata.
"Sabarlah Vi..aku berjanji akan secepatnya membawa mu kembali ke sisi ku.."
"Percayalah kita pasti akan bisa bersama-sama kembali.."
Viona mengangguk kan Kepalanya dan berkata,
"Aku percaya..dan akan selalu menunggu hari itu tiba..jangan kecewakan aku di..."
Andi mengangguk yakin dan berkata,
"Tidak akan pernah Vi.."
Sarah memilih duduk di depan di sebelah pak Larjo,.Santi duduk di sisi Viona, Viona duduk ditengah di apit oleh Santi dan Andi.
Begitu pintu mobil tertutup, Viona dan Andi sudah tidak bisa menahan diri, untuk duduk lebih dekat sambil berpelukan mesra.
Santi hanya tersenyum kasihan, melihat nasib kedua sahabatnya itu.
Jelas-jelas mereka berdua saling mencintai, tapi kenyataan yang begitu kejam, malah harus memisahkan mereka berdua dengan sangat kejam.
Santi dulu sempat sangat mencintai Andi, dan berharap bisa menggantikan Viona mengobati luka Andi.
Tapi dia saat ini, benar-benar tidak berani memikirkan hal itu lagi.
Setelah kejadian naas yang menimpa dirinya waktu itu, dia sudah mengubur dalam dalam perasaanya terhadap Andi.
Kini ada satu pria lain yang selalu membuat jantungnya berdebar hebat, bila berdekatan dengannya.
Meski dia berkali-kali mengingatkan dirinya, bahwa dia harus menjauhi pria tersebut, karena dia tidak pantas bersama pria itu.
Dia tidak akan membawa kebahagiaan buatnya, sebaliknya dia hanya akan membawa penyesalan dan kekecewaan bagi pria tersebut, bila mereka tetap bersama sama.
Tapi kenyataannya pria itu selalu hadir di dekatnya, dimana pun dia berada, kecuali saat di kost tentunya.
Karena kehadiran pria tersebut, Marcel sekarang bahkan tidak berani meliriknya, apalagi mendekatinya.
Padahal Marcel adalah orang yang terkenal kepala batunya, dan pantang menyerah.
Tapi terhadap pria itu, Marcel mati kutu, tidak berani bikin onar lagi.
Seperti saat ini, sejak keluar dari kost, Santi tahu dengan pasti mobil pria itu parkir ditempat yang agak tersembunyi, dan sedikit jauh dari kostnya.
Kini pun mobil Wrangler hitam itu selalu diam-diam mengikuti di belakang mereka.
Santi mengetahuinya lewat kaca spion, tapi dia diam saja dan pura-pura tidak tahu.
Adalah pak Larjo yang akhirnya berkata,
"Non mobil Wrangler hitam di belakang sana, di balik dua mobil di belakang kita, dari tadi terus mengikuti kita."
Sarah ikut memperhatikan dari spion dengan was-was dan bertanya tanya dalam hati, siapa gerangan di balik kemudi mobil itu.
"Kalian ada yang mengenal pemilik mobil Wrangler hitam itu ?"
__ADS_1
tanya Sarah.