AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI SERANG HIU


__ADS_3

"Ada tentu ada non, Om sudah pesan ke anak-anak untuk memisahkan nya dan nanti akan di kirim ke rumahnya Non Sarah.."


ucap Om Theo cepat.


"Kalian tahu apa itu kepiting cangkang lembut..?"


tanya Sarah sambil melihat ketiga temannya.


Viona dan Santi menggelengkan kepalanya, karena mereka justru baru pertama kali mendengar nya.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Kepiting cangkang lembut itu adalah kepiting yang sedang berganti cangkang, cangkang nya masih lembut, bila di masak kita bisa makan sama cangkang nya.."


"Meski rasanya luar biasa enak, tapi bahan bakunya sangat langka dan mahal.."


Andi menutup penjelasannya sambil tersenyum menatap Sarah.


Sarah mengacungkan jempol nya kearah Andi dan berkata,


"Koki master tetap koki masker, mantab.. pengetahuan nya.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Biasa saja, aku juga cuma belajar dari kakek saja.."


"Non kita juga ada penangkaran baru loh, di karang-karang sebelah sana."


ucap Om Theo antusias.


"Apa itu ?"


tanya Sarah.


"Ikan kerapu Non, Non mau mencoba nya, kalau mau nanti saya minta anak-anak tangkap kan beberapa ekor."


"Biar ku suruh ibu menggorengnya.."


ucap Om Theo menawarkan ke Sarah.


"Kalau di goreng sungguh sayang Om ."


ucap Andi cepat.


"Loh kenapa sayang ? nak Andi.."


tanya Om Theo heran.


"Gini Om kerapu itu jenis ikan yang berdaging lembut halus seperti daging kepiting."


"Bila di goreng dagingnya akan menciut, kalau kurang hati-hati minyak kurang panas, ikan itu akan hancur dagingnya.."


"Ikan ini paling cocok di steam.."


"Atau kalau mau di buat asem manis, ikan ini bisa di steam dulu baru di siram saos asem manis."


"Bila maksa suka nya di goreng, maka ikan ini harus di Balur tepung dulu, kemudian dengan api sedang dan minyak panas di goreng."


"Baru di siram dengan saus yang sudah di siapkan secara terpisah."


ucap Andi memberi penjelasan.


Om Theo sampai bengong mendengar penjelasan Andi.


"Wah sore ini kelihatannya harus repotin nak Andi turun tangan, untuk memuaskan perut Om yang gendut ini.."


"Soalnya baru dengar penjelasannya saja, Om sudah langsung lapar.."

__ADS_1


ucap Om Theo sambil tertawa.


"Om kalau Om mau cepat, kita punya stok masakan Andi tadi pagi."


"Om bisa minta ibu panaskan, terus cicip-cicip bersama anak-anak sebelum jelang makan malam gimana ?"


tanya Sarah cepat.


"Ha..ha..ha... boleh-boleh non, tapi Om jadi malu non tamu datang jauh-jauh bukannya di suguhin makan malah ini kebalikannya.."


ucap Om Theo sedikit sungkan.


"Sar biar aku pergi ambil makanannya.."


ucap Santi.


Sarah menekan remote control nya bagasi pun terbuka otomatis.


Santi langsung berlari kecil mengambil kotak-kotak bekal berisi masakan Andi.


Lalu dia serahkan semua ke Om Theo sambil berkata,


"Ini Om masakannya.."


"Toni..! sini ..!"


teriak Om Theo sambil melambaikan tangannya, ke seorang pemuda tanggung yang sedang membereskan jaring ikan.


Pemuda itu langsung berlari kearah Om Theo dan rombongan Sarah dia lalu berkata,


"Ya Om ada apa ?"


"Ini bawa ke Ibu untuk panaskan, nanti kita bisa makan sama-sama."


"Om mau mengantar mereka melihat-lihat dulu."


"Baik Om ."


Jawab Toni cepat kemudian membawa bungkusan tersebut kedalam rumah.


Lalu Om Theo bergegas mengantar Sarah dan rombongannya menuju area penangkaran kepiting.


"Nah ini Non kepiting Soka yang Non mau, Om sudah memisahkan nya."


"Di sebelah sini kepiting Jumbo kualitas ekspor non.."


ucap Om Theo memberi penjelasan.


Andi memandang dengan takjub Kepiting-kepiting yang di tunjukkan oleh Om Theo.


Ukurannya benar-benar super, Andi mencoba memencet kaki kepiting nya.


Ternyata kepiting yang berukuran 40 sampai 50 cm itu semuanya adalah kepiting daging padat.


"Nak Andi boleh tenang, ini kepiting kualitas ekspor gak mungkin kopong."


ucap Om Theo sambil tertawa ketika melihat aksi Andi memijit kaki kepiting.


Andi tersenyum canggung karena ketahuan aksinya, meragukan kualitas kepiting Om Theo.


Setelah berkeliling melihat-lihat dari penangkaran telur kepiting, hingga menjadi anak kepiting dan kepiting dewasa,' yang dipisahkan menurut ukurannya.


Mereka kemudian di ajak melihat lihat anak-anak yang sedang memanen kepiting.


Lalu mereka di ajak ke bagian penangkaran udang Tiger yang segar-segar dan sedang di panen oleh anak buah Om Theo.


Om Theo juga mengajak mereka berkeliling melihat-lihat bagian penangkaran, mulai dari mengawinkan menetaskan telur udang hingga ke bagian anak anak udang.

__ADS_1


Lalu di pindahkan ke bagian udang remaja dan dewasa siap panen .


Setelah melihat-lihat tambak udang, mereka di ajak melihat penangkaran ikan kerapu.


"Hati-hati ya di sini.. jalannya agak licin.."


"Jangan sampai jatuh berbahaya, di bawah sana banyak karang tajam, juga di sini airnya sangat dalam.."


ucap Om Theo mengingatkan.


Karena khawatir dengan keamanan Viona dan Santi.


Andi menggendong Viona di punggungnya, sedangkan tangannya menggandeng tangan Santi.


Sedangkan Sarah Andi tidak perlu khawatir, karena ada Om Theo yang mengawalnya dengan ketat.


Dari posisi mereka berdiri, mereka dapat melihat dengan jelas, ikan-ikan kerapu yang berukuran lumayan besar berseliweran di bawah kaki mereka, di dasar kolam penangkaran.


"Hei ada ikan hiu..di sana..!"


teriak Viona sambil menunjuk kearah tempat yang tidak berjauhan dari tempat penangkaran.


Om Theo tersenyum dan berkata,


"Tenang saja Non Viona, mereka berada diluar wilayah penangkaran kita."


"Lihat pelampung pelampung itu, dibawahnya terpasang jaring yang kuat, itulah batas wilayah penangkaran kita."


"Ikan hiu tidak mungkin Bisa mendekat kemari karena terhalang oleh jaring pembatas kita."


"Di daerah ini memang banyak ikan hiunya, karena mereka tertarik dengan ikan kerapu yang merupakan makanan favorit mereka."


ucap Om Theo memberikan penjelasan kepada mereka semua.


"Om tapi kenapa sayap ikan hiu disebelah sana, sepertinya melewati pembatas.!"


ucap Santi dengan suara panik sambil menunjuk kearah yang dia lihat.


Om Theo buru-buru melihat kearah yang Santi tunjuk, benar saja ada sayap ikan Hiu yang melewati pembatas.


Saat mereka melihat kearah yang ditunjuk oleh Santi.


Ikan hiu tersebut menenggelamkan diri kebawah.


Dari ukuran sayap yang terlihat dapat di pastikan ikan tersebut pasti berukuran belasan meter.


Dengan terkejut dan wajah pucat Om Theo segera berkata,


"Cepat kita tinggalkan tempat ini ! bahaya..!"


"Ayo cepat..!"


ucap Om Theo panik.


Dia buru-buru menggandeng tangan Sarah meninggalkan tempat itu, setengah berlari.


Andi menyusul di belakang nya sambil menggandeng tangan Santi, menuntun nya meninggalkan tempat tersebut.


Mereka semua melangkah dengan terburu-buru meninggalkan tempat tersebut.


Tapi gerakan ikan hiu itu sangat cepat, tiba-tiba dia muncul memamerkan moncongnya, lalu menabrak kearah papan yang sedang di pijak oleh Santi .


"Aihhhh..!!'


teriak Santi panik dan kaget.


Tubuhnya terpental terlepas dari pegangan tangan Andi, meluncur ke arah kolam.

__ADS_1


__ADS_2